Renungan Harian Alkitab, 6 December, Jonah 1″discipline for a prophet, disiplin bagi seorang nabi”

Jonah 1:1-4 (NKJV) Now the word of the Lord came to Jonah the son of Amittai, saying,
“Arise, go to Nineveh, that great city, and cry out against it; for their wickedness has come up before Me.”
But Jonah arose to flee to Tarshish from the presence of the Lord. He went down to Joppa, and found a ship going to Tarshish; so he paid the fare, and went down into it, to go with them to Tarshish from the presence of the Lord.
But the Lord sent out a great wind on the sea, and there was a mighty tempest on the sea, so that the ship was about to be broken up.

Yunus 1:1-4 (TB) Datanglah firman TUHAN kepada Yunus bin Amitai, demikian:
“Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku.”
Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN.
Tetapi TUHAN menurunkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur.

Banyak sekali pemahaman keliru akan peristiwa ini; pembaca mengira jika seseorang lari daripada perintah Tuhan ia akan celaka, terkena bencana hingga di makan ikan besar!

Padahal kisah nabi Jonah (yunus) pasal 1 adalah kisah Tuhan mendidik seorang nabi, dan dalam kisah ini pun justru Tuhan mengirim ikan agar Yunus selamat tidak tenggelam di tengah lautan.

Para pembaca terkasih, jika anda bukan seseorang yang Tuhan pilih melayani karunia kenabian, maka didikan dan pendisiplinan dari Tuhan tidak akan seberat didikan nabi Yunus, jadi memahami alkitab harus sesuai konteks dan tujuannya.

Mengapa Tuhan mendidik dan mendisiplin Nabi Yunus sedemikian hebat ? Pertama karena dia nabi , kedua pesan nubuatan yang harus disampaikan Yunus menyangkut nyawa jutaan orang, tepatnya satu bangsa Niniwe.

Dan benar adanya, pesan nubuatan Yunus memang mempertobatkan bangsa Niniwe dan menyelamatkan jutaan orang, Yunus pada ahkirnya dengan pertolongan pendisiplinan Tuhan, ia menyelesaikan misinya, ia bernubuat dan bangsa Niniwe diselamatkan.

Advertisements

Renungan Harian Alkitab,2 November, Daniel 6;” The king glorify God, raja memuliakan Tuhan”

Daniel 6:26-28 (NKJV) I make a decree that in every dominion of my kingdom men must tremble and fear before the God of Daniel. For He is the living God, And steadfast forever; His kingdom is the one which shall not be destroyed, And His dominion shall endure to the end.
He delivers and rescues, And He works signs and wonders In heaven and on earth, Who has delivered Daniel from the power of the lions.
So this Daniel prospered in the reign of Darius and in the reign of Cyrus the Persian.

Daniel 6:26-28 (TB) (6-27) Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir.
(6-28) Dia melepaskan dan menolong, dan mengadakan tanda dan mujizat di langit dan di bumi, Dia yang telah melepaskan Daniel dari cengkaman singa-singa.”
(6-29) Dan Daniel ini mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan Koresh, orang Persia itu.

Karena iman Daniel kepada Tuhan, ia bersinar penuh kemenangan, dan buah dari kehidupan Daniel, ia sangat mempengaruhi bangsanya, bahkan raja pun sangat diberkati kehidupan Daniel.

Akibat kehidupan Daniel, Raja turut mempermuliakan Tuhan dan menyembah Tuhan.

Para pembaca terkasih, buah dari kehidupan dipenuhi Roh kudus adalah orang-orang yang mengenal mereka akan diberkati, mengenal Tuhan Allah yang hidup dan mempermuliakan Tuhan.

Marilah kita meneladani hidup daniel , manusia beriman yang tekun berdoa! Daniel setiap hari berdoa tiga kali dan hidup diatas imannya kepada Tuhan.

