Renungan harian alkitab, Joshua 21, sabtu : “The promises fulfilled- Janji Tuhan di Genapi.”

Joshua 21: 44-45 ” The Lord gave them rest  all around, according to all that He had sworn to their fathers. And not a man of all their enemies stood against them: the Lord delivered all their enemies into their hand, not a word failed of any good thing which the Lord had spoken to the house of Israel. All came to pass.”

Perbedaan sangat besar nyata terjadi, generasi umat pada kepemimpinan Joshua, adalah generasi yang taat dan tunduk pada otoritas baik kepada Joshua dan kepada Tuhan , mentaati semua perintah dan ketetapan Tuhan, generasi yang rendah hati,  mereka bukan pemberontak, mereka sangat berbeda dengan generasi ayah mereka.

Generasi ayah mereka, generasi umat yang dipimpin oleh Moses, adalah pemberontak pada otoritas, sombong  , dan penggerutu, mereka hanya berputar putar dipadang gurun , bahkan hingga 40 Tahun.

Tuhan menggenapi semua janji-Nya pada umat Israel  pada Generasi Joshua  , semua janji Tuhan digenapi, mereka sungguh mengalami kemenangan total, hidup dalam tanah terjanji dalam kelimpahan , semua firman Tuhan di genapi.

Tuhan sebenarnya hanya menunggu karakter dari manusia, ketika manusia karakternya siap untuk diangkat Tuhan, di percayakan kelimpahan spiritual, physcally, dan financial, maka dengan segera semua janji Tuhan, promosi dan berkat akan turun deras, dibutuhkan karakter yang baik untuk menerima hal -hal yang luar biasa yang Tuhan telah janjikan.

Para pembaca terkasih , jika anda ingin hidup mengalami janji Tuhan, hidup dalam kelimpahan dan kemenangan, pilihlah untuk berubah menjadi pribadi yang rendah hati; mau dipimpin oleh pemimpin rohani dan rendah hati mengejar rhema firman Tuhan. Jadilah pribadi yang taat pada ketetapan firman Tuhan, dan tidak bersungut sungut , bukan penggerutu tapi selalu mengucap syukur dalam segala hal.

Advertisements

Renungan harian alkitab, Selasa: Tuhan mencari pendoa syafaat, Yer 22

Pendoa syafaat adalah orang yang diberikan hati , dan menerima panggilan pelayanan untuk  berdiri diantara Tuhan dan manusia, dan berdoa bagi umatNya

Doa orang benar besar kuasanya, dengan kasih dan doa satu orang ini sudah cukup bagi Tuhan untuk tidak mendatangkan penghajaran ataau hukuman bagi umat yang pemberontak , hal ini dikarenakan adanya pelayan , hambaNya yg menjadi pendoa syafaat.

Penghukuman didikan umat Israel jaman pembuangan babel , terjadi karena semua umat sudah menjadi tegar tengkuk, stubborn, ,pemberontak, sehingga tidak ada satu pun yang mau menjadi saluran syafaat antara Tuhan dan manusia, Tuhan sudah memanggil banyak umatNya, dan mencari, tetapi tidak ada satupun yang berdoa syafaat atau menjadi pendoa syafaat , karena tidak ada lagi alasan menunda, maka penghukuman Tuhan turun

Ezekiel 22: 30  ” So I sought for a man among them who would make a wall , and stand in the gap before Me on behalf of the landa, that I Shoud destroy it; but i found no one ”

Bagi kita para pembaca renungan , marilah kita menjadi pendoa syafaat bagi bangsa dan tanah air kita, kita peduli dan berdoa bagi  Tanah air, negara , para pemimpin kita , dan melalui doa kita Tuhan akan melakukan pemulihan, karena ada murid murid Kristus yang berdoa, murid murid yang mau dipakai Tuhan menjadi partner untuk membawa perubahan melalui doa syafaat

Ayo kita tekun berdoa