Renungan harian alkitab, Job 34, selasa;”Job speak rubish, Ayub berkata sia-sia” 

Job 34:35-37 (NKJV)  ‘Job speaks without knowledge, His words are without wisdom.’

Oh, that Job were tried to the utmost, Because his answers are like those of wicked men!

For he adds rebellion to his sin; He claps his hands among us, And multiplies his words against God.”

JobAyub 34:35-37 (TB)  Ayub berbicara tanpa pengetahuan, dan perkataannya tidak mengandung pengertian. 

Ah, kiranya Ayub diuji terus-menerus, karena ia menjawab seperti orang-orang jahat! 

Job dalam pembelaan diri panjang lebar mengucapkan begitu banyak kata sia-sia, dia bahkan berbicara seperti orang fasik.

Job dengan menghakimi sesama dan Tuhan, menyombongkan kesalehan dan menolak nasehat bahkan mengatai Tuhan dan menuduh Tuhan jahat, ia hanya menambah dosanya bertambah panjang.

Ayub 34:37 (TB) Karena ia menambahkan dosanya dengan pelanggaran, ia mengepalkan tangan di antara kami dan banyak bicara terhadap Allah.” 

Para pembaca di akhir jaman ini, banyak orang Kristen yang seperti Job: menyalahkan Tuhan dan menuduh Tuhan jahat. Jika ia mempunyai keinginan dan Tuhan tidak mengabulkan maka ia menghakimi Tuhan jahat, lalu tidak mau berdoa dan keluar dari gereja! 

Sungguh agamawi, dengan berbuat saleh menuruti aturan agama lalu merasa punya hak mengatur dan memaksa Tuhan memberikan keinginannya, jika Tuhan tidak menuruti maka mereka menghukum Tuhan menghakimi Tuhan jahat dan memberikan sanksi buat Tuhan; dengan tidak datang ke gereja dan tidak lagi berdoa.

Untuk orang-orang seperti ini tinggal tunggu saja, dengan segera ia akan dimurnikan , dipertobatkan oleh Tuhan ;Tuhan akan mengangkat perilndungannya sesaat, dan iblis akan segera datang melalui aniaya kesusahan hidup menghabisinya, dan jika bertobat Tuhan akan dengan segera menolong.

Advertisements

Renungan harian alkitab, Job 31, Sabtu : ” Job defense himself, Ayub membela dirinya.”

Job 31:2-4 (NKJV)  For what is the allotment of God from above, And the inheritance of the Almighty from on high?

Is it not destruction for the wicked, And disaster for the workers of iniquity?

Does He not see my ways, And count all my steps?

Job terus menerus membela dirinya, merasa benar dan saleh, bahkan ia menyalahkan Tuhan, dan ia terus menerus mengulangnya dalam tulisannya.

Para pembaca sungguh menjengkelkan sikap Job ini, bahkan dalam tulisan pembelaan dirinya ia menyombongkan jasa- jasa kebaikannya dan kesalehannya, sungguh semakin terbongkar siapa Job sebenarnya; seseorang yang saleh dengan kekuatan sendiri dan banyak amal karena perintah agama.

Tetapi Job tidak sungguh mengenal pribadi Tuhan dan menuduh Tuhan hal hal yang buruk. Job tampil sempurna di mata masyarakat tapi tidak mengenal Tuhan.

Renungan harian alkitab Job 26, senin; “Job admit God is Almighty, Ayub mengakui Tuhan maha kuasa”

Job 26:9-13 (NKJV)  He covers the face of His throne, And spreads His cloud over it.

He drew a circular horizon on the face of the waters, At the boundary of light and darkness.

The pillars of heaven tremble, And are astonished at His rebuke.

He stirs up the sea with His power, And by His understanding He breaks up the storm.

By His Spirit He adorned the heavens; His hand pierced the fleeing serpent.

Job pada pasal 26 ini mengakui bahwa Tuhan maha kuasa, dan kebesaran Tuhan tidak tertandingi.

Para pembaca menyadari kebesaran dan kemaha kuasaan Tuhan adalah awal yang baik untuk suatu pemulihan, dibutuhkan pewahyuan berikutnya yakni Tuhan adalah maha kuasa dan maha penyayang penuh belas kasihan.

Renungan harian Alkitab, Job 20, selasa : ” what happend with the wicked man?, apa yang terjadi dengan orang fasik.”

Job 20:29 (NKJV) This is the portion from God for a wicked man, The heritage appointed to him by God.”

Bab ke 20 kitab Job membahas tentang hal apa yang terjadi dengan orang fasik, karena kita Job tergolong kitab yang ditulis dengan gaya penulisan seni sastra, maka penguraiannya diperpanjang, di perlebar dengan penekanan penekanan keadaan, tetapi esensinya adalah apa yang akan terjadi dengan orang fasik.

