Renungan Harian Alkitab, 8 May, Song of Salomo; “the power of love, kuasa cinta”

Song of Solomon 8:7 (NKJV) Many waters cannot quench love, Nor can the floods drown it. If a man would give for love All the wealth of his house, It would be utterly despised.

Kidung Agung 8:7 (TB) Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina.

Salomo dalam lagu yang cukup panjang, memberikan pesan bahwa cinta memberikan motivasi, dorongan dan tekad yang kuat untuk seseorang menjadi sangat tangguh, dan mampu berkorban apapun oleh karena cinta.

Sekali lagi dijelaskan , kitab Song of Song, adalah syair lagu, jangan ditafsirkan kata per kata, lihatlah dalam konteks lagu yang utuh, dan mintalah hikmat menangkap dari apa pesan dari lagu yang panjang tersebut.

Para pembaca terkasih, pesan dari pasal 8 adalah cinta adalah suatu motivasi yang kuat, ada kuasa dan tenaga yang besar yang dihasilkan energi cinta.

Bukti cinta yang paling sempurna adalah Yesus, ia mengorbankan dirinya bahkan ketika kita masih berdosa dan menolak cinta Tuhan Yesus, inilah kekuatan cinta yang sesunguhnya dan sempurna yakni cinta Tuhan kepada kita umatNya.

Advertisements

Renungan Harian Alkitab 6 April, Song of Solomon 6;”sense of beloving, rasa memiliki”

Song of Solomon 6:2-3 (NKJV) The Shulamite My beloved has gone to his garden, To the beds of spices, To feed his flock in the gardens, And to gather lilies.
I am my beloved’s, And my beloved is mine. He feeds his flock among the lilies.

Kidung Agung 6:2-3 (TB) — Kekasihku telah turun ke kebunnya, ke bedeng rempah-rempah untuk menggembalakan domba dalam kebun dan memetik bunga bakung.
Aku kepunyaan kekasihku, dan kepunyaanku kekasihku, yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung.

Kitab Song of Solomon (kidung agung) adalah tulisan lagu, dikemas dalam syair, sehingga makna tidak dapat diartikan kata per kata, pesan yang disampaikan dalam lagu adalah pesan per lagu, bukan perkata.

Pesan dari pasal 6 adalah hadirnya rasa memiliki, dimiliki, dan menghargai dengan apa yang dimiliki, Salomo sangat menghargai kekasihnya dan ia sangat memiliki dan ingin kekasihnya melakukan hal yang sama.

Para pembaca terkasih, inilah kebutuhan setiap manusia, yang harusnya terpenuhi melalui pernikahan sepasang kekasih; saling memiliki, saling menghargai, merasa dicintai, di inginkan, di miliki.

Renungan Harian Alkitab, 3 May, Song of Solomon 3 ; ” the beauty of wedding moment, keindahan moment pernikahan”

Song of Solomon 3:11 (NKJV) Go forth, O daughters of Zion, And see King Solomon with the crown With which his mother crowned him On the day of his wedding, The day of the gladness of his heart.

Kidung Agung 3:11 (TB) puteri-puteri Sion, keluarlah dan tengoklah raja Salomo dengan mahkota yang dikenakan kepadanya oleh ibunya pada hari pernikahannya, pada hari kesukaan hatinya.

Pernikahan adalah moment yang sangat indah dalam kehidupan, Salomo terus mengingatnya dan menuliskan lagu dan menyanyikan kenangan moment yang indah ini.

Ketika sepasang kekasih saling mencintai dan menikah, dengan restu ibu , dan berkat orang tua, hari bahagia pernikahan, dan bulan madu pernikahan adalah moment yang indah , dan penting terus dirayakan dan dijaga momentum keindahannya.

Para pembaca renungan terkasih, jika anda masih single menikahlah hanya dengan kekasih yang engkau cintai, dengan restu dan berkat ayah ibu, dan jangan lewatkan bulan madu pernikahan, inilah moment yang indah.

Jika anda sudah menikah , rayakanlah ulang tahun pernikahan anda, dan nyanyikanlah keindahan moment pernikahan anda.

Renungan Harian Alkitab, 2 May, Songs of Solomon ” owned and loved, dimiliki dan dicintai “

Song of Solomon 2:16 (NKJV) The Shulamite My beloved is mine, and I am his. He feeds his flock among the lilies.

