Renungan  harian alkitab , 1 Chronicles 23, jumat; ” 38.000 pastor serve the nations, 38.000 pendeta melayani umat”

1 Chronicles 23:3-5 (NKJV)  Now the Levites were numbered from the age of thirty years and above; and the number of individual males was thirty-eight thousand.

Of these, twenty-four thousand were to look after the work of the house of the Lord, six thousand were officers and judges,

four thousand were gatekeepers, and four thousand praised the Lord with musical instruments, “which I made,” said David, “for giving praise.”

Salah satu kunci dari kejayaan umat Israel pada jaman kerajaan David, adalah karena keseriusan David sebagai raja dalam hal iman dan ibadah kepada Tuhan, umat menjadi rayat yang beriman dan taat kepada hukum Tuhan, sehingga damai sejahtera dan kesejahteraan terjadi.

Sebanyak 38.000 pendeta melayani kebaktian ibadah seluruh umat kerajaan Israel, sungguh ini bukti keseriusan David dalam mengelola peribadatan kepada Tuhan.

Para pembaca terkasih , dimana umat suatu negara iman dan ketaatan kepada Tuhan sangat baik, teroganisir dan dikelola dengan sangat baik, maka negri itu menjadu negri penuh kelimpahan dan damai sejahtera, dan semua itu dapat terjadi ketika para pemimpinnya bersungguh hati mengatur akan hal kerohanian umatnya.

Renungan harian alkitab, 1 Chronicles 18, senin, ” Dedicated offering to God, mendedikasikan persembahan kepada Tuhan”

1 Chronicles 18:11 (NKJV)  King David also dedicated these to the Lord, along with the silver and gold that he had brought from all these nations–from Edom, from Moab, from the people of Ammon, from the Philistines, and from Amalek.

Raja David menyadari bahwa sumber dari kemenangan semua peperangan adalah kuasa Tuhan yang ajaib, dengan kerendahan hati David mempersembahkan semua hasil rampasan perang ; emas, perak dan barang berharga ke rumah Tuhan, sebagai persembahan.

Persembahan adalah bukti iman seseorang dan bukti rasa ucapan syukur , hanya orang yang rendan hati yang mengerti bahwa tanpa Tuhan , ia tidak dapat berbuat apa apa.

Para pembaca terkasih, mari kita belajar dari David, seroang yang rendah hati, dan penuh iman, ia memberikan persembahan kepada Tuhan karena ia tau Tuhanlah sumber segala kemenangannya, iman David, membuat ia meraih kemenangan dan kejayaan, dan iman yang sama membuat ia setia membawa persembahan kepada Tuhan, dan mendedikasikan barang hasil perang emas , perak.

Hanya orang yang beriman yang mengerti akan hal ini, membawa persembahan kepada Tuhan.

Renungan harian alkitab, 1 Chronicles 12, senin; ” skills is importance, keahlian itu penting”

1 Chronicles 12:1-2 (NKJV)  Now these were the men who came to David at Ziklag while he was still a fugitive from Saul the son of Kish; and they were among the mighty men, helpers in the war,

armed with bows, using both the right hand and the left in hurling stones and shooting arrows with the bow. They were of Benjamin, Saul’s brethren.

 orang – orang kepercayaan David, para pemimpin dibawah kepemimpinan David adalah orang- orang yang mempunyai keahlian tinggi, karena itu mereka sangat berfungsi mensupport kepemimpinan raja David

para pembaca terkasih, apakah anda pribadi yang mempunyai skill  keahlian khusus?  

janganlah menjadi manusia rata-rata tidak mempunyai skills, anda harus mempunyai sekurangnya satu keahlian khusus!

Ambilah sertifikasi keahlian khusus, perdalamlah skills kerja anda, agar anda mempunyai nilai tambah, dan bisa menssuport pemimpin anda dan memimpin anak buah anda

Bertekunlah dalam keahlian khusus, dan jadilah ahli dibidangnya sehingga pekerjaan anda menjadi master piece yg dipersembahkan bagi Tuhan Yesus.

Renungan harian alkitab , 1 Chronicles 10, sabtu; ” because of his unfaithfullness, karena ia tidak setia”

1 Chronicles 10:13-14 (NKJV)  So Saul died for his unfaithfulness which he had committed against the Lord, because he did not keep the word of the Lord, and also because he consulted a medium for guidance.

But he did not inquire of the Lord; therefore He killed him, and turned the kingdom over to David the son of Jesse.

Saul adalah oppurtunist, ia dengan mudah melawan hamba Tuhan , nabi yang mentahbiskan ia menjadi raja, ia berpihak pada massa pengikut yang kuatir, dan mengambil alih kewenangan nabi.

Ia juga memberontak terhadap Tuhan dengan melawan teguran nabi, melawan perintah Tuhan  bahkan ia dengam mudahnya berpaling pada kuasa gelap, pemanggil arwah.

