Renungan harian alkitab, 1 Chronicles 25,minggu ;” prophetic worship, penyembahan profetik”

1 Chronicles 25:1 (NKJV)  Moreover David and the captains of the army separated for the service some of the sons of Asaph, of Heman, and of Jeduthun, who should prophesy with harps, stringed instruments, and cymbals. And the number of the skilled men performing their service was:

sejak jaman perjanjian lama, penyembahan profetik sudah dilaksanakan; para pemusik bernubuat melalui lirik lagu dan alat musik mereka

perhatikan kisah ini; ternyata nubuatan, yang merupakan salah satu karunia Roh Kudus , sudah bekerja sejak jaman kerajaan David.

Yang menjadi perbedaan adalah; pada jaman perjanjian lama hanya para imam saja yang bisa menerima karunia bernubuat. Sedangkan jaman ini semua murid Yesus dapat dipenuhi Roh Kudus dan mengalir dalam karunia Roh Kudus.

Renungan harian alkitab, 1 Chronicle 17, sabtu; ” good but not God, baik tapi bukan dari Tuhan”.

1 Chronicles 17:1-4 (NKJV)  Now it came to pass, when David was dwelling in his house, that David said to Nathan the prophet, “See now, I dwell in a house of cedar, but the ark of the covenant of the Lord is under tent curtains.”

Then Nathan said to David, “Do all that is in your heart, for God is with you.”

But it happened that night that the word of God came to Nathan, saying,

“Go and tell My servant David, ‘Thus says the Lord: “You shall not build Me a house to dwell in.

ide dari David membangun bait Allah sangat bagus dan nampaknya mulia, Nabi Nathan pun langsung menyetujuinya

Tetapi tidak semua yang nampak bagus dan mulia adalah berkenan dimata Tuhan, ” is good but is not from God”

Tuhan pun segera berfirman kepada nabi Nathan untuk mengoreksi persetujuan yang di berikan Nathan kepada David, dan Nathan segera menyampaikan pesan Tuhan

Para pembaca terkasih, tidak semua yang dianggap baik dan benar adalah datang dari Tuhan, kita harus sungguh sungguh minta petunjuk Tuhan, dan tidak bersandar pada pemikiran sendiri.

Renungan harian alkitab,2 Kings 25, rabu: ” it came to pass, nubuatan itu di genapi”

2 Kings 25:1-2 (NKJV)  Now it came to pass in the ninth year of his reign, in the tenth month, on the tenth day of the month, that Nebuchadnezzar king of Babylon and all his army came against Jerusalem and encamped against it; and they built a siege wall against it all around.

So the city was besieged until the eleventh year of King Zedekiah.

Ketika umat dan raja Isreal memberontak dan beralih kepada dewa dewa asing, Tuhan memperingatkan melalui para nabi, bahwa mereka akan menjadi budak kerajaan kegelapan dan ditawan, kerajaan israel akan hancur

Ternyata peringatan para nabi dianggap remeh,bukannya bertobat karena telah ditegur, tetapi kerajaan Israel terus memberontak, dan bencana besar terjadi, mereka sungguh sungguh secara fisik di  tawan sebagai budak.

para pembaca terkasih, umat yang tegar tengkuk, pemberontak anti koreksi, anti teguran, dengan seenaknya mereka terus hidup dalam dosa, dan bencana dan penderitaan terjadi pada mereka. 

Janganlah kita seperti mereka, anti koreksi, tidak rendah hati dan berjiwa pemberontak terhadap Tuhan dan utusan Tuhan.

Renungan harian alkitab, 2 Raja 9, senin, ” God choose, Tuhan memilih”

2 Kings 9:4-6 (NKJV)  So the young man, the servant of the prophet, went to Ramoth Gilead.

And when he arrived, there were the captains of the army sitting; and he said, “I have a message for you, Commander.” Jehu said, “For which one of us?” And he said, “For you, Commander.”

Then he arose and went into the house. And he poured the oil on his head, and said to him, “Thus says the Lord God of Israel: ‘I have anointed you king over the people of the Lord, over Israel.
Waktu bagi dynasti Ahab sudah selesai, Tuhan sudah menentukan, Raja yang baru sudah dipilih, melalui  Nabi Elisha ketetapan Tuhan ditetapkan.

