Daily Bible Devotion, December 15, Exodus 23 ( Keluaran), ” No Other gods, tidak ada tuhan – tuhan lainnya “

Exodus 23:24-25 (NKJV) You shall not bow down to their gods, nor serve them, nor do according to their works; but you shall utterly overthrow them and completely break down their sacred pillars.
So you shall serve the Lord your God, and He will bless your bread and your water. And I will take sickness away from the midst of you.

Keluaran 23:24-25 (TB) Janganlah engkau sujud menyembah kepada allah mereka atau beribadah kepadanya, dan janganlah engkau meniru perbuatan mereka, tetapi haruslah engkau memusnahkan sama sekali patung-patung berhala buatan mereka, dan tugu-tugu berhala mereka haruslah kauremukkan sama sekali.
Tetapi kamu harus beribadah kepada TUHAN, Allahmu; maka Ia akan memberkati roti makananmu dan air minumanmu dan Aku akan menjauhkan penyakit dari tengah-tengahmu.

Dengan sangat jelas dituliskan dalam alkitab bahwa hanya ada satu Tuhan diatas segala tuhan, hal ini ditekankan berulang kali salah satunya dalam pasal 15 kitab keluaran ini.

Mengapa hal ini terus di tekankan ?

Realita pada saat itu terdapat banyak dewa dan dewi yang disembah dijadikan tuhan, dan setiap bangsa melakukan ha─║ ini, juga termasuk bangsa Israel.

Pada jaman ini, tenyata banyak di jumpai orang – orang Kristen yang masih menyembah kepada ilah lain, mereka tidak menjadikan Yesus satu satunya Tuhan.

Ilah yang paling menjadi saingan diakhir jaman ini adalah ilah mamon ( ketamakan akan uang ), orang – orang Kristen yang belum lahir baru menjadikan ketamakan hal uang menjadi tujuan hidup , bahkan sama seperti Yudas, mengkhianati iman kekristenan demi tamak akan uang.

Daily Bible Devotion, 14 December, Exodus 22 ( Keluaran 22), Not to Oppress other, tidak menindas orang lain “

Exodus 22:21-23 (UKJV) You shall neither vex a stranger, nor oppress him: for all of you were strangers in the land of Egypt.
All of you shall not afflict any widow, or fatherless child.
If you afflict them in any way, and they cry at all unto me, I will surely hear their cry;

Keluaran 22:21-23 (TB) “Janganlah kautindas atau kautekan seorang orang asing, sebab kamu pun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir.
Seseorang janda atau anak yatim janganlah kamu tindas.
Jika engkau memang menindas mereka ini, tentulah Aku akan mendengarkan seruan mereka, jika mereka berseru-seru kepada-Ku dengan nyaring.

Esensi dari peraturan ini adalah jangan menindas orang lain, segala tindakan penindasan kepada orang lain adalah dosa di mata Tuhan.

Dalam perjanjian baru dijelaskan, apa yang kita inginkan orang lain lakukan pada diri kita, lakukanlah kepada orang lain, atau singkatnya ; kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri.

Penekanan pada perjanjian lama adalah sanksi dan hukuman, karena bangsa Israel bermental budak dan tidak mengerti akan prinsip , nilai kehendak bebas.

Penekanan pada perjanjian baru adalah menekankan pada prinsip dan nilai , menekankan pada antisipasi dan fokus pada hal yang benar, sehingga tidak perlu mendapatkan ancaman sanksi dan hukuman.

Pembaca terkasih, jika mental kita masih mental budak ; tidak mengerti prinsip dan nilai kehendak bebas yang bertanggung jawab, maka bahkan dijaman perjanjian baru ini kita masih perlu hidup dalam sanksi dan ancaman agar bisa hidup benar, contohnya ; kita harus diancam hukuman dosa sehingga takut berbuat dosa, padahal seharusnya kita memilih tidak hidup dalam dosa bukan karena takut hukuman , tapi karena kita mengasihi Tuhan.

