Renungan Harian Alkitab, 1 February, Matthew 17;” money in the mouth of fish, uang di mulut ikan””

Matthew 17:27 (NKJV) Nevertheless, lest we offend them, go to the sea, cast in a hook, and take the fish that comes up first. And when you have opened its mouth, you will find a piece of money; take that and give it to them for Me and you.”

Matius 17:27 (TB) Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga.”

Ketika Yesus dan murid murid, diminta membayar bea pajak bait Allah, Yesus mengajarkan beberapa hal penting kepada murid murid;

1. Tertib pada tatanan aturan masyarakat , salah satunya membayar bea pajak bait Allah ,adalah hal yang baik dan perlu dilakukan, menjadi pengikut Yesus tidak anti tatanan dan mengerti makna menghormati otoritas keagamaan.

2.uang hanya Alat, jadi jangan pelit, kikir, tamak, jika aturannya harus bayar, dibayar saja, Tuhan akan menyediakan dananya.

3.Tuhan dengan mudah mampu membuat mukjizat keuangan, berkat kreatif keuangan terbukti dari mulut ikan terdapat koin uang yang sudah sediakan.

4. Perkara supranatural juga terjadi dalam hal keuangan;karena itu Tuhan Yesus tidak menyuruh Petrus menjala ikan satu perahu, cukup memancing satu ikan saja, secara supranatural terjadi mukjizat.

Para pembaca renungan terkasih, mukjizat keuangan masih terjadi; berkat kreatif keuangan bagi para karyawan , dan direct blessing bagi pengusaha secara supranatural, semuanya terjadi ketika iman kita tertuju pada Tuhan dan kerajaan Allah!

Faktor apa yang sangat penting agar mukjizat keuangan supranatural dialami?

Motivasi sangat menentukan apakah ada kemurnian iman; mengasihi Tuhan dan menjadikan uang hanya alat untuk membawa sebanyak mungkin orang menjadi murid Yesus , atau sebaliknya hanya rasa tamak, pelit, kikir yang ingin mukjizat keuangan?

Renungan Harian Alkitab, 31 January, Matthew 16; “leaven of the pharisees, ragi orang farisi”

Matthew 16:6, 12 (NKJV) Then Jesus said to them, “Take heed and beware of the leaven of the Pharisees and the Sadducees.”
Then they understood that He did not tell them to beware of the leaven of bread, but of the doctrine of the Pharisees and Sadducees.

Matius 16:5-6, 12 (TB) Pada waktu murid-murid Yesus menyeberang danau, mereka lupa membawa roti.
Yesus berkata kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki.”
Ketika itu barulah mereka mengerti bahwa bukan maksud-Nya supaya mereka waspada terhadap ragi roti, melainkan terhadap ajaran orang Farisi dan Saduki.

Yesus memperingatkan hati hati terhadap ragi farisi, maksudnya ajaran orang farisi.

Apa yang salah dengan ajaran orang farisi?

Mereka menjadikan agama sebagai topeng, hidup dalam kemunafikan agamawi, semua tradisi agama dan aturan dijalankan dengan details tapi hanya untuk pencitraan agar mereka terpandang dan dianggap saleh dan rohani.

Yang paling parah adalah mereka tidak ada pertumbuhan iman, orang orang yang tidak percaya kuasa Tuhan yang nyata, mereka prejudice dan menghakimi orang lain yang melayani penuh kuasa Roh kudus.

Yesus yang membuat mukjizat dan menyembuhkan orang-orang sakit di hakimi sesat!.

Para pembaca terkasih, sampai hari ini, ragi farisi masih kuat menguasai umat Kristen yang agamawi, mereka beribadah tetapi memungkiri kuasa Roh Kudus yang nyata, bahkan mereka menghakimi orang lain yang penuh Roh Kudus.

Renungan Harian Alkitab, 30 January, Matthew 15, “by faith, oleh iman”

Matthew 15:28 (NKJV) Then Jesus answered and said to her, “O woman, great is your faith! Let it be to you as you desire.” And her daughter was healed from that very hour.

