Renungan Harian Alkitab, 23 December, Zephaniah 1,”bad companionship, pergaulan buruk”

Zephaniah 1:5-6 (NKJV) Those who worship the host of heaven on the housetops; Those who worship and swear oaths by the Lord, But who also swear by Milcom;
Those who have turned back from following the Lord, And have not sought the Lord, nor inquired of Him.”

Zefanya 1:5-6 (TB) juga mereka yang sujud menyembah di atas sotoh kepada tentara langit dan mereka yang menyembah dengan bersumpah setia kepada TUHAN, namun di samping itu bersumpah demi Dewa Milkom,
serta mereka yang berbalik dari pada TUHAN, yang tidak mencari TUHAN dan tidak menanyakan petunjuk-Nya.”

Kerajaan Asyur sangat memberikan pengaruh pada saat itu, termasuk mempengaruhi umat Israel; mereka ikut menyembah dan beribadah kepada dewa dewi Asyur,m sungguh keterlaluan.

Dengan naiknya Raja Yosia yang berketetapan membawa kembali bangsa Israel kepada Allah Israel yang hidup, Nabi Zefanya mendapatkan support dari Raja Yosia untuk menyerukan nubuatan dan pelayanan kenabian, untuk mempertobatkan umat Israel.

Para pembaca terkasih, memang benar firman Tuhan yang menjelaskan; pergaulan buruk merusak kebiasaan dan karakter yang baik.

Umat Israel bergaul dengan bangsa Asyur dan mereka menjadi penyembah berhala, sungguh betapa mudahnya mereka meningallkan Tuhan, pergaulan buruk telah merusak karakter mereka.

Advertisements

Renungan Harian Alkitab, 9 December, Jonah 4; ” love is the highest law, kasih adalah hukum terbesar”

Jonah 4:1-2 (NKJV) But it displeased Jonah exceedingly, and he became angry.
So he prayed to the Lord, and said, “Ah, Lord, was not this what I said when I was still in my country? Therefore I fled previously to Tarshish; for I know that You are a gracious and merciful God, slow to anger and abundant in lovingkindness, One who relents from doing harm.

Yunus 4:1-2 (TB) Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia.
Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: “Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya.

Nabi Jonah (yunus) sangat berorientasi pada tugas; yakni menyampaikan pesan pertobatan dan akan datang penghukuman bagi bangsa Niwiwe.

Seorang Nabi dinilai dari apakah pesan nubuatan yang disampaikan terjadi atau tidak, jika tidak terjadi akan dianggap buruk.

Dari segi pelaksanaan tugas, Nabi Yunus telah sukses melaksanakan Tugasnya , tetapi nubuatannya tidak terjadi karena bangsa Niniwe bertobat ! Dan Tuhan mengampuni bangsa ini.

Nabi Yunus sangat kesal , karena reputasinya dipertaruhkan, tetapi Tuhan mengajarkan bahwa tugas menyampaikan nubuatan ada dibawah hukum yang tertinggi yakni kasih! Dan jika ada umat yang kembali bertobat maka kasih adalah mengampuni.

Para pembaca terkasih hukum tertinggi adalah kasih, jadi ada jaminan bagi semua orang jika sungguh bertobat akan diampuni dan diterima kembali.

Renungan Harian Alkitab, 11 November, Hosea 3 ; ” restoration after repentance, pemulihan setelah pertobatan”

Hosea 3:4-5 (NKJV) For the children of Israel shall abide many days without king or prince, without sacrifice or sacred pillar, without ephod or teraphim.
Afterward the children of Israel shall return and seek the Lord their God and David their king. They shall fear the Lord and His goodness in the latter days.

Hosea 3:4-5 (TB) Sebab lama orang Israel akan diam dengan tidak ada raja, tiada pemimpin, tiada korban, tiada tugu berhala dan tiada efod dan terafim.
Sesudah itu orang Israel akan berbalik dan akan mencari TUHAN, Allah mereka, dan Daud, raja mereka. Mereka akan datang dengan gementar kepada TUHAN dan kepada kebaikan-Nya pada hari-hari yang terakhir.

