Renungan Harian Alkitab, 8 November, Daniel 12; “end time punishment, hukuman pada akhir jaman “

Daniel 12:2-3 (NKJV) And many of those who sleep in the dust of the earth shall awake, Some to everlasting life, Some to shame and everlasting contempt.
Those who are wise shall shine Like the brightness of the firmament, And those who turn many to righteousness Like the stars forever and ever.

Daniel 12:2-3 (TB) Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.
Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.

Apa yang terjadi pada akhir jaman? Hari penghukuman bagi orang orang yang hidup dalam dosa, menyembah dewa dewa yang bukan Tuhan; Mereka yang menolak uluran tangan juruselamat Tuhan Yesus , menolak penebusan Tuhan Yesus.

Mereka telah memilih didalam kesombongan menolak kasih Tuhan Yesus , secara tidak langsung mereka memutuskan menolak menjadi anggota kerajaan Allah, karena hanya ada dua pilihan (kerajaan Allah atau kerajaan iblis didunia )maka berarti mereka termasuk dalam kerajaan kegelapan iblis didunia.

Pada hari penghukuman Akhir, semua yang telah mati akan bangkit; bagi warga kerajaan kegelapan iblis di dunia bersama iblis akan masuk pada penghukuman akhir api neraka yang tidak berkesudahan.

Bagi warga kerajaan Allah akan hidup kekal dalam kedamaian dan bersinar terang, hidup dalam langit baru dan bumi baru , surga bersama Tuhan.

Apakah anda sudah menerima penebusan darah Yesus, yang mengampuni segala dosa dan menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat? Hidup dalam kebenaran dan kekudusan ?

Advertisements

Renungan Harian Alkitab, 11 April, Provebs 24; “poverty is the fruit of lazyness, kemiskinan adalah buah dari kemalasan”

Proverbs 24:30-34 (NKJV) I went by the field of the lazy man, And by the vineyard of the man devoid of understanding;
And there it was, all overgrown with thorns; Its surface was covered with nettles; Its stone wall was broken down.
When I saw it, I considered it well; I looked on it and received instruction:
A little sleep, a little slumber, A little folding of the hands to rest;
So shall your poverty come like a prowler, And your need like an armed man.

Amsal 24:30-34 (TB) Aku melalui ladang seorang pemalas dan kebun anggur orang yang tidak berakal budi.
Lihatlah, semua itu ditumbuhi onak, tanahnya tertutup dengan jeruju, dan temboknya sudah roboh.
Aku memandangnya, aku memperhatikannya, aku melihatnya dan menarik suatu pelajaran.
“Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring,”
maka datanglah kemiskinan seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.

Setelah membaca ayat ini, maka jelaslah bahwa buah dari kemalasan adalah kemiskinan!

Malas berusaha..

Malas membuat perubahan..

Malas meningkatkan skill kerja..

Malas malasan bekerja..

Malas kerja keras…

Malas bangun pagi pagi…

Malas berkeringat…

Malas bertindak, tidak mau repot..

Malas bekerja ikut orang lain, maunya tanpa merintis pekerjaan tiba-tiba menjadi pengusaha sukses..

Malas berdoa di awal hari..

Malas merenungkan firman Tuhan..

Malas ke gereja…

Malas melayani di gereja…

Malas bertobat..

Para pembaca terkasih, kemiskinan dimulai dari mental, jika mentalnya miskin maka kemalasan akan menjadi tindakan keseharian, kemerdekaan dari kemiskinan dimulai dari pertobatan karakter menunda, malas, tidak mau berubah. , sungguh kemalasan adalah cacad karakter.

Renungan Harian Alkitab, 28 February; discipleship, pemuridan.

Psalms 132:12 (NKJV) If your sons will keep My covenant And My testimony which I shall teach them, Their sons also shall sit upon your throne forevermore.”

Mazmur 132:12 (TB) jika anak-anakmu berpegang pada perjanjian-Ku, dan pada peraturan-peraturan-Ku yang Kuajarkan kepada mereka, maka anak-anak mereka selama-lamanya akan duduk di atas takhtamu.”

