Renungan harian Alkitab, Psalm 1, kamis, ” different path, jalan yang berbeda”

Psalms 1:1-2 (NKJV) Blessed is the man Who walks not in the counsel of the ungodly, Nor stands in the path of sinners, Nor sits in the seat of the scornful;
But his delight is in the law of the Lord, And in His law he meditates day and night.

Mazmur 1:1-2 (TB) Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

Psalm pasal pertama dengan jelas memberikan pewahyuan kepada kita, bahwa ada jalan yang berbeda dan cara cara yang berbeda antara jalan orang fasik dan jalan orang beriman.

Di akhir jaman ini, jika orang orang kristen tidak mengerti pewahyuan ini, maka mereka akan membawa jalan orang fasik masuk ke gereja Tuhan, dengan dalih pelayanan kontekstual!

Orang orang Kristen berguru kepada motivator dunia yang mengajarkan berhutang, positif thingking yang berpusat pada kekuatan sendiri, kuasa perkataan yang bersumber pada keyakinan diri.

Bahkan para pebussines kristen belajar dari dunia untuk tidak jujur dalam usaha, keuangan, perpajakan, hingga memobilisasi umat untuk cepat kaya dengan multi level marketing skema ponzi, semua cara cara dunia ini dibawa masuk ke gereja Tuhan. Lebih memprihatinkan lagi para pengajar dunia itu diminta naik ke atas mimbar gereja menjadi role model! Dan mengajar digereja!

Para pembaca terkasih, sumber kuasa keberhasilan orang beriman adalah rhema firmam Tuhan, ketika seseorang merenungkan firman Tuhan siang dan malam, rhema firman Tuhan akan turun ke atasnnya dan ia akan berjalan dalam kuasa Tuhan.

Ciri ciri orang beriman adalah ia tidak akan meminta nasehat dari orang oran duniawi, karena ia tau kebenaran berasal dari firman Tuhan saja.

Advertisements

Renungan harian alkitab, Job 34, selasa;”Job speak rubish, Ayub berkata sia-sia” 

Job 34:35-37 (NKJV)  ‘Job speaks without knowledge, His words are without wisdom.’

Oh, that Job were tried to the utmost, Because his answers are like those of wicked men!

For he adds rebellion to his sin; He claps his hands among us, And multiplies his words against God.”

JobAyub 34:35-37 (TB)  Ayub berbicara tanpa pengetahuan, dan perkataannya tidak mengandung pengertian. 

Ah, kiranya Ayub diuji terus-menerus, karena ia menjawab seperti orang-orang jahat! 

Job dalam pembelaan diri panjang lebar mengucapkan begitu banyak kata sia-sia, dia bahkan berbicara seperti orang fasik.

Job dengan menghakimi sesama dan Tuhan, menyombongkan kesalehan dan menolak nasehat bahkan mengatai Tuhan dan menuduh Tuhan jahat, ia hanya menambah dosanya bertambah panjang.

Ayub 34:37 (TB) Karena ia menambahkan dosanya dengan pelanggaran, ia mengepalkan tangan di antara kami dan banyak bicara terhadap Allah.” 

Para pembaca di akhir jaman ini, banyak orang Kristen yang seperti Job: menyalahkan Tuhan dan menuduh Tuhan jahat. Jika ia mempunyai keinginan dan Tuhan tidak mengabulkan maka ia menghakimi Tuhan jahat, lalu tidak mau berdoa dan keluar dari gereja! 

Sungguh agamawi, dengan berbuat saleh menuruti aturan agama lalu merasa punya hak mengatur dan memaksa Tuhan memberikan keinginannya, jika Tuhan tidak menuruti maka mereka menghukum Tuhan menghakimi Tuhan jahat dan memberikan sanksi buat Tuhan; dengan tidak datang ke gereja dan tidak lagi berdoa.

Untuk orang-orang seperti ini tinggal tunggu saja, dengan segera ia akan dimurnikan , dipertobatkan oleh Tuhan ;Tuhan akan mengangkat perilndungannya sesaat, dan iblis akan segera datang melalui aniaya kesusahan hidup menghabisinya, dan jika bertobat Tuhan akan dengan segera menolong.

Renungan harian alkitab, Job 31, Sabtu : ” Job defense himself, Ayub membela dirinya.”

Job 31:2-4 (NKJV)  For what is the allotment of God from above, And the inheritance of the Almighty from on high?

Is it not destruction for the wicked, And disaster for the workers of iniquity?

Does He not see my ways, And count all my steps?

Job terus menerus membela dirinya, merasa benar dan saleh, bahkan ia menyalahkan Tuhan, dan ia terus menerus mengulangnya dalam tulisannya.

Para pembaca sungguh menjengkelkan sikap Job ini, bahkan dalam tulisan pembelaan dirinya ia menyombongkan jasa- jasa kebaikannya dan kesalehannya, sungguh semakin terbongkar siapa Job sebenarnya; seseorang yang saleh dengan kekuatan sendiri dan banyak amal karena perintah agama.