Hosea diminta Tuhan melakukan tindakan profetik menebus pelacur membebaskan dari perbudakan dan membiarkan dia berdiam diri tidak hidup dalam dosa lagi, hal ini diminta Tuhan untuk menyampaikan pesan nubuatan yang isinya ;

Akan terjadi masa pertobatan umat Israel dan setelah itu pemulihan umat Israel akan terjadi.

Para pembaca terkasih, Tuhan tidak pernah menyerah terhadap umat Israel. Ia menanti umat kembali pada Tuhan dan bertobat, bahkan Tuhan telah merencanakan musim pertobatan dan pemulihan datang.

Kita harus bersyukur mempunyai Tuhan yang tidak pernah menyerah kepada kita, selalu menunggu kita dan rindu memulihkan kita.

Renungan Harian Alkitab, 6 July, Isiah 59 ; “sin separate us from God, dosa memisahkan kita dari Tuhan”

Isaiah 59:1-2 (NKJV) Behold, the Lord’s hand is not shortened, That it cannot save; Nor His ear heavy, That it cannot hear.
But your iniquities have separated you from your God; And your sins have hidden His face from you, So that He will not hear.

Yesaya 59:1-2 (TB) Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

Kekristenan gampangan, atau sekedar status adalah kondisi dimana seseorang sudah beragama Kristen, tapi tidak mengalami kuasa Tuhan yang nyata, mereka tidak pernah mengalami mukjizat dan kuasa Roh Kudus, mereka hanya tergabung pada kumpulan sosial gereja , ritual agama kosong tanpa kuasa Allah.

Apa yang menyebabkan hal ini terjadi?

Para pembaca terkasih, dosa adalah penyebab terjadinya kekristenan tanpa kuasa Allah, hal kedua adalah tidak adanya iman!

Gereja harus berani menyerukan pertobatan dari dosa, sehingga jemaat tidak hanya sekedar mengucapkan doa lahir baru, dan merasa statusnya sudah lahir baru , tapi jemaat ditegur dari dosa dan dipertobatkan agar mereka sungguh-sungguh meninggalkam cara hidup dosa dan menjadi ciptaan baru.

Selama masih hidup dalam dosa, maka kekristenan hanya status koso ng tanpa pengalaman nyata akan kuasa Tuhan.

Saya menjumpai dalam pelayanan belasan tahun ini, banyak gereja yang mentolerir jemaatnya hidup dalam dosa; perzinahan, dusta, merokok , mabuk, melakukan penyelundupan barang barang, mempunyai isteri simpanan atau selir, bahkan seringkali pelakunya adalah para pemimpin gereja itu sendiri. Sungguh menyedihkan budaya dosa telah memisahkan umat dari Tuhan Yesus.

Yesus telah datang menjadi juruselamat, mengampuni dosa – dosa , tetapi manusia kristen agamawi mempermainkan Tuhan Yesus, dengan terus menerus sengaja hidup dalam dosa, tanpa menghargai besarnya pengorbanan Tuhan Yesus bagi umatNya.

Renungan harian alkitab; 2 Chronicles 32, selasa; ” repent and forgiveness from God, pertobatan  dan pengampunan Tuhan.

2 Chronicles 33:9-14 (NKJV)  So Manasseh seduced Judah and the inhabitants of Jerusalem to do more evil than the nations whom the Lord had destroyed before the children of Israel.

And the Lord spoke to Manasseh and his people, but they would not listen.

Therefore the Lord brought upon them the captains of the army of the king of Assyria, who took Manasseh with hooks, bound him with bronze fetters, and carried him off to Babylon.

Now when he was in affliction, he implored the Lord his God, and humbled himself greatly before the God of his fathers,

and prayed to Him; and He received his entreaty, heard his supplication, and brought him back to Jerusalem into his kingdom. Then Manasseh knew that the Lord was God.

After this he built a wall outside the City of David on the west side of Gihon, in the valley, as far as the entrance of the Fish Gate; and it enclosed Ophel, and he raised it to a very great height. Then he put military captains in all the fortified cities of Judah.

