Renungan harian alkitab, Job 42 rabu, “The answer why Job is suffer, jawaban mengapa Ayub menderita”

Job 42:5-6 (NKJV)  “I have heard of You by the hearing of the ear, But now my eye sees You.

Therefore I abhor myself, And repent in dust and ashes.”

Ayub 42:5-6 (TB)  Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. 
Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.” 

Inilah kesimpulan dan inti kitab Job, di akhir kitab di bukakan esensi mengapa Job menderita, mengapa semua ini terjadi’

Job mengaku ternyata ia yang selama ini sok menggurui masyarakat tentang hal hal ketuhanan, merasa rohani dan penuh hikmat  ternyata belum mengenal Tuhan secara pribadi, ia hanya orang agamawi yang tidak mengenal Tuhan tapi menggurui banyak orang.

Job memang taat aturan agama dan tidak berbuat kejahatan, ia memang saleh, tapi  tidak pernah mengenal Tuhan secara pribadi.

Para pembaca terkasih , Job adalah gambaran orang orang kristen agamawi , orang orang yang rajin melakukan ritual agama, tampil memimpin, merasa tau banyak tentang Tuhan, bahkan menggurui banyak orang, tapi sesunguhnya ia belum pernah mengalami kuasa Tuhan yang nyata dan tidak punya hubungan pribadi dengan Tuhan, orang -orang yang ahli tentang teori tentang kuasa Tuhan tapi tidak pernah mengalaminya.

Melalui peristiwa bencana, Job bertobat dari kesombongan rohani dan mulai mengenal Tuhan, untuk pertama kalinya ia mendengar suara Tuhan dan mengalami kuasa Tuhan.

Kekristenan tanpa pengalaman akan kuasa Tuhan yang nyata hanyalah ritual agama kosong yang menyebabkan orang merasa mengenal Tuhan tetapi hanyalah pengetahuan teori tentang Tuhan.

Advertisements

Renungan harian alkitab; Job 41, selasa ;”God answer Job judgement , Tuhan menjawab penghakiman Ayub”

​Job 41:11 (NKJV)  Who has preceded Me, that I should pay him? Everything under heaven is Mine.

Ayub 41:11 (TB) (41-2) Siapakah yang menghadapi Aku, yang Kubiarkan tetap selamat? Apa yang ada di seluruh kolong langit, adalah kepunyaan-Ku. 

Job dalam pembenaran dirinya memakai ilustrasi dan simbol dari alam secara puitis bermain kata kata, ini yang dikatakan berdalih tingkat tinggi, menyamarkan dengan gaya sastra.

Setelah panjang lebar Job berdalih, di akhir Tuhan menjawab dan meladeni gaya sastra Job, tapi bedanya Tuhan mengingatkan dengan keras semua simbol , binatang, tumbuhan dan apapun yang bisa dipakai dalam ilustrasi kata -kata adalah semua ciptaan Tuhan!. Jadi janganlah menggunakan hal hal tersebut menjadi ilustrasi untuk menggurui Tuhan.

Para pembaca terkasih pada titik ini Job bertobat, ia tak kuasa berbantah dengan Tuhan, ia tak mampu berdalih, kesadaran akan Tuhan yang maha kuasa dan maha tau membuat ia terdiam.

Sungguh menyedihkan ketika kita berjumpa orang orang saleh karena kekuatan sendiri, dan merasa benar ,  ketika ada hal buruk terjadi mereka menghakimi Tuhan, mereka adalah kristen agamawi yang tidak mengenal kuasa Tuhan, tapi menjadi ahli kekristenan dan menggurui banyak orang, mereka  seperti Job.

Renungan harian alkitab, Job 40,senin;”God’s rebuke Job, Tuhan menghardik Ayub”

​Job 40:7-9 (NKJV)  “Now prepare yourself like a man; I will question you, and you shall answer Me:

“Would you indeed annul My judgment? Would you condemn Me that you may be justified?

Have you an arm like God? Or can you thunder with a voice like His?

Ayub 40:6-8 (TB)  (40-1) Maka dari dalam badai TUHAN menjawab Ayub: 

(40-2) “Bersiaplah engkau sebagai laki-laki; Aku akan menanyai engkau, dan engkau memberitahu Aku. 

