Renungan Harian Alkitab, 11 April, John 18: “The kingdom of supranatural, kerajaan yang supranatural “

John 18:36 (NKJV) Jesus answered, “My kingdom is not of this world. If My kingdom were of this world, My servants would fight, so that I should not be delivered to the Jews; but now My kingdom is not from here.”

Yohanes 18:36 (TB) Jawab Yesus: “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini.”

Kerajaan Allah bukanlah berasal dari dunia, dan berbeda manifestasinya dengan kerajaan dunia.

Kerajaan dunia memerintah dengan perang, senjata, uang, dan politik yang menghalalkan segala cara untuk mengelola kekuasaan, teritorinya adalah tanah dan gedung fisik. Perbedaan mencolok adalah: kerajaan dunia hanya bersifat sementara, dan semua orang akan binasa seiring kematian pribadi tersebut.

Kerajaan Tuhan, adalah kekal, selama lamanya, manusia akan diberikan tubuh kemuliaan mengganti tubuh daging, kerajaan Tuhan juga dimulai dibumi dengan bertambahnya jiwa jiwa menjadi anak Allah anggota kerajaan Allah. Kelimpahan akan terjadi dibumi disurga, kesembuhan, kuasa supranatural , dan damai sejahtera adalah keadaan anak anak kerajaan Allah dibumi

Kerajaan dunia mayoritas dikuasai kegelapan, dan iblis memerintah melalui sistem pemerintahan dunia yang jahat, teror, sakit penyakit, kejahatan, dan memperbudak manusia menjadi hamba uang.

Yesus menjelaskan, bahwa ia adalah Raja dan Tuhan di kerajaan Allah, dan setelah bangkit dari kematian mengalahkan maut, menebus dosa manusia, kita di tebus menjadi anak Allah, anggota kerajan yang luar biasa.

Advertisements

Renungan Harian Alkitab, 4 April, John 11, “church politics, politik dalam gereja”

John 11:47-48 (NKJV) Then the chief priests and the Pharisees gathered a council and said, “What shall we do? For this Man works many signs.
If we let Him alone like this, everyone will believe in Him, and the Romans will come and take away both our place and nation.”

Yohanes 11:47-48 (TB) Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: “Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat.
Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita.”

Para pemuka agama Yahudi, sangat takut kehilangan pengikut, Yesus melayani dengan penuh Kuasa, pelayananya disertai tanda ajaib dan mukjizat, jika tidak di hentikan jemaat dari para pemuka agama Yahudi akan pindah menjadi pengikut Yesus.

Akibatnya para pemuka agama akan kehilangan kekuasaan dan juga kehilangan hak istimewa yang diberikan pemerintahan Romawi.

Inilah politik dalam gereja, demi kekuasaan, mereka ingin menyingkirkan hamba – hamba Tuhan yang penuh Roh kudus, Hamba -hamba Tuhan yang disertai mukjizat dan tanda ajaib adalah ancaman bagi pemimpin yang agamawi.

Sampai hari ini, masih banyak terjadi para pemuka agama Kristen agamawi, menghakimi dan mengumumkan bahwa pendeta yang penuh Roh Kudus, disertai tanda ajaib dan mukjizat adalah sesat. mereka menganggap murid Yesus yang penuh Roh Kudus adalah ancaman bagi kekuasan mereka. politik dalam gereja masih terjadi.

Para pembaca terkasih carilah gereja, yang para pemimpinnya penuh Roh Kudus, disertai tanda ajaib dan mukjizat, dan jangan bergereja di gereja yang para pemimpinnya tidak disertai kuasa Allah , tidak disertai karunia Roh Kudus.

Pelayanan hamba Tuhan yang diutus Tuhan Yesus, mempunyai ciri yang sama dengan Tuhan Yesus, disertai kuasa Roh Kudus.

