Renungan Harian Alkitab, 18 August, Hebrew 11, understanding the power of God, memahami kuasa Allah “

Hebrews 11:3 (RKJNT) Through faith we understand that the worlds were framed by the word of God, so that things which are seen were made of things which do not appear.

Ibrani 11:3 (TB) Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.

Bagaimana cara kita memahami akan kuasa Tuhan yang luar biasa ? Bagaimana cara kita memahami hal supernatural tentang Tuhan ?

Dengan jelas kitab ibrani pasal 11 menuliskan, kita dapat memahami hal supernatural dan kuasa Tuhan melalui iman !

Iman timbul melalui pendengaran akan firman Tuhan: pembacaan Alkitab, meditasi firman Tuhan, dan mendengarkan firman Tuhan yang dibagikan para rasul.

Para pembaca terkasih bertekunlah dalam pengajaran para rasul, meditasi firman Tuhan, agar terjadi pertumbuhan iman.

Advertisements

Renungan Harian Alkitab, 17 August, Hebrew 10: “Need of endurance, membutuhkan ketekunan seiring waktu “

Hebrews 10:35-36 (RKJNT) Therefore, do not cast away your confidence, which has a great reward.
For you have need of endurance, that, after you have done the will of God, you might receive the promise.

Ibrani 10:35-36 (TB) Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya.
Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.

Esensi dari melakukan firman Tuhan, berpegang pada janji firman Tuhan bukan kepada hasil : mendapatkan upah.

Tetapi Tuhan menginginkan proses , ketika seseorang dalam proses penantian dengan tekun, setia, sabar berpegang pada janji firman Tuhan, ia pasti bertumbuh dan menghasilkan buah roh, diantaranya : buah roh kesetiaan, kesabaran, penuh iman, sukacita, lemah lembut.

Karena itu bertekun seiring waktu dalam proses penantian penggenapan firman Tuhan adalah kunci menerima janji Allah.

Para pembaca renungan terkasih, kehidupan kita sebagai murid Yesus adalah proses perubahan karakter , yang di harapkan pada saat kita nanti menutup usia , karakter kita sudah menyerupai kristus. Di surga hanya berisikan anak Allah, dan anak Allah mempunyai karakter seperti Allah ( buah Roh ), hasil buah Roh membutuhkan proses, hal – hal lain seperti kesembuhan, kelimpahan keuangan, pasti ditambahkan seiring Kualitas karakter buah roh di hasilkan.

Renungan Harian Alkitab, 16 August, Hebrew 9:” Christ bear the sin of many, Kristus menanggung dosa banyak orang “

Hebrews 9:27-28 (RKJNT) And as it is appointed for men once to die, and after this comes judgment:
So Christ, having been offered once to bear the sins of many; shall appear a second time, not to bear sin, but to bring full salvation to those who eagerly await him.

Ibrani 9:27-28 (TB) Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,
demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.

Setiap manusia pasti akan meninggal, tidak ada manusia yang tidak akan mengalami kematian, setelah kematian manusia yang penuh dosa akan mengalami kebinasaan, bahkan api neraka penyiksaan.

Tetapi bagi kita yang telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat , kita tidak binasa, kita telah ditebus oleh darah Tuhan Yesus.

Yesus telah menanggung dosa umat manusia agar semua yang percaya dan menjadikan Yesus Tuhan tidak binasa melainkan memperoleh kehidupan kekal.

Renungan Harian Alkitab, 15 August, Hebrew 8, ” written in our heart, tertulis di hati kita “

Hebrews 8:10 (RKJNT) For this is the covenant that I will make with the house of Israel after those days, says the Lord; I will put my laws into their minds, and write them on their hearts: and I will be their God, and they shall be my people:

Ibrani 8:10 (TB) “Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu,” demikianlah firman Tuhan. “Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Dalam perjanjian baru yang di berikan oleh Yesus bagi umat Israel dan kita murid – murid Tuhan Yesus , dijelaskan bahwa hukum dan ketetapan Tuhan akan tertulis di hati kita , apa maksudnya ini ?

Yang dimaksud hukum dan ketetetapan Tuhan akan tertulis di hati kita adalah : melalui pelayanan Roh Kudus di hati kita , kita akan di ingatkan , dipimpin Roh untuk hidup dalam kebenaran firman Tuhan, dan oleh hati kita semua ketetapan firman Tuhan akan menjadi kesukaan karena kita mencintai Tuhan, taat karena cinta.

Pembaca renungan harian yang terkasih , dalam perjanjian baru yang kita jalani saat ini, semua kegiatan itu didasari cinta dan dibantu pertolongan Roh kudus.

Hal ini dimulai dengan kita bersungguh- sungguh menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat ( menerima pengampunan dosa, bertobat dari cara hidup dosa, dan menjadikan Yesus penguasa atas hidup kita ).

