Renungan harian alkitab, 1 Chronicle 17, sabtu; ” good but not God, baik tapi bukan dari Tuhan”.

1 Chronicles 17:1-4 (NKJV)  Now it came to pass, when David was dwelling in his house, that David said to Nathan the prophet, “See now, I dwell in a house of cedar, but the ark of the covenant of the Lord is under tent curtains.”

Then Nathan said to David, “Do all that is in your heart, for God is with you.”

But it happened that night that the word of God came to Nathan, saying,

“Go and tell My servant David, ‘Thus says the Lord: “You shall not build Me a house to dwell in.

ide dari David membangun bait Allah sangat bagus dan nampaknya mulia, Nabi Nathan pun langsung menyetujuinya

Tetapi tidak semua yang nampak bagus dan mulia adalah berkenan dimata Tuhan, ” is good but is not from God”

Tuhan pun segera berfirman kepada nabi Nathan untuk mengoreksi persetujuan yang di berikan Nathan kepada David, dan Nathan segera menyampaikan pesan Tuhan

Para pembaca terkasih, tidak semua yang dianggap baik dan benar adalah datang dari Tuhan, kita harus sungguh sungguh minta petunjuk Tuhan, dan tidak bersandar pada pemikiran sendiri.

Renungan harian alkitab,2 Kings 25, rabu: ” it came to pass, nubuatan itu di genapi”

2 Kings 25:1-2 (NKJV)  Now it came to pass in the ninth year of his reign, in the tenth month, on the tenth day of the month, that Nebuchadnezzar king of Babylon and all his army came against Jerusalem and encamped against it; and they built a siege wall against it all around.

So the city was besieged until the eleventh year of King Zedekiah.

Ketika umat dan raja Isreal memberontak dan beralih kepada dewa dewa asing, Tuhan memperingatkan melalui para nabi, bahwa mereka akan menjadi budak kerajaan kegelapan dan ditawan, kerajaan israel akan hancur

Ternyata peringatan para nabi dianggap remeh,bukannya bertobat karena telah ditegur, tetapi kerajaan Israel terus memberontak, dan bencana besar terjadi, mereka sungguh sungguh secara fisik di  tawan sebagai budak.

para pembaca terkasih, umat yang tegar tengkuk, pemberontak anti koreksi, anti teguran, dengan seenaknya mereka terus hidup dalam dosa, dan bencana dan penderitaan terjadi pada mereka. 

Janganlah kita seperti mereka, anti koreksi, tidak rendah hati dan berjiwa pemberontak terhadap Tuhan dan utusan Tuhan.

Renungan harian alkitab, 2 Raja 9, senin, ” God choose, Tuhan memilih”

2 Kings 9:4-6 (NKJV)  So the young man, the servant of the prophet, went to Ramoth Gilead.

And when he arrived, there were the captains of the army sitting; and he said, “I have a message for you, Commander.” Jehu said, “For which one of us?” And he said, “For you, Commander.”

Then he arose and went into the house. And he poured the oil on his head, and said to him, “Thus says the Lord God of Israel: ‘I have anointed you king over the people of the Lord, over Israel.
Waktu bagi dynasti Ahab sudah selesai, Tuhan sudah menentukan, Raja yang baru sudah dipilih, melalui  Nabi Elisha ketetapan Tuhan ditetapkan.

Nabi Elisha menyuruh muridnya seorang nabi Muda untuk mengurapi Raja yang baru, ia membawa minyak urapan dan mengurapi Raja Yang baru, nubuatan bapa Rohani nabi Elisha yakni nabi Elijah digenapi secara tepat.

Untuk sesaat sepertinya raja Lalim  Ahab dan istrinya berkuasa, dan tidak tersentuh kuasa yang lebih tinggi, sepertinya Tuhan berdiam diri, tapi ternyata Tuhan telah menetapkan masa dan waktu untuk bertindak.

Para pembaca Tuhan punya waktu dan caranya sendiri, ketika ia menetapkan perintahnya,ia akan menyampaikan pesan melalui para nabi dan hamba Tuhan, dan rencana Tuhan akan digenapi , apapun yang terjadi ketahuilah Tuhan pegang kendali dan tidak tinggal diam. 