Belum kejahatannya ingin membunuh David, dan membunuh para imam – imam, Saul dipenuhi kebencian dan amarah , karena iri hati.

Para pembaca terkasih manusia mempunyai kehendak bebas,  ketika manusia memilih memberontak pada Tuhan, ia telah berada dalam sisi kegelapan, menjadi bagian kerjaaan iblis, dan otomatis kebinasaan menantinya.

Gunakanlah kehendak bebas untuk berpihak dan berdiri pada kerajaan Tuhan, dan bukan sebaliknya.

Jika ada orang lain yang lebih diurapi, lebih jujurm dan dipromosikan Tuhan, janganlah iri hati, iri hati akan mendatangkan pelbagai dosa dosa kejahatan lainnya.

Renungan harian alkitab, 1 Chronicles 9, jumat; ” because of their unfaithfullness, karena mereka tidak setia”

1 Chronicles 9:1 (NKJV)  So all Israel was recorded by genealogies, and indeed, they were inscribed in the book of the kings of Israel. But Judah was carried away captive to Babylon because of their unfaithfulness.

Karena suku Judah tidak setia dan berpaling pada dewa-dewi asing, maka mereka menjadi tawanan kuasa kegelapan, mereka menjadi budak kuasa gelap dan kerajaan kuasa kegelapan.

Setiap manusia memiliki kehendak bebas, memilih menyembah Tuhan atau menyembah iblis, dan iblis melalui tipu daya dosa dunia menarik manusia sedemikian rupa menjadi penyembah berhala.

Jalan kerajaan Allah adalah jalan kekudusan dan kebenaran yang tidak hidup dikuasai nafsu daging tapi oleh Roh Tuhan, tetapi manusia lebih memilih menjadi budak nafsu dan dosa sehingga menolak dan menjaug dari Tuhan.

Jerat tipu daya iblis  berhasil menipu manusia; pride ( keangkuhan hidup), nafsu mata, dan nafsu daging menjadi jerat utama kerajaan kegelapan menipu manusia.

Para pembaca terkasih, ketika kita memilih tidak setia menyembah kepada Tuhan Allah yang hidup dan hidup dalam kebenaran dan kekudusa  , kita telah memilih masuk dalam kegelapan dan perbudakan.

Renungan harian alkitab, 1 Chronicles 8, kamis ; ” Benjamin Tribe not perish, suku Benjamin tidak binasa”

1 Chronicles 8:1-6 (NKJV)  Now Benjamin begot Bela his firstborn, Ashbel the second, Aharah the third,Nohah the fourth, and Rapha the fifth.The sons of Bela were Addar, Gera, Abihud,Abishua, Naaman, Ahoah,Gera, Shephuphan, and Huram.

These are the sons of Ehud, who were the heads of the fathers’ houses of the inhabitants of Geba, and who forced them to move to Manahath.

Catatan kronologi keturunan suku Benjamin adalah suatu kabar baik, ya suatu kabar baik! , artinya suku ini tidak binasa melainkan tetap berlanjut.

Hal ini sangatlah penting di ingat, kembali kepada sejarah perang saudara ,( judges 19-21) , dalam kitab hakim-hakim dituliskan kisah sejarah perang yang hampir memusnahkan suku Benjamin, dimana pada saat itu suku Benjamin penuh dengan kemaksiatan, percabulan , LGBT, dan dosa dosa, dan menolak teguran dari 11 suku lainnya, dan Benjamin ditumpas nyaris binasa,

Suku Benjamin tidak layak diampuni, tetapi  Tuhan menaruhkan kasihnya melalui perantaraan saudara saudarinya dari 11 suku , mereka digerakan Tuhan untuk mengampuni, dan menginginkan mereka tidak binasa , dan ahkirnya mereka tidak binasa.

Para pembaca terkasih, pencatatan kronologi silsilah suku benjamin adalah bukti Tuhan maha pengasih dan pengampun, meskipun suku ini pernah menjadi sangat rusak moralnya dan sangat maksiat, tapi Tuhan berbelas kasihan kepada mereka.

Renungan harian alkitab, 1 Chronicles 7, rabu; ” No record about Naphatali ? Tidak ada catatan tentang suku Naphatali ?”

1 Chronicles 7: 13  The sons of Naphtali were Jahziel, Guni, Jezer, adn shallum, the sons of Bilhah.”

Semua suku dicatatkan dalam kitab  1 Chronicles, dengan lengkap dan sejarah pencapaian dan peristiwa penting disertakan, penjelasan dan pencatatan setiap suku sangatlah panjang dan lengkap bahkan details.