Tuhan memerintahkan David dan keturunannya untuk melakukan pemuridan;mengajarkan ketetapan yang telah diajarkan para pendahulu mereka, dan hal ini penting menjadi jaminan anak anak keturunan David akan tetap duduk ditahta kerajaan.

Para pembaca terkasih tanpa adanya pemuridan kepada generasi berikutnya maka generasi berikutnya terancam bahaya; generasi yang tidak mengenal Tuhan dan menjadi sesat.

Pemuridan sangatlah penting agar manusia dapat mengajarkan kepada manusia lain dalam generasinya , dan juga kepada generasi selanjutnya akan pengalaman dan kenyataan Tuhan yang hidup dan mengenal kebenaran.

Renungan Harian Alkitab, 4 February, Psalm 109 ; “That they may know , agar mereka tau”

Psalms 109:26-27 (NKJV) Help me, O Lord my God! Oh, save me according to Your mercy,That they may know that this is Your hand– That You, Lord, have done it!

Mazmur 109:27 (TB) supaya mereka tahu, bahwa tangan-Mulah ini, bahwa Engkaulah, ya TUHAN, yang telah melakukannya.

Didalam setiap pergumulan bagi murid Yesus , selalu ada jalan keluar, iman bertumbuh dan nama Tuhan dipermuliakan karena ada pergumulan ini, inilah sisi baik dari manusia mengalami pergumulan.

Mengapa pergumulan manusia justru mendatangkan kebaikan?

Para pembaca terkasih, hal ini terjadi karena orang orang beriman, murid-murid Yesus ketika ada masalah, menggunakan iman mereka dan iman mendatangkan pertolongan kuasa Tuhan, dan orang beriman mempunyai sikap hati berterimakasih, mereka pasti bersaksi kepada orang banyak tentang kuasa dan pertolongan Tuhan, ” agar mereka tau, bahwa Yesus adalah Tuhan dan iman kepada Yesus adalah nyata”.

Semakin banyak pergumulan, berarti semakin banyak kesaksian , dan nama Tuhan semakin dipermuliakan, ini adalah sisi baik dari hidup didunia yang penuh tantangan.

Renungan Harian Alkitab, 31 January, Psalm 105;” don’t touch My anointed ones-jangan berbuat hal yang kurang baik, kepada orang yang Tuhan urapi”.

Psalms 105:14-15 (NKJV) He permitted no one to do them wrong; Yes, He rebuked kings for their sakes,
Saying, “Do not touch My anointed ones, And do My prophets no harm.”

Mazmur 105:14-15 (TB) Ia tidak membiarkan seorang pun memeras mereka, raja-raja dihukum-Nya oleh karena mereka:
“Jangan mengusik orang-orang yang Kuurapi, dan jangan berbuat jahat kepada nabi-nabi-Ku!”

Ketika seorang hamba Tuhan diurapi Tuhan, dan diurapi Roh Kudus, maka akan nampak ada kuasa dan mukjizat Tuhan dalam pelayanan mereka; mukjizat kesembuhan, tanda ajaib, penggenapan nubuatan, kelepasan orang orang yang dilayani dari roh jahat, terjadi terobosan rumah tangga orang-orang yang dilayani.

Jika hamba Tuhan yang diurapi berkotbah makat para pendengar kotbahnya, akan mendapat rhem firman Tuhan, ada kuasa Tuhan sangat nyata terjadi, inilah tanda seseorang hamba Tuhan diurapi.

Sebaliknya hamba Tuhan yang tidak diurapi Roh Kudus, mereka tidak akan mengalir dalam karunia karunia Roh Kudus, tidak ada kuasa Tuhan yang nyata terjadi dalam pelayanan mereka!, kotbah dan pengajaram mereka hanya tentang teori tentang Tuhan tanpa kuasa Tuhan yang nyata, dan biasanya karena mereka iri hati kepada hamba hamba Tuhan yang diurapi, bukannya mereka rendah hati dan belajar bagaimana agar pelayanan mereka diurapi Roh Kudus, mereka malah memfitnah para hamba Tuhan yang di urapi sebagai pengajar sesat.