Daily Bible Devotion,13 December, Exodus 21 ( Keluaran 21), ” Details rules in old testament, peraturan details di perjanjian lama”

Exodus 21:12-13 (UKJV) He that strikes a man, so that he die, shall be surely put to death.
And if a man lie not in wait, but God deliver him into his hand; then I will appoint you a place where he shall flee.

Keluaran 21:12-13 (TB) “Siapa yang memukul seseorang, sehingga mati, pastilah ia dihukum mati.
Tetapi jika pembunuhan itu tidak disengaja, melainkan tangannya ditentukan Allah melakukan itu, maka Aku akan menunjukkan bagimu suatu tempat, ke mana ia dapat lari.

Mengapa peraturan dalam perjanjian lama sangat details ? bahkan dari urusan pembunuhan sampai urusan hewan ternak pun dibahas details ?

Karena bangsa Israel adalah bekas budak dan bermental budak, mereka tidak punya kapasitas untuk memahami esensi tujuan peraturan itu dibuat.

Untuk memimpin seseorang bermental budak diperlukan supervisi ketat, dengan ancaman sanksi dan hukuman berat, karena tidak ada kesadaran untuk di pimpin, dan rendahnya kemampuan pemahaman akan esensi sebuah peraturan.

Dalam perjanjian baru, semua details peraturan dikembalikan pada esensinya, dan pengertian pencegahan agar jangan terjadi hal -hal yang tidak di inginkan, inilah isi esensi peraturan seperti yang dijelaskan dalam perjanjian baru oleh Tuhan Yesus;

Matius 22:36-40 (TB) “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?”
Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Inilah esensinya mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri.

Jika seseorang sungguh memperlakukan sesama dengan kasih sama seperti kepada diri sendiri, maka tidak akan ada orang yang berbuat jahat kepada yang lain.

Daily Bible Devotion, 12 December, Exodus 20, ” The Ten Comandment, Sepuluh perintah Allah”

Exodus 20:3 (UKJV) You shall have no other gods before me.

Keluaran 20:3 (TB) Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.

Perintah yang pertama dari sepuluh perintah Allah adalah : jangan ada allah lain dihadapanku.

Hal ini nampaknya mudah diterima, tetapi pada kenyataanya bangsa Israel berulang kali jatuh pada penyembahan berhala pada dewa – dewi .

Salah satu penyebab yang menyebabkan umat jatuh pada penyembahan berhala adalah pernikahan campur dengan yang tidak seiman, tidak satu Tuhan.

Sampai jaman ini, masih terjadi praktik orang- orang Kristen yang masih berdoa kepada banyak Tuhan.

Pembaca terkasih ingatlah bahwa tindakan menaikkan doa kepada dewa- dewi adalah penyembahan berhala.

Daily Bible Devotion,11 December, Exodus 19 (Keluaran 19),” Calling to be a holy nations, dipanggil menjadi bangsa yang Kudus”

Exodus 19:5-6 (ASV) Now therefore, if ye will obey my voice indeed, and keep my covenant, then ye shall be mine own possession from among all peoples: for all the earth is mine:
and ye shall be unto me a kingdom of priests, and a holy nation. These are the words which thou shalt speak unto the children of Israel.

Keluaran 19:5-6 (TB) Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi.
Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel.”

Jika kita memegang perintah firman Tuhan, dan taat kepada Tuhan, maka kita akan menjadi bangsa yang kudus kepunyaan Allah.

Bangsa yang kudus adalah bangsa yang dipisahkan Tuhan untuk tujuan ilahi, tujuan kerajaan Allah, bangsa yang berjalan bersama kuasa Tuhan dan memberitakan perbuatan -perbuatan Tuhan yang besar dan ajaib.

Ingatlah karena Tuhan itu kudus, maka kita harus hidup dalam kekudusan untuk bisa berjalan dengan Tuhan dan mengalami Tuhan yang maha kuasa.