Seringkali orang orang percaya bertanya, mengapa orang orang yang fasik terlihat sukses dalam kehidupan dan berbahagia? Ada yang aneh, karena mereka tidak hidup dalam terang.

Memang pada suatu kurun waktunya , mereka masih nampak sukses dan berbahagia, tetapi ketika waktu menuai tiba, mereka akan menuai dari kejahatan mereka.

Inilah yang akan terjadi, tertulis dalam Job 20,

Ayub 20:20-28 (TB) ;

1.Sesungguhnya, ia tidak mengenal ketenangan dalam batinnya, dan

2.ia tidak akan terluput dengan membawa harta bendanya.

3.Suatu pun tidak luput dari pada lahapnya, itulah sebabnya kemujurannya tidak kekal.

4.Dalam kemewahannya yang berlimpah-limpah ia penuh kuatir; ia ditimpa kesusahan dengan sangat dahsyatnya.

5.Untuk mengisi perutnya, Allah melepaskan ke atasnya murka-Nya yang menyala-nyala, dan menghujankan itu kepadanya sebagai makanannya.

6.Ia dapat meluputkan diri terhadap senjata besi, namun panah tembaga menembus dia.
Anak panah itu tercabut dan keluar dari punggungnya, mata panah yang berkilat itu keluar dari empedunya: ia menjadi ngeri.

7.Kegelapan semata-mata tersedia bagi dia, api yang tidak ditiup memakan dia dan menghabiskan apa yang tersisa dalam kemahnya.
Langit menyingkapkan kesalahannya, dan bumi bangkit melawan dia.

8.Hasil usahanya yang ada di rumahnya diangkut, semuanya habis pada hari murka-Nya.

Para pembaca terkasih, pada ahkirnya orang fasik akan menuai semua perbuatannya, ketika waktunya tiba mereka akan menuai semua perbuatannya, karena itu janganlah iri hati pada orang fasik. Kengerian, menanti mereka. Tetap hidup dalam terang Tuhan dan bercahaya jangan sibuk memikirkan orang fasik.

Renungan harian Alkitab, Job 18, Minggu; Job Not Listening, Ayub tidak mendengarkan”

Job 18:1-3 (NKJV) Then Bildad the Shuhite answered and said:
“How long till you put an end to words? Gain understanding, and afterward we will speak.
Why are we counted as beasts, And regarded as stupid in your sight?

Setelah pedebatan panjang lebar antara Job dan sahabat sahabtnya, ternyata Job sama sekali tidak mendengarkan , dia menolak input dan nasehat, sungguh membuang waktu, dan melelahkan.

Para pembaca terkasih, hal yang tidak menyenangkan dan membuang waktu dan energi, adalah berusaha keras untuk memberikan nasihat atau berkomunikasi dengan orang yang tidak mau mendengarkan, dengan sengaja tidak mau mendengar.

Jika kita mengasihi seseorang yang tidak mau mendengar , maka tindakan terbaik dan efektif adalah menerima dia apa adanya, berhenti memberikan nasehat atau bahkan berhenti berbicara agar tidak terjadi debat kusir, dan biarkan orang itu sendirian , doakanlah dia selalu dan jangan ganggu dia , sampai ada tanda tanda orang ini siap berkomunikasi.

Renungan harian alkitab, Job 14, rabu; “Job back to common sense, Ayub kembali pada akal sehat “

Job 14:10-14 (NKJV)  But man dies and is laid away; Indeed he breathes his last And where is he?As water disappears from the sea, And a river becomes parched and dries up,so man lies down and does not rise. Till the heavens are no more, They will not awake Nor be roused from their sleep.Oh, that You would hide me in the grave, That You would conceal me until Your wrath is past, That You would appoint me a set time, and remember me!

If a man dies, shall he live again? All the days of my hard service I will wait, Till my change comes.

Job akhirnya kembali kepada akal sehatnya, ia menyadari kalau ia mati maka petaka berikutnya menanti, kematian justru bukan pilihan terbaik.

Sebelumnya Job mengoceh ingin mati saja, dan menginginkan cepat mati, setelah mulut besarnya berhenti membual, otaknya mulai bepikir sehat.

Job pun memohon agar Tuhan menolong, ia memberikan kehendak bebasnya untuk ditolong Tuhan dari kematian.

Para pembaca terkasih orang orang yang terlalu banyak bicara biasanya telat berpikir, karena itu baik bagi kita untuk berpikir sejenak dan memastikan apa yang kita ucapkan dapat dipertanggungjawabkan dan bukan asal bicara.

Renungan harian alkitab, Job 12 , senin ;” Job still honour God, Ayub masih menghormati Tuhan”

Job 12:13-14 (NKJV)  “With Him are wisdom and strength, He has counsel and understanding. If He breaks a thing down, it cannot be rebuilt; If He imprisons a man, there can be no release.