Renungan Harian Alkitab, 29 October, Daniel 2, “faith companionship, sahabat iman”

Daniel 2:15-18 (NKJV) he answered and said to Arioch the king’s captain, “Why is the decree from the king so urgent?” Then Arioch made the decision known to Daniel.
So Daniel went in and asked the king to give him time, that he might tell the king the interpretation.
Then Daniel went to his house, and made the decision known to Hananiah, Mishael, and Azariah, his companions,
that they might seek mercies from the God of heaven concerning this secret, so that Daniel and his companions might not perish with the rest of the wise men of Babylon.

Daniel 2:15-18 (TB) katanya kepada Ariokh, pembesar raja itu: “Mengapa titah yang begitu keras ini dikeluarkan oleh raja?” Lalu Ariokh memberitahukan hal itu kepada Daniel.
Maka Daniel menghadap raja danmeminta kepadanya, supaya ia diberi waktu untuk memberitahukan makna itu kepada raja.
Kemudian pulanglah Daniel dan memberitahukan hal itu kepada Hananya, Misael dan Azarya, teman-temannya,
dengan maksud supaya mereka memohon kasih sayang kepada Allah semesta langit mengenai rahasia itu, supaya Daniel dan teman-temannya jangan dilenyapkan bersama-sama orang-orang bijaksana yang lain di Babel.

Salah satu kunci kemenangan hidup Daniel yang bersinar, selain Daniel adalah orang beriman , ia memilih dengan siapa bersahabat.

Dari ratusan teman pegawai kerajaan Nebukadnezar, Daniel memilih bersahabat karib, dengan orang beriman juga, yakni; Hananya, Misael dan Azarya, merekalah sahabat iman Daniel(faith companionship).

Para pembaca terkasih, terbukti faith companionship Daniel dengan ketiga sahabatnya membuat Daniel mampu menjadi pribadi berkemenangan.

Ketika situasi genting, Daniel meminta bantuan doa dan peneguhan iman dari para sahabat , dan mereka berdoa bersama Daniel, kesepakatan doa orang beriman yang didoakan dengan yakin besar kuasanya, dan mukjizat terjadi; melalui karunia Roh kudus Daniel dapat membaca mimpi dan menafsirkan mimpi.

Renungan Harian Alkitab, 8 October, Ezekiel 29,”plan restoration of Egypt, rencana pemulihan Mesir “

Yehezkiel 29:13-14 (TB) Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Pada akhir keempat puluh tahun itu Aku akan mengumpulkan orang-orang Mesir dari tengah bangsa-bangsa di mana mereka berserak.
Dan Aku akan memulihkan keadaan Mesir dan mengembalikan mereka ke tanah Patros, yaitu tanah asal mereka, dan di sana mereka menjadi kerajaan yang lemah.

Ezekiel 29:13-14 (NKJV) ‘Yet, thus says the Lord God: “At the end of forty years I will gather the Egyptians from the peoples among whom they were scattered.
I will bring back the captives of Egypt and cause them to return to the land of Pathros, to the land of their origin, and there they shall be a lowly kingdom.

Meskipun Egypt (Mesir), telah berbuat kejahatan, dan menyembah dewa-dewa berhala, tetapi Tuhan masih peduli, Tuhan mengirimkan pesan pertobatan melalui nabi-nabi, dan melalui nabi Ezekiel Tuhan memberitahukan rencana penyelamatan umat Mesir, rencana pemulihan bagi Mesir.

Para pembaca terkasih, kemurahan Tuhan begitu melimpah atas segala bangsa, termasuk umat Mesir( Egypt), Tuhan selalu memberikan kesempatan yang baru pada musim yang baru.

Sungguh kasih Tuhan melimpah, besar rahmatNya dan kemurahan hatinya amat besar.

Renungan Harian Alkitab, 11 September, Ezekiel 2, “God always send his Prophet “, Tuhan selalu mengirim Nabi”

Ezekiel 2:7 (NKJV) You shall speak My words to them, whether they hear or whether they refuse, for they are rebellious.

Yehezkiel 2:7 (TB) Sampaikanlah perkataan-perkataan-Ku kepada mereka, baik mereka mau mendengarkan atau tidak, sebab mereka adalah pemberontak.

