Renungan Harian Alkitab, 21 October, Genesis 18 ( Kejadian 18), ” nothing is too hard for God, tidak ada perkara sulit bagi Tuhan “

Genesis 18:14 (UKJV) Is any thing too hard for the LORD? At the time appointed I will return unto you, according to the time of life, and Sarah shall have a son.

Kejadian 18:14 (TB) Adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki.”

Abraham sudah berumur 100 Tahun, dan impotent, Sarah sudah berumur 99 tahun dan mandul ! bagi manusia biasa mustahil mereka punya anak.

“Tapi lain halnya dengan Tuhan, bagi Tuhan tidak ada perkara yang sulit, bagi Tuhan tidak ada hal mustahil.”

Ketika Tuhan berfirman pada Abraham dan Sarah, maka firmannya pasti terjadi, pasti digenapi, tidak peduli apapun keadaan dan seberat apapun masalahnya , bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.

Para pembaca renungan terkasih, Sarah tertawa ketika mendengar firman Tuhan, karena secara pikirannya tidak mungkin nenek – nenek mandul usia 99 tahun, menpunyai anak. Tuhan menegur Sarah karena ketidak percayaannya.

Tetapi Abraham, ia percaya, dan Tuhan memperhitungkan sebagai kebenaran, dan mukjizat terjadi , pada usia 100 tahun sarah melahirkan Anak , Abraham pada usia 101 memiliki anak bernama ishak.

Advertisements

Renungan Harian Alkitab, 20 Oktober, Genesis 17 (kejadian 17), ” is circumsized is optional ? apakah sunat adalah pilihan ?

Kejadian 17:10-11 (TB) Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;
haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu.

Genesis 17:10 (NKJV) This is My covenant which you shall keep, between Me and you and your descendants after you: Every male child among you shall be circumcised;

Apakah Sunat itu wajib bagi orang Kristen atau pilihan ?

Banyak pengajaran Kristen jaman ini mengajarkan jika mau hidup sepenuh injil harus disunat ! bahkan mereka mengklaim jika tidak disunat tidak hidup sepenuh injil ?

Sungguh menggelikan, dan tidak cermat, karena justru kalau mau hidup sepenuh injil maka seharusnya membaca kitab – kitab dalam perjanjian baru , bukan hanya perjanjian lama ( perjanjian bar menyempurnakan perjanjian lama )

Apa yang tertulis dalam perjanjian baru , bahwa Sunat lahiriah adalah pilihan, sunat sejati adalah ” Sunat Hati ”

1 Korintus 7:18-19 (TB) Kalau seorang dipanggil dalam keadaan bersunat, janganlah ia berusaha meniadakan tanda-tanda sunat itu. Dan kalau seorang dipanggil dalam keadaan tidak bersunat, janganlah ia mau bersunat.
Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah.

Ada beberapa ayat lain dalam perjanjian baru yang intinya ” sunat hati ” adalah esensinya .

jadi seseorang bebas memilih , disunat atau tidak disunat, apapun pilihannya yang penting hatinya bertobat dari manusia duniawi dan lahir baru sebagai ciptaan baru dalam Kristus

Galatia 5:5-6 (TB) Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan.
Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.

Saat ini dunia ilmu medis, terbagi dua kubu : pro sunat dan kontra sunat, masing masing punya bukti hasil riset, dan bukti kuat dari apa yang mereka yakini mana yang lebih baik.

Anda bisa membaca puluhan artikel berisi kontroversi dunia medis, dan memutuskan mau sunat atau tidak ,Tetapi ingatlah apapun yang anda pilih , tidak ada hubungan dengan keharusan dalam alkitab ,karena sunat adalah pilihan dan Alkitab perjanjian baru dengan tegas mengatakan : tidak harus , optional.

Apapun pilihan anda Sunat yang Tuhan mau adalah sunat hati, dan sunat fisik adalah optional “

Renungan Harian Alkitab, 19 October , Genesis 16 (kejadian 16 ), ” unbelieve voice, suara orang yang tidak percaya “

Genesis 16:2 (UKJV) And Sarai said unto Abram, Behold now, the LORD has restrained me from bearing: I pray you, go in unto my maid; it may be that I may obtain children by her. And Abram hearkened to the voice of Sarai.

Kejadian 16:2 (TB) Berkatalah Sarai kepada Abram: “Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak.” Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai.

Ini pelajaran sangat berharga, jangan dengarkan pendapat , suara – suara orang yang tidak percaya, jangan ikuti mereka !

Kesalahan Abraham mengikuti kemauan dari istrinya yang tidak percaya , tidak beriman berakibar fatal !

