Renungan Harian Alkitab, Acts 17, 1 May : ” God is Not a statue idol, Tuhan bukanlah patung berhala”

Acts 17:23-25 (NKJV) for as I was passing through and considering the objects of your worship, I even found an altar with this inscription: TO THE UNKNOWN GOD. Therefore, the One whom you worship without knowing, Him I proclaim to you:
God, who made the world and everything in it, since He is Lord of heaven and earth, does not dwell in temples made with hands.
Nor is He worshiped with men’s hands, as though He needed anything, since He gives to all life, breath, and all things.

Kisah Para Rasul 17:23-25 (TB) Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu.
Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia,
dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang.

Para pembaca renungan terkasih, orang orang Athena sangat religius, mereka menyembah kepada banyak patung dewa dewi, dan patung itu dikeramatkan dan disembah, hal ini adalah penyembahan berhala.

Penyembahan berhala kepada dewa dewi selalu mengambil wujud patung atau benda benda keramat yang disembah dan didoakan secara ritual tertentu, hal ini masih terjadi jaman ini, bahkan banyak orang Kristen masih melakukan ini.

Kitab kisah Rasul 17 ini adalah suatu kebenaran : Tuhan adalah pencipta langit dan bumi, dan alam semesta, ia bukanlah patung dan tidak akan bisa diwadahkan dalam patunh buatan manusia, Dan Tuhan tidak berdiam dalam kuil kuil atau benda – benda buatan manusia.

Sebagai umat Kristen, kita perlu menyadari bahwa Tuhan Yesus adalah satu-satunya Tuhan, karena itu penyembahan berhala bukanlah iman kekristenan, kita tidak membakar kemenyan dan melakukan ritual kejawen, tidak ikut berdoa ke kuil atau mencari petunjuk ketempat keramat, kita juga tidak membakar hio dan ikut berdoa melakukan ritual kepercayaan lain, karena Yesus adalah satu satunya Tuhan dalam hidup kita, tidak ada Allah lain selain Tuhan Yesus.

Advertisements

Renungan Harian Alkitab, 30 April, Acts 16; ” Vision dream, penglihatan mimpi”

Acts 16:9-10 (NKJV) And a vision appeared to Paul in the night. A man of Macedonia stood and pleaded with him, saying, “Come over to Macedonia and help us.”
Now after he had seen the vision, immediately we sought to go to Macedonia, concluding that the Lord had called us to preach the gospel to them.

Kisah Para Rasul 16:9-10 (TB) Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: “Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!”
Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.

Tuhan berbicara kepada Paulus melalui mimpi, Penglihatan datang dalam mimpi Paulus, Tuhan memberikan petunjuk untuk mereka pergi ke makedonia memberitakan injil.

Para pembaca renungan terkasih, dalam perjanjian baru Roh Kudus dicurahkan kepada semua orang percaya, melalui baptisan Roh Kudus, orang orang mengalir dalam karunia Roh Kudus, dan nubuatan melalui mimpi adalah salah satu bentuk karunia Roh kudus.

Didalam pelayanan saya, seringkali Tuhan berbicara melalui penglihatan dalam mimpi, salah satunya adalah kisah ini : suatu malam dalam mimpi saya melihat tangan Tuhan yang turun dari surga dan memegang mata saya dan melompatlah sebuah lembaran kelopak dari mata dan Tuhan berbicara akan turunnya mukjizat bagi mata seseorang yang lensanya rusak , lalu keesokan harinya ketika saya berkotbah saya mengumumkan penglihatan ini, dan seorang ibu tua merespon , ia tidak bisa melihat karena katarak dan sudah dijadwalkan operasi, lalu saya menumpangkan tangan atasnya dan ia pun secara ajaib sembuh dari katarak dan dapat melihat dengan jelas, terpujilah Tuhan Yesus Kristus.

Karunia Roh Kudus masih bekerja, Roh Kudus sungguh nyata, Tuhan Yesus maaih berbicara kepada umatNya melalui penglihatam mimpi.