Renungan harian alkitab, 2 Kings 8, minggu ; ” Saved because of obidience, diselamatkan karena Taat”

2 Kings 8:1-3 (NKJV)  Then Elisha spoke to the woman whose son he had restored to life, saying, “Arise and go, you and your household, and stay wherever you can; for the Lord has called for a famine, and furthermore, it will come upon the land for seven years.”

So the woman arose and did according to the saying of the man of God, and she went with her household and dwelt in the land of the Philistines seven years.

It came to pass, at the end of seven years, that the woman returned from the land of the Philistines; and she went to make an appeal to the king for her house and for her land.

wow luar biasa, wanita ini diselamatkan dari bencana kelaparan 7 tahun lamanya

Ketika ia kembali ke negri Israel, bahkan Raja yang mengetahui kisah ajaib kuasa Tuhan yang dialami wanita tadi, mengurus proses pemilikan lahan yang ditinggal dan memberikan kembali seutuhnya

Para pembaca kisah luar biasa ini terjadi karena satu hal ; ketaatan wanita tadi kepada pesan nubuatan Tuhan yang disampaikan melalui nabi Elisha

” ia diselamatkan karena ketaatan pada pesan pimpinan Tuhan”

Renungan harian alkitab,sabtu; 2 Kings 7,” watch your said, hati hati dengan perkataanmu”

2 Kings 7:18-20 (NKJV)  So it happened just as the man of God had spoken to the king, saying, “Two seahs of barley for a shekel, and a seah of fine flour for a shekel, shall be sold tomorrow about this time in the gate of Samaria.”

Then that officer had answered the man of God, and said, “Now look, if the Lord would make windows in heaven, could such a thing be?” And he had said, “In fact, you shall see it with your eyes, but you shall not eat of it.”

And so it happened to him, for the people trampled him in the gate, and he died.

mengapa tentara pasukan itu meninggal di injak injak di pintu gerbang dan tidak sempat menikmati makanan berlimpah?

hal ini terjadi karena nabi Elisha menubuatkannya?

Mengapa nabi Elisha menubuatkan hal seperti itu terjadi?

Perkataan keyakinan dari tentara itu sendiri telah menjadikan ia mengalami peristiwa tragis ini, apa yang dipercayainya ia katakan dan menjadi kenyataan, Nabi Elisha hanya menyampaikan penggenapan keyakin orang itu

Para pembaca terkasih, berhati hatilah dengan  kata -kata yang kita ucapkan! perkataan kita sendiri akan menentukan masa depan, hidup dan mati dikuasai lidah.

Renungan harian alkitab, 2 Kings 5, kamis; ” test to a Gehazi, ujian bagi Gehazi”

2 Kings 5:14-16 (NKJV)  So he went down and dipped seven times in the Jordan, according to the saying of the man of God; and his flesh was restored like the flesh of a little child, and he was clean.

And he returned to the man of God, he and all his aides, and came and stood before him; and he said, “Indeed, now I know that there is no God in all the earth, except in Israel; now therefore, please take a gift from your servant.”

But he said, “As the Lord lives, before whom I stand, I will receive nothing.” And he urged him to take it, but he refused.

Biasanya umat datang membawa persembahan khusus kepada Nabi, sebagai persembahan dan rasa syukur kepada Tuhan.

Ketika seorang Nabi dengan rendah hati menerima persembahan, ia telah menjadi alat untuk umat menabur, karena umat membutuhkan nabi yang rendah hati untuk ditabur persembahan , sehingga umat juga bisa mendapatkan tuaian finansial.( menggenapi firman barang siapa menabur persembahan kepada nabi akan mendapat upah nabi dan berkat)

Dalam kasus lain, Nabi Elisha jika merasa tidak membutuhkan persembahan umat, ia tetap rendah hati menerimanya , tidak menolak dan memberikan kepada orang lain, contohnya persembahan sulung  roti di saat kelaparan, tetap diterima, lalu dibagikan kepada umat sehingga terjadi mukjizat pelipatgandaan roti, demikian kisah ini tertulis;

2 Kings 4:42-44 (NKJV)  Then a man came from Baal Shalisha, and brought the man of God bread of the firstfruits, twenty loaves of barley bread, and newly ripened grain in his knapsack. And he said, “Give it to the people, that they may eat.”

