Renungan Harian Alkitab, 11 November, Hosea 3 ; ” restoration after repentance, pemulihan setelah pertobatan”

Hosea 3:4-5 (NKJV) For the children of Israel shall abide many days without king or prince, without sacrifice or sacred pillar, without ephod or teraphim.
Afterward the children of Israel shall return and seek the Lord their God and David their king. They shall fear the Lord and His goodness in the latter days.

Hosea 3:4-5 (TB) Sebab lama orang Israel akan diam dengan tidak ada raja, tiada pemimpin, tiada korban, tiada tugu berhala dan tiada efod dan terafim.
Sesudah itu orang Israel akan berbalik dan akan mencari TUHAN, Allah mereka, dan Daud, raja mereka. Mereka akan datang dengan gementar kepada TUHAN dan kepada kebaikan-Nya pada hari-hari yang terakhir.

Hosea diminta Tuhan melakukan tindakan profetik menebus pelacur membebaskan dari perbudakan dan membiarkan dia berdiam diri tidak hidup dalam dosa lagi, hal ini diminta Tuhan untuk menyampaikan pesan nubuatan yang isinya ;

Akan terjadi masa pertobatan umat Israel dan setelah itu pemulihan umat Israel akan terjadi.

Para pembaca terkasih, Tuhan tidak pernah menyerah terhadap umat Israel. Ia menanti umat kembali pada Tuhan dan bertobat, bahkan Tuhan telah merencanakan musim pertobatan dan pemulihan datang.

Kita harus bersyukur mempunyai Tuhan yang tidak pernah menyerah kepada kita, selalu menunggu kita dan rindu memulihkan kita.

Advertisements

Renungan Harian Alkitab, 8 May, Song of Salomo; “the power of love, kuasa cinta”

Song of Solomon 8:7 (NKJV) Many waters cannot quench love, Nor can the floods drown it. If a man would give for love All the wealth of his house, It would be utterly despised.

Kidung Agung 8:7 (TB) Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina.

Salomo dalam lagu yang cukup panjang, memberikan pesan bahwa cinta memberikan motivasi, dorongan dan tekad yang kuat untuk seseorang menjadi sangat tangguh, dan mampu berkorban apapun oleh karena cinta.

Sekali lagi dijelaskan , kitab Song of Song, adalah syair lagu, jangan ditafsirkan kata per kata, lihatlah dalam konteks lagu yang utuh, dan mintalah hikmat menangkap dari apa pesan dari lagu yang panjang tersebut.

Para pembaca terkasih, pesan dari pasal 8 adalah cinta adalah suatu motivasi yang kuat, ada kuasa dan tenaga yang besar yang dihasilkan energi cinta.

Bukti cinta yang paling sempurna adalah Yesus, ia mengorbankan dirinya bahkan ketika kita masih berdosa dan menolak cinta Tuhan Yesus, inilah kekuatan cinta yang sesunguhnya dan sempurna yakni cinta Tuhan kepada kita umatNya.

Renungan Harian Alkitab 6 April, Song of Solomon 6;”sense of beloving, rasa memiliki”

Song of Solomon 6:2-3 (NKJV) The Shulamite My beloved has gone to his garden, To the beds of spices, To feed his flock in the gardens, And to gather lilies.
I am my beloved’s, And my beloved is mine. He feeds his flock among the lilies.

Kidung Agung 6:2-3 (TB) — Kekasihku telah turun ke kebunnya, ke bedeng rempah-rempah untuk menggembalakan domba dalam kebun dan memetik bunga bakung.
Aku kepunyaan kekasihku, dan kepunyaanku kekasihku, yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung.

Kitab Song of Solomon (kidung agung) adalah tulisan lagu, dikemas dalam syair, sehingga makna tidak dapat diartikan kata per kata, pesan yang disampaikan dalam lagu adalah pesan per lagu, bukan perkata.

Pesan dari pasal 6 adalah hadirnya rasa memiliki, dimiliki, dan menghargai dengan apa yang dimiliki, Salomo sangat menghargai kekasihnya dan ia sangat memiliki dan ingin kekasihnya melakukan hal yang sama.

Para pembaca terkasih, inilah kebutuhan setiap manusia, yang harusnya terpenuhi melalui pernikahan sepasang kekasih; saling memiliki, saling menghargai, merasa dicintai, di inginkan, di miliki.

Renungan Harian Alkitab, 3 May, Song of Solomon 3 ; ” the beauty of wedding moment, keindahan moment pernikahan”

Song of Solomon 3:11 (NKJV) Go forth, O daughters of Zion, And see King Solomon with the crown With which his mother crowned him On the day of his wedding, The day of the gladness of his heart.

Kidung Agung 3:11 (TB) puteri-puteri Sion, keluarlah dan tengoklah raja Salomo dengan mahkota yang dikenakan kepadanya oleh ibunya pada hari pernikahannya, pada hari kesukaan hatinya.

Pernikahan adalah moment yang sangat indah dalam kehidupan, Salomo terus mengingatnya dan menuliskan lagu dan menyanyikan kenangan moment yang indah ini.