Renungan Harian Alkitab, 29 April, Acts 15 : ” four conclusion of law for the gentiles, empat kesimpulan hukum bagi umat segala bangsa “

Acts 15:27-30 (NKJV) We have therefore sent Judas and Silas, who will also report the same things by word of mouth.
For it seemed good to the Holy Spirit, and to us, to lay upon you no greater burden than these necessary things:
that you abstain from things offered to idols, from blood, from things strangled, and from sexual immorality. If you keep yourselves from these, you will do well. Farewell.
So when they were sent off, they came to Antioch; and when they had gathered the multitude together, they delivered the letter.

Kisah Para Rasul 15:27-29 (TB) Maka kami telah mengutus Yudas dan Silas, yang dengan lisan akan menyampaikan pesan yang tertulis ini juga kepada kamu.
Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini:
kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat.”

Setelah Yesus menyimpulkan isi hukum taurat menjadi 2 hal esensi : mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama, maka perjanjian baru menjadi mudah di mengerti sebagai kesempurnaan hukum taurat.

Ketika injil diberitakan kepada segala bangsa, petunjuk aplikasi tradisi hukum taurat perlu dirangkum dan diberikan petunjuk jelas juga hal apa yang menjadi penyempurnaan sebagai pedoman terapan.

Para pembaca terkasih Kitab kisah para Rasul menjelaskan hal ini: ada empat pedoman terapan dalam perjanjian baru yang berlaku bagi semua suku bangsa ,apapun budaya mereka, hal itu adalah :

1. Tidak makan makanan yang dipersembahkan pada berhala ( tentu saja termasuk menyembah berhala, karena makan makanannya saja tidak dilakukan )

2.Tidak Makan darah ( dalam darah ada kehidupan dan mengandung penyakit )

3. Tidak makan daging binatang yang mati dicekik atau bangkai ( akan terjadi masalah serius kesehatan jika makan bangkai )

4. Tidak hidup dalam imoralitas ( percabulan, asusila )

Jelaslah sudah mengenai peleburan budaya dan tradisi ini, cukup simple dan to the point.

Renungan Harian Alkitab, 28 April, Acts 14: “Faith from preacher, iman dari pengkotbah “

Acts 14:8-11 (NKJV) And in Lystra a certain man without strength in his feet was sitting, a cripple from his mother’s womb, who had never walked.
This man heard Paul speaking. Paul, observing him intently and seeing that he had faith to be healed,
said with a loud voice, “Stand up straight on your feet!” And he leaped and walked.

Kisah Para Rasul 14:8-10 (TB) Di Listra ada seorang yang duduk saja, karena lemah kakinya dan lumpuh sejak ia dilahirkan dan belum pernah dapat berjalan.
Ia duduk mendengarkan, ketika Paulus berbicara. Dan Paulus menatap dia dan melihat, bahwa ia beriman dan dapat disembuhkan.
Lalu kata Paulus dengan suara nyaring: “Berdirilah tegak di atas kakimu!” Dan orang itu melonjak berdiri, lalu berjalan kian ke mari.

Pria lumpuh ini tadinya tidak punya iman dan lumpuh, lalu dengan rendah hati ia mendengarkan kotbah Paulus, hamba Tuhan yang penuh Roh Kudus.

Ia membuka hati, menerima rhema firman Tuhan Paulus, dan iman sebiji sesawi itu timbul di hatinya, lalu Paulus memerintahkan ia untuk bangkit dan berjalan, dan seketika ia sembuh dapat berjalan.

Para pembaca terkasih apakah yang sebenarnya terjadi?

1. Hamba Tuhan penuh Roh Kudus, dan penuh iman berkotbah melepaskan rhema firman Tuhan.

2. Orang sakit yang tidak sombong, ia rendah hati menerima kotbah dari hamba Tuhan penuh iman dan Roh Kudus.

3. Iman timbul di hati orang sakit, dan dengan rendah hati ia mengikuti instruksi hamba Tuhan untuk mencoba berjalan.

4. ketika ia bertindak, ia sembuh.

