Daily Bible Devotion, 16 September, Jeremiah 4 ( Yeremia 4), ” Warning from God, peringatan dari Tuhan”

Jeremiah 4:16-18 (NET) They are saying, ‘Announce to the surrounding nations, “The enemy is coming!” Proclaim this message to Jerusalem: “Those who besiege cities are coming from a distant land. They are ready to raise the battle cry against the towns in Judah.”’
They will surround Jerusalem like men guarding a field because they have rebelled against me,” says the Lord.
“The way you have lived and the things you have done will bring this on you. This is the punishment you deserve, and it will be painful indeed. The pain will be so bad it will pierce your heart.”

Yeremia 4:16-18 (TB) Peringatkanlah kepada bangsa-bangsa: Sungguh ia datang! Kabarkanlah di Yerusalem: “Pengepung datang dari negeri yang jauh, memperdengarkan suaranya terhadap kota-kota Yehuda.
Seperti orang-orang yang menunggui ladang mereka mengelilinginya dari segala pihak, sebab Yehuda telah memberontak terhadap Aku, demikianlah firman TUHAN.
Tingkah langkahmu dan perbuatanmu telah menyebabkan semuanya ini kepadamu. Itulah nasibmu yang buruk, betapa pahitnya, sampai menusuk hatimu.”

Nabi Jeremiah membawa pesan dari Tuhan ; kerajaan -kerajaan asing sedang mengincar Jerusalem dan akan datang menyerang dan memperbudak orang Israel, ini adalah peringatan akan apa yang akan terjadi didepan.

Tuhan juga memberitahukan hal ini terjadi akibat konsekuensi Umat israel yang telah meninggalkan jalan Tuhan, dan memilih jalan sendiri ; jalan yang ujungnya petaka dan kehancuran ! jalan dunia yang sudah di kuasai kuasa kegelapan.

Pembaca terkasih nabi Jeremiah telah diutus Tuhan memperingatkan umat Israel akan apa yang terjadi di masa depan, sayangnya respon dari umat Israel bukannya bertobat mereka malah mengeraskan hati dan membully nabi, mereka sama sekali tidak bertobat kembali ke jalan Tuhan.

Ketika Tuhan memberitahukan hal – hal masa depan melalui para nabi, Ia sungguh ingin umat menyelematkan dan memimpin umat mengalami kemenangan iman, tetapi apakah umat mau dengan rendah hati meresponi pesan Tuhan, itu adalah hal berbeda.

Respon yang benar, kerendahan hati akan menentukan apa yang akan terjadi di kemudian hari.