Daily Bible Devotion, 23 November, Exodus 1 ( Keluaran 1 ), ” Abundantly multiply, bermutiplikasi secara luar biasa “

Exodus 1:7 (NKJV) But the children of Israel were fruitful and increased abundantly, multiplied and grew exceedingly mighty; and the land was filled with them.

Keluaran 1:7 (TB) Orang-orang Israel beranak cucu dan tak terbilang jumlahnya; mereka bertambah banyak dan dengan dahsyat berlipat ganda, sehingga negeri itu dipenuhi mereka.

VĂ¯si yang diberikan Tuhan pada Abraham, Isaac, Jacob, Joseph terjadi digenapi : umat Israel beranak cucu tak terbilang jumlahnya, mereka bertambah banyak dengan dahsyat berlipat ganda !

Sungguh luar biasa, Suku Israel dengan cepat menjadi bangsa yang sangat besar jumlah umatnya ! mengingat ketika Jacob pertama kali pindah ke Egypt (Mesir ) mereka hanya berjumlah dibawah 150 orang saja dan menjadi lebih dari 3 juta orang .

Karena mereka tidak mempunyai Lahan , tanah air, mereka menguasai bangsa Egypt secara jumlah penduk, dan menjadi permasalahan baru ! dan melalui permasalahan ini, muncullah kebutuhan mendesak untuk mempunyai tanah air , dan berakhirlah zona nyaman bangsa Israel.

Ketika suku Israel sudah lebih dari 3 juta orang jumlahnya, maka tiba waktunya mereka menggenapi visi berikutnya yakni mengambil Alih tanah terjanji, sayangnya mental mereka adalah mental budak , pasif, tidak mau mengejar visi Tuhan, karena itu mereka menjadi budak tawanan.

Pembaca terkasih, kemalasan, zona nyaman, tidak mengerjakan visi Tuhan membuat umat menjadi tertawan , terjajah kehidupannya.

Renungan Harian Alkitab, 22 November, Genesis 50 ( Kejadian 50),” Joseph grow in love, Yoseph bertumbuh dalam kasih “

Genesis 50:20-21 (UKJV) But as for you, all of you thought evil against me; but God meant it unto good, to bring to pass, as it is this day, to save much people alive.
Now therefore fear all of you not: I will nourish you, and your little ones. And he comforted them, and spoke kindly unto them.

Kejadian 50:20-21 (TB) Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.
Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu juga.” Demikianlah ia menghiburkan mereka dan menenangkan hati mereka dengan perkataannya.

Didalam kerajaan Allah, yang menjadi prioritas Tuhan adalah setiap anak – anak Tuhan memiliki karakter rohani atau buah Roh yang memadai!

“Ukuran utama kualitas kerajaan Allah bukanlah materi uang, kekayaan atau jabatan atau gelar pendidikan , Karakter Rohani adalah ukuran kualitas seseorang.”

Tuhan memberikan visi pribadi yang besar kepada Joseph, ia mengambil bagian menggenapi visi besar Tuhan pada keluarga besar dan keturunan Abraham.

karena visi itu maka Joseph menjadi sangat teramat kaya, berkuasa, dan sukses secara materi, tetapi itu sebenarnya hanya dampak atau akibat dari kesuksesan sejati Joseph. ( penambahan saja )

Kesuksesan dalam kerajaan Allah adalah bertumbuhnya karakter Rohani, atau buah – buah Roh Joseph, ia sungguh sukses berbuah beratus kali lipat dan bertumbuh dengan sempurna dalam buah Roh kasih ! dan juga buah Roh ; damai, sejahtera , sukacita, kesabaran, kesetiaan, self control, penuh iman, kelemahlembutan.

Pembaca terkasih menjadi anak – anak Allah bukanlah status, tapi transformasi manusia duniawi menjadi manusia Rohani yang memiliki karakter rohani ( buah roh ) dalam kehidupannya.

Renungan Harian Alkitab, 21 November, Genesis 49 ( Kejadian 49), ” Father blesssing, Berkat dari Ayah “

Genesis 49:28 (UKJV) All these are the twelve tribes of Israel: and this is it that their father spoke unto them, and blessed them; every one according to his blessing he blessed them.

Kejadian 49:28 (TB) Itulah semuanya suku Israel, dua belas jumlahnya; dan itulah yang dikatakan ayahnya kepada mereka, ketika ia memberkati mereka; tiap-tiap orang diberkatinya dengan berkat yang diuntukkan kepada mereka masing-masing.

Inilah yang sangat penting dari seorang ayah ; mewariskan visi Tuhan atas keluarganya, dan memberkati anak – anaknya secara rohani.

Jacob ( Yakub ) pada masa akhir hidupnya mewariskan visi Tuhan atas suku Israel kepada Joseph, ia juga mengumpulkan semua anak – anaknya dan memberkati mereka, dan juga menyampailan nubuatan rencana Tuhan atas hidup mereka.