Inilah yang terjadi :kata kuncinya hamba Tuhan yang berkotbah harus penuh iman dan penuh Roh Kudus, lalu yang kedua orang sakit harus rendah hati ( tidak prejudice, negatif, taat pada petunjuk yang diberikan )

Sungguh orang rendah hati empunya kerajaan surga!

Renungan Harian Alkitab, 27 April, Acts 13, ” Envy bring disaster, Iri hati membawa petaka “

Acts 13:43-45 (NKJV) Now when the congregation had broken up, many of the Jews and devout proselytes followed Paul and Barnabas, who, speaking to them, persuaded them to continue in the grace of God.
On the next Sabbath almost the whole city came together to hear the word of God.
But when the Jews saw the multitudes, they were filled with envy; and contradicting and blaspheming, they opposed the things spoken by Paul.

Kisah Para Rasul 13:43-45 (TB) Setelah selesai ibadah, banyak orang Yahudi dan penganut-penganut agama Yahudi yang takut akan Allah, mengikuti Paulus dan Barnabas; kedua rasul itu mengajar mereka dan menasihati supaya mereka tetap hidup di dalam kasih karunia Allah.
Pada hari Sabat berikutnya datanglah hampir seluruh kota itu berkumpul untuk mendengar firman Allah.
Akan tetapi, ketika orang Yahudi melihat orang banyak itu, penuhlah mereka dengan iri hati dan sambil menghujat, mereka membantah apa yang dikatakan oleh Paulus.

Ketika Paulus berkotbah di synagoga ( tempat ibadah agama yahudi tradisional), ternyata banyak orang Yahudi yang merespon dan mulai percaya bahwa Yesus adalah Tuhan messias yang hidup dan kuasa Roh Kudus, dia ahkir ibadah mereka bahkan meminta Paulus hamba Tuhan yang penuh Roh Kudus, kembali lagi mengajar pada ibadah minggu depan.

Pada minggu berikutnya, ternyata hampir seluruh kota datang memenuhi tempat ibadah , mereka ingin mendengarkan Paulus berkotbah (hal ini jarang terjadi di kota ini), lalu apa yang terjadi? Para pemimpin agama yahudi tradisional yang pada mulanya tertarik dan mau menerima kabar injil dan kuasa Roh Kudus, tiba – tiba berbalik menyerang, dan mengumumkan ajaran yang dikotbahkan Paulus ada sesat, mereka bahkan menganiaya Paulus dan team pelayanannya.

Para pembaca renungan terkasih, para pemimpin agama tradisi , menjadi iri hati, karena begitu banyak orang merespon pelayanan Paulus, mereka iri dan merasadi terancam, bukannya mereka bertobat dan minta dimuridkan Paulus, mereka justru menganiaya dan mengusir Paulus, dan mencap sesat.

Sampai hari ini banyak gereja kristen tradisi yang tidak mengenal kuasa Roh Kudus, melakukan hal serupa dengan apa yang terjadi dalam kisah Rasul 13 ini, seharusnya setiap gereja dapat mengalami Kuasa Tuhan Yesus yang hidup dan Karunia Roh Kudus bekerja secara nyata , permasalahannya tetap sama : para pemimpin yang tidak rohani itu iri hati! Mereka harusnya minta dimuridkan hamba Tuhan yang penuh Roh Kudus, tetapi malah mencap sesat, persis dengan ayat yang kita baca hari ini.

Jika anda merindukan mengalami Tuhan Yesus yang hidup dan pekerjaan Roh Kudus yang nyata, carilah gereja yang sungguh -sungguh mengalir dalam kuasa Roh Kudus dan anda akan mengenal kebenaran tentang Tuhan yang hidup bukan ritual agama kosong belaka tanpa kuasa Allah.

