Renungan harian alkitab, senin, 1 Esther; “character of a wife, karakter seorang istri”

Esther 1:16-18 (NKJV)  And Memucan answered before the king and the princes: “Queen Vashti has not only wronged the king, but also all the princes, and all the people who are in all the provinces of King Ahasuerus.

For the queen’s behavior will become known to all women, so that they will despise their husbands in their eyes, when they report, ‘King Ahasuerus commanded Queen Vashti to be brought in before him, but she did not come.’

This very day the noble ladies of Persia and Media will say to all the king’s officials that they have heard of the behavior of the queen. Thus there will be excessive contempt and wrath.

Tingkah laku ratu Vasthi memberontak bahkan menentang suami didepan umum adalah bukti ia mempunyai cacad karakter yg parah, sikap pemberontakan pada otoritas suami menyala nyala dalam hatinya.

Diperparah lagi oleh keadaan yakni suami dari ratu adalah raja ! Dan pemberontakan dilakukan di depan umum, diketahui oleh seluruh rakyat dan para penguasa sekitar.

Jika didiamkan akan tersiar kabar, dan merusak budaya istri yg menghormati suami, dan  membawa virus pemberontakan kaum wanita menjadi budaya baru.

Para pembaca terkasih menghormati suami adalah nilai dalam kerajaan Tuhan, dan Tuhan mencari kaum wanita yang mempunyai karakter ini!. Ketika Tuhan menemukannya maka wanita ini akan di angkat tinggi-tinggi  dan dipakai luar biasa memperbesar kerajaan Tuhan.

Advertisements

Renungan harian alkitab, senin, numbers 30 ” authority of husband, otoritas suami”.

​Numbers 30:12 (NKJV)  But if her husband truly made them void on the day he heard them, then whatever proceeded from her lips concerning her vows or concerning the agreement binding her, it shall not stand; her husband has made them void, and the Lord will release her.

Dalam perjanjian baru,  Tuhan Yesus sudah menyempurnakan hal sumpah   dikatakan dengan jelas jangan bersumpah, cukup katakan ya atau tidak, integritas perkataan adalah ya atau tidak, tidak perlu sumpah.

Jika ada sumpah berarti ada kata kata atau janji manusia yang kualitas integritasnya rendah, karena sumpah adalah penguatan kata kata dengan jaminan integritas , yang artinya ada kata kata atau janji yang levelnya rendah integritas.

Para pembaca kitab Numbers pasal 30 , ayat 12 mengajarkan kepada kita bahwa dalam rumah tangga , ada kuasa otoritas dari seorang suami  yang bahkan bisa membatalkan janji atau sumpah dari seorang istri, jadi meskipun seorang istri punya kebebasan berkata dan berjanji, dan ada kehendak bebas , tetap semua hal ini ada di bawah pertanggung jawaban dari suami sebagai imam.

Karena itu seorang imam, suami diberikan otoritas membuat keputusan final atas keluarganya  dan apa yang dikatakan atau dijanjikan anggota keluarganya, karena ia bertanggung jawab atas semua yang terjadi dalam rumah tangga, hal ini adalah esensi dari kitab number 30 , yang tentunya prinsipinya masih berlaku dan tetap relevant dengan jaman ini.