Renungan harian alkitab, Job 37, Jumat :”curse of pride, kutuk akibat keangkuhan”

Job 37:14 (NKJV) “Listen to this, O Job; Stand still and consider the wondrous works of God.

Ayub 37:14 (TB) Berilah telinga kepada semuanya itu, hai Ayub, diamlah, dan perhatikanlah keajaiban-keajaiban Allah.

Elihu meminta Job untuk diam, tutup mulut , berdiam diri dan memperhatikan keajaiban dan kebesaran Tuhan pencipta alam semesta.

Tapi Job, tidak mau mendengar..

Akar dari segala sifat agamawi dan kehancuran hidup orang Kristen salah satunya adalah keangkuhan-pride. Tidak ada yang dapat dikatakan baik dari sifat angkuh, semuanya buruk bahkan mendatangkan kutuk buah dari keangkuhan.

Ternyata Job masih memilikinya, ini bentuk pride yang menjelma pada pencitraam kesalehan, ritual agama , kegiatan sosial yang semua ingin menunjukan pada Tuhan dan masyarakat bahwa ia saleh dan taat agama.

Ayub 35:13-16 (TB) Sungguh, teriakan yang kosong tidak didengar Allah dan tidak dihiraukan oleh Yang Mahakuasa.
Lebih-lebih lagi kalau engkau berkata, bahwa engkau tidak melihat Dia, bahwa perkaramu sudah diadukan kehadapan-Nya, tetapi masih juga engkau menanti-nantikan Dia!
Tetapi sekarang: karena murka-Nya tidak menghukum dan Ia tidak terlalu mempedulikan pelanggaran,
maka Ayub berbesar mulut dengan sia-sia, banyak bicara tanpa pengertian.”

Para pembaca kita membutuhkan orang-orang yang seperti Elihu untuk menjadi sahabat kita; Elihu yang perlu hadir dalam rula seorang pastor, pemurid, sahabat, teman pelayanan. Seorang sahabat yang berhikmat tapi tidam populis dan tajam dalam memberikan nasehat tanpa takut kita menjauhi mereka, karena nasehatnya yang jujur dan padat kebenaran.

Elihu dengan berani dan penuh kasih menegur Job dan memberitahu akar penyebab permasalahan, solusi dan juga berani memberitahukan bahwa Job besar mulut, penuh kata sia -sia, dan sebenarnya tidak berhikmat.

Elihu bahkan meminta Job untuk bertobat tutup mulut , diam, dan mulai mengamatia kebesaran dan keajaiban Tuhan pencipta alam semesta, peringatan bagi Job untul segera berdoa bersolitude dengan Tuhan.

Advertisements

Renungan harian Alkitab, Job 29, kamis ” Job is a great teacher of knowledge in theory, Ayub adalah guru besar pengetahuan secara teori”

Job 29:21-25 (NKJV) men listened to me and waited, And kept silence for my counsel.
After my words they did not speak again, And my speech settled on them as dew.
They waited for me as for the rain, And they opened their mouth wide as for the spring rain.
If I mocked at them, they did not believe it, And the light of my countenance they did not cast down.
I chose the way for them, and sat as chief; So I dwelt as a king in the army, As one who comforts mourner..

Job mengungangkapkan pada pasal 29 ini bahwa ia adalah seorang guru besar pengetahuan akan Tuhan dan kehidupan, ia menggambarkan betapa kata kata Job sangat disegani dihargai masyarakat, bahkan ia mengungkapkan bahwa pengajarannya sangat dinantikan.

Para pembaca terkasih, Job adalah seorang yang sangat pandai dalam pengetahuan akan Tuhan dan menjadi pengajar kehidupan yang mempengaruhi banyak orang, tetapi sayang sekali Job hanya mengajarkan Teori saja, karena ia sendiri belum mengenal Tuhan dan mengalami Tuhan secara pribadi.

Memang pandai secara teori tentang Tuhan akan membuat kita menjadi sangat agmawi tapi miskin hubungan intim dan pengalaman akan Tuhan yang nyata.

Renungan Alkitab harian , Job 27, selasa ” Job long excuse, dalih Ayub panjang lebar”

Job 27:1-4 (NKJV) Moreover Job continued his discourse, and said:
“As God lives, who has taken away my justice, And the Almighty, who has made my soul bitter,
As long as my breath is in me, And the breath of God in my nostrils,
My lips will not speak wickedness, Nor my tongue utter deceit.

Dengan membaca 27 pasal kitab Job, kita dapat memahami bahwa Job adalah seorang yang puitis, pemikir hebat , suka merenung, berpikir details panjang lebar dan suka membandingkan; sehingga ia iri hati dengan oqrang fasik, Job juga suka menggurui orang lain dan banyak bicara.

Dengan terus berdalih panjang lebar, dan menghakimi sahabatnya dan juga menghakimi Tuhan maka penderitaan Job tidak secepat kilat berahkir, menjadi terasa lama dan panjang sebelum pertolongan Tuhan datang.

Para pembaca terkasih respon hati kita ketika masalah datang sangat menentukan , apakah kita merasa hebat dan sempurna karena sudah merasa menjadi orang saleh beragama, atau kita merendahkan diri di hadapan Tuhan dan tidak berdalih?

