Renungan Harian Alkitab 17 October, Genesis 14 ( Kejadian 14 ), ” quality of Abraham, kualitas Abraham “

Genesis 14:14-15 (UKJV) And when Abram heard that his brother was taken captive, he armed his trained servants, born in his own house, three hundred and eighteen, and pursued them unto Dan.
And he divided himself against them, he and his servants, by night, and stroke them, and pursued them unto Hobah, which is on the left hand of Damascus.

Kejadian 14:14-15 (TB) Ketika Abram mendengar, bahwa anak saudaranya tertawan, maka dikerahkannyalah orang-orangnya yang terlatih, yakni mereka yang lahir di rumahnya, tiga ratus delapan belas orang banyaknya, lalu mengejar musuh sampai ke Dan.
Dan pada waktu malam berbagilah mereka, ia dan hamba-hambanya itu, untuk melawan musuh; mereka mengalahkan dan mengejar musuh sampai ke Hoba di sebelah utara Damsyik.

Kita telah mempelajari dalam pasal sebelumnya bahwa berkat keuangan bagi anak Tuhan sungguh ada, dan disediakan sangat berlimpah, sehingga Abraham dijadikan Tuhan sangat kaya raya.

Tentu saja semua orang Kristen menginginkan di berkati menjadi sangat kaya raya seperti Abraham, tetapi ada prinsip yang sangat penting di ketahui untuk diberkati seperti Abraham ;

Abraham mempunyai karakter rohani dengan kualitas tinggi , ia seorang yang gigih, tekun, memiliki daya juang tinggi ; Abraham memimpin ratusan pelayan dibawahnya , dan ia melatih 318 anak buah dengan excellence, mereka bukan hanya lahir di perkemahan Abraham , tapi terdidik, terlatih, terampil dan perkasa.

Membutuhkan kerja keras, ketekunan, kesabaran, dan iman untuk menjadikan 318 yang terlahir sebagai bayi bertumbuh dalam perkemahan Abraham , dilatih, dan menjadi pria dewasa yang terampil berternak , hingga terampil dan perkasa bertempur.

Hasil didikan Abraham terbukti berkualitas ; 318 orang ini mengejar musuh , dan mengalahkan musuh ! (perlu di ingat musuh ini adalah para pahlawan perang yang baru saja memenangkan pertempuran.)

“Dimana ada kualitas karakter rohani, di situlah berkat Tuhan dicurahkan secara luar biasa”.

Jelas sudah bahwa Kualitas karakter menentukan besaran kepercayaan besaran berkat keuangan dari Tuhan.

Jika kita melihat seorang Kristen yang malas bekerja, atau pekerja mediocratre ( rata- rata tidak ada kelebihan ), seseorang yang bahkan di minggu pagi malas ke gereja beribadah, dan selalu telat masuk kerja setiap harinya, perlu dipertanyakan; apakah Tuhan mau mempercayakan kekayaan besar bagi orang orang tidak berkualitas ini ? apakah ia mampu diberkati seperti Abraham dan melatih ratusan orang untuk menjadi manusia berkualitas ? atau hanya seorang lemah karakter yang ingin cepat kaya tanpa menginginkan untuk bertumbuh karakter rohaninya ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s