Renungan Harian Alkitab, 12 March, Lukas 12; ” The leaven of Pharisees, Ragi kaum Farisi:

Luke 12:1-2 (NKJV) In the meantime, when an innumerable multitude of people had gathered together, so that they trampled one another, He began to say to His disciples first of all, “Beware of the leaven of the Pharisees, which is hypocrisy.
For there is nothing covered that will not be revealed, nor hidden that will not be known.

Lukas 12:1-2 (TB) Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: “Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi.
Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.

Apakah itu Ragi orang Farisi? Mengapa Yesus memperingatkan murid – murid agar tidak terkena ragi farisi?

Ragi orang farisi, adalah kemunafikan , kepura- puraan, atau sandiwara pertunjukan sebagai pencintraan pura pura hidup benar ! Padahal mereka bermuka dua, berhati ganda, berperilaku ganda!

Ini sangat berbahaya karena, agama dan gereja sudah disusupi roh ini, seperti ragi , jika ada sedikit saja, terutama dalam diri pemimpin gereja, maka akan mengkhamiri, atau meracuni seluruh adonan / seluruh jemaat.

Yesus sangat keras akan hal ini, ia menegur bahkan sampai level mengutuk para pemimpin agama pada waktu itu yang hidup dalam kemunafikan, orang- orang yang tampil bersandiwara, dengan pencitraan hidup benar dan kudus, padahal mereka hanya munafik.

Para pembaca, kita sebagai murid Yesus di ingatkan dengan keras, untuk tidak hidup bersandiwara, tidak bermuka dua, ini hal yang serius dalam kategori dosa, ingatlah Yesus sendiri mengutuk kaum farisi karena kemunafikannya.

Renungan Harian Alkitab, 7 January, Zechariah 11 ; Beauty & Bond, Kemurahan dan ikatan”

Zechariah 11:7 (NKJV) So I fed the flock for slaughter, in particular the poor of the flock. I took for myself two staffs: the one I called Beauty, and the other I called Bonds; and I fed the flock.

Zakharia 11:7 (TB) Maka aku menggembalakan domba-domba sembelihan itu untuk pedagang-pedagang domba. Aku mengambil dua tongkat: yang satu kusebutkan “Kemurahan” dan yang lain kusebutkan “Ikatan”; lalu aku menggembalakan domba-domba itu.

Ilustrasi Gembala yang dimaksud adalah ditujukan kepada para pemimpin, baik dalam pemerintahan negara, atau pemimpin kerohanian di gereja.

Kepemimpinan dengan nilai kekristenan , berpegang pada dua hal utama, yakni kemurahan (memimpin dengan ;belas kasihan, cinta, kasih sayang, hal ini dirangkum dengan kata “beauty”). Dan yang kedua adalah ikatan; komitment, kesetiaan , dimana pemimpin tidak akan lari meninggalkan umat yang dipimpinnya.

Inilah pesan Tuhan yang disampaikan Nabi Zecharia, dan juga disampaikan bagi para pemimpin kristen dalam hal kepemimpinan yang melayani.

Para pembaca terkasih, menjadi pemimpin adalah amanat melayani, dan hal ini tidaklah mudah, karena itu marilah kita mendukung para pemimipin baik dalam kenegaraan, atau pemimpin rohani dengan doa , doakan mereka senantiasa, dan juga tunduklah dengan sukarela, agar mereka dapat memimpin dengan sukacita.

Renungan Harian Alkitab, 24 October, Ezekiel 45; “Leaders right and responsibilites, tugas dan tanggung jawab pemimpin “

Ezekiel 45:9 (NKJV) ‘Thus says the Lord God: “Enough, O princes of Israel! Remove violence and plundering, execute justice and righteousness, and stop dispossessing My people,” says the Lord God.

Yehezkiel 45:9 (TB) Beginilah firman Tuhan ALLAH: “Cukuplah itu, hai raja-raja Israel, jauhkanlah kekerasan dan aniaya, tetapi lakukanlah keadilan dan kebenaran; hentikanlah kekerasanmu yang mengusir umat-Ku dari tanah miliknya, demikianlah firman Tuhan ALLAH.

