Renungan Harian Alkitab, 21 October, Ezekiel 42; something about the gateway? Ada sesuatu perihal jalan pintu gerbang,?

Ezekiel 42:15-16 (NKJV) Now when he had finished measuring the inner temple, he brought me out through the gateway that faces toward the east, and measured it all around.
He measured the east side with the measuring rod, five hundred rods by the measuring rod all around.

Yehezkiel 42:15-16 (TB) Sesudah ia selesai dengan mengukur seluruh bangunan dalam itu, ia mengiring aku menuju pintu gerbang yang menghadap ke sebelah timur, lalu mengukur sekeliling lingkungan Bait Suci itu.
Ia mengukur sisi timur dengan tongkat pengukur: lima ratus hasta menurut tongkat pengukur. Lalu ia berputar

Ada apa dengan ukuran pintu gerbang dan halaman bait allah?

Pada waktu nabi Ezekiel menuliskan kitab ini, adalah masa ribuan tahun lalu , dan bait Allah yang dinubuatkan belum dibangun, sedangkan masa sekarang di Jerusalem , sedang dilakukan pembangunan bait Allah yang ketiga menggenapi nubuatan Nabi Ezekiel.

Ukuran luas halaman bait Allah mengambarkan masa depan, dimana dalam kitab wahyu, dituliskan didalam pelataran luar bait Allah akan dikuasai bangsa lain’;

Wahyu 11:1-2 (TB) Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: “Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.
Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya.”

Hal ini sudah di genapi , saat ini di pelataran luar bait Allah di Jerusalem, benar adanya sudah dikuasai oleh bangsa lain, dan ada bangunan bersejarah diatasnya yakni masjid al aqsa, dan akan menjadi masalah besar jika ingin memindahkannya, karena begitu gentingnya isue ini maka dewan perserikatan bangsa-bangsa mengatur masalah ini, dan status Jerusalem sebagai ibukota israel pun menjadi perselisihan saat ini.

Isu ukuran pelataran bait Allah adalah pertanda masa dan jaman, bahwa kitab Yehezkiel 41,42,43 sudah di genapi, dan kitab wahyu 11;1-2 sudah di genapi, dan inilah pertanda akhir jaman sudah datang.

Advertisements

Renungan Harian Alkitab, 20 October, Ezekiel 41 “grand design end time new temple, design bait Allah akhir jaman”

Ezekiel 41:1-2 (NKJV) Then he brought me into the sanctuary and measured the doorposts, six cubits wide on one side and six cubits wide on the other side–the width of the tabernacle.
The width of the entryway was ten cubits, and the side walls of the entrance were five cubits on this side and five cubits on the other side; and he measured its length, forty cubits, and its width, twenty cubits.

Yehezkiel 41:1-2 (TB) Kemudian dibawanya aku ke dalam ruang besar Bait Suci dan ia mengukur tiang temboknya: yang sebelah sini enam hasta tebalnya dan yang sebelah sana enam hasta juga.
Lebar pintu itu adalah sepuluh hasta dan lebar dinding sampingnya adalah lima hasta sebelah sini dan lima hasta sebelah sana. Panjang ruang besar diukur juga: empat puluh hasta dan lebarnya dua puluh hasta.

Dalam Pasal 41 Tuhan menunjukkan dan meminta nabi Ezekiel mencatat design utama dari bait Allah yang akan dibangun di akhir jaman , dengan terperinci design bait Allah di catat.

Saat ini di Israel pembangunan dari bait Allah seperti dalam kitab Yehezkiel ini sedang dalam proses, tentu saja banyak tantangan dan kendala, agar tidak terlaksana, tetapi proses pembangunan, terutama pembebasan lahan terus diusahakan berlangsung.

Para pembaca terkasih, mengapa pelaksanaan bait Allah yang baru sesuai design kitab Yehezkiel sangat penting, dan apa nilainya bagi kita umat kristen?

Pembangunan bait Allah kembali adalah tanda memasuki jaman Akhir, dan penyelesaian bait Allah menandakan semakin dekat dengan waktu kedatangan mesias untuk mengadili dunia dan bagi kita umat Kristen adalah tanda kedatangan Yesus Kristus kedua kali.

Apa yang terjadi di Jerusalem, Israel dan hal pembangunan bait Allah adalah tanda waktu dan jaman akan kedatangan Yesus, Akhir jaman, dan penghakiman dunia.

