Renungan Harian Alkitab, 26July, 1 Timothy 2 : ” Intercessor for leaders, berdoa syafaat bagi pemimpin “

1 Timothy 2:1-3 (RKJNT) Therefore I urge, first of all, that requests, prayers, intercessions, and giving of thanks, be made for all men;
For kings, and for all who are in authority; that we may lead quiet and peaceable lives in all godliness and reverence.
For this is good and acceptable in the sight of God our Saviour;

1 Timotius 2:1-3 (TB) Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang,
untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.
Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita,

Inilah kehendak Tuhan, agar kita dengan tekun menaikkan doa syafaat , berdoa bagi para pemimpin kita , baik pemimpin di gereja, pemimpin dalam perusahaan dan juga pemimpin negara.

Dalam doa syafaat kita bagi para pemimpin kita memberkati mereka, berdoa bagi hikmat Tuhan dan kebajikan menaungi mereka, juga bagi kesejahteraan mereka.

Para pembaca renungan terkasih, kegunaan dari berdoa syafaat bagi para pemimpin adalah agar melalui kepemimpinan mereka yang diberkati makat kita dapat hidup tenang tentram dalam segala kesalehan dan kehormatan.

Renungan Harian Alkitab, 4 April, John 11, “church politics, politik dalam gereja”

John 11:47-48 (NKJV) Then the chief priests and the Pharisees gathered a council and said, “What shall we do? For this Man works many signs.
If we let Him alone like this, everyone will believe in Him, and the Romans will come and take away both our place and nation.”

Yohanes 11:47-48 (TB) Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: “Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat.
Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita.”

Para pemuka agama Yahudi, sangat takut kehilangan pengikut, Yesus melayani dengan penuh Kuasa, pelayananya disertai tanda ajaib dan mukjizat, jika tidak di hentikan jemaat dari para pemuka agama Yahudi akan pindah menjadi pengikut Yesus.

Akibatnya para pemuka agama akan kehilangan kekuasaan dan juga kehilangan hak istimewa yang diberikan pemerintahan Romawi.

Inilah politik dalam gereja, demi kekuasaan, mereka ingin menyingkirkan hamba – hamba Tuhan yang penuh Roh kudus, Hamba -hamba Tuhan yang disertai mukjizat dan tanda ajaib adalah ancaman bagi pemimpin yang agamawi.

Sampai hari ini, masih banyak terjadi para pemuka agama Kristen agamawi, menghakimi dan mengumumkan bahwa pendeta yang penuh Roh Kudus, disertai tanda ajaib dan mukjizat adalah sesat. mereka menganggap murid Yesus yang penuh Roh Kudus adalah ancaman bagi kekuasan mereka. politik dalam gereja masih terjadi.

Para pembaca terkasih carilah gereja, yang para pemimpinnya penuh Roh Kudus, disertai tanda ajaib dan mukjizat, dan jangan bergereja di gereja yang para pemimpinnya tidak disertai kuasa Allah , tidak disertai karunia Roh Kudus.

Pelayanan hamba Tuhan yang diutus Tuhan Yesus, mempunyai ciri yang sama dengan Tuhan Yesus, disertai kuasa Roh Kudus.

Renungan Harian Alkitab, 26 Maret, John 2, “Manifestasion of God Glory, manifestasi kemuliaan Tuhan”

John 2:11 (NKJV) This beginning of signs Jesus did in Cana of Galilee, and manifested His glory; and His disciples believed in Him.

Yohanes 2:11 (TB) Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

Bagaimana cara Yesus menyatakan atau menunjukan kemuliaan Tuhan ? Ia melayani dengan mukjizat dan tanda ajaib, melakukan pekerjaan kuasa Tuhan.

Tuhan Yesus juga memerintahkan murid – muridnya untuk membawa kemuliaan Tuhan di bumi dengan melayani dengan kuasa mukjizat tanda ajaib Tuhan Yesus, dengan cara inilah kemuliaan Tuhan dinyatakan.

Para pembaca terkasih, gereja lokal adalah prioritas pertama kemuliaan Tuhan dinyatakan, dari gereja yang penuh Roh Kudus barulah kuasa dan kemuliaan Tuhan menjangkau dunia.

Renungan Harian Alkitab, 25 April, John 1 ” the word was God, Firman itu memang Tuhan”

John 1:1-3 (NKJV) In the beginning was the Word, and the Word was with God, and the Word was God.
He was in the beginning with God.
All things were made through Him, and without Him nothing was made that was made.

Yohanes 1:1-3 (TB) Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

Ingin berjumpa dengan Tuhan?.

Temuilah Tuhan setiap hari melalui firman Tuhan!

Awali hari dengan meditasi merenungkan Firman Tuhan, dan sebelum merenungkan firman, mintalah pertolongan Roh Kudus untuk mengurapi hati dan telinga agar dimampukan menerima firman Tuhan sebagai pewahyuan ilahi

Pada saat anda menerima firman sebagai pewahyuan, inilah perjumpaan sejati dengan Tuhan, dan setiap perjumpaan akan selalu mengubahkan hidup kita dan membawa kita pada kemuliaan Tuhan yang lebih besar.

