Renungan harian Alkitab, Job 20, selasa : ” what happend with the wicked man?, apa yang terjadi dengan orang fasik.”

Job 20:29 (NKJV) This is the portion from God for a wicked man, The heritage appointed to him by God.”

Bab ke 20 kitab Job membahas tentang hal apa yang terjadi dengan orang fasik, karena kita Job tergolong kitab yang ditulis dengan gaya penulisan seni sastra, maka penguraiannya diperpanjang, di perlebar dengan penekanan penekanan keadaan, tetapi esensinya adalah apa yang akan terjadi dengan orang fasik.

Seringkali orang orang percaya bertanya, mengapa orang orang yang fasik terlihat sukses dalam kehidupan dan berbahagia? Ada yang aneh, karena mereka tidak hidup dalam terang.

Memang pada suatu kurun waktunya , mereka masih nampak sukses dan berbahagia, tetapi ketika waktu menuai tiba, mereka akan menuai dari kejahatan mereka.

Inilah yang akan terjadi, tertulis dalam Job 20,

Ayub 20:20-28 (TB) ;

1.Sesungguhnya, ia tidak mengenal ketenangan dalam batinnya, dan

2.ia tidak akan terluput dengan membawa harta bendanya.

3.Suatu pun tidak luput dari pada lahapnya, itulah sebabnya kemujurannya tidak kekal.

4.Dalam kemewahannya yang berlimpah-limpah ia penuh kuatir; ia ditimpa kesusahan dengan sangat dahsyatnya.

5.Untuk mengisi perutnya, Allah melepaskan ke atasnya murka-Nya yang menyala-nyala, dan menghujankan itu kepadanya sebagai makanannya.

6.Ia dapat meluputkan diri terhadap senjata besi, namun panah tembaga menembus dia.
Anak panah itu tercabut dan keluar dari punggungnya, mata panah yang berkilat itu keluar dari empedunya: ia menjadi ngeri.

7.Kegelapan semata-mata tersedia bagi dia, api yang tidak ditiup memakan dia dan menghabiskan apa yang tersisa dalam kemahnya.
Langit menyingkapkan kesalahannya, dan bumi bangkit melawan dia.

8.Hasil usahanya yang ada di rumahnya diangkut, semuanya habis pada hari murka-Nya.

Para pembaca terkasih, pada ahkirnya orang fasik akan menuai semua perbuatannya, ketika waktunya tiba mereka akan menuai semua perbuatannya, karena itu janganlah iri hati pada orang fasik. Kengerian, menanti mereka. Tetap hidup dalam terang Tuhan dan bercahaya jangan sibuk memikirkan orang fasik.

Advertisements

Renungan harian alkitab 2 Chronicles 31, Minggu; ” the king honouring the service to  God, Raja menghormati ibadah kepada Tuhan”

2 Chronicles 31:19-21 (NKJV)  Also for the sons of Aaron the priests, who were in the fields of the common-lands of their cities, in every single city, there were men who were designated by name to distribute portions to all the males among the priests and to all who were listed by genealogies among the Levites.

Thus Hezekiah did throughout all Judah, and he did what was good and right and true before the Lord his God.

And in every work that he began in the service of the house of God, in the law and in the commandment, to seek his God, he did it with all his heart. So he prospered.

Raja Hezekiah sungguh taat pada ketetapan Tuhan; ia mulai mngatur agar imam-imam berfungsi kembali , ibadah raya berjalan kembali, dan ia memastikan perpuluhan dan persembahan dijalankan kembali.

Umat kerajaan Israel kembali ke jalan yang benar, mereka beribadah, menyembah Tuhan, dan membawa perpuluhan mereka dan persembahan, dan tingkap langit terbuka; damai sejahtera, keamanan, dan kemakmuran turun atas negri.

Raja Hezekiah dengan segenap hati, sepenunya taat dan mengasihi Tuhan dengan sungguh- sungguh, ia menjalakan dan melakukan semua perintan dan hukum Tuhan, sehingaa ia menjadi makmur dan berhasil kepemimpinannya.

Para pembaca terkasih, kebenaran nilai kerajaan Tuhan itu sebenarnya tidak rumit dan sederhana; jikalau kita  mengasihi Tuhan maka kita akan melakukan semua perintah Tuhan, dan perintah Tuhan adalah menyenangkan jika dilakukan dengan segenap hati . buahnya maka kemakmuran akan turun keatas hidup umat yang mengasihinya dengan sungguh sungguh. 

Sama dengan Raka Hezekiah ia mencintai Tuhan karena itu ia mencintai rumah Tuhan, menghormati para  imam dan dengan senang hati  menyelenggarakan ibadah raya, maka ia menjadi makmur dan sukses.

Renungan harian alkitab, 1 chronicles 29, kamis ; ” full of days, full of rich and honor, sejahtera sampai akhir, kaya raya dan dihormati”

1 Chronicles 29:27-28 (NKJV)  And the period that he reigned over Israel was forty years; seven years he reigned in Hebron, and thirty-three years he reigned in Jerusalem.

So he died in a good old age, full of days and riches and honor; and Solomon his son reigned in his place.

Kisah hidup David, sungguh indah, ia mengahkiri hidupnya dengan kemenangan, David telah menyelesaikam bagiannya, visi hidupnya yang Tuhan taruhkan bagi generasinya.

Ketika David jatuh pada dosa perzinahan, orang-orang bertanya apakah David diampuni, apakah ia masih masuk surga , apakah Tuhan masih menyertainya?