Ketika sepasang kekasih saling mencintai dan menikah, dengan restu ibu , dan berkat orang tua, hari bahagia pernikahan, dan bulan madu pernikahan adalah moment yang indah , dan penting terus dirayakan dan dijaga momentum keindahannya.

Para pembaca renungan terkasih, jika anda masih single menikahlah hanya dengan kekasih yang engkau cintai, dengan restu dan berkat ayah ibu, dan jangan lewatkan bulan madu pernikahan, inilah moment yang indah.

Jika anda sudah menikah , rayakanlah ulang tahun pernikahan anda, dan nyanyikanlah keindahan moment pernikahan anda.

Renungan harian alkitab, Job 6, selasa; “do not interupt hippopotamus time-jangan menganggu waktu kuda nil “

Job 6:1-3 (NKJV)  Then Job answered and said:

“Oh, that my grief were fully weighed, And my calamity laid with it on the scales!

For then it would be heavier than the sand of the sea– Therefore my words have been rash.

Dalam skils hubungan manusia dikenal istilah “waktu kuda nil (hippo time)”, ini adalah keadaan dimana manusia mengalami masa transisi kesedihan dan membutuhkan waktu untuk menyediri sesaat untuk memulihkan diri tanpa gangguan orang lain.

Dinamakan waktu kuda nil, karena seperti kuda nil jika kepanasan mereka akan masuk ke air berendam di lumpur, tetapi mereka tidak hidup selamanya dalam kubangan lumpur.

Proses  ini adalah proses alami manusia untuk memulihkan diri, manusia dalam masa transisi kesedihan butuh menyendiri sesaat untuk memulihkan diri, setelah itu mereka akan siap untuk berinteraksi sosial lagi.

Para pembaca terkasih, bapak Job mulai pasal 6 sudah memasuki masa “kuda nil,” tetapi sahabat -sahabat Job, tidak menyadarinya, dan sibuk meresponi keluh kesah Job, dan terjadi perdebatan sampai pasal 31 yang justru malah tidak membangun Job, seharusnya mereka berhenti berdebat dan berdoa bersama.

Skills hubungan manusia sangatlah penting, jika teman atau anggota keluarga anda sedang masuk masa “kuda nil,” janganlah anda menggurui atau bahkan memarahi mereka, berikan waktu mereka menyendiri sesaat. Berdoalah  bagi mereka dan tetaplah mengasihi , dan ketika mereka sudah siap berinteraksi, segera kuatkan hati mereka.

Renungan harian alkitab, Job 2, jumat; ” Companionship, Persahabatan”

Job 2:11 (NKJV) when Job’s three friends heard of all this adversity that had come upon him, each one came from his own place–Eliphaz the Temanite, Bildad the Shuhite, and Zophar the Naamathite. For they had made an appointment together to come and mourn with him, and to comfort him.

Ayub mengalami kesusahan dan kesedihan, ia sangat menderita dan sedih, apakah Tuhan peduli terhadap Ayub?

Jawabannya ya ! Tuhan peduli, ia mengirimkan sahabat sahabatnya untuk hadir menemani, menangis bersamanya dan menghiburnya, inilah cara Tuhan menghibur kita melalui persahabatan. Manusia diciptakan sejak semula sebagai mahluk sosial, bukan mahluk anti sosial.

Para pembaca terkasih, bersahabatlah dengan orang orang yang takut akan Tuhan, dan sungguh mengasihi anda, jikalau pada waktu sedih, susah , sakit mereka hadir, merekalah sahabat sejati, tetapi janganlah anda lupa ketika dalam masa bahagia, sorak sorai, ajaklah juga sahabat anda merayakannya, sehingga lengkaplah manfaat dari persahabatan sejati.

Jika anda punya sahabat yang selalu anda cari ketika susah, sakit, stress dan mereka selalu hadir menghibur,inilah sahabat sejati dari Tuhan bagi anda, tapi sebaliknya jika pada saat kemenangan , sukaria, sorak sorai anda tidak menghubungi mereka dan merayakan bersama mereka berarti anda hanyalah sahabat yang parasit, berubahlah ingatlah sahabat anda yang setia itu dan jangan hanya mencari dia pada saat anda susah saja.

Renungan harian alkitab, Esther 5, jumat;”faith bring boldness- iman membangkitkan keberanian”

Esther 5:1 (NKJV)  Now it happened on the third day that Esther put on her royal robes and stood in the inner court of the king’s palace, across from the king’s house, while the king sat on his royal throne in the royal house, facing the entrance of the house.

Iman Esther kepada Tuhan yang hidup, membuat Esther berdoa puasa dan membangkitkan keberanian Esther untuk menolong umat Israel dari bencana pembantaian etnis.

Para pembaca terkasih,Esther bukan sekedar cantik , tapi ia adalah  wanita yang beriman,  Esther  wanita yang berani berdiri bagi kebenaran dan kuasa Tuhan menyertainya.

Dimana ada iman, bangkitlah keberanian dan kuasa Tuhan dinyatakan, para pembaca kaum wanita;jadilah seperti Esther! Adalah kehendak Tuhan akan munculnya generasi kaum Esther khususnya di akhir jaman ini’