Nabi Elisha menyuruh muridnya seorang nabi Muda untuk mengurapi Raja yang baru, ia membawa minyak urapan dan mengurapi Raja Yang baru, nubuatan bapa Rohani nabi Elisha yakni nabi Elijah digenapi secara tepat.

Untuk sesaat sepertinya raja Lalim  Ahab dan istrinya berkuasa, dan tidak tersentuh kuasa yang lebih tinggi, sepertinya Tuhan berdiam diri, tapi ternyata Tuhan telah menetapkan masa dan waktu untuk bertindak.

Para pembaca Tuhan punya waktu dan caranya sendiri, ketika ia menetapkan perintahnya,ia akan menyampaikan pesan melalui para nabi dan hamba Tuhan, dan rencana Tuhan akan digenapi , apapun yang terjadi ketahuilah Tuhan pegang kendali dan tidak tinggal diam. 

Renungan harian alkitab, 2 Kings 6, jumat; ” God works through the prophet, Tuhan bekerja melalui nabiNya”

2 Kings 6:11-12 (NKJV)  Therefore the heart of the king of Syria was greatly troubled by this thing; and he called his servants and said to them, “Will you not show me which of us is for the king of Israel?”

And one of his servants said, “None, my lord, O king; but Elisha, the prophet who is in Israel, tells the king of Israel the words that you speak in your bedroom.”

Setiap rencana jahat raja Sryia  diketahui Nabi Elisha, dan ia memberitahukan kepada raja Israel, sehingga rencana itu selalu gagal.

Raja Syria pun memerintahkan pasukannya menangkap nabi Elisha, tetapi Tuhan membutakan mata seluruh pasukan Syria.

Para pembaca terkasih Tuhan sungguh bekerja melalui Nabi Elisha, Israel terlindungi kuasa Allah melalui kehadiran Nabi, para hamba Tuhan,  Tuhan sungguh peduli dan mengasihi umatNya, Ia akan selalu mengutus para hamba Tuhan untuk membawa pesan dan Kuasa Tuhan.

Renungan harian alkitab, 2 Kings 5, kamis; ” test to a Gehazi, ujian bagi Gehazi”

2 Kings 5:14-16 (NKJV)  So he went down and dipped seven times in the Jordan, according to the saying of the man of God; and his flesh was restored like the flesh of a little child, and he was clean.

And he returned to the man of God, he and all his aides, and came and stood before him; and he said, “Indeed, now I know that there is no God in all the earth, except in Israel; now therefore, please take a gift from your servant.”

But he said, “As the Lord lives, before whom I stand, I will receive nothing.” And he urged him to take it, but he refused.

Biasanya umat datang membawa persembahan khusus kepada Nabi, sebagai persembahan dan rasa syukur kepada Tuhan.

Ketika seorang Nabi dengan rendah hati menerima persembahan, ia telah menjadi alat untuk umat menabur, karena umat membutuhkan nabi yang rendah hati untuk ditabur persembahan , sehingga umat juga bisa mendapatkan tuaian finansial.( menggenapi firman barang siapa menabur persembahan kepada nabi akan mendapat upah nabi dan berkat)

Dalam kasus lain, Nabi Elisha jika merasa tidak membutuhkan persembahan umat, ia tetap rendah hati menerimanya , tidak menolak dan memberikan kepada orang lain, contohnya persembahan sulung  roti di saat kelaparan, tetap diterima, lalu dibagikan kepada umat sehingga terjadi mukjizat pelipatgandaan roti, demikian kisah ini tertulis;

2 Kings 4:42-44 (NKJV)  Then a man came from Baal Shalisha, and brought the man of God bread of the firstfruits, twenty loaves of barley bread, and newly ripened grain in his knapsack. And he said, “Give it to the people, that they may eat.”

But his servant said, “What? Shall I set this before one hundred men?” He said again, “Give it to the people, that they may eat; for thus says the Lord: ‘They shall eat and have some left over.’ “

So he set it before them; and they ate and had some left over, according to the word of the Lord.

