Renungan Harian Alkitab, 1 Juni, 1 Corinthians 4: ” Kingdom of God is about Power not words, kerajaan Allah adalah tentang Kuasa , bukan kata-kata “

1 Corinthians 4:19-20 (NKJV) But I will come to you shortly, if the Lord wills, and I will know, not the word of those who are puffed up, but the power.
For the kingdom of God is not in word but in power.

1 Korintus 4:19-20 (TB) Tetapi aku akan segera datang kepadamu, kalau Tuhan menghendakinya. Maka aku akan tahu, bukan tentang perkataan orang-orang yang sombong itu, tetapi tentang kekuatan mereka.
Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa.

Kerajaan Allah adalah tentang kuasa Allah yang nyata, bukan tentang kepandaian berkata kata atau berpidato!

Kerajaan Allah membawa kesembuhan, kelepasan, pertobatan, kuasa pekerjaan karunia Roh Kudus, ada Kuasa yang nyata dalam kerajaan Allah dibumi ini.

Jika ibadah gereja tidak ada kuasa Allah hanyalah rangkaian kata-kata kosong, lagu lagu pujian penyembahan hanyalah rangkaian kata tanpa ada kuasa Roh Kudus yang nyata, maka bukti kerajaan Allah tidak terjadi di muka bumi, sungguh menyedihkan sekali!

Puji Tuhan, Roh Kudus memang nyata , karunia -karunia Roh Kudus masih bekerja di ibadah gereja ( paling tidak di gereja kami great commission church), orang- orang sakit disembuhkan, tanda ajaib kesempurnaan tubuh terjadi, bahkan hadirat Tuhan dapat dirasakan, Kerajaan Allah adalah sungguh tentang Kuasa Tuhan yang nyata dibumi.

Advertisements

Renungan Harian Alkitab, 31 May, 1 Corinthians 3: ” Spiritual baby, Bayi Rohani “

1 Corinthians 3:1-3 (NKJV) And I, brethren, could not speak to you as to spiritual people but as to carnal, as to babes in Christ.
I fed you with milk and not with solid food; for until now you were not able to receive it, and even now you are still not able;
for you are still carnal. For where there are envy, strife, and divisions among you, are you not carnal and behaving like mere men?

1 Korintus 3:1-3 (TB) Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus.
Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarang pun kamu belum dapat menerimanya.
Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?

Rasul Paulus mengingatkan jemaat untuk bertumbuh dalam kedewasaan rohani, jangan terus menerus menjadi bayi Rohani.

Ada tahapan – tahapan kerohanian yakni : lahir baru , menjadi bayi rohani, bertumbuh menjadi kanak – kanak rohani, lalu terus bertumbuh menjadi pribadi yang dewasa rohani, dan terahkir kedewasaan penuh serupa Kristus.

Rasul Paulus mengingatkan jemaat untuk bertumbuh dalam kedewasaan penuh, dan dapat menerima kebenaran – kebenaran yang solid dalam firman Tuhan.

Bayi rohani, tidak suka kebenaran firman Tuhan yang menganggu kenyamanannya dan tidak populis, mereka juga belum bertumbuh dalam karakter rohani, mereka suka berkelahi dengan jemaat lain, mudah tersinggung, dan egois, tidak mau melayani di gereja , hanya mau dilayani.

Para pembaca terkasih, marilah bertumbuh dalam kedewasaan rohani, dengan bertekun menerima firman Tuhan dan menjadi pelaku firman.

Renungan harian Alkitab, 30 May, 1 Corinthians : “Preaching with demonstration the power of Holy Spirit, Berkotbah dengan demonstrasi kuasa Roh Kudus “

1 Corinthians 2:4-5 (NKJV) And my speech and my preaching were not with persuasive words of human wisdom, but in demonstration of the Spirit and of power,
that your faith should not be in the wisdom of men but in the power of God.

1 Korintus 2:4-5 (TB) Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan menunjukkan kekuatan kuasa Roh,
supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.

Rasul Paulus, mengajarkan kepada kita, khususnya kepada semua pemberita firman : ia mengajarkan agar para pelayan Tuhan untuk tidak berfokus pada kepandaian merangkai kata, tidak juga mengandalkan pengetahuan yang hanya teori saja tentang Tuhan.

Injil adalah kuasa Allah, pelayanan Roh kudus adalah ciri utama dan bukti bahwa injil adalah kuasa Allah.

Karena itu pelayanan yang disertai karunia Roh Kudus , tanda ajaib dan mukjizat adalah tanda yang menyertai para pemberita firman.

