Renungan harian alkitab, Job 2, jumat; ” Companionship, Persahabatan”

Job 2:11 (NKJV) when Job’s three friends heard of all this adversity that had come upon him, each one came from his own place–Eliphaz the Temanite, Bildad the Shuhite, and Zophar the Naamathite. For they had made an appointment together to come and mourn with him, and to comfort him.

Ayub mengalami kesusahan dan kesedihan, ia sangat menderita dan sedih, apakah Tuhan peduli terhadap Ayub?

Jawabannya ya ! Tuhan peduli, ia mengirimkan sahabat sahabatnya untuk hadir menemani, menangis bersamanya dan menghiburnya, inilah cara Tuhan menghibur kita melalui persahabatan. Manusia diciptakan sejak semula sebagai mahluk sosial, bukan mahluk anti sosial.

Para pembaca terkasih, bersahabatlah dengan orang orang yang takut akan Tuhan, dan sungguh mengasihi anda, jikalau pada waktu sedih, susah , sakit mereka hadir, merekalah sahabat sejati, tetapi janganlah anda lupa ketika dalam masa bahagia, sorak sorai, ajaklah juga sahabat anda merayakannya, sehingga lengkaplah manfaat dari persahabatan sejati.

Jika anda punya sahabat yang selalu anda cari ketika susah, sakit, stress dan mereka selalu hadir menghibur,inilah sahabat sejati dari Tuhan bagi anda, tapi sebaliknya jika pada saat kemenangan , sukaria, sorak sorai anda tidak menghubungi mereka dan merayakan bersama mereka berarti anda hanyalah sahabat yang parasit, berubahlah ingatlah sahabat anda yang setia itu dan jangan hanya mencari dia pada saat anda susah saja.

Advertisements

Renungan harian alkitab, Esther 4, kamis; unselfish Esther, ‘Esther yang tidak egois’

Esther 4:15-17 (NKJV)  Then Esther told them to reply to Mordecai:

“Go, gather all the Jews who are present in Shushan, and fast for me; neither eat nor drink for three days, night or day. My maids and I will fast likewise. And so I will go to the king, which is against the law; and if I perish, I perish!”

So Mordecai went his way and did according to all that Esther commanded him.

Esther adalah dengan kualitas karakter yg sangat baik, ia tidak Egois! Bahkan ia rela mengorbankan nyawanya demi umat Tuhan , saudara saudari satu suku dan bangsanya!

Esther sangat cantik rupawan, bahkan ia sudah menggantikan posisi ratu vashti di istana, dia sudah menjadi makmur, kaya raya dan hidup sangat nyaman.

Para pembaca terkasih, jika wanita egois dalam posisi Esther, maka pastinya menolak untuk menolong umat yahudi, karena apa untungnya buat dia , justru ia bisa kehilangan nyawanya! Tapi Esther tidak demikian, ia mengasihi Tuhan dan mengasihi sesamanya , Ia rela mempertaruhkan nyawanya demi saudara sebangsanya.

Renungan harian alkitab, sabtu; ” blessing start from the leaders, -berkat dimulai dari para pemimpin” Numbers 6

​Numbers 7:10-11 (NKJV)  Now the leaders offered the dedication offering for the altar when it was anointed; so the leaders offered their offering before the altar.

For the Lord said to Moses, “They shall offer their offering, one leader each day, for the dedication of the altar.”

Dalam kitab bilangan 6 ( book of Number chapter 6) Para pemimpin adalah orang -orang yang pertama kali memulai memberikan setiap persembahan, dan mereka juga memberikan yang paling banyak.

Pemimpin memimpin dalam inisiatif dan kulitas pemberian persembahan, Hal ini diperintahkan oleh Tuhan langsung kepada para pemimpin.

Para pembaca terkasih , Tuhan telah memerintahkan hal ini terjadi,hal ini sangat  penting karena berkat turun dari musa, kepada imam, lalu kepada pemimpin, dan baru turun ke atas umat, berkat mengalir hanya melalui jalur ototitas ! Para pemimpin adalah saluran berkat, karena itu karakter tidak cinta harta, tidak cinta uang , dan tidak tamak, harus ada dalam diri pemimpin.