Para pembaca terkasih, firman Tuhan dengan jelas menuliskan; Tuhan memperingatkan dan memerintahkan semua umat, untuk Tidak mengusik, dan melakukan hal yang kurang baik kepada hamba – hamba Tuhan yang diurapi,dan jangan menganiaya para nabi , karena itu berhati hatilah janganlah kita melakukan gossip,menjelekkan , atau bahkan bersiasat jahat, menipu hamba -hamba Tuhan yang di urapi, dan melakukan hal hal yang kuranb baik lainnya.

Mereka adalah wakil Tuhan yang Tuha pilih, karena itulah Tuhan menyertai merka dengan kuasa dalam pelayanan mereka.

Renungan harian Alkitab, 12 january, Psalm 86; ” call upon God, berseru kepada Tuhan”.

Psalms 86:1 (NKJV) A Prayer of David. Bow down Your ear, O Lord, hear me; For I am poor and needy.

Mazmur 86:1 (TB) Doa Daud. Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, jawablah aku, sebab sengsara dan miskin aku.

Psalm 86 mengajarkan cara dan sikap hati kita berdoa, dimulai dari David merendahkan diri dihadapan Tuhan, ia mengakui ia miskin dihadapan Tuhan.

Ia mengetahui meskipun ia raja dan sangat makmur dan ternama , Ia bukanlah apa apa dihadapan Tuhan, ia menyadari semuanya adalah milik Tuhan , ia telanjang dan miskin dihadapan Tuhan, David tidak datang dengan keangkuhan merasa kaya dan hebat, tapi dengan kerendahan hati.

untuk kesekian kalinya David yang perkasa, makmur, diurapi, Raja termashyur, menuliskan ia miskin dan kekurangan , sangat membutuhlan Tuhan, sikap doa inilah sebuah kerendahan hati dan pengakuan betapa bergantungnya David kepada Tuhan Tuhan, tanpa Tuhan ia bukan siapa siapa.

Para pembaca terkasih , mari kita belajar memiliki sikap hati dalam doa seperti David, datang dengan kerendahan hati, menyadari kita butuh Tuhan, karena itu kita berdoa setiap awal hari dan beribadah setiap minggu di gereja, karena kita tau , tanpa Tuhan kita bukanlah siapa siapa.

Renungan harian alkitab ,Psalm 29, kamis; ” Beauty of Holiness, keindahan dari kekudusan”

Psalms 29:2 (NKJV) Give unto the Lord the glory due to His name; Worship the Lord in the beauty of holiness.

Mazmur 29:2 (TB) Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan!

Tuhan itu sungguh indah, bukan hanya karena ia maha kuasa, tetapi Tuhan sangat sempurna dalam kekudusan , tidak sedikitpun kecemaran, kenajisan dan dosa, terang, suci, mulia , sungguh kekudusan yang sempurna,

karena Tuhan sungguh indah, memancarkan kekudusan yang sempurna ,maka hadirat Tuhan sungguh indah dirasakan manusia.

Keindahan hadirat Tuhan adalah pancaran dari kekudusan Tuhan, karena itu orang orang Kristen yang tidak menjaga kekudusan hati dan pikiranakan sulit merasakan hadirat Tuhan; doa dan pujian penyembahan hanyalah ritual kosong agamawi tanpa perjumpaan dengan hadirat Tuhan.

Para pembaca terkasih, kekudusan itu indah,orang orang kristen yang hidup dalam kekudusan akan dapat masuk ke tahta Tuhan dan merasakan keindahan ,dan hadirat Tuhan ;melalui pujian, penyembahan, serta dalam doa.

Didalam kekudusan kita merasakan hadirat Tuhan yang kudus dan keindahan.

” THE BEAUTY OF HOLINESS- KEINDAHAN DARI KEKUDUSAN”