Tetapi aneh sekali, tiba tiba Nabi Elisha menolak persembahan khusus jendral Naaman? Seperti sombong? Ini bukan sikap yang benar, ada apa dengan kasus ini?.

Kasus ini dirancangkan Tuhan, untuk menguji hati  calon penerus jubah kenabian Elisha yakni muridnya Gehazi, ini adalah sebuah ujian hati bagi Gehazi, apakah ia layak menjadi nabi penerus urapan Elisha.

Jika dulu Elisha anak pengusaha pertanian yang kaya raya meninggalkan kekayaan dan bussinesnya seketika , guna mengikut nabi Elijah, ia lulus ujian materi….

Nabi Elisha bahkan secara profetik melihat tindakan pemberontakan  gehazi, dan ia bernubuat sebuah hukuman dan sekaligus memecat Gehazi sebagai muridnya.

2 Kings 5:27 (NKJV)  Therefore the leprosy of Naaman shall cling to you and your descendants forever.” And he went out from his presence leprous, as white as snow.

Berbeda dengan Gehazi, didalam mental miskin yang ia miliki, ia memilih mammon, harta dan kena kutuk kusta, karena memberontak otoritas. 

Renungan harian Alkitab, 2 Kings 4, rabu ; ” giver receive more , pemberi menerima lebih banyak “

2 Kings 4:9-11 (NKJV)  And she said to her husband, “Look now, I know that this is a holy man of God, who passes by us regularly.

Please, let us make a small upper room on the wall; and let us put a bed for him there, and a table and a chair and a lampstand; so it will be, whenever he comes to us, he can turn in there.”

And it happened one day that he came there, and he turned in to the upper room and lay down there.

Wanita ini adalah seorang pemberi ( giver), dia dengan murah hati menyiapkan sebuah akomodasi khusus dibangun hanya untuk menabur kepada Nabi Elisha, dan ia melakukannya dengan kasih yang tulus.

Para pembaca seorang pemberi memberi dengan tulus, tidak mengharapkan imbalan,  tapi dimata Tuhan , orang yang menabur dengan generous kepada hamba Tuhan, akan menerima lipat kali ganda berkat.

Dan Tuhan memberkati wanita ini dengan mukjizat yang sangat tak ternilai harganya, ia yang mandul disembuhkan Tuhan, melalui sepatah kata nubuatan dari nabi!

Dan tidak hanya itu ketika  anak ini sakit dan meninggal, Nabi Elisah dengan kuasa Tuhan membangkitkan anaknya dari kematian.

Memang seorang yang menabur dengan generous tidak cinta uang, dan mempunyai iman sungguh menyenangkan hati Tuhan, karena itu hidupnya akan selalu berkelimpahan, secara kerohanian, jiwa berbahagia, sehat, dan berlimpah secara keuangan.

Renungan harian alkitab, 2  Kings 3, selasa ” victory because humble to God, kemenangan karena merendahkan diri kepada Tuhan”

2 Kings 3:11-12 (NKJV)  But Jehoshaphat said, “Is there no prophet of the Lord here, that we may inquire of the Lord by him?” So one of the servants of the king of Israel answered and said, “Elisha the son of Shaphat is here, who poured water on the hands of Elijah.”

And Jehoshaphat said, “The word of the Lord is with him.” So the king of Israel and Jehoshaphat and the king of Edom went down to him.

Kemenangan besar di alami oleh raja Israel dan raja Yehuda, kemenangan ini adalah buah dari kerendahan hati para Raja.

Mereka mencari petunjuk dan pimpinan Tuhan sebelu, bertindak, mereka mencari Nabi Elisha untuk menerima nubuatan dari Tuhan.

Meskipun kedua Raja ini banyak dosa, dan di masa lalu memberontak pada Tuhan, sehingga nabi Elisha juga kehilangan anthusiasme melayani mereka, tapi tindakan merendahkan diri mencari pesan Tuhan dihargai dan dikabulkan.

Para pembaca terkasih, jika umat datang dengan kerendahan hati kepada nabi dan meminta petunjuk Tuhan , Tuhan sangat murah hati, dan akan menolong, dan tidak mengingat masa lalunya.