Pemimpin sebagai saluran berkat kerajaan Allah, harus mempunyai sifat generous, tidak tamak akan uang dan harta, kalau tidak maka ia akan menimbun dan menghambat berkat Tuhan, malah memberikan keteladanan dan buruk, terlebih parah membangun budaya pelit , tamak dan serakah yg ditularkan kepada para pengikutnya!

Di dalam gereja Tuhan, yang harus memimpin dalam memberikan persentase persembahan ( % offering) adalah para pemimpin gereja, pemimpin pemuridan,  juga para pelayan Tuhan , dan terutama pastor/ gembala jemaat!, jumlah persentase persembahan mereka harus sungguh terbaik dan jumlah fix secara persentasenya.

Setelah para pemimpin benar hatinya, jemaat akan terimpartansi karakter generous, tidak cinta uang , tidak tamak; barulah tingkap langit terbuka, terjadi terobosan keuangan dan  mukjizat lainnya di jemaat gereja.

Pemberian persembahan yang benar dan baik adalah cerminan karakter cinta Tuhan, generous, dan bisa dipercaya hal hal keuangan lebih besar dari Tuhan, ini adalah kebenaran, dan orang orang yang benar dan cinta Tuhan akan mengalami janji Firman Tuhan ; ia akan naik dan tidak turun.

Renungan harian 1 Kor 16 “Be done with love / diselesaikan dengan kasih “

1 Korintus 16:13 Wacth, stand fast in the faith be brave, be strong, Let that all you do be done with love”

Kitab Korintus, ditulis dalam situasi gereja berada dalam tingkat kedalaman supernatural, fakta mengalirnya berbagai karunia Roh Kudus dalam jemaat, bahkan jemaat dihimbau untuk mengejar karunia bernubuat, menunjukan bukti  gereja korintus ada dalam tahap kedalaman supernatural, disisi lain fakta adanya teguran keras kepada jemaat yang jatuh dalam dosa, dan teguran pada jemaat yang masih kekanak kanakan tidak dewasa rohani, menunjukan ada jurang yang sangat dalam antara orang orang yang mengalami kedalaman supernatural dan orang orang orang dalam gereja yang tidak mengalami apa apa, karena karakter mereka yang buruk !

karena itu kitab korintus ini sangat aplikatif (the book of corinthians) , memberikan platform tatanan dalam gereja dan sangat powerfull, dengan kebenaran Firman Tuhan yang sangat dasar tapi sangat kuat sebagai landasannya!

Let all that you do  be done with Love !.

Tanpa kasih /cinta/Love, dengan cepat orang orang yang bahkan mengalir dalam pelayanan manifestasi Roh Kudus , akan kepahitan, apalagi segala karunia tersebut diberikan untuk melayani orang orang , bukan untuk fokus diri sendiri.

Saya tau betul kedalaman ayat ini, semua harus dilakukan dengan Cinta kepada Tuhan  yang menghasilkan  cinta kepada sesama, let al that you do be done with love !, mengapa demikian ? hingga hari ini  hamba hamba Tuhan yang melayani dengan karunia manifestasi Roh kudus, diserang , difitnah, dikritik  dan di bully oleh ahli taurat, orang farisi dan pemuka agama ( ahli alkitab yang tidak percaya manifestasi Roh Kudus masih terjadi ), bahkan didalam jemaat  sering dihakimi oleh jemaat-Nya sendiri, padahal hamba Tuhan ini hanyalah manusia biasa yang punya kesalahan, yang punya perasaan, karena itu jikalau tidak dilakukan dengan cinta, maka akan timbul sakit hati dan kepahitan.

Para pembaca renungan yang terkasih , cinta kepada Tuhan adalah yang terbesar, melebihi segala sesuatu ,  karena itu apapun pelayanan kita, atau fungsi kita dalam masyarakat kita perlu mengerjakan, menjalankan dengan Cinta kepada Tuhan dan kepada sesama, karena Cinta tidak pernah gagal  ,Love is never fail.

