Renungan harian alkitab, Job 35, rabu:”Job big mouth, Ayub bermulut besar”

Job 35:16 (NKJV)  Therefore Job opens his mouth in vain; He multiplies words without knowledge.”

Ayub 35:16 (TB) maka Ayub berbesar mulut dengan sia-sia, banyak bicara tanpa pengertian.” 

Setelah menyimak, mendengar panjang lebar, membaca 34 pasal kitab Job, kita dapat menggambarkan seperti apa karakter Job

1.agamawi tapi saleh dengan ritual dan kekuatan sendiri.

2.merasa sudah intim dan kenal dengan Tuhan padahal tidak.

3.talkaktive, suka menggurui.

4.bermulut besar, kata kata kosong tanpa hikmat.

5.suka membandingkan dan iri hati dengan orang lain.

6.mengejar kesempurnaan, prefectsionist

7.prejudice dan menghakimi Tuhan dan sesama.

8. Puitis, berjiwa seni, details , panjang lebar.

Para pembaca jelas sudah mengapa Job yang besar mulut ini mengalami banyak masalah;Tuhan mau membentuk dan memurnikan Job , Tuhan mau menolong Job. Tapi sebelumnya Job harus tau bahwa selama ini dia parah , sangat tidak baik baik saja. 

Job memang kaya raya, tapi ukuran manusia baik baik saja bukan harta, itu hanya penambahan, karakter anak anak Allah adalah ukurannya.

Advertisements

Renungan harian alkitab, Job 34, selasa;”Job speak rubish, Ayub berkata sia-sia” 

Job 34:35-37 (NKJV)  ‘Job speaks without knowledge, His words are without wisdom.’

Oh, that Job were tried to the utmost, Because his answers are like those of wicked men!

For he adds rebellion to his sin; He claps his hands among us, And multiplies his words against God.”

JobAyub 34:35-37 (TB)  Ayub berbicara tanpa pengetahuan, dan perkataannya tidak mengandung pengertian. 

Ah, kiranya Ayub diuji terus-menerus, karena ia menjawab seperti orang-orang jahat! 

Job dalam pembelaan diri panjang lebar mengucapkan begitu banyak kata sia-sia, dia bahkan berbicara seperti orang fasik.

Job dengan menghakimi sesama dan Tuhan, menyombongkan kesalehan dan menolak nasehat bahkan mengatai Tuhan dan menuduh Tuhan jahat, ia hanya menambah dosanya bertambah panjang.

Ayub 34:37 (TB) Karena ia menambahkan dosanya dengan pelanggaran, ia mengepalkan tangan di antara kami dan banyak bicara terhadap Allah.” 

Para pembaca di akhir jaman ini, banyak orang Kristen yang seperti Job: menyalahkan Tuhan dan menuduh Tuhan jahat. Jika ia mempunyai keinginan dan Tuhan tidak mengabulkan maka ia menghakimi Tuhan jahat, lalu tidak mau berdoa dan keluar dari gereja! 

Sungguh agamawi, dengan berbuat saleh menuruti aturan agama lalu merasa punya hak mengatur dan memaksa Tuhan memberikan keinginannya, jika Tuhan tidak menuruti maka mereka menghukum Tuhan menghakimi Tuhan jahat dan memberikan sanksi buat Tuhan; dengan tidak datang ke gereja dan tidak lagi berdoa.

Untuk orang-orang seperti ini tinggal tunggu saja, dengan segera ia akan dimurnikan , dipertobatkan oleh Tuhan ;Tuhan akan mengangkat perilndungannya sesaat, dan iblis akan segera datang melalui aniaya kesusahan hidup menghabisinya, dan jika bertobat Tuhan akan dengan segera menolong.

Renungan harian alkitab, Job 33, senin;”listen -dengarkanlah”

Job 33:32-33 (NKJV)  If you have anything to say, answer me; Speak, for I desire to justify you.

If not, listen to me; Hold your peace, and I will teach you wisdom.”

Hikmat dapat turun melalui seseorang yang dewasa rohani, dan yang perlu dilakukan mendapatkannya adalah rendah hati mendegarkannya.

Para pembaca yang terkasih,  Tuhan Yesus berulang kali menyampaikan kepada umat Israel untuk rendah hati mau mendengar kabar kerajaan Allah, tetapi kaum farisi dan pemuka agama tidak mau mendengarnya. Sama dengan Job juga, orang -orang agamawi merasa sudah tau banyak pengetahuan tentang hal hal rohani, sehingga mereka tidak mau mendengar kebenaran firman Tuhan.

