Renungan Harian Alkitab, 21 July, 1 Tesshalonians: ” the end time, akhir jaman “

1 Tesalonika 5:1-3 (TB) Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu,
karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam.
Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman — maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin — mereka pasti tidak akan luput.

1 Thessalonians 5:1-3 (RKJNT) But of the times and the seasons, brethren, you have no need that I write to you.
For you yourselves know full well that the day of the Lord shall come as a thief in the night.
For when they shall say, Peace and safety; then sudden destruction shall come upon them, as birth pangs upon a woman with child; and they shall not escape.

Tentang kapan hari dan tanggal akhir jaman tiba, tidak ada yang mengetahuinya, Allah Bapa merahasiakannya, Hanya Bapa yang tau.

Sama seperti pencuri datang tiba-tiba, akhir jaman akan terjadi seketika.

Pembaca renungan terkasih, bagi kita yang sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, dan menjadi ciptaan baru, kita telah memperoleh kehidupan kekal, sejak dibumi, karena itu kapan pun kiamat datang, tidak menjadi masalah, karena sebagai ciptaan baru kita hidup dalam kekudusan dan menantikan hari pengangkatan kita.

Advertisements

Renungan Harian Alkitab, 20 July, 1 Thessalonians 4 :7, ” To holiness, untuk kekudusan “

1 Thessalonians 4:7 (RKJNT) For God has not called us to impurity, but to holiness.

1 Tesalonika 4:7 (TB) Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.

Tuhan telah menyucikan hidup kita , dengan darah Tuhan Yesus, setelah kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan meninggalkan cara hidup dari manusia lama, maka kita telah menjadi ciptaan baru, yang terus disempurnakan karakternya menjadi serupa dengan Kristus.

Setelah menjadi ciptaan baru, kita dipanggil hidup dalam kekudusan, dan bukan hidup dalam kecemaran.

Pembaca terkasih, ingatlah panggilan Tuhan agar kita sebagai ciptaan baru, hidup dalam kekudusan, karena itu jauhilah segala kecemaran, dan pergaulan yang tidak kudus.

Renungan Harian Alkitab, 19 July, 1 Thessalonians 3 :” The way of love, Jalan kasih “

1 Thessalonians 3:12 (RKJNT) And may the Lord make you to increase and abound in love toward one another, and toward all men, even as we do toward you:

1 Tesalonika 3:12 (TB) Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu.

Rasul Paulus, berdoa agar jemaat di Tesalonika bertumbuh dalam kasih pada sesama,sama seperti Rasul Paulus, Timotius dan para hamba Tuhan mengasihi jemaat Tesalonika, menerima mereka apa adanya, Paulus terus mendoakan dengan tekun dan mengasihi jemaat.

Gereja adalah kumpulan umat yang bertobat,menerima Yesus sebagai Tuhan, lalu sedang terus di proses karakternya dan diubahkan menjadi semakin serupa karakte Kristus, gereja bukanlah kumpulan umat yang sudah sempurna!

Karena itu umat perlu bertumbuh dalam kasih menyadari dirinya belum sempurna dan umat yang lain juga sama sama masih diproses karakternya. Jalan kasih adalah menerima umat lainnya dengan segala kekurangan dan kelebihan setiap orang.

Para pembaca renungan terkasih, justru inilah cara Tuhan membentuk karakter kita agar semakin diubahkan serupa Kristus, dengan cara orang – orang dalam gereja yang tidak sempurna berinteraksi dengan kita, dan besi saling menajamkan besi, karakter menajamkan karakter yang lain.

Renungan Harian Alkitab, July 18, 1 Thessalonians 2 ,” Not seek glory from men, tidak mencari kemuliaan dari manusia “

1 Thessalonians 2:5-6 (NKJV) For neither at any time did we use flattering words, as you know, nor a cloak for covetousness–God is witness.
Nor did we seek glory from men, either from you or from others, when we might have made demands as apostles of Christ.

1 Tesalonika 2:5-6 (TB) Karena kami tidak pernah bermulut manis — hal itu kamu ketahui — dan tidak pernah mempunyai maksud loba yang tersembunyi — Allah adalah saksi —
juga tidak pernah kami mencari pujian dari manusia, baik dari kamu, maupun dari orang-orang lain, sekalipun kami dapat berbuat demikian sebagai rasul-rasul Kristus.

Inilah karakter rohani yang perlu dimiliki setiap murid Yesus, keteladanan Paulus yang harus di ikuti bagi kita semua.

Melakukan segala sesuatu bukan untuk mencari pujian dari manusia, tetapi sungguh untuk berbakti kepada Tuhan.

Motivasi melayani dan bekerja yang benar adalah sebagai ibadah yang berkenan kepada Tuhan, bukan mencari popularitas manusia.

Renungan Harian Alkitab, 17 July, 1 Thessalonians 1, “Gospel by power in the Holy Spirit, Injil dengan kuasa dan Roh Kudus “

1 Thessalonians 1:5 (RKJNT) For our gospel came to you not in word only, but also in power, and in the Holy Spirit, and with full conviction. You know what manner of men we were among you for your sake.

1 Tesalonika 1:5 (TB) Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh. Memang kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu.

Injil adalah kuasa Allah, karena itu pemberitaan injil bukanlah hanya dengan kata kata saja, tetapi disertai Kuasa Roh Kudus, disertai tanda ajaib, mukjizat kesembuhan , karunia – karunia Roh Kudus mengalir dalam pelayanan pemberitaan injil.

Sama dengan apa yang kita baca dalam kisah para rasul, gereja yang penuh Roh Kudus adalah bukti kuasa injil sejati.

Di akhir jaman ini, Tuhan akan mencurahkan Roh Kudus secara luar biasa, kebangkitan gereja – gereja yang penuh Roh Kudus sedang terjadi, bergabunglah dan tertanamlah pada gereja gereja yang karunia Roh Kudus mengalir didalamnya.