Renungan Harian Alkitab, 16 July, Jeremiah 3 ” spiritual affair, perselingkuhan rohani “

Jeremiah 3:1 (NKJV) “They say, ‘If a man divorces his wife, And she goes from him And becomes another man’s, May he return to her again?’ Would not that land be greatly polluted? But you have played the harlot with many lovers; Yet return to Me,” says the Lord.

Yeremia 3:1 (TB) Firman-Nya: “Jika seseorang menceraikan isterinya, lalu perempuan itu pergi dari padanya dan menjadi isteri orang lain, akan kembalikah laki-laki yang pertama kepada perempuan itu? Bukankah negeri itu sudah tetap cemar? Engkau telah berzinah dengan banyak kekasih, dan mau kembali kepada-Ku? demikianlah firman TUHAN.

Perselingkuhan rohani adalah suatu tindakan umat Tuhan yang secara rohani melakukan perzinahan rohani; menyembah dan berdoa pada dewa dewa , atau patung berhala.

Sama dengan perselingkuhan fisik yang menyakitkan pasangan, maka perselingkuhan rohani juga menyakitkan Tuhan.

Para pembaca terkasih, jika kita telah lahir baru, menerima Yesus menjadi satu-satunya Tuhan dan juruselamat, maka dengan sendirinya kita tidak akan berdoa kepada dewa-dewa lain atau menyembah kepada patung berhala, hanya orang kristen agamawi yang belum lahir baru yang menyembah berhala.

Advertisements

Renungan Harian Alkitab, 6 July, Isiah 59 ; “sin separate us from God, dosa memisahkan kita dari Tuhan”

Isaiah 59:1-2 (NKJV) Behold, the Lord’s hand is not shortened, That it cannot save; Nor His ear heavy, That it cannot hear.
But your iniquities have separated you from your God; And your sins have hidden His face from you, So that He will not hear.

Yesaya 59:1-2 (TB) Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

Kekristenan gampangan, atau sekedar status adalah kondisi dimana seseorang sudah beragama Kristen, tapi tidak mengalami kuasa Tuhan yang nyata, mereka tidak pernah mengalami mukjizat dan kuasa Roh Kudus, mereka hanya tergabung pada kumpulan sosial gereja , ritual agama kosong tanpa kuasa Allah.

Apa yang menyebabkan hal ini terjadi?

Para pembaca terkasih, dosa adalah penyebab terjadinya kekristenan tanpa kuasa Allah, hal kedua adalah tidak adanya iman!

Gereja harus berani menyerukan pertobatan dari dosa, sehingga jemaat tidak hanya sekedar mengucapkan doa lahir baru, dan merasa statusnya sudah lahir baru , tapi jemaat ditegur dari dosa dan dipertobatkan agar mereka sungguh-sungguh meninggalkam cara hidup dosa dan menjadi ciptaan baru.

Selama masih hidup dalam dosa, maka kekristenan hanya status koso ng tanpa pengalaman nyata akan kuasa Tuhan.

Saya menjumpai dalam pelayanan belasan tahun ini, banyak gereja yang mentolerir jemaatnya hidup dalam dosa; perzinahan, dusta, merokok , mabuk, melakukan penyelundupan barang barang, mempunyai isteri simpanan atau selir, bahkan seringkali pelakunya adalah para pemimpin gereja itu sendiri. Sungguh menyedihkan budaya dosa telah memisahkan umat dari Tuhan Yesus.

Yesus telah datang menjadi juruselamat, mengampuni dosa – dosa , tetapi manusia kristen agamawi mempermainkan Tuhan Yesus, dengan terus menerus sengaja hidup dalam dosa, tanpa menghargai besarnya pengorbanan Tuhan Yesus bagi umatNya.

Renungan Harian Alkitab, 18 Juni, Isiah 41; “God of Eternitiy, Tuhan yang kekal”

Isaiah 41:4 (NKJV) Who has performed and done it, Calling the generations from the beginning? ‘ I, the Lord, am the first; And with the last I am He.’ “

Yesaya 41:4 (TB) Siapakah yang melakukan dan mengerjakan semuanya itu? Dia yang dari dahulu memanggil bangkit keturunan-keturunan, Aku, TUHAN, yang terdahulu, dan bagi mereka yang terkemudian Aku tetap Dia juga.

Nabi Isiah menyampaikan pesan Tuhan, bahwa Tuhan adalah Tuhan yang kekal, sejak awal Dia ada dan menciptakan, Dan selalu akan ada sampai selamanya, karena Tuhan adalah Tuhan yang kekal.

Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan, manusia tidaklah kekal dan hanya hidup sementara!

Para pembaca terkasih, sepandai pandainya manusia, atau sehebat apapun kekuasaan manusia , tetap saja manusia bukan mahluk kekal, dan hanya Tuhanlah sang pencipta yang kekal, karena itu ingatlah selalu akan Tuhan sang pencipta.

