Renungan Harian Alkitab, 1 November, Genesis 29 (Kejadian), ” Jacob deceived, Yakub ditipu “

Genesis 29:25-27 (UKJV) And it came to pass, that in the morning, behold, it was Leah: and he said to Laban, What is this you have done unto me? did not I serve with you for Rachel? wherefore then have you misled me?
And Laban said, It must not be so done in our country, to give the younger before the firstborn.
Fulfill her week, and we will give you this also for the service which you shall serve with me yet seven other years.

Kejadian 29:25-27 (TB) Tetapi pada waktu pagi tampaklah bahwa itu Lea! Lalu berkatalah Yakub kepada Laban: “Apakah yang kauperbuat terhadap aku ini? Bukankah untuk mendapat Rahel aku bekerja padamu? Mengapa engkau menipu aku?”
Jawab Laban: “Tidak biasa orang berbuat demikian di tempat kami ini, mengawinkan adiknya lebih dahulu dari pada kakaknya.
Genapilah dahulu tujuh hari perkawinanmu dengan anakku ini; kemudian anakku yang lain pun akan diberikan kepadamu sebagai upah, asal engkau bekerja pula padaku tujuh tahun lagi.”

Jacob ( Yakub ) ditipu oleh Laban, ia sengaja memberikan Leah ( kakak dari Rachel) kepada Jacob menjadi mempelai dalam pernikahan, seharusnya perjanjiannya adalah setelah tujuh Tahun Jacob bekerja menggembalakan ternak Laban ia mendapat upah anak Laban yang kedua bernama Rachel.

Laban menipu Jacob, dan ia mengakali memperdayai lagi Jacob untuk bekerja lagi selama 7 tahun lagi ( total 14 tahun ) untuk mendapatkan Rachel sebagai isterinya.

Inilah hukum tabur tuai , Jacob adalah seorang penipu, ia memperdayai ayahnya yang rabun dengan menyamar sebagai esau.

Jacob mengenakan bulu kulit binatang ditangannya agar menyerupai Esau yang berbulu kulitnya , dan Ayah Jacob memberikan berkat kesulungan pada Jacob, karena mengira ia memegang tangan Esau.

Dalam kasus ini , Esau memang telah menjual hak kesulungannya pada Jacob, tetapi Jacob tidak jujur terhadap ayahnya, dan menipu ayahnya dengan menyamar sebagai Esau.

Jacob menuai apa yang ia tabur ; ia menabur penipuan maka ia menuai penipuan ,dan Tuhan menggunakan kesempatan ini juga untuk mempertobatkan Jacob, sehingga ia kapok menipu, dan sembuh dari cacad karakter pembohong ini.

Pembaca renungan terkasih, ingatlah hukum tabur tuai, bertobatlah dari segala kebohongan dan penipuan !

“Tuhan sangat peduli terhadap karakter , karena itu ia memproses Jacob sedemikan rupa agar mempunyai karakter yang benar sebagai anak – anak Allah.”

Renungan Harian Alkitab, 31 October, Genesis 28 (Kejadian 28 ) ” Jacob heard God voice, Yakub mendengar suara Tuhan “

Genesis 28:12-13 (UKJV) And he dreamed, and behold a ladder set up on the earth, and the top of it reached to heaven: and behold the angels of God ascending and descending on it.
And, behold, the LORD stood above it, and said, I am the LORD God of Abraham your father, and the God of Isaac: the land whereon you lie, to you will I give it, and to your seed;

Kejadian 28:12-13 (TB) Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu.
Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: “Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu.

Jacob ( Yakub ) pergi meninggalkan keluarganya menuju sebuah tempat bernama Padan Aram, Ayahnya memberkatinya dan mengutus Yakub memulai perjalanan hidupnya yang baru.

Pada saat inilah Tuhan berbicara secara pribadi kepada Jacob, dan perjalanan Rohani yang berfokus pembentukan karakter Jacob dimulai, Tuhan mendidik dan menyembuhkan cacad karakter Jacob dalam perjalanan rohani yang baru ini.

Tuhan berbicara langsung kepada Jacob melalui mimpi, Ia memberikan visi besar yang dimulai sejak jaman Abraham, dan kini diturunkan menjadi visi hidup Jacob.

Para pembaca terkasih hingga jaman ini Tuhan masih berbicara salah satunya melalui mimpi supranatural, atau nubuatan, atau ayat firman Tuhan yang menjadi rhema, atau melalui hikmat yang diberikan Roh Kudus.

Ketika Tuhan menyampaikan pesan maka hal utama yang ia akan sampaikan adalah Tujuan hidup anda, dan setelah itu proses pembentukan karakter.”

