Renungan Harian Alkitab, 17 November, Genesis 45 ( Kejadian 45 ), ” always Bring Goodness, selalu medatangkan kebaikan “

Genesis 45:7-8 (NKJV) And God sent me before you to preserve a posterity for you in the earth, and to save your lives by a great deliverance.
So now it was not you who sent me here, but God; and He has made me a father to Pharaoh, and lord of all his house, and a ruler throughout all the land of Egypt.

Kejadian 45:7-8 (TB) Maka Allah telah menyuruh aku mendahului kamu untuk menjamin kelanjutan keturunanmu di bumi ini dan untuk memelihara hidupmu, sehingga sebagian besar dari padamu tertolong.
Jadi bukanlah kamu yang menyuruh aku ke sini, tetapi Allah; Dialah yang telah menempatkan aku sebagai bapa bagi Firaun dan tuan atas seluruh istananya dan sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir.

Didalam kematangan Rohaninya, Joseph, mampu melihat bahwa Tuhan selalu akan mengubahkan segala situasi untuk mendatangkan kebaikan, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan.

Jika seseorang berfokus kepada Tuhan, orang itu akan mampu melihat dan mengalami kebesaran dan kuasa Tuhan.”

Sebaliknya jika orang itu, sibuk mengasihani diri dan menyalahkan orang lain dan Tuhan, maka ia tidak akan mampu melihat kebesaran dan kuasa Tuhan.

Pembaca terkasih Joseph bertumbuh pesat karakter rohaninya, didalam pergumulan ia menjadi dewasa rohani, ia mengampuni saudara – saudaranya, dan ia juga mampu melihat kebesaran Tuhan dan mempercayai bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan.

Renungan Harian Alkitab, 10 June, 1 Corinthians 13 : Faith, Hope, Love, Iman , pengharapan dan kasih “

1 Corinthians 13:13 (NKJV) And now abide faith, hope, love, these three; but the greatest of these is love.

1 Korintus 13:13 (TB) Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

Inilah tiga hal yang terbesar dalam kehidupan : iman, pengharapan dan Kasih.Yang terbesar diantaranya adalah Kasih !

Kasih adalah pribadi Tuhan sendiri, Allah adalah Kasih.

Semua prinsip dalam kerajaan Allah didasari kasih !

Semua pada akhir jaman akan berahkir. Bahkan karunia Roh kudus juga akan berahkir pada waktu akhir segala sesuatu tiba, pengharapan juga di akhir segala sesuatu akan berahkir karena menjadi kenyataan, bahkan iman juga akan berahkir karena semua telah menjadi realita.

Para pembaca yang terkasih, hanya kasih yang abadi, dan selamanya, Cinta Tuhan kepada kita adalah abadi.

Marilah kita mencintai Tuhan, dan setia sampai akhir, Cinta adalah yang terbesar ( Love God & Love people )

Renungan Harian Alkitab, 12 January, Malachi 1, ” rejected, offering , persembahan yang ditolak”

Malachi 1:13-14 (NKJV) You also say, ‘Oh, what a weariness!’ And you sneer at it,” Says the Lord of hosts. “And you bring the stolen, the lame, and the sick; Thus you bring an offering! Should I accept this from your hand?” Says the Lord.
“But cursed be the deceiver Who has in his flock a male, And takes a vow, But sacrifices to the Lord what is blemished– For I am a great King,” Says the Lord of hosts, “And My name is to be feared among the nations.

Maleakhi 1:13-14 (TB) Kamu berkata: “Lihat, alangkah susah payahnya!” dan kamu menyusahkan Aku, firman TUHAN semesta alam. Kamu membawa binatang yang dirampas, binatang yang timpang dan binatang yang sakit, kamu membawanya sebagai persembahan. Akan berkenankah Aku menerimanya dari tanganmu? firman TUHAN.
Terkutuklah penipu, yang mempunyai seekor binatang jantan di antara kawanan ternaknya, yang dinazarkannya, tetapi ia mempersembahkan binatang yang cacat kepada Tuhan. Sebab Aku ini Raja yang besar, firman TUHAN semesta alam, dan nama-Ku ditakuti di antara bangsa-bangsa.