Tetapi Job tidak sungguh mengenal pribadi Tuhan dan menuduh Tuhan hal hal yang buruk. Job tampil sempurna di mata masyarakat tapi tidak mengenal Tuhan.

Renungan harian Alkitab, Job 20, selasa : ” what happend with the wicked man?, apa yang terjadi dengan orang fasik.”

Job 20:29 (NKJV) This is the portion from God for a wicked man, The heritage appointed to him by God.”

Bab ke 20 kitab Job membahas tentang hal apa yang terjadi dengan orang fasik, karena kita Job tergolong kitab yang ditulis dengan gaya penulisan seni sastra, maka penguraiannya diperpanjang, di perlebar dengan penekanan penekanan keadaan, tetapi esensinya adalah apa yang akan terjadi dengan orang fasik.

Seringkali orang orang percaya bertanya, mengapa orang orang yang fasik terlihat sukses dalam kehidupan dan berbahagia? Ada yang aneh, karena mereka tidak hidup dalam terang.

Memang pada suatu kurun waktunya , mereka masih nampak sukses dan berbahagia, tetapi ketika waktu menuai tiba, mereka akan menuai dari kejahatan mereka.

Inilah yang akan terjadi, tertulis dalam Job 20,

Ayub 20:20-28 (TB) ;

1.Sesungguhnya, ia tidak mengenal ketenangan dalam batinnya, dan

2.ia tidak akan terluput dengan membawa harta bendanya.

3.Suatu pun tidak luput dari pada lahapnya, itulah sebabnya kemujurannya tidak kekal.

4.Dalam kemewahannya yang berlimpah-limpah ia penuh kuatir; ia ditimpa kesusahan dengan sangat dahsyatnya.

5.Untuk mengisi perutnya, Allah melepaskan ke atasnya murka-Nya yang menyala-nyala, dan menghujankan itu kepadanya sebagai makanannya.

6.Ia dapat meluputkan diri terhadap senjata besi, namun panah tembaga menembus dia.
Anak panah itu tercabut dan keluar dari punggungnya, mata panah yang berkilat itu keluar dari empedunya: ia menjadi ngeri.

7.Kegelapan semata-mata tersedia bagi dia, api yang tidak ditiup memakan dia dan menghabiskan apa yang tersisa dalam kemahnya.
Langit menyingkapkan kesalahannya, dan bumi bangkit melawan dia.

8.Hasil usahanya yang ada di rumahnya diangkut, semuanya habis pada hari murka-Nya.

Para pembaca terkasih, pada ahkirnya orang fasik akan menuai semua perbuatannya, ketika waktunya tiba mereka akan menuai semua perbuatannya, karena itu janganlah iri hati pada orang fasik. Kengerian, menanti mereka. Tetap hidup dalam terang Tuhan dan bercahaya jangan sibuk memikirkan orang fasik.

Renungan harian Alkitab, Job 18, Minggu; Job Not Listening, Ayub tidak mendengarkan”

Job 18:1-3 (NKJV) Then Bildad the Shuhite answered and said:
“How long till you put an end to words? Gain understanding, and afterward we will speak.
Why are we counted as beasts, And regarded as stupid in your sight?

Setelah pedebatan panjang lebar antara Job dan sahabat sahabtnya, ternyata Job sama sekali tidak mendengarkan , dia menolak input dan nasehat, sungguh membuang waktu, dan melelahkan.

Para pembaca terkasih, hal yang tidak menyenangkan dan membuang waktu dan energi, adalah berusaha keras untuk memberikan nasihat atau berkomunikasi dengan orang yang tidak mau mendengarkan, dengan sengaja tidak mau mendengar.

Jika kita mengasihi seseorang yang tidak mau mendengar , maka tindakan terbaik dan efektif adalah menerima dia apa adanya, berhenti memberikan nasehat atau bahkan berhenti berbicara agar tidak terjadi debat kusir, dan biarkan orang itu sendirian , doakanlah dia selalu dan jangan ganggu dia , sampai ada tanda tanda orang ini siap berkomunikasi.

Renungan harian alkitab, Jumat, Job 16; “angry  Job, Ayub marah”

Job 16:1-3 (NKJV)  Then Job answered and said:”I have heard many such things; Miserable comforters are you all!Shall words of wind have an end? Or what provokes you that you answer?

Pada pasal ke enam belas ini, kita dapat memahami dinamika perasaan Job, ia frustasi, dan kehadiran sahabat sahabatnya pun malah membuat ia semakin frustasi.

Job mengekpresikan kemarahannya pada sahabatnya dan kepada Tuhan. 

Para pembaca terkasih, marah adalah manusiawi, dan boleh saja, baik Tuhan dan manusia masih mempunyai batas toleransi pada ekspresi marah. 

Yang penting diperhatikan adalah 

1.sebelum matahari terbenam selesaikanlah amarah dan jangan biarkan berlanjut menjadi kepahitan, jangan biarkan iblis mencuri kesempatan dan mengambil keuntungan.