Matius 15:28 (TB) Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Segala hal kuasa Allah hanya dapat diterima melalui iman!

Perempuan Kanaan ini mempunyai iman, bahwa Tuhan Yesus maha kuasa dan dapat mengusir setan yang merasuk anaknya, karena ia percaya maka ia bertindak mencari, bahkan mengejar Yesus untuk minta pertolongan.

Karena tindakan iman itu, Yesus mengenali ada iman di dalam diri perempuan Kanaan ini, dan dimana ada iman kuasa Allah mengalir, seketika itu anaknya sembuh oleh kuasa Tuham Yesus (Yesus bersabda dan anak itu bebas seketika).

Para pembaca , dimana ada iman kuasa Tuhan akan mengalir, iman adalah perbuatan yang didasari percaya.

Darimana datangnya iman? Iman datang dari pendengaran akan firman Kristus, tepatnya rhema firman Tuhan. Rhema firman Tuhan dapat kita terima melalui meditasi firman Tuhan yang diurapi Roh Kudus, dan juga melalui kotbah dan pengajaran para rasul.

Renungan Harian Alkitab, 29 January, Matthew 14 ;”a time for solitude in prayer, waktu berdoa solitude”

Matthew 14:13 (NKJV) When Jesus heard it, He departed from there by boat to a deserted place by Himself. But when the multitudes heard it, they followed Him on foot from the cities.

Matius 14:13 (TB) Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka.

Setelah Yohanes pembaptis meninggal sebagai martir,dan Yesus mengatahuinya, ia segera pergi mengasingkan diri, ia berdoa solitude (mengasingkan diri untuk khusus menyendiri berdoa)

Doa solitude adalah mengkhususkan waktu untuk menyediri berdoa, dimana tidak ada gangguan, sehingga bisa fokus dalam doa intensive dalam jangka waktu yang cukup lama.

Didalam kesendirian, doa solitude , hanya berinteraksi sepenuhnya dalam doa, meditasi firman, tengelam dalam hadirat Tuhan, menaikkan pujian penyembahan, dipenuhi hadirat Tuhan secara intens, melakukan evaluasi diri, dan menerima petunjuk Tuhan untuk melakukan beberapa tindakan iman.

Para pembaca terkasih, Yesus saja dengan tekun secara berkala berdoa solitude, artinya hal ini penting! Dan kita perlu meneladani Yesus.

Setiap minggunya , saya mengkhususkan waktu dalam satu hari , 3-4 jam berdoa solitude, dan setiap 2 bulanan menjadwalkan ketempat yang jauh dari keramaian ;solitude khusus 2 hari penuh berdoa solitude.

Dengan rendah hati saya menyadari, saya membutuhkan hadirat Tuhan lebih intens, saya membutuhkan evaluasi hati, saya membutuhkan petunjuk dari Tuhan ; apa tindakan iman yang harus saya ambil kedepannya.

Apakah saudara sudah bersolitude setiap bulan ? Jika belum , maka mulailah bersolitude , paling tidak dalam satu bulan , jadwalkan ada 1 hari anda selama 2-3 jam untuk berdoa solitude.

Renungan Harian Alkitab, January 28 Matthew 13; “deceitfulness of riches, tipu daya kekayaan”

Matthew 13:22-23 (NKJV) Now he who received seed among the thorns is he who hears the word, and the cares of this world and the deceitfulness of riches choke the word, and he becomes unfruitful.
But he who received seed on the good ground is he who hears the word and understands it, who indeed bears fruit and produces: some a hundredfold, some sixty, some thirty.”

Matius 13:22-23 (TB) Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”

Tipu daya kekayaan telah menjerat orang -orang kristen sehingga mereka tidak berbuah! Bahkan binasa dalam dosa.