Renungan Harian Alkitab, 26 April, Acts 12; Constant Prayer, Doa yang tekun terus menerus”

Acts 12:4-5 (NKJV) So when he had arrested him, he put him in prison, and delivered him to four squads of soldiers to keep him, intending to bring him before the people after Passover.
Peter was therefore kept in prison, but constant prayer was offered to God for him by the church.

Kisah Para Rasul 12:4-5 (TB) Setelah Petrus ditangkap, Herodes menyuruh memenjarakannya di bawah penjagaan empat regu, masing-masing terdiri dari empat prajurit. Maksudnya ialah, supaya sehabis Paskah ia menghadapkannya ke depan orang banyak.
Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah.

Pada saat itu, umat gereja kisah Para Rasul sudah mencapai ribuan orang, pada hari pentakosta saja 3000 orang bertobat dan bergabung menjadi umat kristiani, keadaan masa yang sangat banyak ini menjadi ancaman bagi banyak pihak.

Agama tradisional yahudi pada waku itu mulai menganiaya umat kristen, mereke mengutus Saulus menangkap umat dan menganiaya mereka, diaken stefanus dirajam batu sampai wafat.

Raja Herodea juga merasa terancam, dan membunuh Yakobus dengan pedang, dan menangkap Petrus.

Gereja yang dimulai dengan 12 rasul ini , telah mengguncangkan satu bangsa, dan mendapat tekanan dan aniaya yang hebat, Petrus pemimpin gereja dipenjara dan akan diserahkan kepada hukum adat agama yahudi tradisi, lalu apa yang dilakukan umat kristen ?

Para pembaca terkasih, umat kristen meresponi dengan berdoa dengan tekun terus menerus, mereka berkumpul dan terus berdoa, dan mukjizat terjadi, malaikat diutus Tuhan secara ajaib melepaskan Petrus dari penjara.

Inilah yang terjadi ketika orang kristen berdoa dengan tekun, terus menerus berdoa bersatu hati, sungguh doa yang didoakan orang beriman dengan tekun besar kuasanya.

Renungan Harian Alkitab, 25 April, Acts 11:”Baptized with the spirit, Dibaptis Roh Kudus “

Acts 11:15-16 (NKJV) And as I began to speak, the Holy Spirit fell upon them, as upon us at the beginning.
Then I remembered the word of the Lord, how He said, ‘John indeed baptized with water, but you shall be baptized with the Holy Spirit.’

Kisah Para Rasul 11:15-16 (TB) Dan ketika aku mulai berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, sama seperti dahulu ke atas kita.
Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan: Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.

Ketika Petrus berkotbah, turunlah baptisan Roh Kudus, para pendengar kotbah dipenuhi Roh Kudus, mereka mulai berbahasa Roh sebagai tanda telah dibaptis Roh Kudus.

Petrus menjelaskan bahwa setiap orang percaya bukan hanya perlu dibaptist air saja , tetapi juga dibaptis Roh Kudus, dengan tanda berbahasa Roh.

Para pembaca terkasih, baptisan Roh kudus adalah pengalaman yang luar biasa bagi kita manusia, yakni dipenuhi Roh Allah!

Jika kita menyadari ini, maka kita tidak akan menyia nyiakan baptisan Roh Kudus dan karunia bahasa Roh.

Kita akan hidup dalam kekudusan, karena menyadari setelah mengalami baptisan Roh Kudus maka tubuh kita sudah menjadi bait Roh Kudus.

Para pembaca terkasih, jika anda telah dibaptis Roh Kudus maka pergunakanlah karunia bahasa Roh anda untuk berdoa setiap hari dengan tekun.

Jika anda belum pernah dibaptis Roh Kudus, carilah gereja yang berbahasa Roh dan ikutilah sesi doa baptisan Roh Kudus, jangan anda melewatkan pengalaman yang luar biasa yang bisa manusia alami yakni dipenuhi Roh Allah.