Tuhan melihat hati yang bertobat , hati yang  mau kembali mencintai  Tuhan dengan segenap hati, kata kuncinya adalah pertobatan- kerendahan hati- cinta Tuhan yang maha pengampun. 

Para pembaca terkasih, pada dasarnya manusia memang tidak sempurna , tapi Kasih Tuhan melampaui semua kelemahan manusia , yang dibutuhkan hanya kerendahan hati! Dan selebihnya Tuhan yang akan memampukan manusia sukses dan menang dalam perjalana hidupnya.

Renungan  harian alkitab , 1 Chronicles 23, jumat; ” 38.000 pastor serve the nations, 38.000 pendeta melayani umat”

1 Chronicles 23:3-5 (NKJV)  Now the Levites were numbered from the age of thirty years and above; and the number of individual males was thirty-eight thousand.

Of these, twenty-four thousand were to look after the work of the house of the Lord, six thousand were officers and judges,

four thousand were gatekeepers, and four thousand praised the Lord with musical instruments, “which I made,” said David, “for giving praise.”

Salah satu kunci dari kejayaan umat Israel pada jaman kerajaan David, adalah karena keseriusan David sebagai raja dalam hal iman dan ibadah kepada Tuhan, umat menjadi rayat yang beriman dan taat kepada hukum Tuhan, sehingga damai sejahtera dan kesejahteraan terjadi.

Sebanyak 38.000 pendeta melayani kebaktian ibadah seluruh umat kerajaan Israel, sungguh ini bukti keseriusan David dalam mengelola peribadatan kepada Tuhan.

Para pembaca terkasih , dimana umat suatu negara iman dan ketaatan kepada Tuhan sangat baik, teroganisir dan dikelola dengan sangat baik, maka negri itu menjadu negri penuh kelimpahan dan damai sejahtera, dan semua itu dapat terjadi ketika para pemimpinnya bersungguh hati mengatur akan hal kerohanian umatnya.

Renungan harian alkitab, 1 Kings  17, selasa,” God’s  time, waktunya Tuhan”

1 Kings 18:42-44 (NKJV)  So Ahab went up to eat and drink. And Elijah went up to the top of Carmel; then he bowed down on the ground, and put his face between his knees,

and said to his servant, “Go up now, look toward the sea.” So he went up and looked, and said, “There is nothing.” And seven times he said, “Go again.”

Then it came to pass the seventh time, that he said, “There is a cloud, as small as a man’s hand, rising out of the sea!” So he said, “Go up, say to Ahab, ‘Prepare your chariot, and go down before the rain stops you.’ “

Elisa melihat dan menunggu sampai tujuh kali, ia  menyuruh bujangnya naik turun gunung melihat awan hujan datang.

Waktu manusia berbeda dengan waktu Tuhan!  Manusia cenderung ingin cepat dan instan, tetapi sebaliknya Tuhan menggunakan perhitungan waktu yang tepat, tidak pernah instan dan mementingkan proses, sehingga waktu Tuhan dan waktu manusia  berbeda, dan tentu saja waktu Tuhan adalah yang paling terbaik.

Para pembaca terkasih, jikalau kita mempercayai Tuhan sepenuhnya, maka kita akan bersabar dan menantikan waktu Tuhan menggenapi segala sesuatunya, waktu Tuhan berbeda dengan waktu manusia.

Renungan harian alkitab, 1 Kings 12 rabu; ” advice from foolish friends, nasihat dari teman yang bodoh”

1 Kings 12:8-10 (NKJV)  But he rejected the advice which the elders had given him, and consulted the young men who had grown up with him, who stood before him.

And he said to them, “What advice do you give? How should we answer this people who have spoken to me, saying, ‘Lighten the yoke which your father put on us’?”

Then the young men who had grown up with him spoke to him, saying, “Thus you should speak to this people who have spoken to you, saying, ‘Your father made our yoke heavy, but you make it lighter on us’–thus you shall say to them: ‘My little finger shall be thicker than my father’s waist!

Raja Rehoboam, anak Salomo, sungguh ceroboh meminta dan mengikuti nasehat dari teman teman masa kecilnya, teman teman yang tidak bijaksana dan tidak berhikmat.

Para tetua yang penuh hikmat dan kaya pengalaman, tidak dia dengarakan, tapi nasihat bodoh dari teman -temannya dia jalankan.

Para pembaca terkasih, hati hatilah dalam meminta nasihat, jangan meminta nasihat dari  kumpulan orang tidak berhikmat, bergaulah dan mintalah nasihat hanya dari orang orang beriman dan penuh hikmat.

Renungan harian alkitab; 1Kings 7, jumat, ” talent to work, bakat untuk bekerja”

1 Kings 7:13-14 (NKJV)  Now King Solomon sent and brought Huram from Tyre.

He was the son of a widow from the tribe of Naphtali, and his father was a man of Tyre, a bronze worker; he was filled with wisdom and understanding and skill in working with all kinds of bronze work. So he came to King Solomon and did all his work.

Tuhan memberikan talenta , bakat kepada manusia, agar manusia dapat berkarya dan menghasilkan seusatu yang baik.

Huram, diberikan Tuhan skills untuk mengerjakan pembuatan karya seni dari tembaga, sehingga ia mampu mengerjakandan menghasilkan karya seni yang indah.

Para pembaca saya yakin dan percaya, setiap manusia dilahirkan dengan bakat, pemberian dari Tuhan untuk ia dapat berkarya, bagian kita adalah mengenalinya dan mengerjakannya.