Terjadi konflik besar dalam rumah Abraham, dan bahkan mukjizat punya anak jadi tertunda 13 tahun lamanya, menunggu istri Abraham menyerah dan merendahkan diri dihadapan Tuhan.

13 Tahun kemudian Abraham dan istrinya yang sah, mempunya anak kandung, sendainya istri abraham mau rendah hati sejak awal, dan tidak membuat jalan pintas sendiri, keributan dirumah Abraham tidak harus terjadi.

Sampai hari ini keturunan Ishak dan Ismael terus berperang ! ini tidak akan pernah terjadi jika Sara istri Abraham tidak menyuruh Abraham memiliki anak dari budaknya yang melahirkan Ismail.

Renungan Harian Alkitab 17 October, Genesis 14 ( Kejadian 14 ), ” quality of Abraham, kualitas Abraham “

Genesis 14:14-15 (UKJV) And when Abram heard that his brother was taken captive, he armed his trained servants, born in his own house, three hundred and eighteen, and pursued them unto Dan.
And he divided himself against them, he and his servants, by night, and stroke them, and pursued them unto Hobah, which is on the left hand of Damascus.

Kejadian 14:14-15 (TB) Ketika Abram mendengar, bahwa anak saudaranya tertawan, maka dikerahkannyalah orang-orangnya yang terlatih, yakni mereka yang lahir di rumahnya, tiga ratus delapan belas orang banyaknya, lalu mengejar musuh sampai ke Dan.
Dan pada waktu malam berbagilah mereka, ia dan hamba-hambanya itu, untuk melawan musuh; mereka mengalahkan dan mengejar musuh sampai ke Hoba di sebelah utara Damsyik.

Kita telah mempelajari dalam pasal sebelumnya bahwa berkat keuangan bagi anak Tuhan sungguh ada, dan disediakan sangat berlimpah, sehingga Abraham dijadikan Tuhan sangat kaya raya.

Tentu saja semua orang Kristen menginginkan di berkati menjadi sangat kaya raya seperti Abraham, tetapi ada prinsip yang sangat penting di ketahui untuk diberkati seperti Abraham ;

Abraham mempunyai karakter rohani dengan kualitas tinggi , ia seorang yang gigih, tekun, memiliki daya juang tinggi ; Abraham memimpin ratusan pelayan dibawahnya , dan ia melatih 318 anak buah dengan excellence, mereka bukan hanya lahir di perkemahan Abraham , tapi terdidik, terlatih, terampil dan perkasa.

Membutuhkan kerja keras, ketekunan, kesabaran, dan iman untuk menjadikan 318 yang terlahir sebagai bayi bertumbuh dalam perkemahan Abraham , dilatih, dan menjadi pria dewasa yang terampil berternak , hingga terampil dan perkasa bertempur.

Hasil didikan Abraham terbukti berkualitas ; 318 orang ini mengejar musuh , dan mengalahkan musuh ! (perlu di ingat musuh ini adalah para pahlawan perang yang baru saja memenangkan pertempuran.)

“Dimana ada kualitas karakter rohani, di situlah berkat Tuhan dicurahkan secara luar biasa”.

Jelas sudah bahwa Kualitas karakter menentukan besaran kepercayaan besaran berkat keuangan dari Tuhan.

Jika kita melihat seorang Kristen yang malas bekerja, atau pekerja mediocratre ( rata- rata tidak ada kelebihan ), seseorang yang bahkan di minggu pagi malas ke gereja beribadah, dan selalu telat masuk kerja setiap harinya, perlu dipertanyakan; apakah Tuhan mau mempercayakan kekayaan besar bagi orang orang tidak berkualitas ini ? apakah ia mampu diberkati seperti Abraham dan melatih ratusan orang untuk menjadi manusia berkualitas ? atau hanya seorang lemah karakter yang ingin cepat kaya tanpa menginginkan untuk bertumbuh karakter rohaninya ?

Renungan Harian Alkitab, 16 October, Genesis 13 ( Kejadian 13), ” financial blessing for Abraham, berkat keuangan bagi Abraham “

Genesis 13:1-2 (NKJV) Then Abram went up from Egypt, he and his wife and all that he had, and Lot with him, to the South.
Abram was very rich in livestock, in silver, and in gold.

Kejadian 13:1-2 (TB) Maka pergilah Abram dari Mesir ke Tanah Negeb dengan isterinya dan segala kepunyaannya, dan Lot pun bersama-sama dengan dia.
Adapun Abram sangat kaya, banyak ternak, perak dan emasnya.

Melalui kisah nyata Abraham sebagai hamba Tuhan , kita mendapatkan pengertian akan berkat keuangan, Alkitab mencatat bahawa Abraham menjadi sangat kaya karena Tuhan memberkatinya.

