Renungan Harian Alkitab 1 January, Zechariah 5; ” the realm supranatural, alam supranatural”

Zechariah 5:1-2 (NKJV) Then I turned and raised my eyes, and saw there a flying scroll.
And he said to me, “What do you see?” So I answered, “I see a flying scroll. Its length is twenty cubits and its width ten cubits.”

Zakharia 5:1-2 (TB) Aku melayangkan mataku pula, maka aku melihat: tampak sebuah gulungan kitab yang terbang.
Berkatalah ia kepadaku: “Apa yang engkau lihat?” Jawabku: “Aku melihat sebuah gulungan kitab yang terbang; panjangnya dua puluh hasta dan lebarnya sepuluh hasta.”

Pertama -tama , saya pastor Cahya Adi Candra mengucapkan selamat Tahun baru 2019 terimakasih kepada para pembaca blog cahyaadi.wordpress.com yang telah dengan setia membaca renungan Harian dengan tekun. Saya berdoa secara khusus agar para pembaca bertumbuh imannya melalui renungan harian ini.

Di awal tahun baru ini. Kita telah sampai pada kitab Zecharia pasal kelima.

Segala sesuatu yang terjadi secara natural di muka bumi berasal dari yang supranatural, dan segala sesuatu yang terjadi dibumi akan memberikan umpan balik (feed back ) pada alam supranatural,

Nabi Zechariah, melihat hal hal supranatural yang akan segera terjadi termanifestasi di bumi, Nabi Zechariah juga dijelaskan oleh Tuhan bahwa tindakan dan perilaku umat akan memberikan feed back kepada alam supranatural , dalam kasus ini adalah sumpah serapah, dan kejahatan umat Israel dimana mereka harus menuai kejahatan mereka.

Para pembaca terkasih iman adalah hal supranatural, pengalaman akan kuasa Tuhan juga adalah hal supranatural, karena itu jangan kita beranggapan bahwa iman kekristenan tidak ada hubungan dengan hal supranatural, dan jangan mempercayai bahwa hal- hal kuasa Tuhan sudah tidak terjadi lagi.

Advertisements

Renungan Harian Alkitab, 30 December, Zechariah 4; “by the power of God, oleh kuasa Tuhan”

Zechariah 4:6 (NKJV) So he answered and said to me: “This is the word of the Lord to Zerubbabel: ‘Not by might nor by power, but by My Spirit,’ Says the Lord of hosts.

Zakharia 4:6 (TB) Maka berbicaralah ia, katanya: “Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.

Tugas membangun kembali Bait Allah dalam masa penjajahan bangsa Asing, adalah tugas yang sangat sulit, bahkan mustahil.

Karena itu Tuhan menguatkan hati Zerubabel untuk memimpin umat membangunnya dan mengutus para Nabi yang membawa urapan mukjizat melalui nubuatan para nabi.

Para pembaca terkasih dalam kehidupan akan ada tugas ilahi atau visi pribadi yang dipercayakan pada kita masing-masing. Visi dari Tuhan pasti selalu hal besar dan tidak mudah , karena itu Tuhan juga mengurapi kita dengan pertolongan kuasa Roh kudus, ingatlah bukan kuat dan bukan gagah tapi oleh pertolongan Roh Kudus.

Renungan Harian 30 December, Zakharia 3 ; “prophecy of Jesus, nubuatan tentang Yesus”

Zechariah 3:8 (NKJV) ‘Hear, O Joshua, the high priest, You and your companions who sit before you, For they are a wondrous sign; For behold, I am bringing forth My Servant the BRANCH.

Zakharia 3:8 (TB) Dengarkanlah, hai imam besar Yosua! Engkau dan teman-temanmu yang duduk di hadapanmu — sungguh kamu merupakan suatu lambang. Sebab, sesungguhnya Aku akan mendatangkan hamba-Ku, yakni Sang Tunas.

Nabi Zakharia, kembali lagi bernubuat tentang kedatangan Yesus, Raja yang akan membawa pemerintahan kerajaan Allah di muka bumi.