Renungan Harian Alkitab, 13 August, Hebrew 6, “Not Sluggish, tidak menjadi lalai dan Ceroboh”

Hebrews 6:12 (ASV) that ye be not sluggish, but imitators of them who through faith and patience inherit the promises.

Ibrani 6:12 (TB) agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.

Firman Tuhan dalam kitab ibrani 4, mengajarkan kita untuk menjadi cermat dan pandai dalam bergaul, tidak ceroboh, lalai terjerumus dalam pergaulan buruk yang membuat kita mundur bahkan murtad.

Bergaul dengan orang beriman meneladani iman mereka, dan juga meneladani para tokoh alkitab seperti Abraham , mengikut keteladan iman akan membawa pada hidup berkemenangan bersama Tuhan.

Pembaca terkasih, Tuhan akan memberikan kemenangan iman, kita akan mengalami penggenapan janji Tuhan, sama seperti Abraham mengalami kemenangan iman dan penggenapan janji firman Tuhan kita akan mengalaminya , bagian kita tidak menjadi ceroboh dan lalai dan jatuh dalam dosa atau pergaulan yang buruk.

Renungan Harian Alkitab,12 Agustus, Hebrew 5, ” spiritual baby, bayi rohani”.

Hebrews 5:13-14 (RKJNT) For everyone who lives on milk is unskilled in the word of righteousness: for he is a babe.
But solid food belongs to those who are of full age, those who by practice have their senses trained to discern both good and evil.

Ibrani 5:13-14 (TB) Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.
Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

Level tingkatan firman Tuhan adalah terdiri dua tingkatan: yang permata adalah tingkatan lunak atau disebut susu ( milk), dan yan kedua yang membuat iman menjadi solid dan kuat, adalah tingkatan makanan keras ( solid food).

Mengenai tingkat kedewasaan rohani :terdapat dua tingkat kedewasaan , yang pertama level bayi rohani, yang kedua level dewasa rohani.

Bayi rohani tidak mampu mencerna makanan firman Tuhan yang solid, mereka hanya mampu menerima firman Tuhan yang tidak keras.

Kitab Ibrani pasal ke empat ini, memberikan teguran kepada umat Kristen yang sudah bertahun – tahun ke gereja tapi tidak pernah bertumbuh kerohaniannya, terus menerus menjadi bayi rohani. Mereka hanya berputar putar dengan diri sendiri saja: hal pergumulan manusia lama mereka yang hidup dalam dosa, mereka juga tidak mau berubah dan hidup yang egois.

Pembaca renungan harian terkasih, tingalkanlah sifat egois, kekanak kanakan, sibuk dengan diri sendiri, tetapkan hati untuk berubah, mau ditegur, mau terus dikoreksi firman Tuhan.

Renungan Harian Alkitab, 11 August, Hebrew 4, ” Faith factor , faktor iman “

Hebrews 4:2 (RKJNT) For the gospel was preached to us, as well as to them: but the word preached did not benefit them, because it was not combined with faith in those who heard it.

Ibrani 4:2 (TB) Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka, tetapi firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarnya.

Sekedar mendengar kotbah tanpa memiliki iman tidak akan membawa pertumbuhan!hal ini penting dimengerti.

Tapi bagaimana cara memiliki iman yang cukup untuk dapat mendengarkan kotbah?

Alkitab menjelaskan Iman timbul dari pendengaran akan firman Tuhan, tetapi ayat ibrani 4 menjelaskan juga harus ada iman untuk mendengarkan kotbah jadi bagaimana ini ? Mana yang lebih dulu ?

Demikian penjelasannya :surat rasul Paulus ditujukan kepada jemaat di ibrani, surat ini adalah untuk orang orang dalam gereja, dan Rasul Paulus dalam surat suratnya menegur dengan keras orang – orang yang bergabung dalam jemaat tapi belum bertobat, lahir kembali menjadi ciptaan baru, mereka bergabung menjadi jemaat bukan karena telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan bertobat dari cara hidup dosa.

Ini yang dijelaskan Rasul Paulus orang – orang yang tidak akan mendapat apa apa meskipun berjemaat dan mendengarkan kotbah, mereka sama sekali tidak memiliki iman menjadikan Yesus Tuhan ,mereka masih hidup dalam dosa dan tidak peduli Tuhan.

Jadi jelaslah yang dimaksud tidak punya iman, yakni belum bertobat, belum menjadikan Yesus Tuhan , belummenjadi ciptaan baru , karena itu meskipun mendengarkan kotbah tidak akan bermanfaat bagi mereka.

Bagi umat yang sudah menjadikan Yesus Tuhan, bertobat dari cara hidup dosa, dibaptist Roh Kudus, kita sudah mempunyai iman fondasi, atau iman mula – mula dan ini cukup bagi kita menerima rhema kotbah, dan setelah itu barulah iman bertumbuh melalui pendengaran akan firman Tuhan.