Renungan harian alkitab, Job 13, selasa “Job defend himself, Ayub membela dirinya “

Job 13:1-3 (NKJV)  “Behold, my eye has seen all this, My ear has heard and understood it.What you know, I also know; I am not inferior to you.But I would speak to the Almighty, And I desire to reason with God.

Satu hal yang memperparah keadaan adalah berdalih, berdebat kepada Tuhan! Hal ini tidak mempercepat proses pemulihan dari Tuhan, justru membuat pemulihan tertunda.

Job begitu talkative, banyak bicara, menggerutu, suatu keadaan yang harusnya di hadapi dengan berdiam diri, intropeksi diri, berdoa bersolitude malah Job menjadikan panggung perdebatan kepada sahabatnya dan juga kepada Tuhan.

Para pembaca terkasih, ingatlah bahwa perdebatan, sibuk membela diri dan menyalahkan orang lain bukanlah sikap yang benar dalam merespon pergumulan dan permasalahan.

Advertisements

Renungan harian alkitab, Job 6, selasa; “do not interupt hippopotamus time-jangan menganggu waktu kuda nil “

Job 6:1-3 (NKJV)  Then Job answered and said:

“Oh, that my grief were fully weighed, And my calamity laid with it on the scales!

For then it would be heavier than the sand of the sea– Therefore my words have been rash.

Dalam skils hubungan manusia dikenal istilah “waktu kuda nil (hippo time)”, ini adalah keadaan dimana manusia mengalami masa transisi kesedihan dan membutuhkan waktu untuk menyediri sesaat untuk memulihkan diri tanpa gangguan orang lain.

Dinamakan waktu kuda nil, karena seperti kuda nil jika kepanasan mereka akan masuk ke air berendam di lumpur, tetapi mereka tidak hidup selamanya dalam kubangan lumpur.

Proses  ini adalah proses alami manusia untuk memulihkan diri, manusia dalam masa transisi kesedihan butuh menyendiri sesaat untuk memulihkan diri, setelah itu mereka akan siap untuk berinteraksi sosial lagi.

Para pembaca terkasih, bapak Job mulai pasal 6 sudah memasuki masa “kuda nil,” tetapi sahabat -sahabat Job, tidak menyadarinya, dan sibuk meresponi keluh kesah Job, dan terjadi perdebatan sampai pasal 31 yang justru malah tidak membangun Job, seharusnya mereka berhenti berdebat dan berdoa bersama.

Skills hubungan manusia sangatlah penting, jika teman atau anggota keluarga anda sedang masuk masa “kuda nil,” janganlah anda menggurui atau bahkan memarahi mereka, berikan waktu mereka menyendiri sesaat. Berdoalah  bagi mereka dan tetaplah mengasihi , dan ketika mereka sudah siap berinteraksi, segera kuatkan hati mereka.

Renungan harian alkitab, Esther 6, sabtu; ” shame on Haman, Haman yang dipermalukan.”

Esther 6:10-12 (NKJV) Then the king said to Haman, “Hurry, take the robe and the horse, as you have suggested, and do so for Mordecai the Jew who sits within the king’s gate! Leave nothing undone of all that you have spoken.” So Haman took the robe and the horse, arrayed Mordecai and led him on horseback through the city square, and proclaimed before him, “Thus shall it be done to the man whom the king delights to honor!” Afterward Mordecai went back to the king’s gate. But Haman hurried to his house, mourning and with his head covered.

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Haman yang benci akan Mordechai, bahkan ingin membantai semua orang Israel, membawakan tali kuda, dan berteriak mengelilngi kota dan memuja Mordechai, meninggikannya?

Suatu malam Tuhan membuat Raja tidak bisa tidur, dan menaruhkan dalam hatinya keinginan membaca catatan kerajaan, dimana ia menemukan bahwa ada seorang yahudi bernama Mordechai telah berjasa besar pada kerajaan, lalu pada saat bersamaan esoknya munculah Haman, dan raja meminta usulan kepada Haman , bagaimana sebaiknya memberikan penghargaan kepada orang yang berjasa kepada Raja.