Renungan Harian Alkitab, 19 October, Ezekiel 40; ” prophecy of new temple in the end of time, nubuatan bait Allah yang baru di akhir jaman”

Ezekiel 40:48 (NKJV) Then he brought me to the vestibule of the temple and measured the doorposts of the vestibule, five cubits on this side and five cubits on that side; and the width of the gateway was three cubits on this side and three cubits on that side.

Yehezkiel 40:48 (TB) Lalu dibawanya aku ke balai Bait Suci dan ia mengukur tiang-tiang temboknya: tebalnya lima hasta yang sebelah sini dan lima hasta yang sebelah sana; lebar pintu itu empat belas hasta dan dinding sampingnya masing-masing tiga hasta.

Pasal 40 adalah penglihatan profetik akan pembangunan bait Allah di akhir jaman, Tuhan dengan details menunjukkan kepada Ezekiel, dan meminta ia menuliskan design dari bait Allah tersebut.

Para pembaca terkasih, penting agar para pembaca alkitab khususnya kitab nabi nabi untuk mendapatkan pendampingan penjelasan, karena itu renungan harian cahyaadi.worpress.com hadir setiap hari mendampingi para pembaca alkitab, sehingga para pembaca selalu diberkati ketika membaca alkitab.

Apa yang kita baca pada pasal 40 ini, dan beberapa pasal berikutnya sedang berlangsung di timur tengah saat ini, bangsa Israel sedang melakukan pembangunan bait Allah sesuai dengan design yang dituliskan nabi Ezekiel.

Tantangan besar menghadang saat ini, karena sebagian area lahan yang akan menjadi lokasi pelataran bait Allah dikuasai negara lain dan sengketa ini menjadi krisis internasional.

Firman Tuhan adalah ya dan amin, dan pasti akan di genapi , dan ketika waktu penggenapan tiba, pembangunan bait Allah akan selesai, dan pada waktu itulah akhir jaman tiba.

Perhatikanlah apa yang terjadi di timur tengah dan khususnya Jerusalem, maka kita akan membaca tanda tanda akhir jaman sedang di genapi sekarang.

Renungan Harian Alkitab, 18 October, Ezekiel 39; ” Plan of restoration Israel, rencana pemulihan Israel”

Ezekiel 39:25 (NKJV) “Therefore thus says the Lord God: ‘Now I will bring back the captives of Jacob, and have mercy on the whole house of Israel; and I will be jealous for My holy name-–

Yehezkiel 39:25 (TB) Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Sekarang, Aku akan memulihkan keadaan Yakub dan akan menyayangi seluruh kaum Israel dan cemburu-Ku timbul untuk mempertahankan nama-Ku yang kudus.

Pasal 39 adalah pesan nubuatan firman Tuhan kabar baik bagi umat Israel, dan pesan kabar buruk bagi kerajaan di daratan magog.

Apakah pesan Tuhan bagi umat Israel ?

Tuhan telah menyiapkan rencana pemulihan bagi umat Israel dan kemenangan dari penjajahan kerajaan asing, dan Nabi Ezekiel menyampaikan dengan terperinci kabar baik ini.

Para pembaca terkasih, renungan harian Alkitab cahyaadi.wordpress.com hadir melayani untuk mendampingi para pembaca membaca pasal demi pasal alkitab setiap hari, karena penting pembaca menangkap esensi pesan, dan pewahyuan yang dituliskan, khususnya dalam perjanjian lama; kitab kitab nabi besar dan kecil , juga kitab pentateuch (5 kitab taurat ), banyak esensi pewahyuan yang tersirat dalam satu perikop.

Pasal 39 memberikan pesan penting bagi kita, seberapa buruk karakter dan dosa seseorang, jika ia sungguh bertobat , dan mau kembali pada Tuhan (sama seperti umat Israel pada jaman Ezekiel ) maka Tuhan selalu menerima kembali dan menyiapkan rencana pemulihan umatnya.

