Renungan Harian Alkitab, 30 June, Galatians 4 : ” No more observe days for fortune, tidak lagi menghitung hari keberuntungan “

Galatians 4:9-10 (RKJNT) But now that you have come to know God, or rather, to be known by God, how is it that you turn back again to those weak and beggarly principles, to which you again desire to be in bondage?
You observe days, and months, and seasons, and years.

Galatia 4:9-10 (TB) Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya?
Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun.

Ketika kita telah menjadikan Yesus Tuhan dan juruselamat, maka kita meninggalkan kepercayaan lama terhadap hal mistis,atau ramalan, atau ritual kepercayaan tertentu ,termasuk menghitung hari keberuntungan.

Rasul Paulus dalam pasal ini, menegur dengan keras jemaat yang masih mempraktikan ritual menghitung hari , mencari ramalan hari keberuntungan untuk membuka usaha, menikah atau hal lainnya.

Didalam Tuhan Yesus kita semua umat Allah telah dibebaskan dari segala kutuk apapun, sehingga tidak ada hari yang mendatangkan kutuk, semua hari adalah berkat Tuhan, dan berkat datangnya dari Tuhan.

Advertisements

Renungan Harian Alkitab, 29 June, Galatians 3 : ” Son of God through faith, melalui iman “

Galatians 3:26 (NKJV) For you are all sons of God through faith in Christ Jesus.

Galatia 3:26 (TB) Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.

Kita menjadi anak- anak Allah, melalui iman didalam Yesus , ini hal yang spektakuler : menjadi anak – anak Allah !

Penebusan darah Yesus bukan hanya mengampuni dosa kita, menebus pelanggaran dan menyembuhkan sakit penyakit, tetapi menguduskan kita sehingga kita dapat dipenuhi Roh Kudus dan menjadi anak- anak Allah.

Menerima dalam iman adalah kunci terobosannya , hal ini terjadi hanya melalui iman didalam nama Yesus.

Renungan Harian Alkitab, 28 June, Galatian 2 : ” No favoritsm, Tidak ada Favoritisme “

Galatians 2:6 (NKJV) But from those who seemed to be something–whatever they were, it makes no difference to me; God shows personal favoritism to no man–for those who seemed to be something added nothing to me.

Galatia 2:6 (TB) Dan mengenai mereka yang dianggap terpandang itu — bagaimana kedudukan mereka dahulu, itu tidak penting bagiku, sebab Allah tidak memandang muka — bagaimanapun juga, mereka yang terpandang itu tidak memaksakan sesuatu yang lain kepadaku.

Sungguh ini adalah pewahyuan yang memerdekan, suatu kabar baik, didalam kerajaan Allah, tidak ada pilih kasih, tidak ada favoritisme, tidak ada nepotisme, semua sama dan di cintai Tuhan.

Didalam kerajaan Allah berlaku nilai dan prinsip. Nilai yang di pegang menentukan karakter setiap umat Allah, nilai yang utama adalah hukum kasih : mengasihi Alĺah dan sesama, dan prinsip yang berlaku adalah hidup dalam kekudusan, hidup untuk amanat agung, setia perkara kecil, menabur menuai, dan hidup dalam Roh.

Para pembaca inilah kabar baik tidak ada pilih kasih, Tuhan mencintai kita semua, sama cintanya bagi setiap umat.

Renungan Harian Alkitab, 27 June, Galatians 1, galatia ” Grace in Jesus Christ, Kasih karunia dalam Yesus Kristus “

Galatians 1:3-4 (NKJV) Grace to you and peace from God the Father and our Lord Jesus Christ,
who gave Himself for our sins, that He might deliver us from this present evil age, according to the will of our God and Father,

Galatia 1:3-4 (TB) kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus,
yang telah menyerahkan diri-Nya karena dosa-dosa kita, untuk melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini, menurut kehendak Allah dan Bapa kita.

Kasih karunia artinya adalah Allah yang memberikan kemampuan, dan kasih karunia yang diberikan Yesus Kristus sungguh besar dan ajaib, Yesus melepaskan kita dari dosa, Ia yang memberikan penebusan dosa melalui darahNya dan mengutus Roh Kudus.