 

Renungan alkitab, harian, sabtu”Tongues, Love & disicpleship, bahasa Roh, Cinta dan pemuridan “

Salam Sejahtera, para pembaca renungan terkasih ,

hari ini kita akan sama sama membaca jurnal alkitab dari 1 corinthians 13, tepatnya pasal pertama ,  ( 1 cor 13:1) ” Though I speak with tongues of men and of angels, but have not love,  i have become sounding brass or a clanging cymbal “

Love, cinta, adalah dasar dari semua yang ada didunia, Dengan  cinta Tuhan menciptakan manusia, dan manusia dicintai Allah , manusia pertama adam belajar mencintai dengan diberikannya perempuan bernama hawa, adam dan hawa saling mencintai, mereka mempunyai anak – anak dan cinta bertumbuh dalam keluarga, mereka saling mencintai, hingga timbul dosa ” pemberontakan dan iri hati ”

Rasul Paulus menjelaskan manifestasi Roh Kudus memang penting, tetapi dibanding memiliki cinta atau kasih dalam diri manusia, maka hal ini tidak ada artinya tanpa cinta, bahkan dikatakan jikalau manusia memiliki iman dan dapat memindahkan gunung sekalipun, tanpa  cinta tidak ada gunanya!

Cinta yang dimaksud adalah kepada Tuhan dan sesama, karena bukti mencintai Tuhan adalah mencintai sesama ! jikalau seseorang bertumbuh dalam cinta kepada Tuhan, maka ia akan bertumbuh mencintai sesama !

Jaman ini manusia menjadi semakin egois, dan tidak bertumbuh bahkan tidak memiliki cinta kepada Tuhan, dengan bukti mereka tidak mencintai sesama ! jaman ini adalah jaman ANTI SOSIAL ! jaman dimana orang berpusat dan berfokus pada diri sendiri bukan kepada Tuhan lagi .

Tidak heran jikalau didalam gereja kita menjumpai orang orang berbahasa Roh ( pray tongues)  tetapi mereka anti sosial, mereka mudah tersinggung, prejudice, pesimis, apatis, tidak cocok dengan banyak orang , dan menarik diri menjadi anti sosial , sunguh aneh kan mengalami baptisan Roh Kudus tapi anti sosial !!! mengapa ini terjadi ?

“Ketika seseorang mulai dibaptis dengan Roh Kudus dan salah satunya ia mulai berdoa bahasa roh, maka hal urgent berikutnya ia harus dimuridkan ( discipleship) karena manifestasi Roh Kudus bukan cara pembentukan karakter, Roh Kudus membentuk karakter manusia melalui orang lain, yang menajamkan karakter mengubah orang anti sosial ini menjadi orang yang bertumbuh dalam kasih kepada Tuhan dan sesama manusia.”

Saya sudah melayani pemuridan selama 18 tahun lamanya  dan saya sangat membutuhkan kuasa Roh Kudus, untuk memuridkan orang yang : prejudice, menghakimi,negatif, pesimis, apatis, mudah tersingung, dan tidak bisa dikoreksi , sungguh tanpa Roh Kudus saya tidak sanggup dan tidak akan bisa !Tanpa Cinta Tuhan dalam hidup saya , saya tidak mau dan tidak bisa melakukannya.

Puji Tuhan  beberapa orang dalam pemuridan yang saya jalani , mereka sembuh dari penyakit anti sosial parah dan mereka bertumbuh pada kasih pada Tuhan dan menghasilkan karakter mereka bertumbuh pada kasih pada sesama manusia !

Baik saya dan murid-murid anti sosial tersebut sama sama membutuhkan Roh Kudus, dan dalam perjalanan pemuridan, saya dan mereka bertumbuh dalam kasih : lemah  lembut, sabar, murah hati , terutama  ” love suffer  long” karena membutuhkan mukjizat bagi saya juga untuk tidak kepahitan dicurigai, dihakimi , dan menerima reaksi menyakitkan ketika saya memberikan koreksi orang yang mudah tersinggung .

Mukjizat terbesar adalah menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat, dan cinta Tuhan membuat ini terjadi .

Mukjizat terbesar kedua adalah perubahan karakter manusia menjadi anak anak Allah, dan Cinta Tuhan dalam proses pemuridan ( discipleship)  membuat hal ini terjadi

Mukjizat besar ketiga adalah: Kesembuhan, tanda ajaib dan pelbagai mukjizat fisik lainnya  hal ini terjadi karena pengorbanan Cinta oleh Yesus yang menumpahkan darah-NYa untuk menebus semua sakit penyakit, kelemahan, kutuk dan kemustahilan.

1 Corinthians 13:8 LOVE NEVER FAILS