Renungan harian alkitab , Esther 10, rabu; God looking for leaders, Tuhan mencari pemimpin”

Esther 10:2-3 (NKJV) Now all the acts of his power and his might, and the account of the greatness of Mordecai, to which the king advanced him, are they not written in the book of the chronicles of the kings of Media and Persia? For Mordecai the Jew was second to King Ahasuerus, and was great among the Jews and well received by the multitude of his brethren, seeking the good of his people and speaking peace to all his countrymen.

Mordechai dan Esther adalah orang beriman yang memberikan dirinya dipakai Tuhan memberkati bangsanya , mereka tidak egois dan sibuk dengan masalah pribadi dan berputar putar dengan diri sendiri, mereka memutuskan memberi diri mereka dan bertindak dalam iman.

Tuhan mencari orang orang beriman seperti Mordechai untuk menjadi pemimpin , Tuhan urgent mencari orang yang bisa dipakai menjadi saluran berkat atas kota dan bangsa!

Para pembaca , diahkir jaman ini khususnya 8 tahun kedepan, sesuatu yang istimewa akan terjadi; perhatikan dan catat tulisan saya ini, ” Tuhan sedang memilih , mencari, Tuhan meminta saya menyampaikannya- bahwa adalah urgent untuk menemukan orang Kristen yang beriman dan tidak berhala uang atau hobi, tapi mereka orang orang yang skillfull cakap bekerja , unggul dalam karakter , urgent untuk diangkat Tuhan sedemikian tingginya.”

Kita akan melihat hamba- hamba Tuhan yang cantik seperti Esther , rupawan , pandai , berpendidikan, diangkat Tuhan bersinar, dan generasi muda yang cinta Tuhan naik menjadi pemimpin baru di dunia usaha dan kaum pekerja yang luar bisa, ..sedang terjadi saat ini (its happening now!)

Apakah anda mau ditemukan Tuhan dan dipilih? Apakah anda mau ?

Apakah anda mempunyai skills, dan karakter? Get ready..

Renungan harian alkitab, 1 Chronicles 13, Rabu; ” Stand with the priest, berdiri dengan iman” 

2 Chronicles 13:9-11 (NKJV)  Have you not cast out the priests of the Lord, the sons of Aaron, and the Levites, and made for yourselves priests, like the peoples of other lands, so that whoever comes to consecrate himself with a young bull and seven rams may be a priest of things that are not gods?

But as for us, the Lord is our God, and we have not forsaken Him; and the priests who minister to the Lord are the sons of Aaron, and the Levites attend to their duties.

And they burn to the Lord every morning and every evening burnt sacrifices and sweet incense; they also set the showbread in order on the pure gold table, and the lampstand of gold with its lamps to burn every evening; for we keep the command of the Lord our God, but you have forsaken Him.

Perang saudara terjadi, Israel terbagi dua kubu, kepadakah siapakah Tuhan berpihak? di kubu siapakah Tuhan memberikan kuasa?

Para pembaca terkasih, Tuhan berpihak pada umat yang berdiri bersama imam Tuhan, Tuhan membela kerajaan Anak Salomo, raja Abijah; karena mereka berdiri bersama para imam- iman Tuhan, sedang kerajaan Jeroboam mengusir para imam- imam.

Renungan harian alkitab, 1 Kings 19, rabu ” Total comitment to serve with man of God, komitment total melayani  bersama hamba Tuhan”

1 Kings 19:20-21 (NKJV)  And he left the oxen and ran after Elijah, and said, “Please let me kiss my father and my mother, and then I will follow you.” And he said to him, “Go back again, for what have I done to you?”

So Elisha turned back from him, and took a yoke of oxen and slaughtered them and boiled their flesh, using the oxen’s equipment, and gave it to the people, and they ate. Then he arose and followed Elijah, and became his servant.

Elisha berhasil menjadi anak didik yang sukses , Ia menerima pengurapan ganda dari hamba Tuhan Elia.

Kunci keberhasilannya adalah ia sejak awal tidak mendua hati, ia menjawab panggilan Tuhan menjadi pelayan Tuhan dan dengan segenap hati, komitment total  ia mengikut  nabi Elia, dimuridkan dan di didik secara intens.

Para pembaca terkasih, bukti dari total komitment Elijah mengikut Elia untuk memenuhi panggilan Tuhan, adalah ia meninggalkan pekerjaannya di market place seketika itu juga, bahkan ia memastikan bahwa ia tidak akan kembali lagi menjadi pengusaha pertanian, dengan memotong sapi sapi pembajak ladangnya dan membakar alat bajaknya, ia sungguh sungguh berkomitment mengikut Elia tanpa rencana cadangan.

Renungan harian alkitab, 2 Sam 24, sabtu ” pay the cost in offering, membayar harga dalam persembahan”

2 Samuel 24:24 (NKJV)  Then the king said to Araunah, “No, but I will surely buy it from you for a price; nor will I offer burnt offerings to the Lord my God with that which costs me nothing.” So David bought the threshing floor and the oxen for fifty shekels of silver.

David mengetahui prinsip penting ini, ia tidak akan datang kepada Tuhan tanpa memberi persembahan dan tanpa membayar harga.

Lebih baik memberi daripada menerima adalah sifat yang mengetahui bahwa menabur adalah hal utama sebelum menuai.

Para pembaca David mengetahui bahwa ibadah tanpa memberikan persembahan bukanlah ibadah, karena ibadah adalah memberikan sesuatu yang terbaik, David juga mengetahui mental “gratisan”, ingin mendapat secara cuma cuma, terutama dalam ibadah adalah tidak berkenan kepada Tuhan.