Karena Haman merasa bahwa itu adalah dirinya, maka ia mengusulkan agar orang itu dipakaikan jubah dan dinaikan ke kuda raja dan seorang pejabat mengarak keliling kota memujanya dan mengumumkannya dengan berteriak, lalu raja memakai ide Haman, tetapi orang yang dimaksud raja adalah Mordechai.

Para pembaca terkasih, Tuhan mempermalukan Haman, pejabat yang sombong dan tidak takut akan Tuhan, Haman juga telah dipakai kerajaan kegelapan untuk membuat kebijakan membantai umat yahudi, Tuhan tidak pernah tinggal diam , segera setelah umat yahudi berdoa dan berpuasa, pertolongan Tuhan turun dengan ajaib dan sangat kreatif, bahkan mempermalukan oknum pembuat kejahatan itu.

Berdoalah , berpuasalah, Tuhan mendengar doa kita, dan berkenan menolong kitam karena Dia adalah gunung batu dan penyelemat kita.

Renungan harian alkitab, Nehemiah 1, selasa:’prophet intercesor- syafaat nabi’

Nehemiah 1:5-7 (NKJV)  And I said: “I pray, Lord God of heaven, O great and awesome God, You who keep Your covenant and mercy with those who love You and observe Your commandments,

please let Your ear be attentive and Your eyes open, that You may hear the prayer of Your servant which I pray before You now, day and night, for the children of Israel Your servants, and confess the sins of the children of Israel which we have sinned against You. Both my father’s house and I have sinned.

We have acted very corruptly against You, and have not kept the commandments, the statutes, nor the ordinances which You commanded Your servant Moses.

Nabi nehemiah,  menaikan doa syafaat meminta anugerah dan kemurahan Tuhan turun atas bangsa Israel, Dan Tuhan sangat berkenan dan memakai nabi Nehemiah untuk membawa pemulihan kepada umat Israel.

Para pembaca terkasih doa syafaat sangatlah penting, belas kasihan, anugerah dan kuasa turun melalui doa syafaat. Doa syafaat nabi Nehemiah membuat ia dipakai menjadi pembawa kegerakan pemulihan bagi negri.

Renungan harian alkitab, 2 Chronicles 16, sabtu ; ” must rely on God, harus mengandalkan Tuhan”

2 Chronicles 16:7 (NKJV)  And at that time Hanani the seer came to Asa king of Judah, and said to him: “Because you have relied on the king of Syria, and have not relied on the Lord your God, therefore the army of the king of Syria has escaped from your hand.

Dalam segala situasi , khussunya situasi sulit dan genting, kita orang beriman harus mengandalkan Tuhan terlebih dahulu, pertama tama datang dalam doa mencari wajah Tuhan, dan mempelajari nilai nilai dan prinsip alkitab.

Janganlah kita terjebak pola pikir dunia  yang tidak memprioritaskan nilai nilai firman Tuhan, dan tidak menjadikan prinsip firman Tuhan sebagai cara hidup dan mengambil keputusan.

Para pembaca terkasih,  Raja Asa, tidak mencari petunjuk Tuhan melalui doa, dan tidak bertanya kepada imam meminta nasihat, atau minta didoakan nabi, ia malah bergantung pada raja Syria, raja dari penyembah berhala!  Padahal Raja Syria bukanlah Tuhan !.

Jikalau kita ada dalam situasi yang sulit dan genting, prioritas utama adalah segera mencari wajah Tuhan, dalam doa dan pujian penyembahan, setelah itu mintalah nasihat apa petunjuk alkitab, tentang prinsip dan nilai- nilai kebenaranan yang berhubungan dengan  pergumulab itu, dan Tuhan akan membimbing dan menolong kita , karena Tuhan adalah maha Kuasa dan setia.

 

Renungan harian Alkitab, 2 Kings 13, Jumat : ” Pleaded with the Lord, permohonan kepada Tuhan “

2 Kings 13: 4-5 ” So Jehoahaz pleaded with the Lord, and the Lord listened to him; for He Saw the oppression of Israel, because the king of Syria oppressed them, Then the Lord gave Israel a deliverer, so that they escaped form under the hand of the Syrians; and the children of Israel dwelt in their tent as before.”

