Renungan Harian Alkitab, 7 August, Philemon 1 ,” Grace for Onesimus, anugerah bagi Onesimus”

Philemon 1:16-17 (RKJNT) No longer as a slave, but more than a slave, as a beloved brother, especially to me, but how much more to you, both in the flesh, and in the Lord?
Therefore, if you count me as a partner, receive him as you would me.

Filemon 1:16-17 (TB) bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari pada hamba, yaitu sebagai saudara yang kekasih, bagiku sudah demikian, apalagi bagimu, baik secara manusia maupun di dalam Tuhan.
Kalau engkau menganggap aku temanmu seiman, terimalah dia seperti aku sendiri.

Philemon adalah murid Rohani dari Rasul Paulus, ia membantu memulai perintisan gereja di Kolose dan memberikan rumahnya untuk dipakai menjadi tempat ibadah gereja mula – mula di Kolose.

Seorang budak dari Philemon, yakni Onesimus terlibat konflik dan melarikan diri, ia berjumpa Paulus, dipertobatkan dan menjadi murid Kristus.

Sama seperti Tuhan Yesus yang memberi kesempatan kedua untuk kita bertobat dan menjadi ciptaan baru, Rasul Paulus memberikan hal ini kepada Onesimus, dan Rasul Paulus mengirimkan surat kepada Philemon untuk melakukan yang sama.

Para pembaca renungan terkasih jika anda mengalami pengalaman seperti Onesimus, maka Tuhan Yesus akan menerima anda dan memberikan kesempatan kedua.

Jika anda mempunyai saudara atau teman yang meningallkan anda, dan bersalah kepadamu, tetapi ia telah bertobat, dan menjadi ciptaan baru dalam Kristus, maka berilah kesempatan kedua baginya , tentu saja dengan catatan : orang tersebut sudah bertobat sungguh-sungguh dan Mau diprores menjadi ciptaan baru.

Advertisements

Renungan Harian Alkitab, 15 July, Colossians 3, “New Creation, ciptaan baru”

Colossians 3:5-6 (RKJNT) Therefore, put to death what is earthly in you: sexual immorality, impurity, lust, evil desire, and covetousness, which is idolatry.
For because of these things the wrath of God is coming:

Kolose 3:5-6 (TB) Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,
semuanya itu mendatangkan murka Allah [atas orang-orang durhaka].

Sebagai pribadi yang telah menerima Yesus, sebagai Tuhan dan juruselamat, kita telah diubahkan menjadi ciptaan baru, segala cara hidup manusia lama, ditinggalkan.

Cara hidup manusia lama yang ditinggalkan adalah: percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,

Para pembaca terkasih di dalam Yesus Tuhan, kita telah menjadi ciptaan baru , dan yang lama sudah berlalu.

Renungan Harian 24 April, Acts 10 ; ” Holy spirit is for every believers, Roh Kudus untuk semua orang percaya”

Acts 10:44-46 (NKJV) While Peter was still speaking these words, the Holy Spirit fell upon all those who heard the word.
And those of the circumcision who believed were astonished, as many as came with Peter, because the gift of the Holy Spirit had been poured out on the Gentiles also.
For they heard them speak with tongues and magnify God. Then Peter answered,

Kisah Para Rasul 10:44-46 (TB) Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu.
Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga,
sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. Lalu kata Petrus:

Melalui kisah ini, alkitab mengajarkan kepada kita , bahwa Roh Kudus dicurahkan bagi semua orang percaya, setiap orang yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat dalam hidupnya, dapat menerima baptisan Roh Kudus.

Baptisan Roh Kudus dapat diterima semua murid Yesus, jikalau mereka mau membuka hati, dan tidak menolak Kuasa Roh Kudus ( termasuk tidak menolak karunia Roh Kudus) maka setiap orang percaya dapat menerima baptisan Roh Kudus.