Nabi Yehezekiel mendapatkan tugas yang berat, ia diutus menyampaikan pesan pertobatan ke umat israel, umat yang pemberontak.

Tuhan bahkan menyampaikan kepada Nabi Yehezekiel bahwa karena umat israel pemberontak maka pesan Yehezekiel tidak akan didengar, tetapi ia terus diminta menyampaikan pesan Tuhan.

Para pembaca terkasih, meskipun umat Israel adalah umat pemberontak, tapi Tuhan tetap berusaha menolong dengan mengirimkan nabi Yehezekiel memberitakan pesan Tuhan agar umat bertobat, seburuk apapun umat itu. Tuhan akan mengirimkan pesan pertolongan, melalui hamba -hamba Tuhan.

Renungan Harian Alkitab, 10 September, Ezekiel 1, “Tangible Glory of God, kemuliaan Tuhan yang nyata “

Ezekiel 1:28 (NKJV) Like the appearance of a rainbow in a cloud on a rainy day, so was the appearance of the brightness all around it. This was the appearance of the likeness of the glory of the Lord. So when I saw it, I fell on my face, and I heard a voice of One speaking.

Yehezkiel 1:28 (TB) Seperti busur pelangi, yang terlihat pada musim hujan di awan-awan, demikianlah kelihatan sinar yang mengelilinginya. Begitulah kelihatan gambar kemuliaan TUHAN. Tatkala aku melihatnya aku sembah sujud, lalu kudengar suara Dia yang berfirman.

Nabi Yehezkiel didalam doa, ia mengalami sesuatu yang luar biasa, disaat ia berdoa ;hadirat Tuhan yang istimewa turun, sinar kemuliaan Tuhan nampak secara kasat mata.

Setelah kemuliaan Tuhan turun, maka firman Tuhan datang atas Yehezkiel, Tuhan menaruhkan firman Tuhan dalam batin dan mulut Yehezkiel.

Para pembaca terkasih, inilah suatu kenikmatan , keuntungan tersendiri menjadi hamba Tuhan, yakni bukan hanya melihat kemuliaan Tuhan, tapi juga berjalan dalam kemuliaan Tuhan.

Seorang yang ingin melihat kemuliaan Tuhan harus hidup kudus dan berkenan kepada Tuhan, kemuliaan Tuhan mengandung api yang menguduskan dan memurnikan.

Renungan Harian Alkitab, 26 June, Isiah 49;” a calling since in the womb, panggilan sejak dalam kandungan”

Isaiah 49:1-2 (NKJV) “Listen, O coastlands, to Me, And take heed, you peoples from afar! The Lord has called Me from the womb; From the matrix of My mother He has made mention of My name.

Yesaya 49:1 (TB) Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku.

Nabi Isiah sudah dipanggil Tuhan sejak dalam kandungan untuk menjadi nabi bagi bangsa -bangsa , Tuhan telah menetapkan panggilan seseorang sejak ia dalam kandungan.

Para pembaca terkasih, banyak orang bertanya , apakah panggilan hidup saya? Apakah jawaban hal ini?

Jawabannya, ada dua jenis panggilan , yang pertama adalah panggilan umum yang merupakan misi kehidupan semua murid Yesus yakni;

Menjadi seorang murid Yesus yang melalui hidupnya memberi keteladanan dan ia mengajak orang lain sebanyak mungkin menjadi murid Yesus, seperti dirinya.

Panggilan lainnya adalah panggilan spesifik untuk berkarya memberkati dunia melalui pelayanan pekerjaan, contoh yesaya menjadi hamba Tuhan dengan karunia nabi, Lukas seorang dokter yang beriman dan memberitakan injil dan kuasa Tuhan Yesus, Zacheus pegawai pajak yang sudah bertobat dan hidup benar melayani masyarakat, dan banyak pekerjaan pelayanan lainnya, sesuai bakat dan talenta.

Setiap orang sejak dalam kandungan memiliki panggilan dalam hidupnya.