Renungan Harian Alkitab, 6 April , Provebs 19;”Hasten!, tergesa-gesa!”

Proverbs 19:2 (NKJV) Also it is not good for a soul to be without knowledge, And he sins who hastens with his feet.

Amsal 19:2 (TB) Tanpa pengetahuan kerajinan pun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah.

Sungguh benar firman Tuhan, keputusan dan tindakan tergesa-gesa akan salah langkah!

Kapankah sebuah keputusan menjadi tergesa-gesa?

Kapankah sebuah tindakan dikategorikan tergesa-gesa?

Keputusan dan tindakan tergesa-gesa dilakukan ketika;

1. Tidak dibawa dalam doa dahulu.

2. Ketika didoakan tidak meminta hikmat dan tidak merenungkan nilai-nilai firman Tuhan , berdoa dengan terlebih dahulu memutuskan, doa kepada Tuhan hanya memaksa Tuhan mendukung kemauannya.

3. Impuls decision, keputusan dorongan emosi, atau hasrat sesaat.

4. Orang yang tidak beriman yang terdesak oleh keadaan , akan mudah ketakutan dan melakukan apa kata orang lain(pihak yang mempunyai kepentingan ), tanpa bergumul dengan Tuhan dahulu.

Biasa orang -orang tidak beriman akan mendesak orang lain tergesa gesa bertindak, dan ini sering dilakukan para salesman, marketing, dokter, agen asuransi sebagai teknik psikologis agar target pekerjaan mereka tercapai.

Contoh agen asuransi yang mendesak calon customer hari ini juga harus beli asuransi dengan intimidasi ; kalau besok meningal atau celaka bagaimana? Hasilnya Klien karena kekuatiran hari itu juga membeli.

Contoh lain, dokter yang mengitimidasi pasien, harus operasi hari itu juga, jika tidak akan parah, hasilnya pasien dalam kekuatiran dan ketakutan langsung terburu buru minta di operasi.

Teknik psikologi intimidasi, kekuatiran, kecemasan sukses mendongkrak pencapaian target penyedia jasa.

Para pembaca, jangan pernah membuat keputusan tergesa-gesa! Ingatlah Tuhan adalah pembimbing, pemimpin dan penguasa hidup kita, bergumulah dengan Tuhan dalam doa sebelum memutuskan perkara perkara penting.

Advertisements

Renungan Harian Alkitab, 4 April, Provebs 17; “even fool is counted wise, orang bodoh pun bisa dianggap bijak”.

Proverbs 17:27-28 (NKJV) He who has knowledge spares his words, And a man of understanding is of a calm spirit.
Even a fool is counted wise when he holds his peace; When he shuts his lips, he is considered perceptive.

Amsal 17:27-28 (TB) Orang yang berpengetahuan menahan perkataannya, orang yang berpengertian berkepala dingin.
Juga orang bodoh akan disangka bijak kalau ia berdiam diri dan disangka berpengertian kalau ia mengatupkan bibirnya.

Hikmat akan mengajarkan kepada yang memilikinya untuk menjaga kualitas perkataannya, mereka, dari apa yang diucapkan seseorang dinilai kualitas orang tersebut.

Bahkan orang bodoh pun, jika tidak berbicara, berhemat kata-kata berdiam diri akan dikira orang berhikmat.

Diperlukan karunia discernment untuk membedakan apakah seseorang sungguh berhikmat atau hanya orang bodoh yang tidak berkata kata.

Ada cara lain membedakannya, yakni menunggu hingga ada cukup banyak kata kata diucapkan ; pada akhirnya orang berhikmat dan juga orang bodoh, pasti mengeluarkan kata-kata!

Dan disinilah nampak perbedaanya, orang bodoh akan mengucapkan kata kata tidak berkualitas!.

Para pembaca terkasih, apakah kita banyak bicara dengan kualitas, atau tanpa kualitas?

Apakah kita sebenarnya bodoh, tetapi berdiam diri sehingga nampak bijak?