Dalam kisah pasal 10 ini, terjadi dua buah baptisan, yakni baptisan air, dan baptisan Roh Kudus, demikian penjelasannya; Baptisan Air adalah tanda pertobatan, dan setiap orang percaya harus dibaptis air sebagai tindakan iman pertobatan mereka dari manusia lama dan deklarasi kehidupan baru dalam Kristus. Baptisan Roh Kudus adalah baptisan kuasa Allah, dimana Roh Kudus menaungi memenuhi orang percaya, sehingga murid- murid Tuhan Yesus berjalan dalam kuasa Roh Kudus Hidupnya.

Sudahkan anda dibaptis Roh Kudus? Jika belum bergabunglah pada gereja lokal yang mempercayai karuni Roh Kudus masih bekerja, dan ikutlah dalam sesi doa baptisan Roh Kudus di gereja tersebut.

Sungguh luar biasa kehidupan yang dipimpin dan disertai kuasa Roh Kudus, ini adalah bukti kita adalah anak – anak Allah, yakni menjadi cipataan baru dan dipenuhi Roh Kudus.

Renungan Harian Alkitab, 23 December, Zephaniah 1,”bad companionship, pergaulan buruk”

Zephaniah 1:5-6 (NKJV) Those who worship the host of heaven on the housetops; Those who worship and swear oaths by the Lord, But who also swear by Milcom;
Those who have turned back from following the Lord, And have not sought the Lord, nor inquired of Him.”

Zefanya 1:5-6 (TB) juga mereka yang sujud menyembah di atas sotoh kepada tentara langit dan mereka yang menyembah dengan bersumpah setia kepada TUHAN, namun di samping itu bersumpah demi Dewa Milkom,
serta mereka yang berbalik dari pada TUHAN, yang tidak mencari TUHAN dan tidak menanyakan petunjuk-Nya.”

Kerajaan Asyur sangat memberikan pengaruh pada saat itu, termasuk mempengaruhi umat Israel; mereka ikut menyembah dan beribadah kepada dewa dewi Asyur,m sungguh keterlaluan.

Dengan naiknya Raja Yosia yang berketetapan membawa kembali bangsa Israel kepada Allah Israel yang hidup, Nabi Zefanya mendapatkan support dari Raja Yosia untuk menyerukan nubuatan dan pelayanan kenabian, untuk mempertobatkan umat Israel.

Para pembaca terkasih, memang benar firman Tuhan yang menjelaskan; pergaulan buruk merusak kebiasaan dan karakter yang baik.

Umat Israel bergaul dengan bangsa Asyur dan mereka menjadi penyembah berhala, sungguh betapa mudahnya mereka meningallkan Tuhan, pergaulan buruk telah merusak karakter mereka.

Renungan Harian Alkitab, 9 December, Jonah 4; ” love is the highest law, kasih adalah hukum terbesar”

Jonah 4:1-2 (NKJV) But it displeased Jonah exceedingly, and he became angry.
So he prayed to the Lord, and said, “Ah, Lord, was not this what I said when I was still in my country? Therefore I fled previously to Tarshish; for I know that You are a gracious and merciful God, slow to anger and abundant in lovingkindness, One who relents from doing harm.

Yunus 4:1-2 (TB) Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia.
Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: “Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya.

Nabi Jonah (yunus) sangat berorientasi pada tugas; yakni menyampaikan pesan pertobatan dan akan datang penghukuman bagi bangsa Niwiwe.

Seorang Nabi dinilai dari apakah pesan nubuatan yang disampaikan terjadi atau tidak, jika tidak terjadi akan dianggap buruk.

Dari segi pelaksanaan tugas, Nabi Yunus telah sukses melaksanakan Tugasnya , tetapi nubuatannya tidak terjadi karena bangsa Niniwe bertobat ! Dan Tuhan mengampuni bangsa ini.

Nabi Yunus sangat kesal , karena reputasinya dipertaruhkan, tetapi Tuhan mengajarkan bahwa tugas menyampaikan nubuatan ada dibawah hukum yang tertinggi yakni kasih! Dan jika ada umat yang kembali bertobat maka kasih adalah mengampuni.