Renungan Harian Alkitab, Genesis 27 ( Kejadian 27), ” Esau failures, kegagalan Esau “

Genesis 27:41 (UKJV) And Esau hated Jacob because of the blessing wherewith his father blessed him: and Esau said in his heart, The days of mourning for my father are at hand; then will I slay my brother Jacob.

Kejadian 27:41 (TB) Esau menaruh dendam kepada Yakub karena berkat yang telah diberikan oleh ayahnya kepadanya, lalu ia berkata kepada dirinya sendiri: “Hari-hari berkabung karena kematian ayahku itu tidak akan lama lagi; pada waktu itulah Yakub, adikku, akan kubunuh.”

Esau telah melakukan suatu kebodohan fatal, yakni menjual hak kesulungannya demi semangkuk bubur merah!

Sungguh tindakan yang didasari nafsu sesaat yang berdampak menghancurkan masa depan adalah kebodohan fatal.”

Konsekuensinya adalah Esau kehilangan hak kesulungannya, dan ketika ia harus menanggung konsekuensinya , ia tidak bertobat malah marah dengan adiknya dan membuat rencana akan membunuh adiknya!, ini benar – benar cacad karakter yang parah.

Para pembaca terkasih, ingatlah tragedi “semangkuk bubur merah Esau ” sebagai pembelajaran berharga bagi kita.

Belajarlah dari kisah nyata ini ; janganlah membuat keputusan, atau tindakan didasari hawa nafsu sesaat yang akan membawa pada kehancuran masa depan anda !

Renungan Harian Alkitab 29 Oktober, Genesis 26 ( Kejadian 26), ” Isaac mistakes, kesalahan Ishak “

Genesis 26:9-10 (UKJV) And Abimelech called Isaac, and said, Behold, certainly she is your wife; and how said you, She is my sister? And Isaac said unto him, Because I said, Lest I die for her.
And Abimelech said, What is this you have done unto us? one of the people might lightly have lien with your wife, and you should have brought guiltiness upon us.

Kejadian 26:9-10 (TB) Lalu Abimelekh memanggil Ishak dan berkata: “Sesungguhnya dia isterimu, masakan engkau berkata: Dia saudaraku?” Jawab Ishak kepadanya: “Karena pikirku: Jangan-jangan aku mati karena dia.”
Tetapi Abimelekh berkata: “Apakah juga yang telah kauperbuat ini terhadap kami? Mudah sekali terjadi, salah seorang dari bangsa ini tidur dengan isterimu, sehingga dengan demikian engkau mendatangkan kesalahan atas kami.”

Isaac membuat kesalahan yang sama dengan ayahnya, karena mempunyai isteri yang sangat cantik dan takut dibunuh orang lain yang nungkin akan menginginkan isterinya, maka ia berbohong mengaku Rebecah adalah saudaranya.

Isaac takut dan kurang iman, dan ini pelajaran berharga buat dia, kali ini raja Abimelech, orang yang sama yang pernah punya pengalaman buruk kena tulah karena kasus Abraham ( Abraham berbohong tidak mengakui Sarah sebagai isterinya ), menegur keras Isaac !

Para pembaca terkasih pertumbuhan iman membutuhkan proses, tidak dalam sesaat seseorang bisa mempunyai iman yang besar, proses yang berkualitas harus dihadapkan pada kasus nyata yang besar dalam kehidupan, Tuhan memproses Isaac dan juga Abraham sehingga akhirnya mereka mempunyai iman yang besar.

“kunci berhasil dalam proses imam adalah rendah hati, mau ditegur,mau dikoreksi, dan mau berubah !”

Renungan Harian Alkitab, 28 October, Genesis 25 ( kejadian 25 ), ” lust of the eyes, nafsu mata “

Genesis 25:33-34 (UKJV) And Jacob said, Swear to me this day; and he swore unto him: and he sold his birthright unto Jacob.
Then Jacob gave Esau bread and pottage of lentils; and he did eat and drink, and rose up, and went his way: thus Esau despised his birthright.

Kejadian 25:33-34 (TB) Kata Yakub: “Bersumpahlah dahulu kepadaku.” Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya.
Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.

Esau hidup dikuasai nafsunya, ketika ia lapar dan haus sepulang bekerja, matanya melihat makanan enak ( roti dan masakan kacang merah ), ia pun khilaf menukarkan hak kesulunganya ( berkat istimewa bagi pemimpin ) dengan semangkuk bubur kacang merah.

Sama seperti manusia Eve ( hawa), pada awal penciptaan , ia juga tergoda melihat buah dari pohon terlarang, manusia jatuh karena nafsu matanya.

firman Tuhan mengajarkan ( 1Korintus 9 ; 27 ) untuk kita mendisiplinkan tubuh kita sedemikian rupa, menaklukkan dan menguasai hawa nafsu agar kita tidak menjadi budak hawa nafsu.