Jikalau para pembaca terkasih, membaca kebenaran firman ini, maka sudah waktunya untuk menyadari bahwa pengalaman yang nyata akan kuasa Roh Kudus ( karunia – karunia Roh kudus ), adalah hal biasa dalam kehidupan orang percaya.

Puji Tuhan , Yesus Tuhan kita adalah Tuhan yang hidup, dan Roh Kudus itu nyata, Injil adalah sungguh kuasa Tuhan yang kita alami.

Renungan Harian Alkitab, 29 May, 1 Corinthians: ” Blameless until end of time, tak bercacat cela hingga akhir jaman “

1 Corinthians 1:8-9 (NKJV) who will also confirm you to the end, that you may be blameless in the day of our Lord Jesus Christ.
God is faithful, by whom you were called into the fellowship of His Son, Jesus Christ our Lord.

1 Korintus 1:8-9 (TB) Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus.
Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.

Mungkinkah kita bisa tidak bercacat cela hingga akhir jaman, tetap setia sampai kedatangan Yesus kedua kali?

Jawabannya : bukan saja mungkin, tapi ini adalah kehendak Tuhan, dan Roh Kudus telah di utus Tuhan, untuk menolong membimbing dan menguatkan kita senantiasa.

Para pembaca terkasih, jika Tuhan sudah menetapkan, mengirimkan Roh Kudus agar kita ditolong menjadi pribadi yang tak bercacat cela, maka tinggal bagian kita, yakni bersepakat dengan Tuhan dan bertindak dalam iman.

Apa tindakan iman yang kita lakukan ? . Ada sekurangnya dua tindakan iman yang kita dapat lakukan yakni : pertama hidup dalam kekudusan sebagai cara hidup kita, dan yang kedua meminta pertolongan Roh Kudus, setiap hari untuk membimbing dan menguatkan kita.

Renungan Harian Alkitab, 28 May, Romans 16, Team work in church, “Kerja Team di Gereja “

Romans 16:3-8 (NKJV) Greet Priscilla and Aquila, my fellow workers in Christ Jesus,
who risked their own necks for my life, to whom not only I give thanks, but also all the churches of the Gentiles.
Likewise greet the church that is in their house. Greet my beloved Epaenetus, who is the firstfruits of Achaia to Christ.
Greet Mary, who labored much for us.
Greet Andronicus and Junia, my countrymen and my fellow prisoners, who are of note among the apostles, who also were in Christ before me.
Greet Amplias, my beloved in the Lord.

Romans 16:3-8, 11 (NKJV) Greet Priscilla and Aquila, my fellow workers in Christ Jesus,
who risked their own necks for my life, to whom not only I give thanks, but also all the churches of the Gentiles.
Likewise greet the church that is in their house. Greet my beloved Epaenetus, who is the firstfruits of Achaia to Christ.
Greet Mary, who labored much for us.
Greet Andronicus and Junia, my countrymen and my fellow prisoners, who are of note among the apostles, who also were in Christ before me.
Greet Amplias, my beloved in the Lord.
Greet Herodion, my countryman. Greet those who are of the household of Narcissus who are in the Lord.

Pernahkah terpikir, mengapa salam kepada para pemimpin jemaat di Roma saja, harus ditulis? dan ditulis cukup panjang , dan banyak nama?

Dengan membaca pasal ini kita mengetahui bahwa gereja di Roma, yang Paulus merintisnya ( dengan mengirim anak Rohaninya membuka gereja ), adalah team work.

Pemikiran keliru jemaat, bahwa semua jemaat harus dilayani sendiri oleh seorang rasul, pendeta senior , dalam kisah ini Rasul Paulus, dipatahkan. Rasul Paulus belum pernah bertemu jemaat Roma, ketika surat ini ditulis.

Ini adalah pewahyuan penting, gereja adalah team work!

Pemikiran jemaat yang harus dikonseling langsung oleh senior pastor pendiri jemaat , harus didoakan langsung, harus di kunjungi langsung kerumah, adalah keliru!

Para pembaca terkasih, gereja adalah team work dari pelayanan banyak orang – orang kudus, Tuhan mengutus dan membangkitkan pemimpin, sangatlah tidak benar jika jemaat berpikir, ia harus dilayani langsung oleh senior pastor ( rasul, pendiri jemaat ).