Renungan Harian Alkitab, 22 March,Luke 22,” Pray and temptation, Berdoa dan godaan”

Luke 22:39-41 (NKJV) Coming out, He went to the Mount of Olives, as He was accustomed, and His disciples also followed Him.
When He came to the place, He said to them, “Pray that you may not enter into temptation.”
And He was withdrawn from them about a stone’s throw, and He knelt down and prayed,

Lukas 22:39-41 (TB) Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia.
Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka: “Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan.”
Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya:

Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita : agar tidak jatuh dalam pencobaan maka kita harus bertekun dalam doa!

Apa hubungan doa dan pencobaan atau godaan?

Godaan menyerang aspek jiwa manusia : kehendak, pikiran dan perasaan.

Jiwa manusia yang lemah akan mudah mengikuti godaan, dan mengalami pengalihan fokus hati (distraction), bahkan sampai titik jatuh dalam dosa. ( dosa adalah keluar dari kehendak atau tujuan Ilahi, apapun bentuknya ) .

Hanya dengan berdoa pergumulan dalam jiwa, badai pikiran, perasaan, hati yang berkecamuk akibat tarikan kehendak daging yang berbenturan dengan keinginan Roh, semuanya reda, menjadi tenang.

Ketika kita berdoa dan masuk dalam hadirat Tuhan, memberikan kedamaian, semua kebisingan dan pergumulan jiwa terangkat dalam hadirat Tuhan, di gantikan ketenangan dan kedamaian.

jelaslah sudah mengapa Doa membuat kita menang dari godaan dan pencobaan.

Renungan Harian Alkitab, 8 March, Luke 8: ” the importance of testimony, pentingnya kesaksian “

Luke 8:38-39 (NKJV) Now the man from whom the demons had departed begged Him that he might be with Him. But Jesus sent him away, saying,
“Return to your own house, and tell what great things God has done for you.” And he went his way and proclaimed throughout the whole city what great things Jesus had done for him.

Lukas 8:38-39 (TB) Dan orang yang telah ditinggalkan setan-setan itu meminta supaya ia diperkenankan menyertai-Nya. Tetapi Yesus menyuruh dia pergi, kata-Nya:
“Pulanglah ke rumahmu dan ceriterakanlah segala sesuatu yang telah diperbuat Allah atasmu.” Orang itu pun pergi mengelilingi seluruh kota dan memberitahukan segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya.

Setelah seseorang mengalami kuasa Tuhan Yesus, maka penting bagi dia untuk bersaksi kepada lingkungannya, bersaksi kepada komunitasnya , bahwa Yesus adalah Tuhan dan juruselamat.

seorang yang kerasukan Roh jahat, dan mengalami kuasa Tuhan Yesus, ia dibebaskan dan dimerdekakan oleh Yesus, seperti tercatat dalam ayat berikut:

Lukas 8:27-29 (TB) Setelah Yesus naik ke darat, datanglah seorang laki-laki dari kota itu menemui Dia; orang itu dirasuki oleh setan-setan dan sudah lama ia tidak berpakaian dan tidak tinggal dalam rumah, tetapi dalam pekuburan.
Ketika ia melihat Yesus, ia berteriak lalu tersungkur di hadapan-Nya dan berkata dengan suara keras: “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus Anak Allah Yang Mahatinggi? Aku memohon kepada-Mu, supaya Engkau jangan menyiksa aku.”
Ia berkata demikian sebab Yesus memerintahkan roh jahat itu keluar dari orang itu. Karena sering roh itu menyeret-nyeret dia, maka untuk menjaganya, ia dirantai dan dibelenggu, tetapi ia memutuskan segala pengikat itu dan ia dihalau oleh setan itu ke tempat-tempat yang sunyi.

Tuhan Yesus memerintahkan orang itu untuk segera bersaksi, membagikan kesaksian pengalaman pribadinya di sembuhkan.

kesaksian sangatlah penting, bersaksilah akan pengalaman kuasa Tuhan Yesus .

Renungan Harian Alkitab, 26 February, Mark 14: ” watch and pray, berjaga dan berdoalah”

Mark 14:37-38 (NKJV) Then He came and found them sleeping, and said to Peter, “Simon, are you sleeping? Could you not watch one hour?
Watch and pray, lest you enter into temptation. The spirit indeed is willing, but the flesh is weak.”

Markus 14:37-38 (TB) Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam?
Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah.”

Ada yang lebih penting daripada kebutuhan untuk tidur nyenyak, padahal tidur adalah salah satu kebutuhan utama manusia, apakah itu?

Berjaga jaga dalam doa, jauh lebih mendesak dari urusan lainnya, mengapa demikian? Tuhan Yesus menjelaskan bahwa Roh manusia yang sudah lahir baru adalah penurut, tapi tubuh daging lemah, karena itu kunci kemenangan Roh yang menguasai kehendak kedagingan adalah berjaga dalam doa.

Para pembaca terkasih, manusia yang kuat dalam doa, mempunyai hubungan pribadi yang kuat, dan doa adalah tinggal dalam hadirat Tuhan, disanalah Roh Kudus d akan bekerja dalam hadiratNya mengalir dan menguatkan jiwa kita untuk tetap kuat dan waspada akan tipu daya iblis.