Renungan harian alkitab; Nehemiah 5, sabtu; ‘ leader bring justice, pemimpin memujudkan keadilan’

Nehemiah 5:11-13 (NKJV)  Restore now to them, even this day, their lands, their vineyards, their olive groves, and their houses, also a hundredth of the money and the grain, the new wine and the oil, that you have charged them.”

So they said, “We will restore it, and will require nothing from them; we will do as you say.” Then I called the priests, and required an oath from them that they would do according to this promise.

Then I shook out the fold of my garment and said, “So may God shake out each man from his house, and from his property, who does not perform this promise. Even thus may he be shaken out and emptied.” And all the assembly said, “Amen!” and praised the Lord. Then the people did according to this promise.

Nehemiah adalah contoh dari pemimpin yang beriman, ia membawa nilai keadilan kerajaan Allah ke muka bumi, dengan kewenangan ia mengatur agar keadilan ditegakkan.

Para pembaca terkasih mewujudkan keadilan adalah amanat bagi pemimpin. 

Apakah anda pemimpin pelayanan, perusahaan, pemimpin di kantor, atau pemimpin dalam rumah tangga asas keadilan menjadi nilai kerajaan Allah yang harus ditegakkan dalam kehidupan.

Keadilan yang dimaksud adalah mengandung  :  prinsip semua manusia berharga dimata Tuhan, dan prinsip kasih  sesama manusia ,  prinsip kehendak bebas,  yang menjadi pedoman dalam membuat keputusan.

Marilah kita mengerjakan amanat ini dengan baik untuk memuliakan Tuhan, dan memberkati sesama.

Renungan harian alkitab, kamis, Nehemiah 3; ‘execute by team work, mengerjakan dengan team work’ 

Nehemiah 3:1-4 (NKJV)  Then Eliashib the high priest rose up with his brethren the priests and built the Sheep Gate; they consecrated it and hung its doors. They built as far as the Tower of the Hundred, and consecrated it, then as far as the Tower of Hananel.

Next to Eliashib the men of Jericho built. And next to them Zaccur the son of Imri built.

Also the sons of Hassenaah built the Fish Gate; they laid its beams and hung its doors with its bolts and bars.

And next to them Meremoth the son of Urijah, the son of Koz, made repairs. Next to them Meshullam the son of Berechiah, the son of Meshezabel, made repairs. Next to them Zadok the son of Baana made repairs.

Setelah Nehemiah mendapatkan visi, Tuhan memberikan provision melalui raja, semua kebutuhan dana dan izin diberikan raja dengan murah hati, lalu apa bagian tindakan iman umat Israel?

Para pembaca terkasih inilah bagian penting dalam mewujudkan visi yakni; kesatun hati, team work dari umat. Umat bersatu hati bergotong royong bertindak membangun bersama sama, semua umat terlibat langsung mengerjakannya.

Tantangan terbesar adalah kesatuan hati, terlibat membangun secara team work.

Renungan harian alkitab, Rabu, Nehemiah 2; ‘favour of God through leader, kemurahan Tuhan melalui pemimpin’

Nehemiah 2:3-5 (NKJV)  and said to the king, “May the king live forever! Why should my face not be sad, when the city, the place of my fathers’ tombs, lies waste, and its gates are burned with fire?”

Then the king said to me, “What do you request?” So I prayed to the God of heaven.

And I said to the king, “If it pleases the king, and if your servant has found favor in your sight, I ask that you send me to Judah, to the city of my fathers’ tombs, that I may rebuild it.”

Bagaimana cara Tuhan menurunkan anugerah dan kemurahannya?

Melalui manusia ia menyalurkan berkat dan anugerahNya,  siapakah manusia yang dipakai menjadi saluran ini?

Nehemiah mengetahui akan kebenaran ini, karena mengetahui para pemimpin adalah saluran berkat, ia melayani pemimpin dengan segenap hati dan memberikan terbaik , sehingga ia pun menjadi kesayangan pemimpin.

Para pembaca terkasih, Tuhan memakai para pemimpin sebagai prioritas pertama untuk menyalurkan berkat dan anugerahNya, kemurahan Tuhan mengalir melalui pemimpin, inilah amanat bagi para pemimpin untuk menjadi saluran berkat Tuhan.