Raja Jehoahaz bukanlah Raja yang beriman, bahkan baik pun tidak, ia masih membiarkan penyembahan berhala terjadi , dan ia bukan raja yang taat pada Tuhan pula, sesungguhnya secara logika manusia  , ia bukan seorang yang layak mendapatkan pertolongan, seharusnya malah dihukum.

Sungguh diluar pikiran manusia, ternyata Tuhan mendengarkan permohonan Raja Jehoahaz !.

Tuhan sungguh mendengar dan tidak hanya mendengar Tuhan mengabulkan permohonan Raja , ini bukti Tuhan sungguh murah hati , dimana ada kerendahan hati dari seorang pemimpin: mau datang sembah sujud dan memohon pertolongan Tuhan dengan kerendahan hati, Tuhan mencurahkan anugerahNya.

Para pembaca terkasih  , sikap hati manusia sangatlah penting ! bahkan ketika Raja lalim pun meresponi masalah dengan benar , ia tidak mengutuk Tuhan atau marah pada Tuhan, justru merendahkan diri datang pada Tuhan dan meminta pertolongan, Tuhan dengan murah hati menolong, dan Tuhan tidak berhitung dosa dengan Jehoahaz , ia dengan murah hati menolong.

Sikap hati kita penting ! Sikap hati yang menyalahkan Tuhan atas segala keadaan kurang menyenangkan malah memperparah keadaan.

Sikap hati ketika ada masalah bukan lari daripada Tuhan , tetapi justru lari bersujud kepada Tuhan adalah sikap hati yang benar.

Sikap hati merendahkan diri dan memohon pertolongan Tuhan adalah Sikap hati yang benar! dan didalam kebenaran Tuhan akan bersinar Terang kembali !.

 

Renungan harian alkitab, 1 kings 3, senin , ” given what you have not asked, diberi hal yang bahkan tidak diminta”

1 Kings 3:10-13 (NKJV)  The speech pleased the Lord, that Solomon had asked this thing.

Then God said to him: “Because you have asked this thing, and have not asked long life for yourself, nor have asked riches for yourself, nor have asked the life of your enemies, but have asked for yourself understanding to discern justice,

behold, I have done according to your words; see, I have given you a wise and understanding heart, so that there has not been anyone like you before you, nor shall any like you arise after you.

And I have also given you what you have not asked: both riches and honor, so that there shall not be anyone like you among the kings all your days.

Ketika hati kita benar dan tidak meminta demi ambisi dan kepuasan diri, Tuhan akan memberikan segala sesuatu secara berkelimpahan, lebih dari yang kita minta.

Raja Salomo tidak meminta kekayaan atau kehormatan kejayaan, ia meminta hikmat agar bisa berfungsi maksimal sebagai pemimpin, tapi Tuhan memberikan semuanya! Ditambahkan kekayaan dan kejayaan baginya.

Banyak orang memohon berdoa, agar Tuhan memberkati mereka dengan kekayaan dan kejayaan, Tuhan tidak memberkati mereka, karena mereka hanya hidup bagi diri sendiri, self center life.

Salomo tidak egois, ia meminta karunia untuk ia melayani sebagai raja yang adil dan bijaksana.
Para pembaca terkasih, demikianlah rahasia karakter manusia,dan sikap Tuhan terhadap hati manusia, saya berdoa agar para pembaca menangkap pewahyuan ini.

Renungan harian alkitab, 1 Sam 23, senin, ” inquired to the Lord, menghadap bertanya kepada Tuhan”

1 Samuel 23:2, 4 (NKJV)  Therefore David inquired of the Lord, saying, “Shall I go and attack these Philistines?” And the Lord said to David, “Go and attack the Philistines, and save Keilah.”

Then David inquired of the Lord once again. And the Lord answered him and said, “Arise, go down to Keilah. For I will deliver the Philistines into your hand.”

Setiap ada pergumulan, David selalu menghadap Tuhan, dia mencari pimpinan Tuhan, dan setiap kali David menghadap, Tuhan memberikan petunjuk.

Tuhan sungguh memberikan petunjuk bagi  umat yang sungguh mau dipimpin.

Para pembaca yang sering terjadi adalah orang Kristen tidak datang minta petunjuk pada Tuhan, mereka membuat keputusan semau mereka, tidak mempedulikan firman Tuhan dan kehendak Tuhan, mereka hanya menjadikan Tuhan alat pencapai tujuan keinginan mereka.