But his servant said, “What? Shall I set this before one hundred men?” He said again, “Give it to the people, that they may eat; for thus says the Lord: ‘They shall eat and have some left over.’ “

So he set it before them; and they ate and had some left over, according to the word of the Lord.

Tetapi aneh sekali, tiba tiba Nabi Elisha menolak persembahan khusus jendral Naaman? Seperti sombong? Ini bukan sikap yang benar, ada apa dengan kasus ini?.

Kasus ini dirancangkan Tuhan, untuk menguji hati  calon penerus jubah kenabian Elisha yakni muridnya Gehazi, ini adalah sebuah ujian hati bagi Gehazi, apakah ia layak menjadi nabi penerus urapan Elisha.

Jika dulu Elisha anak pengusaha pertanian yang kaya raya meninggalkan kekayaan dan bussinesnya seketika , guna mengikut nabi Elijah, ia lulus ujian materi….

Nabi Elisha bahkan secara profetik melihat tindakan pemberontakan  gehazi, dan ia bernubuat sebuah hukuman dan sekaligus memecat Gehazi sebagai muridnya.

2 Kings 5:27 (NKJV)  Therefore the leprosy of Naaman shall cling to you and your descendants forever.” And he went out from his presence leprous, as white as snow.

Berbeda dengan Gehazi, didalam mental miskin yang ia miliki, ia memilih mammon, harta dan kena kutuk kusta, karena memberontak otoritas. 

Renungan harian Alkitab, 2 Kings 4, rabu ; ” giver receive more , pemberi menerima lebih banyak “

2 Kings 4:9-11 (NKJV)  And she said to her husband, “Look now, I know that this is a holy man of God, who passes by us regularly.

Please, let us make a small upper room on the wall; and let us put a bed for him there, and a table and a chair and a lampstand; so it will be, whenever he comes to us, he can turn in there.”

And it happened one day that he came there, and he turned in to the upper room and lay down there.

Wanita ini adalah seorang pemberi ( giver), dia dengan murah hati menyiapkan sebuah akomodasi khusus dibangun hanya untuk menabur kepada Nabi Elisha, dan ia melakukannya dengan kasih yang tulus.

Para pembaca seorang pemberi memberi dengan tulus, tidak mengharapkan imbalan,  tapi dimata Tuhan , orang yang menabur dengan generous kepada hamba Tuhan, akan menerima lipat kali ganda berkat.

Dan Tuhan memberkati wanita ini dengan mukjizat yang sangat tak ternilai harganya, ia yang mandul disembuhkan Tuhan, melalui sepatah kata nubuatan dari nabi!

Dan tidak hanya itu ketika  anak ini sakit dan meninggal, Nabi Elisah dengan kuasa Tuhan membangkitkan anaknya dari kematian.

Memang seorang yang menabur dengan generous tidak cinta uang, dan mempunyai iman sungguh menyenangkan hati Tuhan, karena itu hidupnya akan selalu berkelimpahan, secara kerohanian, jiwa berbahagia, sehat, dan berlimpah secara keuangan.

Renungan harian alkitab, 2  Kings 3, selasa ” victory because humble to God, kemenangan karena merendahkan diri kepada Tuhan”

2 Kings 3:11-12 (NKJV)  But Jehoshaphat said, “Is there no prophet of the Lord here, that we may inquire of the Lord by him?” So one of the servants of the king of Israel answered and said, “Elisha the son of Shaphat is here, who poured water on the hands of Elijah.”

And Jehoshaphat said, “The word of the Lord is with him.” So the king of Israel and Jehoshaphat and the king of Edom went down to him.

Kemenangan besar di alami oleh raja Israel dan raja Yehuda, kemenangan ini adalah buah dari kerendahan hati para Raja.

Mereka mencari petunjuk dan pimpinan Tuhan sebelu, bertindak, mereka mencari Nabi Elisha untuk menerima nubuatan dari Tuhan.

Meskipun kedua Raja ini banyak dosa, dan di masa lalu memberontak pada Tuhan, sehingga nabi Elisha juga kehilangan anthusiasme melayani mereka, tapi tindakan merendahkan diri mencari pesan Tuhan dihargai dan dikabulkan.

Para pembaca terkasih, jika umat datang dengan kerendahan hati kepada nabi dan meminta petunjuk Tuhan , Tuhan sangat murah hati, dan akan menolong, dan tidak mengingat masa lalunya.