Renungan harian alkitab, Ezra 4, selasa; ” accusation against faithfull person, penuduhan terhadap orang penuh iman”

Ezra 4:4-6 (NKJV) Then the people of the land tried to discourage the people of Judah. They troubled them in building, and hired counselors against them to frustrate their purpose all the days of Cyrus king of Persia, even until the reign of Darius king of Persia. In the reign of Ahasuerus, in the beginning of his reign, they wrote an accusation against the inhabitants of Judah and Jerusalem.

Ketika umat Israel, kembali ke jalan yang benar, membangun rumah Tuhan, dan hidup benar, muncullah pihak pihak yang menuduh, memfitnah, dan berusaha menghancurkan iman umat Israel.

Tetapi Tuhan menguatkan hati mereka, para Nabi, imam dan para pemimpin umat bersatu hati dan berjalan dalam iman dan bertindak tidak menghiraukan segala gangguan tersebut.

Para pembaca terkasih, ketika kita mulai hidup benar, berjalan dalam jalan Tuhan , akan selalu ada saja pihak pihak yang tidak senang, dan mencoba menganggu, mencibir, menggosipkan, memfitnah , dan berbagai tindakan tidak terpuji lainnya dilakukan menyerang orang benar. Hal ini terjadi karena kerajaan kegelapan tidak suka jalan orang benar yang merugikan kekuasaan mereka karena terang itu menyinari kegelapan.

Jika kita populis berusaha menyenangkan hati semua manusia kita akan menjadi orang yang takut akan kata manusia dan tidak taat kepada Tuhan, demi apa kata manusia kita melawan kehendak Tuhan, hiduplah dengan rasa takut akan Tuhan dan jangan ingin menyenangkan hati semua orang!.

Renungan harian Alkitab, 2 Chronicle 34, rabu; “impact of faithfull leaders, dampak dari pemimpin yang beriman”

2 Chronicles 34:31-33 (NKJV)  Then the king stood in his place and made a covenant before the Lord, to follow the Lord, and to keep His commandments and His testimonies and His statutes with all his heart and all his soul, to perform the words of the covenant that were written in this book.

And he made all who were present in Jerusalem and Benjamin take a stand. So the inhabitants of Jerusalem did according to the covenant of God, the God of their fathers.

Thus Josiah removed all the abominations from all the country that belonged to the children of Israel, and made all who were present in Israel diligently serve the Lord their God. All his days they did not depart from following the Lord God of their fathers.

ketika umat Israel dipimpin seorang raja yang beriman, maka umat menjadi umat yang juga beriman

Sebaliknya ketika umat dipimpin oleh pemimpin yang tidak beriman dan melawan Tuhan, umat juga menjadi umat yang melawan Tuhan

kepemipinan sangatalah penting!

ketika seorang pemimpin adalah seseorang yang beriman maka dampak yang baik akan terjadi, damai sejahtera dan kemakmuran juga datang

Para pembaca terkasih, marilah kita memilih dan berpihak pada pemimpin yang takut akan Tuhan, dan hidup benar, karena dampak mempunyai pemimpin yang beriman akan mengubahkan dunia di sekelilingnya, menjadi penuh berkat


Renungan harian alkitab; 2 Chronicles 32, selasa; ” repent and forgiveness from God, pertobatan  dan pengampunan Tuhan.

2 Chronicles 33:9-14 (NKJV)  So Manasseh seduced Judah and the inhabitants of Jerusalem to do more evil than the nations whom the Lord had destroyed before the children of Israel.

And the Lord spoke to Manasseh and his people, but they would not listen.

Therefore the Lord brought upon them the captains of the army of the king of Assyria, who took Manasseh with hooks, bound him with bronze fetters, and carried him off to Babylon.

Now when he was in affliction, he implored the Lord his God, and humbled himself greatly before the God of his fathers,

and prayed to Him; and He received his entreaty, heard his supplication, and brought him back to Jerusalem into his kingdom. Then Manasseh knew that the Lord was God.

After this he built a wall outside the City of David on the west side of Gihon, in the valley, as far as the entrance of the Fish Gate; and it enclosed Ophel, and he raised it to a very great height. Then he put military captains in all the fortified cities of Judah.