Tuhan menegur keras umat Israel, melalui nabi Malaekhi ada 6 pesan pertobatan yang ditulis dalam 6 pasal.

Peringatan pertama adalah tingkah laku umat Israel yang memberika hal hal sisa, tidak baik sebagai persembahan mereka; ternak cacad, sakit, timpang, bahkan curian ( barang tidak halal, dari tindak kejahatan).

Mereka memberi yang buruk, sisa, tidak ada rasa hormat, takut akan Tuhan, mereka melecehkan Tuhan menganggap Tuhan tidak perlu mendapat yang terbaik, dan memberi sisa bahkan yang buruk.

Para pembaca terkasih, tingkah laku seperti ini masih terjadi di gereja sebagai rumah Tuhan.

– jemaat memberikan uang parkir, receh jumlah sangat kecil , sama dengan memberi pada pengemis di pinggir jalan , atau jumlahnya tidak lebih dengan biaya parkir mobil.

– persembahan yang diberikan adalah sisa gaji bulanan, jika tidak ada sisa maka tidak menabur persembahan, harusnya diberikan diprioritaskan bukan sisa sisa.

– waktu untuk ibadah sembhayang pribadi berdoa setiap adalah sisa dimalam hari, itu juga jika sempat, dan tidak ketiduran.

– waktu pelayanan di gereja adalah waktu sisa , jika sempat, jika ada waktu.

Tingkah laku memberi sisa-sisa, bukan yang terbaik dalam ibadah terjadi karena tidak ada rasa cinta kepada Tuhan, karena cinta selalu memberi yang terbaik! Selain tidak ada cinta, juga tidak ada rasa takut hormat kepada Tuhan, jadi dengan mudah melecehkan Tuhan.

Tuhan Yesus telah memberikan yang terbaik, dirinya , tubuh, darah Yesus, ia sangat mencintai kita, apakah patut kita membalas cinta Tuhan dengan tingkah laku umat seperti dalam kitab malaekhi 1?

Berikan hanya yang terbaik kepada Tuhan.

Renungan Harian Alkitab, 9 December, Jonah 4; ” love is the highest law, kasih adalah hukum terbesar”

Jonah 4:1-2 (NKJV) But it displeased Jonah exceedingly, and he became angry.
So he prayed to the Lord, and said, “Ah, Lord, was not this what I said when I was still in my country? Therefore I fled previously to Tarshish; for I know that You are a gracious and merciful God, slow to anger and abundant in lovingkindness, One who relents from doing harm.

Yunus 4:1-2 (TB) Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia.
Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: “Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya.

Nabi Jonah (yunus) sangat berorientasi pada tugas; yakni menyampaikan pesan pertobatan dan akan datang penghukuman bagi bangsa Niwiwe.

Seorang Nabi dinilai dari apakah pesan nubuatan yang disampaikan terjadi atau tidak, jika tidak terjadi akan dianggap buruk.

Dari segi pelaksanaan tugas, Nabi Yunus telah sukses melaksanakan Tugasnya , tetapi nubuatannya tidak terjadi karena bangsa Niniwe bertobat ! Dan Tuhan mengampuni bangsa ini.

Nabi Yunus sangat kesal , karena reputasinya dipertaruhkan, tetapi Tuhan mengajarkan bahwa tugas menyampaikan nubuatan ada dibawah hukum yang tertinggi yakni kasih! Dan jika ada umat yang kembali bertobat maka kasih adalah mengampuni.

Para pembaca terkasih hukum tertinggi adalah kasih, jadi ada jaminan bagi semua orang jika sungguh bertobat akan diampuni dan diterima kembali.

Renungan Harian Alkitab, 11 November, Hosea 3 ; ” restoration after repentance, pemulihan setelah pertobatan”

Hosea 3:4-5 (NKJV) For the children of Israel shall abide many days without king or prince, without sacrifice or sacred pillar, without ephod or teraphim.
Afterward the children of Israel shall return and seek the Lord their God and David their king. They shall fear the Lord and His goodness in the latter days.