2.ketika rasa marah di ekspresikan janganlah berbuat dosa.

Renungan alkitab harian, Job 15,kamis;”no bigmouth – jangan bermulut besar”

Job 15:2-3 (NKJV)  “Should a wise man answer with empty knowledge, And fill himself with the east wind?

Should he reason with unprofitable talk, Or by speeches with which he can do no good?

Eliphaz sahabat dari Joab, mengingatkan Job untuk tidak bermulut besar, dan menggurui orang lain, karena kata kata yang meluncur dari mulut Job penuh kata sia-sia.

Para pembaca terkasih, orang bijaksana dan berhikmat tidak akan mengobral kata kata kosong, semakin bijak semakin penuh makna dan semakin tidak mengoceh sembarangan.

Renungan harian alkitab, Job 14, rabu; “Job back to common sense, Ayub kembali pada akal sehat “

Job 14:10-14 (NKJV)  But man dies and is laid away; Indeed he breathes his last And where is he?As water disappears from the sea, And a river becomes parched and dries up,so man lies down and does not rise. Till the heavens are no more, They will not awake Nor be roused from their sleep.Oh, that You would hide me in the grave, That You would conceal me until Your wrath is past, That You would appoint me a set time, and remember me!

If a man dies, shall he live again? All the days of my hard service I will wait, Till my change comes.

Job akhirnya kembali kepada akal sehatnya, ia menyadari kalau ia mati maka petaka berikutnya menanti, kematian justru bukan pilihan terbaik.

Sebelumnya Job mengoceh ingin mati saja, dan menginginkan cepat mati, setelah mulut besarnya berhenti membual, otaknya mulai bepikir sehat.

Job pun memohon agar Tuhan menolong, ia memberikan kehendak bebasnya untuk ditolong Tuhan dari kematian.

Para pembaca terkasih orang orang yang terlalu banyak bicara biasanya telat berpikir, karena itu baik bagi kita untuk berpikir sejenak dan memastikan apa yang kita ucapkan dapat dipertanggungjawabkan dan bukan asal bicara.

Renungan harian alkitab, Job 12 , senin ;” Job still honour God, Ayub masih menghormati Tuhan”

Job 12:13-14 (NKJV)  “With Him are wisdom and strength, He has counsel and understanding. If He breaks a thing down, it cannot be rebuilt; If He imprisons a man, there can be no release.

Dalam perdebatan Job dan sahabatnya Job masih mengakui kebesaran dan menghormati Tuhan. Dalam penderitaan dan depresi yang tengah ia alami , Ia masih memegang prinsip tentang ketuhanan, bahwa  ditangan Tuhan adalah hikmat dan kuasa.

Ini adalah sisi positif dan kebaikan dalam diri Job, ia masih menghormati Tuhan dan mempercayai Tuhan maha kuasa.

Para pembaca terkasih ingatlah selalu prinsip tentang ketuhanan: Dia maha kuasa, hikmat , pengertian dan kesempurnaan  nasehat  datang hanya dari Tuhan.

Renungan harian alkitab , Job 5 senin; ” Testimony Elifas to Job, kesaksian Elifas kepada Ayub”

Job 5:27 (NKJV) Behold, this we have searched out; It is true. Hear it, and know for yourself.”

Ketika Job sedang terpuruk, Tuhan memberikan penghiburan dengan mengirim sahabat -sahabat Job untuk menghibur dan menguatkannya.

Elifas membagikan kesaksiannya, bahwa Tuhan adalah adil, baik, mulia dan maha kuasa, Tuhanlah sumber pertolongan, dan setiap orang yang ada dalam kesesakan jika berseru kepada Tuhan , maka Tuhan akan menjawab dan menolong.

Elifas juga menguatkan hati Job, dengan kesaksian ketika ia mengalami pergumulah hebat ia mencari Tuhan dan mendapatkan pertolongan Tuhan ;Job 5:8-10 (NKJV) “But as for me, I would seek God, And to God I would commit my cause-–Who does great things, and unsearchable, Marvelous things without number.
He gives rain on the earth, And sends waters on the fields.

Kesaksian adalah sumber kekuatan yang menguatkan iman kita, jauh lebih baik dari sekedar nasehat dan air mata, Elifas tidak sibuk menangis atau ikut kecewa dengan Tuhan , tapi ia membagikan kesaksian tentang Tuhan yang ia kenal dan menguatkan hati Job.

Pembaca terkasih kesaksian akan Tuhan dari pengalaman pribadi kita, apa yang kita alami tentang Tuhan adalah penuh Kuasa, karena. itu kesaksian mengalahkan perbuatan kerajaan kegelapan,kesaksian membawa kabar kenyataan terang dalam hidup manusia.

karena itu janganlah lupa bersaksi akan pengalaman kuasa Tuhan , mukjizatnya yang kita alami , kita semua dipanggil menjadi saksi Kristus dan membawa kuasa Tuhan melalui kesaksian kita.