Para pembaca terkasih Tunas Daud itu sudah datang , Yesus Kristus adalah sang raja yang membawa kerajaan Allah di muka bumi ini, kerajaan kuasa dan kebenaran, kerajaan damai sejahtera.

Melalui Yesus, kita kembali diangkat menjadi anak -anak Allah, anak sang raja, dan hidup didalam nilai nilai kerajaan Allah.

Kekristenan bukanlah suatu ritual agama kosong , tetapi pengalaman menjadi bagian dari kerajaan Allah ; kerajaan damai, penuh kuasa dan kebenaran.

Renungan Harian Alkitab, 29 December, Zechariah 2 ; “Prophecy of Messias, nubuatan sang juruselamat”

Zechariah 2:10-11 (NKJV) “Sing and rejoice, O daughter of Zion! For behold, I am coming and I will dwell in your midst,” says the Lord.
Many nations shall be joined to the Lord in that day, and they shall become My people. And I will dwell in your midst. Then you will know that the Lord of hosts has sent Me to you.

Zakharia 2:10-11 (TB) Bersorak-sorailah dan bersukarialah, hai puteri Sion, sebab sesungguhnya Aku datang dan diam di tengah-tengahmu, demikianlah firman TUHAN;
dan banyak bangsa akan menggabungkan diri kepada TUHAN pada waktu itu dan akan menjadi umat-Ku dan Aku akan diam di tengah-tengahmu.” Maka engkau akan mengetahui, bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku kepadamu.

Nabi Zacharia bernubuat akan kedatangan Messias, sang Juruselamat, Yesus Kristus! Ia akan datang dan tinggal di tengah umat Israel, datang ke dunia.

Para pembaca terkasih, Yesus Kristus yang dinubuatkan oleh banyak nabi dalam perjanjian lama, sudah datang, nubuatan kedatangan Messiarg sudah di genapi.

Apakah kita sudah sungguh sungguh mengenal mesias secara pribadi? Bukan sekedar pergi ke gereja? Apakah kita sudah berjumpa dengan juruselamat secara pribadi?

Renungan Harian Alkitab, 28 December, Zechariah 1; “Calling for repentance, panggilan untuk bertobt”

Zechariah 1:3-4 (NKJV) Therefore say to them, ‘Thus says the Lord of hosts: “Return to Me,” says the Lord of hosts, “and I will rpeturn to you,” says the Lord of hosts.
Do not be like your fathers, to whom the former prophets preached, saying, ‘Thus says the Lord of hosts: “Turn now from your evil ways and your evil deeds.” ‘ But they did not hear nor heed Me,” says the Lord.

Zakharia 1:3-4 (TB) Sebab itu katakanlah kepada mereka: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Kembalilah kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN semesta alam, maka Aku pun akan kembali kepadamu, firman TUHAN semesta alam.
Janganlah kamu seperti nenek moyangmu yang kepadanya para nabi yang dahulu telah menyerukan, demikian: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Berbaliklah dari tingkah lakumu yang buruk dan dari perbuatanmu yang jahat! Tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau menghiraukan Aku, demikianlah firman TUHAN.

Nabi Zechariah (Zakharia) di utus Tuhan untuk menyampaikan pesan Tuhak agar umat bertobat, dan kembali kepada Tuhan.

Para pembaca terkasih, sudah bertahun tahun lamanya umat Israel memberontak kepada Tuhan dan berpaling kepada dewa dewa lain, Tuhan telah mengirimkan begitu banyak nabi-nabi, berpuluh puluh tahun terus menerus, dan umat Israel tidak peduli!

Sungguh umat Israel telah mencobai Tuhan , menolak, dan bahkan sengaja melawan para nabi utusan Tuhan, tidak heran jika mereka menuai malapetaka dan kebinasaan.