(40-3) Apakah engkau hendak meniadakan pengadilan-Ku, mempersalahkan Aku supaya engkau dapat membenarkan dirimu? 

Job terdiam, Tuhan menjawabnya dalam badai, Tuhan menegur Job yang membenarkan diri dan menyalahkan Tuhan.

Elihu sahabat Job, sebenarnya juga mengatakan dan menegur hal yang sama, ia menegur Job yang berdebat dengan teman temannya sibuk membenarkan diri dan menyalahkan Tuhan.

Para pembaca terkasih jangan sampai kita mengulang kesalahan Job, ketika ada masalah kita sibuk membela diri dan menghakimi Tuhan, siapakah kita mengadil dan menghakimi Tuhan.

Renungan harian alkitab, job 38, sabtu “God answer Job, Tuhan menjawab Ayub”

​Job 38:1-5 (NKJV)  Then the Lord answered Job out of the whirlwind, and said:

“Who is this who darkens counsel By words without knowledge?

Now prepare yourself like a man; I will question you, and you shall answer Me.

“Where were you when I laid the foundations of the earth? Tell Me, if you have understanding.

Who determined its measurements? Surely you know! Or who stretched the line upon it?

Ayub 38:1-5 (TB) Maka dari dalam badai TUHAN menjawab Ayub: 

“Siapakah dia yang menggelapkan keputusan dengan perkataan-perkataan yang tidak berpengetahuan? 

Bersiaplah engkau sebagai laki-laki! Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku. 

Di manakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi? Ceritakanlah, kalau engkau mempunyai pengertian! 

Siapakah yang telah menetapkan ukurannya? Bukankah engkau mengetahuinya? — Atau siapakah yang telah merentangkan tali pengukur padanya? 

Ternyata Tuhan menjawab Job,  setelah semua kata kata sia sia Job, bahkan Job menuduh Tuhan hal yang buruk, Tuhan menjawab dalam badai dan menegur Job.

Para pembaca terkasih Tuhan mendengar setiap perkataan kita, jadi ingatlah untuk menjaga perkataan kita. Tuhan bukan hanya mendengar tapi bahkan menjawab merespon.

Tuhan kita hidup dan menjawab doa kita, Tuhan juga mampu berkomunikasi dengan kita.

Renungan harian alkitab, Job 37, Jumat :”curse of pride, kutuk akibat keangkuhan”

Job 37:14 (NKJV) “Listen to this, O Job; Stand still and consider the wondrous works of God.

Ayub 37:14 (TB) Berilah telinga kepada semuanya itu, hai Ayub, diamlah, dan perhatikanlah keajaiban-keajaiban Allah.

Elihu meminta Job untuk diam, tutup mulut , berdiam diri dan memperhatikan keajaiban dan kebesaran Tuhan pencipta alam semesta.

Tapi Job, tidak mau mendengar..

Akar dari segala sifat agamawi dan kehancuran hidup orang Kristen salah satunya adalah keangkuhan-pride. Tidak ada yang dapat dikatakan baik dari sifat angkuh, semuanya buruk bahkan mendatangkan kutuk buah dari keangkuhan.

Ternyata Job masih memilikinya, ini bentuk pride yang menjelma pada pencitraam kesalehan, ritual agama , kegiatan sosial yang semua ingin menunjukan pada Tuhan dan masyarakat bahwa ia saleh dan taat agama.

Ayub 35:13-16 (TB) Sungguh, teriakan yang kosong tidak didengar Allah dan tidak dihiraukan oleh Yang Mahakuasa.
Lebih-lebih lagi kalau engkau berkata, bahwa engkau tidak melihat Dia, bahwa perkaramu sudah diadukan kehadapan-Nya, tetapi masih juga engkau menanti-nantikan Dia!
Tetapi sekarang: karena murka-Nya tidak menghukum dan Ia tidak terlalu mempedulikan pelanggaran,
maka Ayub berbesar mulut dengan sia-sia, banyak bicara tanpa pengertian.”

Para pembaca kita membutuhkan orang-orang yang seperti Elihu untuk menjadi sahabat kita; Elihu yang perlu hadir dalam rula seorang pastor, pemurid, sahabat, teman pelayanan. Seorang sahabat yang berhikmat tapi tidam populis dan tajam dalam memberikan nasehat tanpa takut kita menjauhi mereka, karena nasehatnya yang jujur dan padat kebenaran.