Jacob mendapatkan warisan visi Tuhan dari Abraham kakeknya, dan juga keteladanan iman dari ayah dan kakeknya

“Warisan terbesar seorang ayah adalah bukan kekayaan materi, tapi visi ilahi sebagai tujuan hidup anak – anaknya , dan iman yang nyata” !

Pembaca terkasih, seorang ayah akan memberikan visi dari Tuhan atas anak – anaknya , sehingga anak – anak jelas tujuan hidupnya dan berjalan dalam pengurapan yang menyertai visi.

Daily Bible Devotion, 20 November, Genesis 48 ( Kejadian 48), ” Jacob delegate vision from God, Yakub mendelagasikan visi dari Tuhan “

Genesis 48:3-5 (UKJV) And Jacob said unto Joseph, God Almighty appeared unto me at Luz in the land of Canaan, and blessed me,
And said unto me, Behold, I will make you fruitful, and multiply you, and I will make of you a multitude of people; and will give this land to your seed after you for an everlasting possession.
And now your two sons, Ephraim and Manasseh, which were born unto you in the land of Egypt before I came unto you into Egypt, are mine; as Reuben and Simeon, they shall be mine.

Kejadian 48:3-5 (TB) Berkatalah Yakub kepada Yusuf: “Allah, Yang Mahakuasa telah menampakkan diri kepadaku di Lus di tanah Kanaan dan memberkati aku
serta berfirman kepadaku: Akulah yang membuat engkau beranak cucu, dan Aku akan membuat engkau bertambah banyak dan menjadi sekumpulan bangsa-bangsa; Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu untuk menjadi miliknya sampai selama-lamanya.
Maka sekarang kedua anakmu yang lahir bagimu di tanah Mesir, sebelum aku datang kepadamu ke Mesir, akulah yang empunya mereka; akulah yang akan empunya Efraim dan Manasye sama seperti Ruben dan Simeon.

Jacob, di akhir hidupnya memanggil Joseph dan mendelegasikan visi dari Tuhan, visi ini diteruskan oleh generasi berikutnya, oleh Joseph dan anak – anak Joseph.

Visi yang diterima Jacob, didelegasikan dari kakek buyut mereka Abraham, lalu diturunkan ke Isaac, kemudian diturunkan kepada Jacob, dan lalu kepada ke 12 anak Jacob ( 13 suku Israel ), visi ini sungguh amat besar dan digenapi.

Karena visi yang amat besar ini, Tuhan memilih Joseph menjadi pemelihara dan penyedia berkat bagi suku Israel.”

Joseph melakukan bagiannya ; ia hidup kudus dan hidup dalam ketaatan firman Tuhan, sehingga pengurapan Tuhan menyertainya.

Para pembaca terkasih, mendapatkan visi yang besar membutuhkan ketaatan yang besar, dan perbuatan iman yang besar ! tentunya karakter rohani seseorang menjadi sangat penting didalamnya.

Renungan Harian Alkitab, 19 November,Genesis 47 (Kejadian 47), ” Joseph made pharaoh very rich, Yusuf menjadikan pharaoh sangat kaya “

Genesis 47:19-20 (UKJV) Wherefore shall we die before yours eyes, both we and our land? buy us and our land for bread, and we and our land will be servants unto Pharaoh: and give us seed, that we may live, and not die, that the land be not desolate.
And Joseph bought all the land of Egypt for Pharaoh; for the Egyptians sold every man his field, because the famine prevailed over them: so the land became Pharaoh’s.

Kejadian 47:19-20 (TB) Mengapa kami harus mati di depan matamu, baik kami maupun tanah kami? Belilah kami dan tanah kami sebagai ganti makanan, maka kami dengan tanah kami akan menjadi hamba kepada Firaun. Berikanlah benih, supaya kami hidup dan jangan mati, dan supaya tanah itu jangan menjadi tandus.”
Lalu Yusuf membeli segala tanah orang Mesir untuk Firaun, sebab orang Mesir itu masing-masing menjual ladangnya, karena berat kelaparan itu menimpa mereka. Demikianlah negeri itu menjadi milik Firaun.

Kehadiran Joseph ( Yusuf) dimanapun ia bekerja selalu membawa berkat kepada tuannya, ketika ia menjadi pembantu di rumah Potifar, Tuhan memberkati Potifar menjadi sangat makmur karena Joseph.

Kehadiran Joseph sebagai tangan kanan Pharaoh ( Firaun ) bukan hanya membuat kerajaan Egypt ( Mesir) dan Pharaoh menuai 7 tahun kelimpahan pangan dan terbebas dari bencana kelaparan 7tahun , tetapi jauh lebih dahsyat daripada itu!