Renungan harian alkitab, Job 32, minggu;” what wrongs with Job friends? Apa yang salah dari sahabat Ayub?

Job 32:1-3 (NKJV) So these three men ceased answering Job, because he was righteous in his own eyes.
Then the wrath of Elihu, the son of Barachel the Buzite, of the family of Ram, was aroused against Job; his wrath was aroused because he justified himself rather than God.
Also against his three friends his wrath was aroused, because they had found no answer, and yet had condemned Job.

Akhirnya ada titik terang, Elihu tampil berbicara menyampaikan Hikmat, memotong perdebatan panjang yang tidak mendatangkan kebaikan oleh Job dan ketiga sahabatnya. Elihu menyampaikan hikmat untuk mereka berhenti berdebat, dan memberikan kita review secara jernih;

1. Job sudah sibuk membela diri, merasa dia saleh dan menyalahkan Tuhan.

2. Ketiga Sahabat Job, tidak dapat menunjukan kesalahan Job dan malah terbawa emosi menghakimi Job, tanpa ada solusi.

3. Tidak ada hasil nyata apa sumber permasalahan sebenarnya dan apa solusinya.

Para pembaca terkasih seringkali ketika masalah datang ,orang -orang salah fokus, mereka sibuk mencari siapa yang dapat disalahkan ? Bukannya menemukan akar penyebabnya, dan akhirnya sibuk berdebat membela diri dan tidak menemukan solusi, seharusnya kita fokus pada akar penyebab, dan apa solusinya.

Renungan harian alkitab, Job 31, Sabtu : ” Job defense himself, Ayub membela dirinya.”

Job 31:2-4 (NKJV)  For what is the allotment of God from above, And the inheritance of the Almighty from on high?

Is it not destruction for the wicked, And disaster for the workers of iniquity?

Does He not see my ways, And count all my steps?

Job terus menerus membela dirinya, merasa benar dan saleh, bahkan ia menyalahkan Tuhan, dan ia terus menerus mengulangnya dalam tulisannya.

Para pembaca sungguh menjengkelkan sikap Job ini, bahkan dalam tulisan pembelaan dirinya ia menyombongkan jasa- jasa kebaikannya dan kesalehannya, sungguh semakin terbongkar siapa Job sebenarnya; seseorang yang saleh dengan kekuatan sendiri dan banyak amal karena perintah agama.

Tetapi Job tidak sungguh mengenal pribadi Tuhan dan menuduh Tuhan hal hal yang buruk. Job tampil sempurna di mata masyarakat tapi tidak mengenal Tuhan.

Renungan harian alkitab, job 30, Jumat ; ” Job prides , keangkuhan Job”

Job 30:1 (NKJV) “But now they mock at me, men younger than I, Whose fathers I disdained to put with the dogs of my flock.

Ayub 30:1 (TB) “Tetapi sekarang aku ditertawakan mereka, yang umurnya lebih muda dari padaku, yang ayah-ayahnya kupandang terlalu hina untuk ditempatkan bersama-sama dengan anjing penjaga kambing dombaku.

Dari mulut Job sendiri, ia menceritakan bagaimana ia memandang orang -orang tertentu hina , bahkan dikatakan Job memandang rendah mereka lebih rendah dari anjing penjaga dombanya.

Sungguh diluar dugaan, Job yang saleh ini ternyata sangat sombong, dalam kesalehannya ia merasa lebih tinggi dan lebih bergengsi dari orang lain.Semakin banyak Job berbicara semakin terbongkar hal hal yang harus dimurnikan dari Job.

Para pembaca terkasih memang Job menulis hal ini dengan pelebaran makna dan kata -kata puitis dengan gaya sastra, tapi apa yang dituliskannya sungguh mengejutkan, sungguh benar firman Tuhan , orang yang sombong akan direndahkan.

Berhati hatilah beragama , usaha -usaha manusia menjadi saleh dapat membuat kita sombong merasa lebih hebat dan lebih berkelas dari orang lain, perhatikan dengan seksama ” Tuhan melihat isi hati manusia yang terdalam”.

Renungan harian Alkitab, Job 29, kamis ” Job is a great teacher of knowledge in theory, Ayub adalah guru besar pengetahuan secara teori”

Job 29:21-25 (NKJV) men listened to me and waited, And kept silence for my counsel.
After my words they did not speak again, And my speech settled on them as dew.
They waited for me as for the rain, And they opened their mouth wide as for the spring rain.
If I mocked at them, they did not believe it, And the light of my countenance they did not cast down.
I chose the way for them, and sat as chief; So I dwelt as a king in the army, As one who comforts mourner..