Pemberontakan yang dilakukan raja Manaseh, adalah sangat keterlaluan, dikatakan sangat jahat bahkan dari raja – raja sebelumnya, semua hal hal yang menyakitkan hati Tuhan ia lakukan, hingga pengorban anak anak kedalam api untuk dipersembahkan kepada Iblis, ia lakukan! Sungguh jahat!.

Seharusnya Manaseh dikutuk dan dihukum sangat berat dan dicabut nyawanya serta dilempar kedalam api neraka!

Tapi Tuhan kita sungguh maha pengasih dan penyayang, ia Tuhan yang maha pengampun, ketika Manassh bertobat , merendahkan diri kepada Tuhan, dan berbalik kembali kepada jalan Tuhan, maka Tuhan mengampuninya.

Para pembaca terkasih, Tuhan tidak ingin kita  binasa, seberapa beratnya pelanggaran dan dosa kita, asalkan kita mau bertobat, dan rendah hati kembali kepada Tuhan, pengampunan akan diberikan Tuhan, sungguh Tuhan kita luar biasa, maha pengasih, penyanyang dan maha pengampun, ada jaminan bagi setiap orang yang bertobat sungguh sungguh akan di ampuni.

Renungan harian alkitab; 2 Chronicles 32, senin;”repent from pride- bertobat dari sombong”.

2 Chronicles 32:25-29 (NKJV)  But Hezekiah did not repay according to the favor shown him, for his heart was lifted up; therefore wrath was looming over him and over Judah and Jerusalem.

Then Hezekiah humbled himself for the pride of his heart, he and the inhabitants of Jerusalem, so that the wrath of the Lord did not come upon them in the days of Hezekiah.

Hezekiah had very great riches and honor. And he made himself treasuries for silver, for gold, for precious stones, for spices, for shields, and for all kinds of desirable items;

storehouses for the harvest of grain, wine, and oil; and stalls for all kinds of livestock, and folds for flocks.

Moreover he provided cities for himself, and possessions of flocks and herds in abundance; for God had given him very much property.

Hezekiah menjadi sombong karena kesuksesannya, dan murka Tuhan turun atasnya, tetapi dengan segera Hezekiah bertobat dan merendahkan diri dan Tuhan maha pengampun mengampuninya

Setelah pertobatannya, karakter Hezekiah berubah menjadi lebih hati, dan Tuhan memberkati Hezekiah dengan  kemakmuran luar biasa, dan juga kemahsyuran

Para pembaca terkasih ingatlah kesombongan dan pride adalah sifat yang akan menghancurkan manusia, tetaplah rendah hati, tinggikan Tuhan jadikan ia sebagai Tuhan yang layak disembah, ingatlah bagi Tuhan karakter umat Tuhan jauh lebih penting di atas semua berkat kekayaan, kejayaan dan hal lainnya.

jika anda seorang pemimpin, maka kerendahan hati anda di hadapan Tuhan, menentukan seberapa tinggi akan mengangkat Hidup anda.

Renungan harian alkitab 2 Chronicles 31, Minggu; ” the king honouring the service to  God, Raja menghormati ibadah kepada Tuhan”

2 Chronicles 31:19-21 (NKJV)  Also for the sons of Aaron the priests, who were in the fields of the common-lands of their cities, in every single city, there were men who were designated by name to distribute portions to all the males among the priests and to all who were listed by genealogies among the Levites.

Thus Hezekiah did throughout all Judah, and he did what was good and right and true before the Lord his God.

And in every work that he began in the service of the house of God, in the law and in the commandment, to seek his God, he did it with all his heart. So he prospered.

Raja Hezekiah sungguh taat pada ketetapan Tuhan; ia mulai mngatur agar imam-imam berfungsi kembali , ibadah raya berjalan kembali, dan ia memastikan perpuluhan dan persembahan dijalankan kembali.

Umat kerajaan Israel kembali ke jalan yang benar, mereka beribadah, menyembah Tuhan, dan membawa perpuluhan mereka dan persembahan, dan tingkap langit terbuka; damai sejahtera, keamanan, dan kemakmuran turun atas negri.

Raja Hezekiah dengan segenap hati, sepenunya taat dan mengasihi Tuhan dengan sungguh- sungguh, ia menjalakan dan melakukan semua perintan dan hukum Tuhan, sehingaa ia menjadi makmur dan berhasil kepemimpinannya.