Pemberontakan yang dilakukan raja Manaseh, adalah sangat keterlaluan, dikatakan sangat jahat bahkan dari raja – raja sebelumnya, semua hal hal yang menyakitkan hati Tuhan ia lakukan, hingga pengorban anak anak kedalam api untuk dipersembahkan kepada Iblis, ia lakukan! Sungguh jahat!.

Seharusnya Manaseh dikutuk dan dihukum sangat berat dan dicabut nyawanya serta dilempar kedalam api neraka!

Tapi Tuhan kita sungguh maha pengasih dan penyayang, ia Tuhan yang maha pengampun, ketika Manassh bertobat , merendahkan diri kepada Tuhan, dan berbalik kembali kepada jalan Tuhan, maka Tuhan mengampuninya.

Para pembaca terkasih, Tuhan tidak ingin kita  binasa, seberapa beratnya pelanggaran dan dosa kita, asalkan kita mau bertobat, dan rendah hati kembali kepada Tuhan, pengampunan akan diberikan Tuhan, sungguh Tuhan kita luar biasa, maha pengasih, penyanyang dan maha pengampun, ada jaminan bagi setiap orang yang bertobat sungguh sungguh akan di ampuni.

Renungan harian alkitab, 2 Chronicles 22, jumat ; ” As the Lord plan, seperti rencana Tuhan”

2 Chronicles 22:7 (NKJV)  His going to Joram was God’s occasion for Ahaziah’s downfall; for when he arrived, he went out with Jehoram against Jehu the son of Nimshi, whom the Lord had anointed to cut off the house of Ahab.

Ahaziah sudah ditentukan Tuhan tanggal kematiannya, dan ia tidak bisa mengelak lagi! Tuhan sungguh berdaulat dan berkuasa

Seperti waktu yang dan tanggal yg telah direncanakan Tuhan, Azahiah meninggal tepat sesuai rencana Tuhan, dewa-dewa berhala yang disembah Ahaziah tidak dapat menolongnya

Para pembaca terkasih, Tuhan telah menetapkan usia dan umur manusia, ia berdaulat dan maha kuasa, jika belum waktunya seseorang meninggal ia tidak akan meninggal, dan jika sudah waktunya usia manusia selesai, ia pasti meninggal.

usia, masa hidup manusia di tangan Tuhan yang maha kuasa.

Renungan harian alkitab , 1 Chronicles 10, sabtu; ” because of his unfaithfullness, karena ia tidak setia”

1 Chronicles 10:13-14 (NKJV)  So Saul died for his unfaithfulness which he had committed against the Lord, because he did not keep the word of the Lord, and also because he consulted a medium for guidance.

But he did not inquire of the Lord; therefore He killed him, and turned the kingdom over to David the son of Jesse.

Saul adalah oppurtunist, ia dengan mudah melawan hamba Tuhan , nabi yang mentahbiskan ia menjadi raja, ia berpihak pada massa pengikut yang kuatir, dan mengambil alih kewenangan nabi.

Ia juga memberontak terhadap Tuhan dengan melawan teguran nabi, melawan perintah Tuhan  bahkan ia dengam mudahnya berpaling pada kuasa gelap, pemanggil arwah.

Belum kejahatannya ingin membunuh David, dan membunuh para imam – imam, Saul dipenuhi kebencian dan amarah , karena iri hati.

Para pembaca terkasih manusia mempunyai kehendak bebas,  ketika manusia memilih memberontak pada Tuhan, ia telah berada dalam sisi kegelapan, menjadi bagian kerjaaan iblis, dan otomatis kebinasaan menantinya.

Gunakanlah kehendak bebas untuk berpihak dan berdiri pada kerajaan Tuhan, dan bukan sebaliknya.

Jika ada orang lain yang lebih diurapi, lebih jujurm dan dipromosikan Tuhan, janganlah iri hati, iri hati akan mendatangkan pelbagai dosa dosa kejahatan lainnya.