Daily Bible Devotion, 7 December, Exodus 15 ( Keluaran 15), “Unbelief Murmured, orang tidak percaya bersungut sungut”

Exodus 15:24-25 (UKJV) And the people murmured against Moses, saying, What shall we drink?
And he cried unto the LORD; and the LORD showed him a tree, which when he had cast into the waters, the waters were made sweet: there he made for them a statute and an ordinance, and there he proved them,

Keluaran 15:24-25 (TB) Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: “Apakah yang akan kami minum?”
Musa berseru-seru kepada TUHAN, dan TUHAN menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis. Di sanalah diberikan TUHAN ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah TUHAN mencoba mereka,

Pembaca terkasih Apakah anda suka bersungut sungut ( murmured), atau mengenal orang yang suka bersungut sungut?

Bersungut sungut adalah tanda orang tidak percaya, tidak beriman.

Bangsa Israel telah melihat setiap hari tanda ajaib tiang awan, dan tiang api yang menyertai mereka, selain itu mereka mengalami peristiwa luar biasa terbelahnya laut merah, bahkan mereka berjalan di atas tanah kering yang tadinya lautan.

Tetapi mereka tetap tidak beriman, karena ketidak percayaan mereka bersungut-sungut, kuatir dan menyerang , mengkritik, protes, melawan kepemimpinan hamba Tuhan Moses.

Marilah kita instropeksi diri, apakah kita bersungut -sungut, menyalahkan hamba Tuhan yang memimpin kita hidup dalam ketaatan firman Tuhan ? menyalahkan Tuhan ?

Sungguh orang tidak beriman tidak akan mengalami sukacita, karena ketidakpercayaan bahaw Tuhan akan memelihara hidupnya ; maka orang tidak beriman akan menghakimi, kuatir dan bersungut – sungut.

Renungan Harian Alkitab, 19 April, Acts 5, ” the sign of true apostles, Tanda Rasul sejati”

Acts 5:12 (NKJV) And through the hands of the apostles many signs and wonders were done among the people. And they were all with one accord in Solomon’s Porch.

Kisah Para Rasul 5:12 (TB) Dan oleh rasul-rasul diadakan banyak tanda dan mujizat di antara orang banyak. Semua orang percaya selalu berkumpul di Serambi Salomo dalam persekutuan yang erat.

Inilah tanda otetik dari para Rasul, hamba-hamba Tuhan dengan fungsi jawatan kerasulan: pelayanan mereka disertai Kuasa Roh kudus karunia mukjizat tanda ajaib dan kesembuhan.

Siapa saja bisa mengaku seorang rasul, atau menduduki jabatan pemimpin gereja, bahkan banyak umat yang bukan berkarunia Rasul menjadi pemimpin tertinggi gereja! jabatan dibeli dengan uang atau politik popularitas.

Tetapi bukti Tuhan yang memilih mereka menjadi Rasul adalah adanya mukjizat tanda ajaib dan kesembuhan banyak terjadi dalam pelayanan mereka.

Tuhan yang kita layani adalah Tuhan yang hidup, karena itu pelayanan kuasa Tuhan yang sejati selalu disertai kuasa Tuhan yang nyata.

Renungan Harian Alkitab, 5 April, John 12: ” Giving a free will To God, menyerahkan kehendak bebas “

John 12:26 (NKJV) If anyone serves Me, let him follow Me; and where I am, there My servant will be also. If anyone serves Me, him My Father will honor.

Yohanes 12:26 (TB) Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

Inilah kebenaran tentang menjadi murid Yesus, mereka melayani Tuhan Yesus dalam hidupnya, bahkan tujuan hidupnya adalah melayani kehendak Tuhan, yakni mewujudkan kerajaan Allah melalui misi amanat Agung.

Seorang murid yang melayani Tuhan dikenal dengan istilah para pelayan Tuhan. Dalam ayat ini Yesus menjelaskan seorang yang melayani Tuhan Yesus taat sepenuhnya dan mau di tempatkan Tuhan atau diutas kemanapun Tuhan Suruh.

Para pembaca terkasih, sebagai murid Yesus yang sungguh melayani Tuhan kita harus siap ditugaskan Tuhan untuk melayani apapun dan kemanapun Tuhan minta.

Mari kita memulai melayani di gereja lokal, melayani dengan apa yang kita bisa. Jika Tuhan menyuruh kita melayani sesuatu, maka melalui otoritas gereja lokal, para pemimpin akan meminta umatnya untuk bergabung melayani, atau daftarkanlah diri anda pada pelayanan yang membutuhkan bantuan

Renungan Harian Alkitab, 2 March, Luke 2: ” keep in her heart, menyimpan dalam hatinya”

Luke 2:17-19 (NKJV) Now when they had seen Him, they made widely known the saying which was told them concerning this Child.
And all those who heard it marveled at those things which were told them by the shepherds.
But Mary kept all these things and pondered them in her heart.

Lukas 2:17-19 (TB) Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.
Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka.
Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.

Para Gembala domba, datang kepada ibu Yesus dan menceritakan semua penampakan malaikat tersebut, betapa supranaturalnya pesan tentang Yesus.

Maria ibu Yesus, menyimpan segala perkara itu dalam hatinya, ia tidak meragukan, atau sebaliknya menjadi eforia dan menceritakan ke banyak orang hal nubuatan tentang Yesus, anak yang dilahirkannya itu.