Renungan Harian Alkitab, 17 October, Ezekiel 38, “task to Ezekiel to prophecy to many Prince, tugas Yehezkiel bernubuat kepada para pangeran musuh”

Ezekiel 38:2 (NKJV) “Son of man, set your face against Gog, of the land of Magog, the prince of Rosh, Meshech, and Tubal, and prophesy against him,

Yehezkiel 38:2 (TB) “Hai anak manusia, tujukanlah mukamu kepada Gog di tanah Magog, yaitu raja agung negeri Mesekh dan Tubal dan bernubuatlah melawan dia

Ini adalah tugas yang sangat berat, Ezekiel menghadap para pangeran kerajaan musuh di dataran Magog, dan bernubuat kepada mereka akan sebuah peperangan yang akan terjadi dan hasil dari peperangan.

Tugas ini juga sangat berbahaya, dan kita melihat bagaimana ketaatan dan keberanian nabi Ezekiel, sungguh luar biasa.

Para pembaca terkasih , karakter seorang berhati hamba di demonstrasikan oleh nabi Yezehkiel; ia tidak memilih jenis pelayanan apa yang ia mau, ia tidak mengeluh, menolak , tidak juga memberontak, dengan cinta ia taat dan melakukan tugas pelayanan yang membahayakan dirinya dan sangat tidak populis.

Dijaman ini, banyak umat kristen hanya mau terlibat pelayanan hal-hal yang menyenangkan dan populis, mereka memilih milih jenis pelayanan, tidak ingin capai dan tidak ingin sibuk, sungguh kita harus belajar dari Ezekiel.

Renungan Harian Alkitab, 16 October, Yehezkiel 37 “reunification kingdom of Judah and kingdom of Israel “

Ezekiel 37:19 (NKJV) say to them, ‘Thus says the Lord God: “Surely I will take the stick of Joseph, which is in the hand of Ephraim, and the tribes of Israel, his companions; and I will join them with it, with the stick of Judah, and make them one stick, and they will be one in My hand.” ‘

Yehezkiel 37:19 (TB) katakanlah kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Aku mengambil papan Yusuf — yang dalam tangan Efraim — beserta suku-suku Israel yang bersekutu dengan dia dan menggabungkannya dengan papan Yehuda dan Aku akan menjadikan mereka satu papan, sehingga mereka menjadi satu dalam tangan-Ku.

Pembaca renungan terkasih, ketika kita membaca kitab para nabi dalam perjanjian, kita membutuhkan pewahyuan yang menyeluruh tentang pesan dalam pasal tersebut.

Sifat dari kitab yang berisikan nubuatan adalah penantian dan penggenapan firman Tuhan melalui nubuatan nabi, ketika masih dalam masa penantian pesan kitab dalam pasal pasal tersebut akan mengingatkan dan memberikan pengharapan.

Ketika Nubuatan yang tertulis dalam kitab para nabi sudah di genapi maka menjadi kekuatan iman kita mengetahui Tuhan adalah Tuhan yang menepati janjiNya, dan firman Tuhan adalah ya dan Amin.

Pasal 37 kitab Ezekiel ini adalah tentang nubuatan reunifikasi, penyatuan dua kerajaan yang sempat terpecah yakni kerajaan Judah(yehuda) dan Israel, rencana Tuhan tidak pernah gagal, ia Tuhan yang maha kuasa!

Berdoalah agar rencana Tuhan, visi yang telah diberikan kepadamu terjadi dan di genapi tanpa ada pemberontakan dari kedagingan kita, sehingga tidak ada waktu yang terbuang karena kedagingan kita.

Renungan Harian Alkitab,15 October, Ezekiel 36,”the promises of Holy Spirit, janji akan Roh Kudus”

Ezekiel 36:27 (NKJV) I will put My within you and cause you to walk in My statutes, and you will keep My judgments and do them.

Yehezkiel 36:27 (TB) Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.

Janji akan pencurahan Roh Kudus, telah diberikan sejak jaman perjanjian lama, salah satunya dalam kitab Yehezkiel 36 ini.

Melalui Yesus Kristus, janji tersebut di genapi; Tuhan Yesus menebus dosa dan menguduskan hidup umat, sehingga umat Tuhan dapat menerima Roh Kudus yang diutus Tuhan Yesus ke dunia menjadi penolong orang percaya.

Para pembaca renungan terkasih, melalui penebusan darah Yesus, Roh Kudus dicurahkan atas kita, janji pencurahan Roh Kudus di genapi melalui Yesus, kita dapat menerima baptisan Roh Kudus dengan tanda berbahasa Roh.