Para pembaca terkasih, kebenaran nilai kerajaan Tuhan itu sebenarnya tidak rumit dan sederhana; jikalau kita  mengasihi Tuhan maka kita akan melakukan semua perintah Tuhan, dan perintah Tuhan adalah menyenangkan jika dilakukan dengan segenap hati . buahnya maka kemakmuran akan turun keatas hidup umat yang mengasihinya dengan sungguh sungguh. 

Sama dengan Raka Hezekiah ia mencintai Tuhan karena itu ia mencintai rumah Tuhan, menghormati para  imam dan dengan senang hati  menyelenggarakan ibadah raya, maka ia menjadi makmur dan sukses.

Renungan harian alkitab, 2 Chronicles 23, sabtu” priest stand for God, imam yg berdiri bagi Tuhan”

2 Chronicles 23:1-3 (NKJV)  In the seventh year Jehoiada strengthened himself, and made a covenant with the captains of hundreds: Azariah the son of Jeroham, Ishmael the son of Jehohanan, Azariah the son of Obed, Maaseiah the son of Adaiah, and Elishaphat the son of Zichri.

And they went throughout Judah and gathered the Levites from all the cities of Judah, and the chief fathers of Israel, and they came to Jerusalem.

Then all the assembly made a covenant with the king in the house of God. And he said to them, “Behold, the king’s son shall reign, as the Lord has said of the sons of David.

Ketika Raja Israel, pemimpin negri memberontak melawan taurat  Tuhan, dan jatuh pada dosa penyembahan berhala, maka Tuhan dengan segera menyiapkan pemimpin baru yang takut akan Tuhan

Tuhan mengutus imam untuk menyiapkan raja baru, menggenapi perjanjian Tuhan dengan David, bahwa akan ada selalu keturunan David menduduki tahta kerajaan.

Para pembaca terkasih, kepemimpinan adalah amanat, dan Tuhan mengangkat dan mengurapi pemimpin kristen melalui para imam, nabi, pastor. Hal ini masih terjadi hingga jaman ini; Tuhan mengangkat dan mengurapi para raja di market place    ( pengusaha sukses) melalui para pastor,gembala jemaat., Tuhan berkuasa mengangkat dan mempromosikan para pengusaha menjadi penguasa dalam dunia bussines”.

Sebaliknya Tuhan juga menurunkan para pengusaha kristen yang lalim dan tidak jujur, dan menggantikannya dengan yang jujur dan takut akan Tuhan, melalui para imam/ pastor mereka mencabut pengurapan dan kuasa dari Tuhan.

Renungan harian alkitab 2 Chronicles 19, selasa ” Bad companionship, pergaulan yang buruk”

2 Chronicles 19:2-4 (NKJV)  And Jehu the son of Hanani the seer went out to meet him, and said to King Jehoshaphat, “Should you help the wicked and love those who hate the Lord? Therefore the wrath of the Lord is upon you.

Nevertheless good things are found in you, in that you have removed the wooden images from the land, and have prepared your heart to seek God.”

So Jehoshaphat dwelt at Jerusalem; and he went out again among the people from Beersheba to the mountains of Ephraim, and brought them back to the Lord God of their fathers.

Raja Jehosaphat sebenarnya adalah raja yang takut akan Tuhan, tetapi ia bergaul dengan orang yang salah,  pergaulan buruk telah mempengaruhinya, ia menjadi sahabat bahkan mereka bersepakat menjadi saudara melalui pernikahan anak anak mereka. Padahal Ahab adalah raja jahat , penyembah berhala dan pemberontak terhadap Tuhan.

Lebih parah lagi, mereka berperang bersama sama, saling bersepakat menjaga satu dan yang lain, sungguh tindakan bodoh, membela dan mencintai pemberontak, pengkhianat yang melawan Tuhan.

Para pembaca terkasih, Tuhan mengirim Nabi jehu untuk memperingatkan raja Jehosaphat, semua bencana yang menimpanya terjadi akibat tindakan bodoh, bersahabat dengan raja Ahab, marilah kita belajar nilai kebenaran ini, pergaulan buruk akan merusak karakter yang baik! 

Kita bisa berteman dengan siapapun, tetapi menjadikan teman sahabat dan bersepakat , anda harus bijaksana, bersahabatlah dengan orang orang beriman yang takut akan Tuhan.