Janganlah manusia menjadi takabur dan sombong

Beberapa saat yang lalu seorang ilmuman fisika terkenal, peraih nobel , meninggal dunia. Pria ini mempublikasikan bahwa ia menyimpulkan bahwa Tuhan itu tidak ada! Dan bahkan orang orang Kristen didunia yang menjadi pengikutnya, mempercayai hal itu! Sungguh menyedihkan.

Sekarang pria ahli fisika ini sudah tidak ada! Tapi Tuhan tetap ada, berhati hatilah jangan sampai karena kesombongan manusia mengatakan Tuhan tidak ada.

Renungan Harian Alkitab, 28 May, Isiah 20: ” obedience of a prophet, obedience of a prophet”

Isaiah 20:2-3 (NKJV) at the same time the Lord spoke by Isaiah the son of Amoz, saying, “Go, and remove the sackcloth from your body, and take your sandals off your feet.” And he did so, walking naked and barefoot.
Then the Lord said, “Just as My servant Isaiah has walked naked and barefoot three years for a sign and a wonder against Egypt and Ethiopia,

Yesaya 20:2-3 (TB) pada waktu itu berfirmanlah TUHAN melalui Yesaya bin Amos. Firman-Nya: “Pergilah dan bukalah kain kabung dari pinggangmu dan tanggalkanlah kasut dari kakimu,” lalu ia pun berbuat demikian, maka berjalanlah ia telanjang dan tidak berkasut.
Berfirmanlah TUHAN: “Seperti hamba-Ku Yesaya berjalan telanjang dan tidak berkasut tiga tahun lamanya sebagai tanda dan alamat terhadap Mesir dan terhadapEtopia.

Menjadi hamba Tuhan dengan karunia Kenabian, harus Tuhan yang memilih sendiri, kita tidak bisa mendaftar, dan jabatan karunia kenabian juga tidak ditawarkan untuk umum.

Seorang Nabi dipilih sejak dalam kandungan, Tuhan memilih, menetapkan dan membentuknya secara luar biasa sejak dalam kandungan.

Proses pembentukannya luar biasa , salah satu kualifikasi karakter yang dituju adalah ketaatan tanpa syarat, dan ketika menerima penugasan tidak boleh ada perdebatan sama sekali, meskipun nabi itu tidak mengetahui mengapa dia harus melakukan hal yang diminta, tapi ia tetap melakukannya tanpa perdebatan, inilah ketaatan Total.

Nabi Yesaya, adalah Nabi yang sudah matang dan selesai dibentuk Tuhan, begitu banyak penugasan yang sulit dan tidak masuk akal, dan perkara perkara masa depan yang ia sampaikan, yang bahkan digenapi ribuan tahun setelahnya, ia pun bahkan tidak melihatnya dalam hidupnya, tapi Yesaya taat tanpa syarat.

Para pembaca terkasih, Yesaya menerima tugas dari Tuhan untuk berjalan bertelanjang kaki mengelilingi negri selama 3 tahun lamanya, untuk menyampaikan pesan nubuatan dengan simbol tindakan kenabian kepada bangsa Mesir (Egypt) dan Ethopia.

Inilah kualitas ketaatan seorang Nabi, Taat tanpa syarat, hubungan penugasan yang bebas dari perdebatan dan silat lidah, ketika Tuhan berfirman adalah ya dan amin bagi seorang nabi.

Hamba – hamba Tuhan, para pastor ( pendeta) yang dipercayakn Tuhan, Karunia Jawatan kenabian , mengalami pemilihan sejak dalam kandungan, dan pembentukan yang luar biasa dari Tuhan. Membutuhkan karakter kerendahan hati dan ketaatan.

Sama pula dengan umat yang menerima pesan Tuhan, membutuhkan kerendahan hati dan ketaatan.

Sebagai hamba Tuhan dengan jawatan karunia kerasulan dan kenabian, saya banyak menyampaikan pesan profetik kepada umat, dan pesan akan perkara perkara yang akan terjadi dimasa depan serta petunjuk antisipasi bagi umat, atau karunia kesembuhan dengan petunjuk profetik.

Bagi orang- orang yang menerima pesan dan taat mereka mengalami mukjizat, tanda ajaib, dan teroban yang luar biasa bagi pekerjaan dan keuangan dan rumah tangga. Tapi sayangnya banyak pula yang tidak taat melakukan petunjuk profetik yang diberikan dan dalam pemberontakan ini, mereka tidak menerima berkat yang ingin Tuhan berikan.