Elihu dengan berani dan penuh kasih menegur Job dan memberitahu akar penyebab permasalahan, solusi dan juga berani memberitahukan bahwa Job besar mulut, penuh kata sia -sia, dan sebenarnya tidak berhikmat.

Elihu bahkan meminta Job untuk bertobat tutup mulut , diam, dan mulai mengamatia kebesaran dan keajaiban Tuhan pencipta alam semesta, peringatan bagi Job untul segera berdoa bersolitude dengan Tuhan.

Renungan harian alkitab, Job 36, kamis; “God is justice, Tuhan adalah keadilan”

Job 36:5-7, 26 (NKJV)  “Behold, God is mighty, but despises no one; He is mighty in strength of understanding.He does not preserve the life of the wicked, But gives justice to the oppressed.He does not withdraw His eyes from the righteous; But they are on the throne with kings, For He has seated them forever, And they are exalted.

“Behold, God is great, and we do not know Him; Nor can the number of His years be discovered.

Ayub 36:5-8 (TB)  Ketahuilah, Allah itu perkasa, namun tidak memandang hina apa pun, Ia perkasa dalam kekuatan akal budi. 

Ia tidak membiarkan orang fasik hidup, tetapi memberi keadilan kepada orang-orang sengsara; 

Ia tidak mengalihkan pandangan mata-Nya dari orang benar, tetapi menempatkan mereka untuk selama-lamanya di samping raja-raja di atas takhta, sehingga mereka tinggi martabatnya. 

Jikalau mereka dibelenggu dengan rantai, tertangkap dalam tali kesengsaraan, 

Job merasa benar dan adil, dan menuduh Tuhan tidak adil , dan Job iri hati terhadap orang fasik!
Job bahkan punya bukti bukti betapa ia saleh, berhikmat, dan telah menolong banyak orang, seorang dermawan dan saleh, ketiga sahabatnya kehabisan kata kata dalam perdebatan panjang, dan mereka tidak dapat menemukan akar permasalahan dan solusinya.

Elihu pun berbicara menyampaikan hikmat akan Tuhan , bahwa Tuhan bukan hanya adil tetapi Tuhan adalah keadilan itu sendiri.

Para pembaca terkasih, janganlah ikut ikutan iri hati terhadap orang fasik, Job mengucapkan banyak kata kata kosong tanpa hikmat, ketahuilah Tuhan adalah baik dan adil, apa yang dituduhkan Job tidaklah benar.

Renungan harian alkitab, Job 35, rabu:”Job big mouth, Ayub bermulut besar”

Job 35:16 (NKJV)  Therefore Job opens his mouth in vain; He multiplies words without knowledge.”

Ayub 35:16 (TB) maka Ayub berbesar mulut dengan sia-sia, banyak bicara tanpa pengertian.” 

Setelah menyimak, mendengar panjang lebar, membaca 34 pasal kitab Job, kita dapat menggambarkan seperti apa karakter Job

1.agamawi tapi saleh dengan ritual dan kekuatan sendiri.

2.merasa sudah intim dan kenal dengan Tuhan padahal tidak.

3.talkaktive, suka menggurui.

4.bermulut besar, kata kata kosong tanpa hikmat.

5.suka membandingkan dan iri hati dengan orang lain.

6.mengejar kesempurnaan, prefectsionist

7.prejudice dan menghakimi Tuhan dan sesama.

8. Puitis, berjiwa seni, details , panjang lebar.

Para pembaca jelas sudah mengapa Job yang besar mulut ini mengalami banyak masalah;Tuhan mau membentuk dan memurnikan Job , Tuhan mau menolong Job. Tapi sebelumnya Job harus tau bahwa selama ini dia parah , sangat tidak baik baik saja. 

Job memang kaya raya, tapi ukuran manusia baik baik saja bukan harta, itu hanya penambahan, karakter anak anak Allah adalah ukurannya.

Renungan harian alkitab, Job 34, selasa;”Job speak rubish, Ayub berkata sia-sia” 

Job 34:35-37 (NKJV)  ‘Job speaks without knowledge, His words are without wisdom.’

Oh, that Job were tried to the utmost, Because his answers are like those of wicked men!