Karena itulah manusia sulit mendengar pimpinan, suara Tuhan, karena mereka memang tidak ingin dipimpin Tuhan, mereka justru berusaha mengendalikan Tuhan dan mengancam akan mundur dari kekristenan , jiak Tuhan tidak menuruti kemauannnya.

Mari kita belajar dari david, ia rendah hati, mau dipimpin, dan bahkan selalu minta petunjuk Tuhan. 

Renungan harian alkitab, 1 Samuel 14, sabtu ” victory by faith, kemenangan oleh iman”.

1 Samuel 14:12-14 (NKJV)   the men of the garrison called to Jonathan and his armorbearer, and said, “Come up to us, and we will show you something.” Jonathan said to his armorbearer, “Come up after me, for the Lord has delivered them into the hand of Israel.”

And Jonathan climbed up on his hands and knees with his armorbearer after him; and they fell before Jonathan. And as he came after him, his armorbearer killed them.

That first slaughter which Jonathan and his armorbearer made was about twenty men within about half an acre of land.

Secara jumlah tentara , hitungan matematika, bahkan secara akal sehat , pasukan Israel tidaklah mungkin melawan tentara Philistine; mereka sangat sedikit jumlahnya, tidak mempunyai pedang, dan mereka bukanlah  tentara  professional , mereka hanyalah para petani dan peternak, persenjataan sangat lemah, bahkan dari seluruh bangsa Israel hanya mempunyai 2 buah pedang!

Mengapa Jonathan bisa mengalahkan musuh di pos perbatasan? Mengapa tentara philistine gentar? 

Para pembaca terkasih, karena ” IMAN”, ketika Jonathan mempunyai iman, ia terhubung dengan realita kenyataan tentang Allah Israel yang hidup , maha kuasa , dan iman menjadikan kebenaran akan Allah menjadi kenyataan.

Tanpa iman manusia tidak berkenan kepada Allah! Dengan imam tidak ada yang mustahil bersama Tuhan.

Renungan harian alkitab, Joshua 20 , jumat; ” God is my city of refuges , Tuhanlah kota perlindunganku”

​Joshua 20:1-5 (NKJV)  The Lord also spoke to Joshua, saying,

“Speak to the children of Israel, saying: ‘Appoint for yourselves cities of refuge, of which I spoke to you through Moses,

that the slayer who kills a person accidentally or unintentionally may flee there; and they shall be your refuge from the avenger of blood.

And when he flees to one of those cities, and stands at the entrance of the gate of the city, and declares his case in the hearing of the elders of that city, they shall take him into the city as one of them, and give him a place, that he may dwell among them.

Then if the avenger of blood pursues him, they shall not deliver the slayer into his hand, because he struck his neighbor unintentionally, but did not hate him beforehand.

Tuhan telah mengatur, ada kota -kota perlindungan yang menampung orang orang yang bersalah dan menunggu diadakan pengadilan , sehingga tidak ada main hakik sendiri, atau ketidak adilan, orang tidak bisa dihakimi tanpa bukti kuat ia bersalah.

Raja David sering sekali bermazmur bahwa Tuhanlah kota perlindungannya ( God is David city of refuges) , karena David pernah bertahun tahun lamanya dikejar musuh, bahkan raja Saul, seharusnya David bisa tinggal dikota persembunyian, tetapi pemerintahan Raja Saul tidak menyediakan kota perlindungan terbuka bagi David.

Raja David menemukan kebenaran, bahwa kota perlindungan jauh lebih besar dari fisik bangunan kota, karena sesungguhnya Tuhanlah kota perlindungan yang maha kuasa, rasa aman dan perlindungan datangnya dari Tuhan yang maha kuasa.

 Para pembaca terkasih, jika anda dihakimi orang lain, difitnah, dituduh , ingatlah Tuhanlah kota perlindunganmu , Tuhan akan menjagaimu dan memberikan keadilan dan perlindungan, berdoalah didalam nama Yesus dan deklarasikan ” Tuhan Yesuslah kota perlindunganku,  menara yang kuat” .