Seiring dengan pertumbuhan jemaat yang terus bertambah, maka Tuhan akan memanggil dan mengutus lebih banyak umat untuk menjadi pemurid, pemimpin dalam jemaat, karena itu berikanlah dirimu dipakai Tuhan untuk melayani sebagai pemurid dan pemimpin dalam gereja.

Renungan Harian Alkitab, 27 May, Romans 15: “comfort and hope, penghiburan dan harapan”

Romans 15:4 (NKJV) For whatever things were written before were written for our learning, that we through the patience and comfort of the Scriptures might have hope.

Roma 15:4 (TB) Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.

Inilah kegunaan kitab suci, agar kita melalui kitab suci mendapatkan penghiburan dan harapan, melalui kisah- kisah iman para pahlawan iman.

kita juga didalam alkitab membaca kisah kesetiaan Tuhan: yang selalu mengulurkan tangan untuk menolong umatNya, dan bagaimana Tuhan selalu mengirimkan hamba – hamba Tuhan , untuk menuntun , memimpin umatNya.

Para pembaca terkasih, Alkitab diberikan kepada kita agar melalui pengurapan Roh Kudus ketika merenungkan firman Tuhan didalam Alkitab, kita mendapat penghiburan dan pengharapan.

Karena itu marilah kita bertekun dalam membaca Alkitab, agar dipenuhi penghiburan dan pengharapan dari Tuhan.

Renungan Harian Alkitab, 26 May, Romans 14 : “faith and food, iman dan makanan “

Romans 14:1-2 (NKJV) Receive one who is weak in the faith, but not to disputes over doubtful things.
For one believes he may eat all things, but he who is weak eats only vegetables.

Roma 14:1-2 (TB) Terimalah orang yang lemah imannya tanpa mempercakapkan pendapatnya.
Yang seorang yakin, bahwa ia boleh makan segala jenis makanan, tetapi orang yang lemah imannya hanya makan sayur-sayuran saja.

Sebenarnya ada apa mengenai makan sayur, makan daging dan ukuran iman? apa yang dimaksudkan pasal 14 ini ?

Dalam perjanjian lama, pada mulanya manusia hanya makan sayuran saja, sehingga usia mereka pun kisaran 120 tahun ( pada waktu itu semua sayuran adalah organik dan bebas peptisida, dan tidak ada rekayasa genetik kimia ).

Lalu , pembaharuan terjadi manusia diberikan petunjuk Tuhan untuk makan daging yang sehat saja ( hewan pemamah biak dan berkuku belah, ikan bersisik , dan unggas ), jadi petunjuk dalam perjanjian lama sudah di update menjadi , menu makanan sayur dan daging sehat, adapun petunjuk diberikan dalam rangka hidup sehat.

Umur manusia pun, turun dari kisaran 120 tahun menjadi 60-70 tahun (dalam kitab mazmur data ini dituliskan), hal ini terjadi karena tidak melakukan petunjuk Tuhan akan menu makan yang sehat.

Dalam perjanjian baru, disempurnakan pewahyuan ini : tidak ada makanan yang haram, adanya sehat dan tidak sehat, dijelaskan jangan makan makanan yang bukan makanan yakni : darah binatang, daging hewan yang mati dicekik,atau karena penyakit ( daging bangkai bukan makanan ).

Jadi dalam perjanjian baru, tidak ada yang haram jika termasuk makanan, fungsi makanan adalah untuk kesehatan.

Tubuh kita, murid – murid Tuhan Yesus yang sudah penuh Roh Kudus adalah bait Roh Kudus, jika hidup kita tidak sehat ( bukan hanya pola makan tapi juga gaya hidup lainnya ) maka bukan hanya tubuh akan sakit, tapi juga akan merusak bait Roh Kudus.

Para pembaca terkasih Rasul Paulus menjelaskan dalam perjanjian baru, dibutuhkan iman, kita diselamatkan karena iman, bukan karena mengikuti aturan perjanjian lama hanya boleh makan sayur , makanan lain haram ! ( aturan ini pun sudah disempurnakan semua yang makanan tidak haram)

Proses pertumbuhan iman tiap orang berbeda, jadi bagi kita yang sudah mencapai Tahapan keselamatan hidup oleh iman Pada Yesus, dan tidak memegang pemahaman lama akan makanan haram dan halal ( mengetahui esensi fungsi sehat dan tidak sehat ) , jangan menghakimi yang belum mengerti , dan juga sebaliknya.

Seberapa jauh pengertian tiap pribadi, lakukanlah sesuai pemahaman iman masing masing.