Dalam kisah nyata perikop ini, Israel mengalami kemenangan besar , secara ajaib Tuhan berperang mengalahkan musuh musuh, ini adalah buah dari kerendahan hati, kuasa Tuhan dinyatakan.

Renungan harian Alkitab, 2 kings 2, senin : mantle of anointing, jubah urapan”

2 Kings 2:12-13 (NKJV)  And Elisha saw it, and he cried out, “My father, my father, the chariot of Israel and its horsemen!” So he saw him no more. And he took hold of his own clothes and tore them into two pieces.

He also took up the mantle of Elijah that had fallen from him, and went back and stood by the bank of the Jordan.

Kisah ini adalah kisah nyata, dan sungguh terjadi!, jika orang tidak beriman membaca kisah ini, bisa jadi mereka berusaha dengan logika mengatakan ini hanya dongeng!

Sekali lagi , kisah Nabi Elijah dijemput kereta dari surga, dan jubah pengurapan Elijah turun atas murid rohaninya Elisha adalah kisah nyata!

Para pembaca kisah nyata ini menjelaskan bahwa memang ada yang dinamakan  jubah pengurapan  seorang hamba Tuhan, dan salah satu murid hamba Tuhan itu suatu hari akan mendapat warisan jubah urapan itu, sehingga kuasa Tuhan dalam diri manusia itu dapat diturunkan oleh kehendak Tuhan.

Sekali lagi ini adalah kisah nyata dan kebenaran, dan masih berlaku sama hari ini, memang butuh iman untuk menangkap hal hal rohani supranatural !

Bergaullah dengan hamba hamba Tuhan yang berjalan dalam iman dan kuasa Allah,  bergaullah melalui kotbah kotbah dan pesan hikmat yang dibagikan, dan anda akan dikuatkan imannya, karena melihat bukti pekerjaan Tuhan yang nyata dalam hidup para hamba Tuhan yang beriman      ( bukan hamba Tuhan yang hanya teoritis tanpa kuasa Allah)

Elisha tidak bergaul dan sembarang mengikut hamba Tuhan, ia mengikuti hamba Tuhan yang ada bukti pelayanan disertai kuasa Tuhan, dan mukjizat, dan hidup Elijah yang benar sebagai bukti iman.

Renungan harian alkitab, 2 Kings 1 minggu: ” according to the word of God that prophesied,  terjadi menurut perkataan Tuhan yang dinubuatkan “

2 Kings 1:16-17 (NKJV)  Then he said to him, “Thus says the Lord: ‘Because you have sent messengers to inquire of Baal-Zebub, the god of Ekron, is it because there is no God in Israel to inquire of His word? Therefore you shall not come down from the bed to which you have gone up, but you shall surely die.’ “

So Ahaziah died according to the word of the Lord which Elijah had spoken. Because he had no son, Jehoram became king in his place, in the second year of Jehoram the son of Jehoshaphat, king of Judah.

Tuhan telah berfirman melalui nabi Elijah, dan Raja Ahaziah sama sekali tidak merespon dengam benar, bukannya bertobat, malah ia mengirim tentara menangkap Nabi Elijah.

Ketetapan Tuhan menjadi bulat, dengan respon pemberontakan Raja Ahaziah,  adalah suatu kesepakatan tidak langsung yang mengakui bahwa ia memang layak di cabut nyawanya dan masuk neraka.

Dalam kisah ini, ada seorang kapten pasukan, yang merendahkan diri, meminta kemurahan Tuhan, setelah dua rekannya dan pasukannya, lebih dari 100 org tewas, disambar api Tuhan, ia datang meminta kemurahan Tuhan. dan Tuhan bermuran hati, memberikan ia dan pasukannya kehidupan dan keselamatan.

Para pembaca terkasih, mari kita menjadi seperti kepala pasukan ini, sehingga perkataan Tuhan yang jadi adalah perkataan nubuatan kemurahan dan keselamatan  dari Tuhan, janganlah kita seperti Raja Ahaziah pemberontak dan penganiaya hamba Tuhan yang hanya menyampaikan pesan.