Sesunguhnya Tuhan sangat panjang sabar dan pemaaf, tapi umat Israel menolak pertolongan Tuhan senantiasa, kesombongan dan keangkuhan mereka telah membutakan hati mereka.

Renungan Harian Alkitab 27 December, Haggai 2, “built house of God cause blessing effect, membangun rumah Tuham membawa dampak berkat”

Haggai 2:18-19 (NKJV) ‘Consider now from this day forward, from the twenty-fourth day of the ninth month, from the day that the foundation of the Lord’s temple was laid–consider it:
Is the seed still in the barn? As yet the vine, the fig tree, the pomegranate, and the olive tree have not yielded fruit. But from this day I will bless you.’ “

Hagai 2:18-19 (TB) (2-19) Perhatikanlah mulai dari hari ini dan selanjutnya — mulai dari hari yang kedua puluh empat bulan kesembilan. Mulai dari hari diletakkannya dasar bait TUHAN perhatikanlah
(2-20) apakah benih masih tinggal tersimpan dalam lumbung, dan apakah pohon anggur dan pohon ara, pohon delima dan pohon zaitun belum berbuah? Mulai dari hari ini Aku akan memberi berkat!”

Pada Saat umat Israel mulai membangun bait Allah, sehingga mereka dapat menyelenggarakan pelbagai kegiatan ibadah maka pada saat itu Tuhan mencurahkan berkat dan kemakmuran melimpah, inilah dampak dari membangun bait Allah, yakni berkat Tuhan turun melimpah.

Para pembaca terkasih, di jaman ini, banyak gereja yang terbengkalai, bahkan sebagian besar tidak memiliki tempat permanent, menyewa atau berpindah pindah tempat setiap tahun karena kesulitan biaya sewa.

Hal ini tidak berkenan kepada Tuhan; jika gereja tidak dapat menyelenggarakan ibadah, karena gereja sebagai tempat ibadah adalah penting di hati Tuhan

Tetapi hal ini tidak akan terjadi jika semua jemaat benar hal mengembalikan persepuluhan dan juga hal memberikan persembahan, gereja akan selalu berkecukupan.

Disisi lain ketika jemaat setia hal perpuluhan dan persembahan maka Tuhan akan mencurahkan berkat dan ketika gereja telah dibangun maka berkat berlipat ganda akan turun kepada jemaat, jemaat mengalami kelimpahan dan juga disaat bersamaan gereja dapat menyelenggarakan pelbagai kegiatan ibadah kepada Tuhan.

Renungan Harian Alkitab, 26 December, Haggai 1″ built the house of God, membangun Bait Allah”

Haggai 1:9 (NKJV) “You looked for much, but indeed it came to little; and when you brought it home, I blew it away. Why?” says the Lord of hosts. “Because of My house that is in ruins, while every one of you runs to his own house.

Hagai 1:9 (TB) Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri.

Umat Israel, mulai mengalami pemulihan, mereka bangkit dari keterpurukan , tetapi mereka melupakan pembangunan bait Allah.

Gedung bait Allah menjadi reruntuhan, kebaktian kebaktian kepada Tuhan , tidak terselenggarakan , karena tidak adanya tempat penyelenggaraan yang layak.

Tuhan menyampaikan pesan kepada UmatNya untuk membangun kembali bait Allah, melalui Nabi Hagai Tuhan memperingatkan umat untuk bertobat dan mengurus bait Allah.

Para pembaca terkasih, umat Israel bekerja keras, tetapi hasilnya sedikit, mereka tidak hidup lagi dalam perjanjian berkat. Berkat kemakmuran datangnya dari Tuhan, sehingga ketika umat bekerja keras hasilnya sangat makmur!

Tuhan memerintahkan umat membangun kembali umat Tuhan, sehingga mereka dapat menyelenggarakan kebaktian dan kembali masuk perjanjian berkat.

Apakah anda telah turut membangun gereja, dengan tenaga, dana ; agar penyelengaraan ibadah dapat terus berlangsung? Lakukanlah agar anda hidup dalam perjanjian berkat.