Menjadi ciptaan baru sebagai Anak Allah yang penuh Roh Kudus adalah kasih karunia melalui Yesus , Allah yang memampukan kita.

Para pembaca terkasih, bagian kita adalah menerima kasih karunia dengan rendah hati, dan tinggal didalam kasih karunia dengan hidup dalam kekudusan dan taat kepada firman Tuhan.

Renungan Harian Alkitab, 26 Juni, 2 Corinthians 13: ” aim to be perfect, mengusahakan sempurna “

2 Corinthians 13:11 (RKJNT) Finally, brethren, farewell. Aim to be perfect, be of good comfort, be of one mind, live in peace; and the God of love and peace shall be with you.

2 Korintus 13:11 (TB) Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu!

Kata sempurna yang dimaksudkan dalam ayat 11 ( usahakanlah dirimu sempurna ), mengandung arti : diselaraskan, diubah semakin menyerupai Yesus.

Karena itu kita semua murid Tuhan Yesus, terus menerus mengupgrade diri , memperbaharui secara karakter rohani, iman, dan perilaku yang bertumbuh semakin menyerupai diri, tidak menjadi pemalas, tidak mempertahankan status Qou, atau menghindari tantangan.

Marilah kita sehati, sepikir untuk hidup dalam nilai- nilai kerajaan Allah, dan berbuah dalam kerajaan Allah, didalam hal ini kita akan tinggal dan mengalir dalam damai sejahtera.

Renungan Harian Alkitab, 25 Juni, 2 Corinthians 12 , “Need to repent, butuh bertobat”

2 Corinthians 12:21 (NKJV) lest, when I come again, my God will humble me among you, and I shall mourn for many who have sinned before and have not repented of the uncleanness, fornication, and lewdness which they have practiced.

2 Korintus 12:21 (TB) Aku kuatir, bahwa apabila aku datang lagi, Allahku akan merendahkan aku di depan kamu, dan bahwa aku akan berdukacita terhadap banyak orang yang di masa yang lampau berbuat dosa dan belum lagi bertobat dari kecemaran, percabulan dan ketidaksopanan yang mereka lakukan.

Rasul Paulus memberikan peringatan dan teguran kepada jemaat di Korintus yang sudah menggabungkan diri menjadi jemaat, tetapi mereka belum bertobat, masih hidup dalam kecemaran, percabulan dan ketidaksopanan.

Ketika gereja menjadi besar, semakin banyak orang didalamnya, maka akan datang orang- orang baru yang menggabungkan diri dengan motivasi bukan untuk menjadi murid Yesus, mereka datang untuk kepentingan pribadi : status sosial, mencari jodoh, atau berjualan, mencari koneksi usaha, mencari mukjizat kesembuhan , pesan nubuatan , atau hal lainnya.

Motivasi berjemaat yang benar adalah menjadi murid Yesus, ingin dimuridkan dan bertumbuh imannya, karakter yang diubahkan serupa Yesus.

Renungan Harian Alkitab,24 june, 2 Corinthians 11″ beware of false teaching, waspada pengajaran sesat “

2 Corinthians 11:3-4 (NKJV) But I fear, lest somehow, as the serpent deceived Eve by his craftiness, so your minds may be corrupted from the simplicity that is in Christ.
For if he who comes preaches another Jesus whom we have not preached, or if you receive a different spirit which you have not received, or a different gospel which you have not accepted–you may well put up with it!

2 Korintus 11:3-4 (TB) Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.
Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

Rasul Paulus menjelaskan kepada jemaat, untuk waspada terhadap pengajar, atau hamba Tuhan gadungan. Mereka bukanlah utusan Tuhan dan memberitakan Yesus yang berbeda.

Yesus yang asli adalah Yesus yang hidup, dan memberikan Roh kudus, sehingga hamba – hamba Tuhan yang diutus disertai kuasa Tuhan Yesus yang nyata dan karunia Roh Kudus.

Rasul Paulus juga memberitahukan cara mengenali hamba Tuhan Palsu, yakni dengan melihat buah kehidupannya, bagaaimana cara hidup mereka.

Pembaca renungan terkasih, Yesus yang sejati adalah yang sesuai dengan alkitab : Tuhan yang hidup, yang menyembuhkan, yang penuh kuasa.