“Ternyata dalam kerajaan Allah, sungguh ada berkat keuangan yang berlimpah bagi anak – anak Allah, dan juga ada faktor sebab akibat yang mendasari hal ini terjadi.”

Inilah faktor sebab akibat mengapa Abraham menjadi sangat kaya :

1. sebab Abraham menerima visi sangat besar menjadi Bapa segala orang beriman, menjadi berkat sampai ke bangsa – bangsa, dan keturunannya akan sebanyak bintang dilangit, semua visi ini untuk tujuan kerajaan Allah dan mempermuliakan Tuhan

2. Sebab Abraham taat kepada Tuhan, dan setia menjalankan visi Tuhan.

3.Akibatnya Abraham dijadikan Tuhan menjadi sangat kaya raya!

Jelas sekali dimana ada visi dari Tuhan, maka pasti ada provision dari Tuhan yang sangat berlimpah.

Abraham bukanlah orang tamak yang hidup sibuk bagi dirinya sendiri, ia mentaati Tuhan sepenuhnya, dan berjalan dengan iman mengerjakan visi dari Tuhan.

Banyak orang Kristen mau diberkati menjadi sangat kaya raya tetapi mereka tidak peduli dengan visi Tuhan, dan tidak taat, bahkan mereka hanya hidup bagi dirinya sendiri dalam ketamakan, padahal visi Tuhan sudah jelas : kita dipanggil mewujudkan kerajaan Allah, melalui misi amanat Agung ( membawa sebanyak mungkin jiwa – jiwa menjadi murid Yesus yang penuh Roh Kudus).

Renungan Harian Alkitab, 15 October, Genesis 12 (kejadian 12), ” Get out first, keluar terlebih dahulu “

Genesis 12:1-2 (UKJV) Now the LORD had said unto Abram, Get you out of your country, and from your kindred, and from your father’s house, unto a land that I will show you:
And I will make of you a great nation, and I will bless you, and make your name great; and you shall be a blessing:

Kejadian 12:1-2 (TB) Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;
Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.

Perintah Tuhan kepada Abraham pertama -tama adalah perintah untuk pergi(Get out ) , Keluar dari lingkungan dan daerah lama !

“Ini sebuah pewahyuan, pergi – keluar – get out ; adalah suatu keharusan jika kita ingin mendapat sesuatu yang baru, atau menuju tempat yang baru.”

Pembaca terkasih, sejak lahir kita terus menerus mengalami proses keluar, meninggalkan yang lama ( get out process), bermula kita keluar meninggalkan rahim ibu , lalu menjadi bayi,dan beberapa tahun kemudian kita meninggalka masa menyusui, dan seterusnya.

Get out / Keluar , meninggalkan yang lama, berangkat menuju masa depan adalah proses kehidupan dimana transformasi terjadi, tanpa Abraham meningglkan kampung halaman, meninggalkan keluarga besarnya, maka tidak akan terjadi transformasi.

Renungan Harian Alkitab, 14 October, Genesis 11 ( Kejadian 11), ” Scatered to fill the earth, diserakkan untuk memenuhi bumi “

Genesis 11:7-9 (ASV) Come, let us go down, and there confound their language, that they may not understand one another’s speech.
So Jehovah scattered them abroad from thence upon the face of all the earth: and they left off building the city.
Therefore was the name of it called Babel; because Jehovah did there confound the language of all the earth: and from thence did Jehovah scatter them abroad upon the face of all the earth.

Kejadian 11:7-9 (TB) Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing.”
Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu.
Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.

Manusia diberikan mandat untuk memenuhi bumi, mengelola alam, dan beranak cucu memenuhi bumi membangun budaya kerajaan Allah.

Tetapi karena pada mulanya semua berbicara satu bahasa, dan berasal dari satu keluarga besar ( paguyban keluarga Nuh ) maka mereka malah sibuk berkumpul dan tidak mau mengerjakan mandat, bahkan mereka ingin terus bersama dan membangun ke atas langit, bukannya menyebar memenuhi bumi membangun peradaban kerajaan Allah.

Inilah yang terjadi dengan kelompok inklusif, menjadi malas memisahkan diri dan membangun kejayaan sendiri, manusia malah memberontak dan menolak visi dari Allah.

Pembaca terkasih, alkitab menjelaskan bahwa tanpa visi (wahyu akan tujuan masa depan Allah di bumi) maka manusia akan binasa !

Pada jaman perjanjian baru , visi Tuhan sudah jelas yakni memujudkan kerajaan Allah dibumi melalui misi amanat agung ; menjadikan segala bangsa menjadi murid Yesus ( anak – anak Allah yang penuh Roh Kudus).