Dalam perdebatan Job dan sahabatnya Job masih mengakui kebesaran dan menghormati Tuhan. Dalam penderitaan dan depresi yang tengah ia alami , Ia masih memegang prinsip tentang ketuhanan, bahwa  ditangan Tuhan adalah hikmat dan kuasa.

Ini adalah sisi positif dan kebaikan dalam diri Job, ia masih menghormati Tuhan dan mempercayai Tuhan maha kuasa.

Para pembaca terkasih ingatlah selalu prinsip tentang ketuhanan: Dia maha kuasa, hikmat , pengertian dan kesempurnaan  nasehat  datang hanya dari Tuhan.

Renungan harian alkitab, Job 9, jumat:” acusation to God, penuduhan terhadap Tuhan.”

Job 9:14-15 (NKJV)  “How then can I answer Him, And choose my words to reason with Him?

For though I were righteous, I could not answer Him; I would beg mercy of my Judge.

Kata kata Job tidak sesuai dengan hati dan tindakan , ia mengatakan tidak akan berdalih atau berbantah dengan Tuhan, tapi justru ia berpanjang lebar membantah dan menyindir Tuhan.

Para pembaca terkasih, kata kaja Job tidak sesuai dengan perbuatannya, ia mengatakan tidak sanggup berdalih kepada Tuhan, tapi ia malah menuduh dan membantah merasa tidak bersalah.

Lebih baik berdiam diri dan berdoa, melakukan instropeksi diri daripada mengoceh menyindir Tuhan, sekali lagi berdoalah ketika gejala depresi muncul, dan kuatkan hatimu dengan firman Tuhan.

Renungan alkitab harian, Job 7, ” book of Job Is written in a style as an  art literature, kitab Ayub ditulis dengan  gaya penulisan kitab sastra’

Job 7:21 (NKJV)  Why then do You not pardon my transgression, And take away my iniquity? For now I will lie down in the dust, And You will seek me diligently, But I will no longer be.”

Ingatlah satu hal yang sangat penting ketika membaca kitab job, kitab ini ditulis dengan gaya bahasa sastra.

Untuk mengutarakan satu keadaan digunakan gaya penulisan panjang lebar, dengan penekanan ekspresi dan kiasan ungkapan keadaan. 

Kitab job pasal 7 intinya adalah Job sedang depresi dan menyalahkan Tuhan..

Para pembaca terkasih pada titik ini seharusnya Job melakukan solitude menyendiri dengan Tuhan, dan berdoa! Job malah terjerumus perdebatan  panjang lebar , perdebatan Job dengan sahabatnya terus terjadi.

Jika anda sudah merasakan gejala depresi segeralah menyendiri dengan Tuhan dan berdoalah , jangan terjebak mengasihani diri dan menyalahkan Tuhan.

Sekali lagi perlu di ingat gaya penulisan kitab ini dengan seni sastra , pahami situasi kondisi dan inti dari pasal ini secara keseluruhan satu buku utuh tentang kisah Job.

Renungan harian alkitab, Job 1, kamis; ” what’s wrong with Job? Apa yang salah dengan Job”

Job 1:1-5 (NKJV) There was a man in the land of Uz, whose name was Job; and that man was blameless and upright, and one who feared God and shunned evil. And seven sons and three daughters were born to him. Also, his possessions were seven thousand sheep, three thousand camels, five hundred yoke of oxen, five hundred female donkeys, and a very large household, so that this man was the greatest of all the people of the East. And his sons would go and feast in their houses, each on his appointed day, and would send and invite their three sisters to eat and drink with them. So it was, when the days of feasting had run their course, that Job would send and sanctify them, and he would rise early in the morning and offer burnt offerings according to the number of them all. For Job said, “It may be that my sons have sinned and cursed God in their hearts.” Thus Job did regularly.

Job adalah seseorang yang saleh dan melakukan semua ketetapan dalam ajaran agama, ia hidup benar dan takut akan Tuhan, sepintas tidak ada yang perlu dipulihkan dari Job, lalu mengapa Job dimurnikan sebegitu hebatnya?

Para pembaca terkasih Job adalah gambaran orang saleh beragama dan takut akan Tuhan, tetapi tidak mengenal Tuhan dengan intim, hanya mengenal Tuhan dari kata orang, dari pengetahuan ajaran agama saja, dan kondisi ini perlu dipulihkan.

Karena Job tidak mengenal Tuhan secara nyata, maka anak anal Job tidak mengenal Tuhan yang hidup, mereka setiap hari mabuk dan berpesta pora!

Orang tua yang saleh tapi agamawi, mengenal Tuhan sebatas pengetahuan, tidak membawa pengalaman akan Tuhan yang hidup pada anak anak mereka, sehingga anak anak mereka tidak mengenak Tuhan.

Orang saleh dihadapan Tuhan juga diberkati dan dilindungi Tuhan tapi Tuhan ingin mengubahkan karakter saleh Job menjadi orang yang beriman karena mengenal Tuhn secara pribadi.