Daily Bible Devotion, 10 December, Exodus 18 ( Keluaran 18 ), ” Testimony for father in Law, Kesaksian kepada Ayah mertua”

Exodus 18:10-11 (UKJV) And Jethro said, Blessed be the LORD, who has delivered you out of the hand of the Egyptians, and out of the hand of Pharaoh, who has delivered the people from under the hand of the Egyptians.
Now I know that the LORD is greater than all gods: for in the thing wherein they dealt proudly he was above them.

Keluaran 18:10-11 (TB) Lalu kata Yitro: “Terpujilah TUHAN, yang telah menyelamatkan kamu dari tangan orang Mesir dan dari tangan Firaun.
Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN lebih besar dari segala allah; sebab Ia telah menyelamatkan bangsa ini dari tangan orang Mesir, karena memang orang-orang ini telah bertindak angkuh terhadap mereka.”

Kehidupan Moses, yang menjadi hamba Tuhan yang penuh Kuasa, dan berjalan dalam Kuasa Tuhan yang nyata , telah menjadi kesaksian bagi ayah mertuanya.

Yitro, Ayah mertua Moses mendengar Kabar bagaimana Tuhan menyertai Moses dengan Kuasa yang dahsyat dan membebaskan bangsa Israel dari perbudakan dan penjajahan Egypt, Ia datang dan mengantarkan isteri dan anak – anak Moses yang dititipkan kepadanya sementara agar terhindar dari peristiwa Tulah di Mesir.

Pembaca terkasih mertua Moses mempermuliakan nama Tuhan , ketika melihat hidup dan kesaksian Moses, inilah hal yang di inginkan Tuhan , agar setiap rumah Tangga menjadi kesaksian bagi keluarganya, menjadi berkat dan bukan menjadi beban.

Daily Bible Devotion, 9 December, Exodus 17 ” They tempted the Lord, Mereka mencobai Tuhan ‘

Exodus 17:7 (UKJV) And he called the name of the place Massah, and Meribah, because of the chiding of the children of Israel, and because they tempted the LORD, saying, Is the LORD among us, or not?

Keluaran 17:7 (TB) Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: “Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?”

Hari itu , sama seperti hari – hari sebelumnya bangsa Israel melihat tiang awan di atas mereka , tiang awan yang melindungi mereka dari panas padang gurun, suatu keajaiban supranatural Tanda Tuhan menyertai mereka.

Malam sebelumnya mereka melihat tiang api, yang menghangatkan mereka, tiang api ini setiap malam muncul secara ajaib agar bangsa Israel tidak mati kedinginan setiap malam, ini tanda Tuhan menyertai mereka.

Tetapi itu tidak pernah cukup ! mereka tidak peduli, mereka menghujat Tuhan dan menyerang, memberontak terhadap nabi Moses, menyalahkan Tuhan.

Ketika mereka kehausan, bukannya berkumpul dan berdoa, mereka malah menghujat Allah dan berkata ” Tuhan tidak menyertai kita, Tuhan itu jahat, lebih baik kembali jadi budak di Egypt ( Mesir)!

Perkataan hujat ini sungguh telah mencobai Tuhan, suatu ancaman kepada Tuhan , jika tidak memberikan semua yang mereka mau mereka memberontak ! Nabi Moses menjadi sasaran pemberontakan mereka.

Pembaca terkasih, jika mereka mau berkumpul dan berdoa baik- baik, dengan mudah tentunya Tuhan akan memberikan air, karena terbukti Tuhan dengan sangat mudah menciptakan sumber air bahkan dari batu , Tuhan memerintahkan Moses memukul batu dan keluarlah sumber air.

Suatu hal bagi Tuhan memberikan dan memenuhi kebutuhan kita, tetapi cara memintanya harus dengan sikap hati dan cara yang baik dan benar.

Jika Seseorang ada suatu kebutuhan, lalu berteriak kepada Tuhan dengan menghujat, menentang hamba Tuhan, mengancam Tuhan, bahkan menguji Tuhan, ini sungguh cacad karakter yang harus di pertobatkan.