Tapi  Penjelasan tentang suku Naphatali sangatlah singkat , kurang dari satu paragraph, ketika suku suku lain mencatat melahirkan para pahwalan perang, dan orang orang yang berpengaruh, sehingga menjadi panjang pencatatatanya, Suku Naphatli tidak ada satu kata pun penjelasan akan hal ini ; tidak ada yang dapat dituliskan , pada waktu kitab ini ditulis, belum ada pencapaian dan hal hal yang besar terjadi .

Satu satunya pencatatan kejadian pada suku Napthali adalah mereka menikah dan mempunyai keturunan, hanya nama keturunan , yang itu pun hanya 5 anak saja ?

Para pembaca terkasih, mari kita mengambil hikmat, dari hal ini, hidup kita anak -anak Allah mempunyai tujuan yang besar,  dan pengaruh yang besar, bukan sekedar menikah dan mempunyai anak saja ! , banyak orang Kristen mengira tujuan hidup mereka hanya sekedar menikah dan menafkahi keluarga saja .

Setiap orang Kristen mempunyai misi amanat agung ; menjadikan segala bangsa murid kristus, tentunya melahirkan dan membangkitkan murid murid Yesus yang penuh Roh kudus , berpengaruh, menerangi dunia dan memenangkan banyak jiwa jiwa bagi Tuhan Yesus.

Marilah kita mempunyai iman yang benar, bahwa tujuan hidup anak anak Allah bukanlah sekedar menikah dan menafkahi keluarga, ada tujuan yang lebih besar dan perlu di hidupi dan dilakukan yakni amanat agung Yesus Kristus.

Renungan harian alkitab, 2 Chronicles, jumat; “from one person, dari satu orang”.

1 Chronicles 2:1-2, 18 (NKJV)  These were the sons of Israel: Reuben, Simeon, Levi, Judah, Issachar, Zebulun,

Dan, Joseph, Benjamin, Naphtali, Gad, and Asher.

Caleb the son of Hezron had children by Azubah, his wife, and by Jerioth. Now these were her sons: Jesher, Shobab, and Ardon.

umat Israel menjadi begitu banyak seperti bintang dilangit, semua itu dimulai dari satu orang bernama israel atau kita kenal dengan nama Jacob.

Para pembaca terkasih , Tuhan menjadikan suatu bangsa yang besar, dimulai dari hanya 1 orang yg menikah dan beranak cucu, sungguh karya Tuhan memang ajaib, hanya dimulai dari 1 orang yg telah bergumul dengan Allah bernama Jacob.

Renungan harian alkitab, 1 chronicles 1, kamis; ” only 9 generation ! hanya 9 generasi”.

​1 Chronicles 1:1-4 (NKJV)  Adam, Seth, Enosh,Cainan, Mahalalel, Jared,Enoch, Methuselah, Lamech,Noah, Shem, Ham, and Japheth.

The first generation on earth is Adam, and did not took a long time before human generation became and extreme sinner and life in disaster

“Nine generation after Adam, Generation of Noah are born, they are extreme sinner , so God decided the end it all, except Noah family.” 

Generasi cucu Enoch menjadi generasi  pendosa dan tidak takut Allah, dan Tuhan memusnahkan umat manusia,kecuali keluarga Noah.

Para pembaca  terkasih, generasi ketiga setelah Adam adalah Enoch , dan ia sangat rohani hingga terangkat kesurga! tapi ia gagal memuridkan generasi anak dan cucunya,sehingga bumi penuh manusia jahat dan pendosa

Pemuridan sangatlah penting! karena itu Tuhan memberikan perintah memuridkan bagi semua orang percaya, agar jangan sampai generasi murid Yesus gagal memuridkan generasi berikutnya.

Renungan harian alkitab,2 Kings 25, rabu: ” it came to pass, nubuatan itu di genapi”

2 Kings 25:1-2 (NKJV)  Now it came to pass in the ninth year of his reign, in the tenth month, on the tenth day of the month, that Nebuchadnezzar king of Babylon and all his army came against Jerusalem and encamped against it; and they built a siege wall against it all around.

So the city was besieged until the eleventh year of King Zedekiah.

Ketika umat dan raja Isreal memberontak dan beralih kepada dewa dewa asing, Tuhan memperingatkan melalui para nabi, bahwa mereka akan menjadi budak kerajaan kegelapan dan ditawan, kerajaan israel akan hancur

Ternyata peringatan para nabi dianggap remeh,bukannya bertobat karena telah ditegur, tetapi kerajaan Israel terus memberontak, dan bencana besar terjadi, mereka sungguh sungguh secara fisik di  tawan sebagai budak.

para pembaca terkasih, umat yang tegar tengkuk, pemberontak anti koreksi, anti teguran, dengan seenaknya mereka terus hidup dalam dosa, dan bencana dan penderitaan terjadi pada mereka. 

Janganlah kita seperti mereka, anti koreksi, tidak rendah hati dan berjiwa pemberontak terhadap Tuhan dan utusan Tuhan.