For he adds rebellion to his sin; He claps his hands among us, And multiplies his words against God.”

JobAyub 34:35-37 (TB)  Ayub berbicara tanpa pengetahuan, dan perkataannya tidak mengandung pengertian. 

Ah, kiranya Ayub diuji terus-menerus, karena ia menjawab seperti orang-orang jahat! 

Job dalam pembelaan diri panjang lebar mengucapkan begitu banyak kata sia-sia, dia bahkan berbicara seperti orang fasik.

Job dengan menghakimi sesama dan Tuhan, menyombongkan kesalehan dan menolak nasehat bahkan mengatai Tuhan dan menuduh Tuhan jahat, ia hanya menambah dosanya bertambah panjang.

Ayub 34:37 (TB) Karena ia menambahkan dosanya dengan pelanggaran, ia mengepalkan tangan di antara kami dan banyak bicara terhadap Allah.” 

Para pembaca di akhir jaman ini, banyak orang Kristen yang seperti Job: menyalahkan Tuhan dan menuduh Tuhan jahat. Jika ia mempunyai keinginan dan Tuhan tidak mengabulkan maka ia menghakimi Tuhan jahat, lalu tidak mau berdoa dan keluar dari gereja! 

Sungguh agamawi, dengan berbuat saleh menuruti aturan agama lalu merasa punya hak mengatur dan memaksa Tuhan memberikan keinginannya, jika Tuhan tidak menuruti maka mereka menghukum Tuhan menghakimi Tuhan jahat dan memberikan sanksi buat Tuhan; dengan tidak datang ke gereja dan tidak lagi berdoa.

Untuk orang-orang seperti ini tinggal tunggu saja, dengan segera ia akan dimurnikan , dipertobatkan oleh Tuhan ;Tuhan akan mengangkat perilndungannya sesaat, dan iblis akan segera datang melalui aniaya kesusahan hidup menghabisinya, dan jika bertobat Tuhan akan dengan segera menolong.

Renungan harian alkitab, Job 33, senin;”listen -dengarkanlah”

Job 33:32-33 (NKJV)  If you have anything to say, answer me; Speak, for I desire to justify you.

If not, listen to me; Hold your peace, and I will teach you wisdom.”

Hikmat dapat turun melalui seseorang yang dewasa rohani, dan yang perlu dilakukan mendapatkannya adalah rendah hati mendegarkannya.

Para pembaca yang terkasih,  Tuhan Yesus berulang kali menyampaikan kepada umat Israel untuk rendah hati mau mendengar kabar kerajaan Allah, tetapi kaum farisi dan pemuka agama tidak mau mendengarnya. Sama dengan Job juga, orang -orang agamawi merasa sudah tau banyak pengetahuan tentang hal hal rohani, sehingga mereka tidak mau mendengar kebenaran firman Tuhan.

Renungan harian alkitab, Job 32, minggu;” what wrongs with Job friends? Apa yang salah dari sahabat Ayub?

Job 32:1-3 (NKJV) So these three men ceased answering Job, because he was righteous in his own eyes.
Then the wrath of Elihu, the son of Barachel the Buzite, of the family of Ram, was aroused against Job; his wrath was aroused because he justified himself rather than God.
Also against his three friends his wrath was aroused, because they had found no answer, and yet had condemned Job.

Akhirnya ada titik terang, Elihu tampil berbicara menyampaikan Hikmat, memotong perdebatan panjang yang tidak mendatangkan kebaikan oleh Job dan ketiga sahabatnya. Elihu menyampaikan hikmat untuk mereka berhenti berdebat, dan memberikan kita review secara jernih;

1. Job sudah sibuk membela diri, merasa dia saleh dan menyalahkan Tuhan.

2. Ketiga Sahabat Job, tidak dapat menunjukan kesalahan Job dan malah terbawa emosi menghakimi Job, tanpa ada solusi.

3. Tidak ada hasil nyata apa sumber permasalahan sebenarnya dan apa solusinya.

Para pembaca terkasih seringkali ketika masalah datang ,orang -orang salah fokus, mereka sibuk mencari siapa yang dapat disalahkan ? Bukannya menemukan akar penyebabnya, dan akhirnya sibuk berdebat membela diri dan tidak menemukan solusi, seharusnya kita fokus pada akar penyebab, dan apa solusinya.