Renungan Harian Alkitab, 21 Maret, Provebs 3; ” Trust with your heart, percaya dengan hati”

Proverbs 3:5 (NKJV) Trust in the Lord with all your heart, And lean not on your own understanding;

Amsal 3:5 (TB) Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

Orang orang dunia hidup dengan cara bersandar, atau bergantung pada pengertian , kemampuan nalar logika mereka, karena itu orang -orang dunia, tidak mengenal kuasa Tuhan yang nyata, mereka hanya mampu mengetahui teori tentang Tuhan saja.

Provebs pasal 3 menjelaskan agar kita belajar mempercayai Tuhan dengan hati! Dan ketika belajar mempercayai Tuhan dengan hati maka lakukanlah dengan segenap hati.

Para pembaca terkasih, ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat di hati kita ( bukan di logika atau pikiran sebagai pengetahuan) maka Yesus lahir di hati kita!

Usaha mengenal Tuhan dengan logika, akan menemui hambatan hal hal yang tidak masuk logika. Dimulai dari Tuhan mencipatkan dunia dengan berkata kata! Lalu menciptakan manusia dari debu tanah dan menghembuskan Roh Tuhan kedalamnya! Ini semua tidak masuk logika, dan akan terjadi gagal pengertian!

Ketika hati kita percaya yesus sungguh Tuhan dan ia maha kuasa, maka semua ketidak mampuan pengertian pikiran akan dikalahkan dengan hati manusia percaya, dan manusia yang percaya tidak mengandalkan pengertiannya.

It’s ok, jika kita sebagai manusia tidak mengerti segalanya, dan memahami segalanya, karena memang kita hanya manusia dan bukan Tuhan.

Renungan Harian Alkitab, 3 maret , Psalm 135; “The Lord will judge His people, Tuhan akan mengadili “

Psalms 135:14 (NKJV) For the Lord will judge His people, And He will have compassion on His servants.

Mazmur 135:14 (TB) Sebab TUHAN akan memberi keadilan kepada umat-Nya, dan akan sayang kepada hamba-hamba-Nya.

Topik pengadilan Tuhan , jarang dibicarakan di gereja pada Akhir jaman ini, sungguh suatu kejanggalan?

Mengapa demikian?

Dunia di akhir jaman semakin jahat dan semakin penuh dosa, banyak gereja, terutama mega – church ( gereja besar) takut mengkotbahkan pengadilan Tuhan terhadap orang berdosa, pesan Tuhan yang akan mengadili manusia , kurang bersahabat, tidak populer, jemaat yang tidak sungguh-sungguh mau bertobat dan hidup dalam kekudusan akan keluar dari gereja dan mencari gereja lain yang populist..

Demi menjadi populer, mereka memilih berfokus pada anugerah Tuhan , bahkan kecenderungan mentolerir dosa dan memberikan legitimasi kepada para pendosa untuk hidup dalam dosa, dengan dalih diselamatkan bukan karena berbuat baik , maka hal ini dijadikan legitimasi oleh para pendosa untuk dibaptis dan merasa telah diselamatkan, tetapi Tetap terus hidup dalam dosa.

Para pembaca terkasih Tuhan memang mengasihi para pendosa , tetapi Tuhan tidak mentolerir dosa, ini seperti dua sisi mata uang, sisi anugerah Tuhan, dan sisi pengadilan Tuhan, artinya; Tuhan yang mengampuni manusia tidak bisa dipermainkan oleh manusia dengan terus menerus hidup dalam dosa.

Jika seseorang telah lahir baru dan menjadi ciptaan baru dalam Tuhan, dan ia kembali hidup dalam dosa , maka ia telah mempermainkan anugerah Tuhan , kitab mazmur mengingatkan bahwa Tuhan pasti akan mengadili umatNya, jadi pastikan kita hidup dalam kebenaran dan kekudusan.

Renungan Harian Alkitab, 1 Maret, Psalm 133; Unity- Kesatuan hati.

Psalms 133:1, 3 (NKJV) A Song of Ascents. Of David. Behold, how good and how pleasant it is For brethren to dwell together in unity!
It is like the dew of Hermon, Descending upon the mountains of Zion; For there the Lord commanded the blessing– Life forevermore.

Mazmur 133:1, 3 (TB) Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun
Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

Ketika sebuah keluarga , atau gereja atau kumpulan persaudaraan seiman berkumpul dan orang-orang didalamnya sehati dan rukun bersama, maka berkat Tuhan mengalir deras.

Kebenaran ini sangatlah penting terutama bagi sebuah keluarga inti; ayah, ibu dan anak-anak hidup rukun bersama! Suami dan istri penting untuk hidup rukun bersama , satu hati, agar berkat Tuhan mengalir deras.

Para pembaca terkasih, jikalau anda sudah menikah apakah anda rukun dan damai dengan pasangan anda?

Jika anda seorang anak dalam sebuah keluarga , dan belum menikah, bagaimana hubungan anda dengan orang tua anda?