Para pembaca terkasih hukum tertinggi adalah kasih, jadi ada jaminan bagi semua orang jika sungguh bertobat akan diampuni dan diterima kembali.

Renungan Harian Alkitab, 11 November, Hosea 3 ; ” restoration after repentance, pemulihan setelah pertobatan”

Hosea 3:4-5 (NKJV) For the children of Israel shall abide many days without king or prince, without sacrifice or sacred pillar, without ephod or teraphim.
Afterward the children of Israel shall return and seek the Lord their God and David their king. They shall fear the Lord and His goodness in the latter days.

Hosea 3:4-5 (TB) Sebab lama orang Israel akan diam dengan tidak ada raja, tiada pemimpin, tiada korban, tiada tugu berhala dan tiada efod dan terafim.
Sesudah itu orang Israel akan berbalik dan akan mencari TUHAN, Allah mereka, dan Daud, raja mereka. Mereka akan datang dengan gementar kepada TUHAN dan kepada kebaikan-Nya pada hari-hari yang terakhir.

Hosea diminta Tuhan melakukan tindakan profetik menebus pelacur membebaskan dari perbudakan dan membiarkan dia berdiam diri tidak hidup dalam dosa lagi, hal ini diminta Tuhan untuk menyampaikan pesan nubuatan yang isinya ;

Akan terjadi masa pertobatan umat Israel dan setelah itu pemulihan umat Israel akan terjadi.

Para pembaca terkasih, Tuhan tidak pernah menyerah terhadap umat Israel. Ia menanti umat kembali pada Tuhan dan bertobat, bahkan Tuhan telah merencanakan musim pertobatan dan pemulihan datang.

Kita harus bersyukur mempunyai Tuhan yang tidak pernah menyerah kepada kita, selalu menunggu kita dan rindu memulihkan kita.

Renungan Harian Alkitab, 6 July, Isiah 59 ; “sin separate us from God, dosa memisahkan kita dari Tuhan”

Isaiah 59:1-2 (NKJV) Behold, the Lord’s hand is not shortened, That it cannot save; Nor His ear heavy, That it cannot hear.
But your iniquities have separated you from your God; And your sins have hidden His face from you, So that He will not hear.

Yesaya 59:1-2 (TB) Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

Kekristenan gampangan, atau sekedar status adalah kondisi dimana seseorang sudah beragama Kristen, tapi tidak mengalami kuasa Tuhan yang nyata, mereka tidak pernah mengalami mukjizat dan kuasa Roh Kudus, mereka hanya tergabung pada kumpulan sosial gereja , ritual agama kosong tanpa kuasa Allah.

Apa yang menyebabkan hal ini terjadi?

Para pembaca terkasih, dosa adalah penyebab terjadinya kekristenan tanpa kuasa Allah, hal kedua adalah tidak adanya iman!

Gereja harus berani menyerukan pertobatan dari dosa, sehingga jemaat tidak hanya sekedar mengucapkan doa lahir baru, dan merasa statusnya sudah lahir baru , tapi jemaat ditegur dari dosa dan dipertobatkan agar mereka sungguh-sungguh meninggalkam cara hidup dosa dan menjadi ciptaan baru.

Selama masih hidup dalam dosa, maka kekristenan hanya status koso ng tanpa pengalaman nyata akan kuasa Tuhan.

Saya menjumpai dalam pelayanan belasan tahun ini, banyak gereja yang mentolerir jemaatnya hidup dalam dosa; perzinahan, dusta, merokok , mabuk, melakukan penyelundupan barang barang, mempunyai isteri simpanan atau selir, bahkan seringkali pelakunya adalah para pemimpin gereja itu sendiri. Sungguh menyedihkan budaya dosa telah memisahkan umat dari Tuhan Yesus.

Yesus telah datang menjadi juruselamat, mengampuni dosa – dosa , tetapi manusia kristen agamawi mempermainkan Tuhan Yesus, dengan terus menerus sengaja hidup dalam dosa, tanpa menghargai besarnya pengorbanan Tuhan Yesus bagi umatNya.