Tipu daya kekayaan membuat orang orang diperhamba uang, dan menjadikan uang sebagai tujuan hidup utama mereka, demi uang mereka mengkompromikan iman kekristenan, bahkan menjual Yesus seperti Yudas.

Seharusnya umat kristiani berbuah karakter rohani (buah roh), buah menuai jiwa -jiwa menjadi murid Tuhan Yesus, buah kesetiaan melipatgandakan talenta, bakat , karunia yang Tuhan percayakan dalam hidupnya.

Para pembaca terkasih jadilah umat kristiani dengan hati yang subur;hati yang sungguh mengasihi Tuhan Yesus, dan menjadikan ia Tuhan, penguasa hidup anda, hati yang rendah hati dan taat.

Dengan hati yang subur kita akan berbuah berlipat kali ganda.

Renungan Harian Alkitab, 27 January, Matthew 12; “against Holy spirit”, melawan Roh Kudus”

Matthew 12:22-24 (NKJV) Then one was brought to Him who was demon-possessed, blind and mute; and He healed him, so that the blind and mute man both spoke and saw.
And all the multitudes were amazed and said, “Could this be the Son of David?”
Now when the Pharisees heard it they said, “This fellow does not cast out demons except by Beelzebub, the ruler of the demons.”

Matius 12:22-24 (TB) Kemudian dibawalah kepada Yesus seorang yang kerasukan setan. Orang itu buta dan bisu, lalu Yesus menyembuhkannya, sehingga si bisu itu berkata-kata dan melihat.
Maka takjublah sekalian orang banyak itu, katanya: “Ia ini agaknya Anak Daud.”
Tetapi ketika orang Farisi mendengarnya, mereka berkata: “Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan.”

Kuasa Roh Kudus bekerja secara luar biasa dalam pelayanan Yesus; ribuan orang orang sakit menerima mukjizat tanda ajaib, dan kesembuhan, itu semua adalah pekerjaan Roh Kudus didalam diri Yesus.

Para pemimpin agama, merasa terancam dan iri hati, mereka kehilangan rasa aman takut kekuasaan organisasi jemaat yang mereka miliki hancur, karena umat memilih mengikut Yesus.

Para ahli taurat dan orang farisi takut umat berpindah dari jemaat mereka beralih menjadi murid Yesus.

Karena itu mereka membully Yesus, memfitnah, mereka menghakimi Yesus dengan mengatakan Yesus pengikut iblis, dan membuat mukjizat dari kuasa iblis , mereka menghujat kuasa Roh Kudus dalam pelayanan Yesus.

Para pembaca terkasih, mukjizat tanda ajaib, dan kesembuhan didalam nama Yesus adalah pekerjaan kuasa Roh Kudus, dengan keras Yesus menegur dan memperingatkan orang-orang yang menghakimi kuasa Roh Kudus;

Matius 12:31-32 (TB) Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni.
Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak.

Mari kita mengingat hal ini, janganlah kita sekali -kali menghujat kuasa Roh Kudus.

Renungan Harian Alkitab, 26 January, Matthew 11;” rest for your soul, istirahat bagi jiwamu”

Matthew 11:28-30 (NKJV) Come to Me, all you who labor and are heavy laden, and I will give you rest.
Take My yoke upon you and learn from Me, for I am gentle and lowly in heart, and you will find rest for your souls.
For My yoke is easy and My burden is light.

Matius 11:28-30 (TB) Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”

Yesus memberikan solusi kepada orang-orang yang berbeban berat, yakni untuk belajar dari pada Yesus; menjadi lemah lembut dan rendah hati.

Lemah lembut artinya mau dibentuk oleh Tuhan, rendah hati maksudnya mau diajar, didalam hal ini kita akan menyadari bahwa beban kita jauh lebih kecil dari kuasa yang Tuhan berikan bagi kita.

Para pembaca terkasih, lawan dari lemah lembut adalah pemberontak, dan lawan dari rendah hati adalah sombong, karena itu janganlah ada pemberontakan dan kesombongan dalam hati kita.