Dalam kisah nyata perikop ini, Israel mengalami kemenangan besar , secara ajaib Tuhan berperang mengalahkan musuh musuh, ini adalah buah dari kerendahan hati, kuasa Tuhan dinyatakan.

Renungan harian alkitab, 2 Kings 1 minggu: ” according to the word of God that prophesied,  terjadi menurut perkataan Tuhan yang dinubuatkan “

2 Kings 1:16-17 (NKJV)  Then he said to him, “Thus says the Lord: ‘Because you have sent messengers to inquire of Baal-Zebub, the god of Ekron, is it because there is no God in Israel to inquire of His word? Therefore you shall not come down from the bed to which you have gone up, but you shall surely die.’ “

So Ahaziah died according to the word of the Lord which Elijah had spoken. Because he had no son, Jehoram became king in his place, in the second year of Jehoram the son of Jehoshaphat, king of Judah.

Tuhan telah berfirman melalui nabi Elijah, dan Raja Ahaziah sama sekali tidak merespon dengam benar, bukannya bertobat, malah ia mengirim tentara menangkap Nabi Elijah.

Ketetapan Tuhan menjadi bulat, dengan respon pemberontakan Raja Ahaziah,  adalah suatu kesepakatan tidak langsung yang mengakui bahwa ia memang layak di cabut nyawanya dan masuk neraka.

Dalam kisah ini, ada seorang kapten pasukan, yang merendahkan diri, meminta kemurahan Tuhan, setelah dua rekannya dan pasukannya, lebih dari 100 org tewas, disambar api Tuhan, ia datang meminta kemurahan Tuhan. dan Tuhan bermuran hati, memberikan ia dan pasukannya kehidupan dan keselamatan.

Para pembaca terkasih, mari kita menjadi seperti kepala pasukan ini, sehingga perkataan Tuhan yang jadi adalah perkataan nubuatan kemurahan dan keselamatan  dari Tuhan, janganlah kita seperti Raja Ahaziah pemberontak dan penganiaya hamba Tuhan yang hanya menyampaikan pesan.

Renungan Harian Alkitab , 1 Kings 21 , Jumat; ” God’s Know, Tuhan mengetahuinya”

1 Kings 21 : 17 Then the word of the Lord came to Elijah the Thisbite, saying,  

18 ” Arise , go down to meet Ahab king of Israel, who lives in Samaria, There he is, in the vineyard of Naboth , where he has gone down to take possesion of it.

19. You shall speak to him, saying ” Thus says the Lord: have you murdered and also taken possession?  And you shall speak to Him saying, ” Thus says the Lord: ” In the place where dogs licked the blood of Naboth, dogs shall lick your blood, even yours”

Raja Ahab dengan kekuasaanya berbuat semena – mena,  seakan akan Tuhan tidak mengetahui hal ini , dan ia bisa melakukan apa saja yang ia mau sebagai pemimpin, bahkan membunuh warganya demi menguasai lahan milik warga.

Tuhan mempunyai pasukan khusus dibumi, yakni para Nabi, dan Tuhan maha Tau ! ia mengetahui semua yang terjadi di dunia, dan ia tidak diam saja.

Memang manusia tidak bisa secara langsung bertemu atau mendengar teguran Tuhan. Melalui para Nabi Tuhan mengirim pesan , hukuman, dan ketetapan yang dibuat Tuhan, dan nubuatan Nabi adalah suara Tuhan dan pasti terjadi .

Dalam kisah ini , pada Ahkirnya Raja Ahab, ketakutan dan ia memutuskan mendengarkan teguran dan minta pengampunan Tuhan, dan Tuhan berbelas kasihan , melalui nabai Elijah Tuhan menyampaikan pesan bahwa ia memang pasti akan dihukum, tetapi kehancuran kerajaan akan terjadi setelah Ahab meninggal.

Para pembaca terkasih respon terhadap nubuata Nabi yang berisikan teguran Tuhan sangatlah penting, jika ia bertobat dan merendahkan diri , Tuhan akan memberkati dengan kemurahan Tuhan, dan jika sebaliknya maka hukum tabur tuai akan berlaku, setiap dosa mendatangkan upah maut pada ahkirnya.