Apakah kita berhemat bicara dan memastikan kata -kata kita cukup berkualitas?

Atau kita sama sekali tidak peduli hikmat, sehingga tidak peduli kualitas kata kata?

Renungan Harian Alkitab, 3 April, Provebs 16; “the wise mouth, mulut orang bijak.”

Proverbs 16:23-24 (NKJV) The heart of the wise teaches his mouth, And adds learning to his lips.
Pleasant words are like a honeycomb, Sweetness to the soul and health to the bones.

Amsal 16:23-24 (TB) Hati orang bijak menjadikan mulutnya berakal budi, dan menjadikan bibirnya lebih dapat meyakinkan.
Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.

Orang-orang yang bijak mengerti akan kuasa perkataan, dan hikmat didalam mereka mengajar kepada mulut mereka, pembelajaran berkata kata penuh kuasa dan tidak sia-sia menjadi kekuatan orang berhikmat.

Para pembaca orang yang berhikmat perkataanya berbobot dan berkualitas, bahkan dikatakan manis bagi madu, manis bagi hati , dan menjadi obat bagi orang orang yang kepahitan hingga tulang tulangnya kering.

Sungguh orang berhikmat disukai perkataanya dan hadiratnya.

Firman Tuhan memberitahukan kepada kita bahwa permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan, jika kita takut akan Tuhan dan hidup dalam perintah dan ketetapan firman Tuhan, inilah awal dari hikmat.

Renungan harian alkitab, Job 32, minggu;” what wrongs with Job friends? Apa yang salah dari sahabat Ayub?

Job 32:1-3 (NKJV) So these three men ceased answering Job, because he was righteous in his own eyes.
Then the wrath of Elihu, the son of Barachel the Buzite, of the family of Ram, was aroused against Job; his wrath was aroused because he justified himself rather than God.
Also against his three friends his wrath was aroused, because they had found no answer, and yet had condemned Job.

Akhirnya ada titik terang, Elihu tampil berbicara menyampaikan Hikmat, memotong perdebatan panjang yang tidak mendatangkan kebaikan oleh Job dan ketiga sahabatnya. Elihu menyampaikan hikmat untuk mereka berhenti berdebat, dan memberikan kita review secara jernih;

1. Job sudah sibuk membela diri, merasa dia saleh dan menyalahkan Tuhan.

2. Ketiga Sahabat Job, tidak dapat menunjukan kesalahan Job dan malah terbawa emosi menghakimi Job, tanpa ada solusi.

3. Tidak ada hasil nyata apa sumber permasalahan sebenarnya dan apa solusinya.

Para pembaca terkasih seringkali ketika masalah datang ,orang -orang salah fokus, mereka sibuk mencari siapa yang dapat disalahkan ? Bukannya menemukan akar penyebabnya, dan akhirnya sibuk berdebat membela diri dan tidak menemukan solusi, seharusnya kita fokus pada akar penyebab, dan apa solusinya.

Renungan harian alkitab, Job 12 , senin ;” Job still honour God, Ayub masih menghormati Tuhan”

Job 12:13-14 (NKJV)  “With Him are wisdom and strength, He has counsel and understanding. If He breaks a thing down, it cannot be rebuilt; If He imprisons a man, there can be no release.

Dalam perdebatan Job dan sahabatnya Job masih mengakui kebesaran dan menghormati Tuhan. Dalam penderitaan dan depresi yang tengah ia alami , Ia masih memegang prinsip tentang ketuhanan, bahwa  ditangan Tuhan adalah hikmat dan kuasa.

Ini adalah sisi positif dan kebaikan dalam diri Job, ia masih menghormati Tuhan dan mempercayai Tuhan maha kuasa.

Para pembaca terkasih ingatlah selalu prinsip tentang ketuhanan: Dia maha kuasa, hikmat , pengertian dan kesempurnaan  nasehat  datang hanya dari Tuhan.