Karena Joseph, Tuhan memberkati Pharaoh dan kerajaannya menjadi sangat teramat kaya raya, bahkan menjadi penguasa atas semua lahan, ternak dan semua manusia di Mesir ( Egypt ) menjual diri menjadi pegawai pelayan Pharaoh.

Pembaca terkasih, anak Tuhan yang hidup Kudus dan dalam kebenaran Firman Tuhan adalah orang yang diurapi oleh Tuhan, dan kemanapun ia pergi bekerja, anak Tuhan yang diurapi akan membawa berkat luar biasa bagi pemimpinnya !

Inilah buah dari kehidupan anak Tuhan yang hidup kudus dan taat firman Tuhan, mereka diurapi sehingga mereka memberkati para pemimpin dan orang – orang didekat mereka secara luar biasa.”

Renungan Harian Alkitab, 18 November , Genesis 46 (Kejadian), ” Fear Not to Go, jangan takut untuk pergi”

Genesis 46:2-3 (UKJV) And God spoke unto Israel in the visions of the night, and said, Jacob, Jacob. And he said, Here am I.
And he said, I am God, the God of your father: fear not to go down into Egypt; for I will there make of you a great nation:

Kejadian 46:2-3 (TB) Berfirmanlah Allah kepada Israel dalam penglihatan waktu malam: “Yakub, Yakub!” Sahutnya: “Ya, Tuhan.”
Lalu firman-Nya: “Akulah Allah, Allah ayahmu, janganlah takut pergi ke Mesir, sebab Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar di sana.

Inilah perjalan iman tahap akhir dari Jacob, sebelum Jacob menutup usianya, Jacob mendapatkan penglihatan pesan Tuhan untuk ia pergi ke Egypt ( Mesir ) dan tinggal di sana bersama Joseph.

Tuhan berpesan kepada Jacob ; jangan takut , pergilah ! bahkan Tuhan memberitahukan nanti Jacob akan menutup matanya dipangkuan Joseph di Egypt.

Dengan hati percaya dan sukacita yang besar, Jacob menyelesaikan perjalanan imannya dan berangkat ke Mesir.

Pembaca terkasih, ketika hati kita mempercayai petunjuk, dan prinsip firman Tuhan, maka Tuhan akan menyertai kita, janganlah takut dan kuatir, Tuhan menyertai anak – anakNya, bagian kita hidup dalam kekudusan dan kebenaran.

Renungan Harian Alkitab, 15 November, Genesis 43 ( Kejadian 43),” Judah repented, Yehuda bertobat “

Genesis 43:8-9 (UKJV) And Judah said unto Israel his father, Send the lad with me, and we will arise and go; that we may live, and not die, both we, and you, and also our little ones.
I will be guarantor for him; of my hand shall you require him: if I bring him not unto you, and set him before you, then let me bear the blame for ever:

Kejadian 43:8-9 (TB) Lalu berkatalah Yehuda kepada Israel, ayahnya: “Biarkanlah anak itu pergi bersama-sama dengan aku; maka kami akan bersiap dan pergi, supaya kita tetap hidup dan jangan mati, baik kami maupun engkau dan anak-anak kami.
Akulah yang menanggung dia; engkau boleh menuntut dia dari padaku; jika aku tidak membawa dia kepadamu dan menempatkan dia di depanmu, maka akulah yang berdosa terhadap engkau untuk selama-lamanya.

Judah ( Yehuda ) adalah kakak Joseph, yang menjual Joseph ke Mesir ( Egypt ), Ia dapat dikatakan sebagai oknum utama yang bertanggung jawab menjual Joseph sebagai budak, seorang kakak yang harusnya melindungi adiknya dan menjaganya, justru menjual adiknya menjadi budak.

Sejarah sepertinya berulang kembali, Benjamin adik Joseph akan dibawa ke Mesir ( Egypt ) dan bisa jadi terjadi hal – hal buruk dapat menimpa mereka, dari kematian hingga mereka dijadikan budak.

Jika Benjamin tidak dibawa ke Mesir , salah satu kakak Benjamin dijadikan budak, bahkan bisa di eksekusi hukuman mati, dan disisi lain keluarga Israel kehabisan bangan pangan sehingga harus ke Mesir ( Egypt ) membeli makanan dari Pharaoh.

Disinilah karakter Judah (Yehuda) diuji, dan ia memberikan dirinya sebagai jaminan ganti nyawa adiknya , Judah sudah bertobat, ia sudah berubah ; ia rela berkorban atas nyawa adik – adiknya ! Judah sungguh sudah bertobat.

Bukti seseorang sudah bertobat adalah ketika ia dihadapkan pada situasi yang sama ia memilih keputusan yang benar dan tidak mengulang perbuatan dosanya lagi.”