Kidung Agung 2:16 (TB) Kekasihku kepunyaanku, dan aku kepunyaan dia yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung.

Lagu kitab song of solomon bab kedua, menyampaikan pesan; indahnya di miliki dan dicintai oleh kekasih!

Para pembaca Tuhan menciptakan manusia untuk hidup berpasangan, dikasihi dan dicintai sampai akhir hidup oleh kekasih yang menjadi pasangan hidup.

Inilah keindahan dari cinta, dan semua umat manusia sesungguhnya diciptakan untuk mencintai dan dicintai.

Renungan Harian Alkitab, 1 May, Song of Salomo ; ” song of love, lagu tentang cinta”

Song of Solomon 1:15 (NKJV) The Beloved Behold, you are fair, my love! Behold, you are fair! You have dove’s eyes.

Kidung Agung 1:15 (TB) — Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau, bagaikan merpati matamu.

Kitab song of Solomon (kidung agung) ditulis dalam bentuk LAGU, syair lagu yang bertujuan ketika dinyanyikan dalam bahasa aslinya menghasilkan lagu yang indah.

Para pembaca terkasih, ayat per ayat dalam kitab song of solomon, tidak dapat diartikan harafiah perkata, tetapi per lagu; apa pesan dari lagu tersebut, jadi ingatlah bahwa pesan yang di berikan adalah tersirat dalam kemasan syair lagu yang panjang.

Pasal 1 kitab kidung agung (song of solomon ) menyampaikan tentang “indahnya jatuh cinta”, ditengah kesia sia-an dunia (vanity of the world), cinta memberi warna dan keindahan tersendiri.

Perlakukan cinta pada tempat yang seharusnya dan pada masa yang tepat, maka keindahan cinta akan mewarnai hidup kita.

Renungan harian alkitab,Psalm 36, kamis; faitfullnes of God, kasih setia Tuhan”

Mazmur 36:5 (TB)  (36-6) Ya TUHAN, kasih-Mu sampai ke langit, setia-Mu sampai ke awan. 

Psalms 36:5 (NKJV)  Your mercy, O Lord, is in the heavens; Your faithfulness reaches to the clouds.

Kasih setia Tuhan lebih tinggi dari langit biru, sangat besar dan tak terselami, kebaikan dan kemurahan Tuhan tak tertandingi.

Inilah suatu kebenaran tentang Tuhan, Dialah pencipta kasih dan cinta dan jauh lebih besar dari cinta itu sendiri.

Para pembaca terkasih mari kita merendahkan diri dan berdoa agar kita mengerti dan merasakan kebenaran ini, kasih setia Tuhan yang sempurna bagi kita.

Renungan harian alkitab, Job 2, jumat; ” Companionship, Persahabatan”

Job 2:11 (NKJV) when Job’s three friends heard of all this adversity that had come upon him, each one came from his own place–Eliphaz the Temanite, Bildad the Shuhite, and Zophar the Naamathite. For they had made an appointment together to come and mourn with him, and to comfort him.

Ayub mengalami kesusahan dan kesedihan, ia sangat menderita dan sedih, apakah Tuhan peduli terhadap Ayub?

Jawabannya ya ! Tuhan peduli, ia mengirimkan sahabat sahabatnya untuk hadir menemani, menangis bersamanya dan menghiburnya, inilah cara Tuhan menghibur kita melalui persahabatan. Manusia diciptakan sejak semula sebagai mahluk sosial, bukan mahluk anti sosial.

Para pembaca terkasih, bersahabatlah dengan orang orang yang takut akan Tuhan, dan sungguh mengasihi anda, jikalau pada waktu sedih, susah , sakit mereka hadir, merekalah sahabat sejati, tetapi janganlah anda lupa ketika dalam masa bahagia, sorak sorai, ajaklah juga sahabat anda merayakannya, sehingga lengkaplah manfaat dari persahabatan sejati.

Jika anda punya sahabat yang selalu anda cari ketika susah, sakit, stress dan mereka selalu hadir menghibur,inilah sahabat sejati dari Tuhan bagi anda, tapi sebaliknya jika pada saat kemenangan , sukaria, sorak sorai anda tidak menghubungi mereka dan merayakan bersama mereka berarti anda hanyalah sahabat yang parasit, berubahlah ingatlah sahabat anda yang setia itu dan jangan hanya mencari dia pada saat anda susah saja.