Ketika kïta menerima nubuatan yang sangat spektakuler, maka kita perlu belajar dari Maria ibu Yesus, yakni: Maria menerimanya dan menyimpannya dalam hati, ia tidak ragu dan juga tidak menjadi sombong dan eforia, ia menyimpannya dalam kerendahan hatinya, dan waktu akan menguji setiap nubuatan itu dengan sendirinya.

Renungan Harian Alkitab, january 18 , Matthew 3; ” fruit of repentance, buah dari pertobatan”

Matthew 3:7-8 (NKJV) But when he saw many of the Pharisees and Sadducees coming to his baptism, he said to them, “Brood of vipers! Who warned you to flee from the wrath to come?
Therefore bear fruits worthy of repentance,

Matius 3:7-8 (TB) Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: “Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?
Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.

Dengan Keras dan tegas Nabi Yohanes pembaptist menegur para ahli taurat, dan pemimpin agama yahudi pada waktu itu, para pemimpin yang agamawi, dan para pengikut mereka ( kaum farisi, saduki) , bahkan ia mengatakan keturunan ular beludak!

Tentu saja Nabi Yohanes pembaptist punya alasan , karena tingkah laku karakter mereka sudah sangat parah, mereka ahli agama dan kitab suci, nampak sangat suci tetapi belum bertobat.

Para pembaca terkasih teguran Pesan Tuhan sangat jelas ; ” hasilkan buah yang seusai denga pertobatan!”, banyak orang kristen pelayanan di gereja, jabatan agama banyak dan sangat tinggi , tetapi belum bertobat dari cara hidup dosa ! Mereka menjadikan gereja sebagai panggung sandiwara, menjadikam gereja sebagai alat mencari jabatan ,kekuasaan dan popularitas !

Jika ada orang orang kristen agamawi ini, maka pesan Tuhan masih sama : hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan, hiduplah dalam kebenaran, bertobatlah hidup agamawi.

Renungan Harian Alkitab, 8 November, Daniel 12; “end time punishment, hukuman pada akhir jaman “

Daniel 12:2-3 (NKJV) And many of those who sleep in the dust of the earth shall awake, Some to everlasting life, Some to shame and everlasting contempt.
Those who are wise shall shine Like the brightness of the firmament, And those who turn many to righteousness Like the stars forever and ever.

Daniel 12:2-3 (TB) Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.
Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.

Apa yang terjadi pada akhir jaman? Hari penghukuman bagi orang orang yang hidup dalam dosa, menyembah dewa dewa yang bukan Tuhan; Mereka yang menolak uluran tangan juruselamat Tuhan Yesus , menolak penebusan Tuhan Yesus.

Mereka telah memilih didalam kesombongan menolak kasih Tuhan Yesus , secara tidak langsung mereka memutuskan menolak menjadi anggota kerajaan Allah, karena hanya ada dua pilihan (kerajaan Allah atau kerajaan iblis didunia )maka berarti mereka termasuk dalam kerajaan kegelapan iblis didunia.

Pada hari penghukuman Akhir, semua yang telah mati akan bangkit; bagi warga kerajaan kegelapan iblis di dunia bersama iblis akan masuk pada penghukuman akhir api neraka yang tidak berkesudahan.

Bagi warga kerajaan Allah akan hidup kekal dalam kedamaian dan bersinar terang, hidup dalam langit baru dan bumi baru , surga bersama Tuhan.

Apakah anda sudah menerima penebusan darah Yesus, yang mengampuni segala dosa dan menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat? Hidup dalam kebenaran dan kekudusan ?

Renungan Harian Alkitab, 11 April, Provebs 24; “poverty is the fruit of lazyness, kemiskinan adalah buah dari kemalasan”

Proverbs 24:30-34 (NKJV) I went by the field of the lazy man, And by the vineyard of the man devoid of understanding;
And there it was, all overgrown with thorns; Its surface was covered with nettles; Its stone wall was broken down.
When I saw it, I considered it well; I looked on it and received instruction:
A little sleep, a little slumber, A little folding of the hands to rest;
So shall your poverty come like a prowler, And your need like an armed man.

Amsal 24:30-34 (TB) Aku melalui ladang seorang pemalas dan kebun anggur orang yang tidak berakal budi.
Lihatlah, semua itu ditumbuhi onak, tanahnya tertutup dengan jeruju, dan temboknya sudah roboh.
Aku memandangnya, aku memperhatikannya, aku melihatnya dan menarik suatu pelajaran.
“Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring,”
maka datanglah kemiskinan seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.

Setelah membaca ayat ini, maka jelaslah bahwa buah dari kemalasan adalah kemiskinan!

Malas berusaha..

Malas membuat perubahan..

Malas meningkatkan skill kerja..

Malas malasan bekerja..

Malas kerja keras…

Malas bangun pagi pagi…

Malas berkeringat…

Malas bertindak, tidak mau repot..

Malas bekerja ikut orang lain, maunya tanpa merintis pekerjaan tiba-tiba menjadi pengusaha sukses..

Malas berdoa di awal hari..

Malas merenungkan firman Tuhan..

Malas ke gereja…

Malas melayani di gereja…

Malas bertobat..

Para pembaca terkasih, kemiskinan dimulai dari mental, jika mentalnya miskin maka kemalasan akan menjadi tindakan keseharian, kemerdekaan dari kemiskinan dimulai dari pertobatan karakter menunda, malas, tidak mau berubah. , sungguh kemalasan adalah cacad karakter.