Kitab Ezekiel 45 menegaskan kembali hal prinsip kepemimpinan dalam kerajaan Allah, bahwa ada hak tetapi juga tanggung jawab pemimpin yang berlaku secara prinsip kepada semua level kepemimpinan ; raja , kepala pemerintahan, pemimpin perusahaan, hingga pemimpin rumah tangga.

Para pemimpin diberikan kejelasan hak penghargaan mereka, upah dan diutamakan kesejahteraanNya dalam prinsip kepemimpinan kerajaan Allah.

Hal ini di gariskan agar jelas ada bagian seorang pemimpin, dan diluar bagian yang ditetapkan adalah bukan milik pemimpin dan harus di kerjakan guna membawa kesejahteraan orang-orang yang dipimpin.

Setelah diberikan jaminan kesejahteraan dari Tuhan, para pemimpin harus menegakkan dua hal yakni ; kebenaran dan keadilan, jelas hak dan tanggung jawab pemimpin.

Para pembaca terkasih, jika anda adalah seorang yang ada dibawah kepemimpinan seseorang janganlah anda iri hati jika Tuhan memberkati pemimpinmu dengan berlimpah, jikalau anda seorang pemimpin ingatlah tanggung jawab anda adalah berat dan bukan main main !

Para pemimpin tegakanlah prinsip kebenaran firman Tuhan dan tegakanlah keadilan! Dan serahkanlah hal kesejahteraanmu pada tangan Tuhan yang mengutusmu.

Renungan Harian Alkitab, 7 September, Lamentation 4;”Leaders sin bring disaster, dosa para pemimpin membawa bencana”

Lamentations 4:13 (NKJV) Because of the sins of her prophets And the iniquities of her priests, Who shed in her midst The blood of the just.

Ratapan 4:13 (TB) Hal itu terjadi oleh sebab dosa nabi-nabinya dan kedurjanaan imam-imamnya yang di tengah-tengahnya mencurahkan darah orang yang tidak bersalah.

Ketika para pemimpin berdosa, mereka menyesatkan umat, ketika para pemimpin rohani ; imam dan nabi hidup dalam dosa, maka raja tidak ada yang menegur dan memimpin.

Ketika Raja hidup dalam dosa, maka ia akan memimpin rakyat melakukan dosa yang sama!

Ahkirnya seluruh umat Israel tersesat, mereka binasa! Karena para pemimpin rohani tidak berfungsi, dan pemimpin kerajaan tersesat.

Para pembaca terkasih, pemimpin yang hidup dalam dosa, akan membawa petaka dalam kepemimpinannya, janganlah menjadi pemimpin yang seperti ini, dan janganlah memilih pemimpin seperti ini!.

Renungan Harian Alkitab, 18 May, Isiah 10; “warning to leaders, peringatan kepada para pemimpin”

Isaiah 10:1 (NKJV) “Woe to those who decree unrighteous decrees, Who write misfortune, Which they have prescribed

Yesaya 10:1 (TB) Celakalah mereka yang menentukan ketetapan-ketetapan yang tidak adil, dan mereka yang mengeluarkan keputusan-keputusan kelaliman.

Sejarah membuktikan bahwa semua pemimpin yang lalim pada ujungnya menuai petaka dan kebinasaan, sejarah mencatat para pemimpin lalim itu di adili oleh pemberontakan rakyatnya, atau penjajah asing , atau pengadilan internasional bagi para penjahat perang.

Ada masa dimana sepertinya tidak terjadi apa apa, para pemimpin lalim ini memerintah, tetapi ketika masa menuai tiba, mereka berujung pada kebinasaan.

Para pembaca terkasih, ketika rakyat atau umat yang tertindas oleh pemimpin yang lalim menaikan doa dan air mata mereka kepada Tuhan, Tuhan mendengar, dan akan tiba masa penghukuman bagi mereka jika tidak bertobat.

Kepemimpinan adalah amanat dan tanggung jawab! Inilah pesan Tuhan yang disampaikan oleh Nabi Yesaya.