Job mengungangkapkan pada pasal 29 ini bahwa ia adalah seorang guru besar pengetahuan akan Tuhan dan kehidupan, ia menggambarkan betapa kata kata Job sangat disegani dihargai masyarakat, bahkan ia mengungkapkan bahwa pengajarannya sangat dinantikan.

Para pembaca terkasih, Job adalah seorang yang sangat pandai dalam pengetahuan akan Tuhan dan menjadi pengajar kehidupan yang mempengaruhi banyak orang, tetapi sayang sekali Job hanya mengajarkan Teori saja, karena ia sendiri belum mengenal Tuhan dan mengalami Tuhan secara pribadi.

Memang pandai secara teori tentang Tuhan akan membuat kita menjadi sangat agmawi tapi miskin hubungan intim dan pengalaman akan Tuhan yang nyata.

Renungan harian alkitab, Job 28, rabu; ” experience the knowledge-mengalami pengetahuan”

Job 28:28 (NKJV)  And to man He said, ‘Behold, the fear of the Lord, that is wisdom, And to depart from evil is understanding.’ “

Job mengetahui banyak pengetahuan tentang Tuhan ,ia mengetahui teori tentang hikmat , bagaimana mendapatkannya.

Sayangya mengetahui teori pengetahuan tentang Tuhan itu sangat berbeda dengan mengalami Tuhan.

Para pembaca terkasih Job adalah orang yang punya banyak pengetahuan tentang Tuhan, tentang hikmat tapi tidak mengalaminya. 

Inilah bahaya orang yang punya banyak pengetahuan, mereka merasa mengetahui sebuah pengetahuan adalah mengalaminya, pengetahuan membuat manusia menjadi sombong, lebih baik tau sedikit dan mengalami semua dari yang sedikit ini, daripada tau banyak tapi sama sekali tidak mengalaminya!

Orang farisi di tegur keras oleh Tuhan Yesus karena mereka mengetahui banyak tentang kerajaan Allah adalah kuasa suprnatural tetapi sama sekali tidak mengalaminya, bahkan menghujat kuasa Tuhan yang nyata.

Renungan Alkitab harian , Job 27, selasa ” Job long excuse, dalih Ayub panjang lebar”

Job 27:1-4 (NKJV) Moreover Job continued his discourse, and said:
“As God lives, who has taken away my justice, And the Almighty, who has made my soul bitter,
As long as my breath is in me, And the breath of God in my nostrils,
My lips will not speak wickedness, Nor my tongue utter deceit.

Dengan membaca 27 pasal kitab Job, kita dapat memahami bahwa Job adalah seorang yang puitis, pemikir hebat , suka merenung, berpikir details panjang lebar dan suka membandingkan; sehingga ia iri hati dengan oqrang fasik, Job juga suka menggurui orang lain dan banyak bicara.

Dengan terus berdalih panjang lebar, dan menghakimi sahabatnya dan juga menghakimi Tuhan maka penderitaan Job tidak secepat kilat berahkir, menjadi terasa lama dan panjang sebelum pertolongan Tuhan datang.

Para pembaca terkasih respon hati kita ketika masalah datang sangat menentukan , apakah kita merasa hebat dan sempurna karena sudah merasa menjadi orang saleh beragama, atau kita merendahkan diri di hadapan Tuhan dan tidak berdalih?

Renungan harian alkitab Job 26, senin; “Job admit God is Almighty, Ayub mengakui Tuhan maha kuasa”

Job 26:9-13 (NKJV)  He covers the face of His throne, And spreads His cloud over it.

He drew a circular horizon on the face of the waters, At the boundary of light and darkness.

The pillars of heaven tremble, And are astonished at His rebuke.

He stirs up the sea with His power, And by His understanding He breaks up the storm.

By His Spirit He adorned the heavens; His hand pierced the fleeing serpent.

Job pada pasal 26 ini mengakui bahwa Tuhan maha kuasa, dan kebesaran Tuhan tidak tertandingi.

Para pembaca menyadari kebesaran dan kemaha kuasaan Tuhan adalah awal yang baik untuk suatu pemulihan, dibutuhkan pewahyuan berikutnya yakni Tuhan adalah maha kuasa dan maha penyayang penuh belas kasihan.