Hosea 3:4-5 (TB) Sebab lama orang Israel akan diam dengan tidak ada raja, tiada pemimpin, tiada korban, tiada tugu berhala dan tiada efod dan terafim.
Sesudah itu orang Israel akan berbalik dan akan mencari TUHAN, Allah mereka, dan Daud, raja mereka. Mereka akan datang dengan gementar kepada TUHAN dan kepada kebaikan-Nya pada hari-hari yang terakhir.

Hosea diminta Tuhan melakukan tindakan profetik menebus pelacur membebaskan dari perbudakan dan membiarkan dia berdiam diri tidak hidup dalam dosa lagi, hal ini diminta Tuhan untuk menyampaikan pesan nubuatan yang isinya ;

Akan terjadi masa pertobatan umat Israel dan setelah itu pemulihan umat Israel akan terjadi.

Para pembaca terkasih, Tuhan tidak pernah menyerah terhadap umat Israel. Ia menanti umat kembali pada Tuhan dan bertobat, bahkan Tuhan telah merencanakan musim pertobatan dan pemulihan datang.

Kita harus bersyukur mempunyai Tuhan yang tidak pernah menyerah kepada kita, selalu menunggu kita dan rindu memulihkan kita.

Renungan Harian Alkitab, 8 May, Song of Salomo; “the power of love, kuasa cinta”

Song of Solomon 8:7 (NKJV) Many waters cannot quench love, Nor can the floods drown it. If a man would give for love All the wealth of his house, It would be utterly despised.

Kidung Agung 8:7 (TB) Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina.

Salomo dalam lagu yang cukup panjang, memberikan pesan bahwa cinta memberikan motivasi, dorongan dan tekad yang kuat untuk seseorang menjadi sangat tangguh, dan mampu berkorban apapun oleh karena cinta.

Sekali lagi dijelaskan , kitab Song of Song, adalah syair lagu, jangan ditafsirkan kata per kata, lihatlah dalam konteks lagu yang utuh, dan mintalah hikmat menangkap dari apa pesan dari lagu yang panjang tersebut.

Para pembaca terkasih, pesan dari pasal 8 adalah cinta adalah suatu motivasi yang kuat, ada kuasa dan tenaga yang besar yang dihasilkan energi cinta.

Bukti cinta yang paling sempurna adalah Yesus, ia mengorbankan dirinya bahkan ketika kita masih berdosa dan menolak cinta Tuhan Yesus, inilah kekuatan cinta yang sesunguhnya dan sempurna yakni cinta Tuhan kepada kita umatNya.

Renungan Harian Alkitab 6 April, Song of Solomon 6;”sense of beloving, rasa memiliki”

Song of Solomon 6:2-3 (NKJV) The Shulamite My beloved has gone to his garden, To the beds of spices, To feed his flock in the gardens, And to gather lilies.
I am my beloved’s, And my beloved is mine. He feeds his flock among the lilies.

Kidung Agung 6:2-3 (TB) — Kekasihku telah turun ke kebunnya, ke bedeng rempah-rempah untuk menggembalakan domba dalam kebun dan memetik bunga bakung.
Aku kepunyaan kekasihku, dan kepunyaanku kekasihku, yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung.

Kitab Song of Solomon (kidung agung) adalah tulisan lagu, dikemas dalam syair, sehingga makna tidak dapat diartikan kata per kata, pesan yang disampaikan dalam lagu adalah pesan per lagu, bukan perkata.

Pesan dari pasal 6 adalah hadirnya rasa memiliki, dimiliki, dan menghargai dengan apa yang dimiliki, Salomo sangat menghargai kekasihnya dan ia sangat memiliki dan ingin kekasihnya melakukan hal yang sama.

Para pembaca terkasih, inilah kebutuhan setiap manusia, yang harusnya terpenuhi melalui pernikahan sepasang kekasih; saling memiliki, saling menghargai, merasa dicintai, di inginkan, di miliki.