Pembaca renungan terkasih Esau, telah jatuh dalam dosa karena hawa nafsu matanya, ia telah menukarkan hak kesulungannya, dan seumur hidup ia harus menanggung konsekuensinya.

Renungan Harian Alkitab, Genesis 24 ( kejadian 24 ),” good character of Rebecah, karakter yang baik dari Ribka “

Genesis 24:17-19 (UKJV) And the servant ran to meet her, and said, Let me, I pray you, drink a little water of your pitcher.
And she said, Drink, my lord: and she hasted, and let down her pitcher upon her hand, and gave him drink.
And when she had done giving him drink, she said, I will draw water for your camels also, until they have done drinking.

Kejadian 24:17-19 (TB) Kemudian berlarilah hamba itu mendapatkannya serta berkata: “Tolong beri aku minum air sedikit dari buyungmu itu.”
Jawabnya: “Minumlah, tuan,” maka segeralah diturunkannya buyungnya itu ke tangannya, serta diberinya dia minum.
Setelah ia selesai memberi hamba itu minum, berkatalah ia: “Baiklah untuk unta-untamu juga kutimba air, sampai semuanya puas minum.”

Dengan pertolongan Tuhan, pelayan Abraham berhasil mendapatkan pasangan hidup bagi isaak.

Rebecah ( Ribkah ) bukanlah gadis biasa, ia sangat murah hati, bukan gadis manja pemalas ; ia membagi air , bahkan mengambilkannya bukan hanya bagi pelayan Abraham tetapi kepada semua anak buah dan semua unta – unta mereka :

inilah gambaran Rebecah sesuai yang digambarkan alkitab :

1.Cantik parasnya.

2. hidup kudus; masih perawan

3.pekerja keras, ringan tangan.

4. Murah hati

5.Tunduk pada otoritas. (menuruti pesan kakaknya untuk pergi meninggalkan rumah mengikuti pelayan abraham )

6. gadis yang berani bukan penakut.

‘Suatu kualitas yang sangat baik, bahkan jarang ditemui dijaman ini, terutama hal tunduk otoritas dan hidup kudus”.

disisi lain Ishak juga pemuda yang berkualitas, mereka memang seiman dan sepadan.

Pembaca terkasih kisah ini akan memberkati kita ; Bagi para orangtua, kisah Rebecah ini menginspirasi kita mendidik anak perempuan dengan pendidikan karakter yang berkualitas, dan bagi para pria single, kisah ini menginspirasi untuk mencari pasangan hidup yang karakternya menunjukkan kualitas yang baik.

Renungan Harian Alkitab, 26 October, Genesis 23 (kejadian 23 ) , ” good character , karakter yang baik “

Genesis 23:11-13 (NKJV) “No, my lord, hear me: I give you the field and the cave that is in it; I give it to you in the presence of the sons of my people. I give it to you. Bury your dead!”
Then Abraham bowed himself down before the people of the land;
and he spoke to Ephron in the hearing of the people of the land, saying, “If you will give it, please hear me. I will give you money for the field; take it from me and I will bury my dead there.”

Kejadian 23:11-13 (TB) “Tidak, tuanku, dengarkanlah aku; ladang itu kuberikan kepadamu dan gua yang di sana pun kuberikan kepadamu; di depan mata orang-orang sebangsaku kuberikan itu kepadamu; kuburkanlah isterimu yang mati itu.”
Lalu sujudlah Abraham di depan penduduk negeri itu
serta berkata kepada Efron dengan didengar oleh mereka: “Sesungguhnya, jika engkau suka, dengarkanlah aku: aku membayar harga ladang itu; terimalah itu dari padaku, supaya aku dapat menguburkan isteriku yang mati itu di sana.”

Abraham adalah seseorang yang tadinya biasa saja, lalu Tuhan membuatnya menjadi sangat kaya raya.

Biasanya orang- orang yang mendadak kaya ( orang kaya baru ) seringnya bermental miskin. Meskipun kaya secara materi orang bermental miskin mempunyai ciri – ciri diantaranya :

a. suka hal – hal gratis. b. tamak. c.pelit. d.atau sebaliknya karena minder seringkali orang kaya baru bisa menjadi sangat boros membeli barang mewah untuk dirinya sendiri , tetapi tetap pelit bagi sesama.

Abraham tidak seperti itu, ia membayar persepuluhan kepada imam melkisedek, ia berbagi sumber air dengan suku lain, dan ia tidak mau tanah gratisan.

Karena itu Abraham berisikeras membayar tanah untuk kuburan isterinya, dan ia dihormati oleh suku dan bangsa lain, karena karakternya yang baik ini.