Renungan Harian Alkitab,Ezekiel 21, 30 September,”the proud king, raja yang angkuh”

Ezekiel 21:25-26 (NKJV) Now to you, O profane, wicked prince of Israel, whose day has come, whose iniquity shall end,
thus says the Lord God: “Remove the turban, and take off the crown; Nothing shall remain the same. Exalt the humble, and humble the exalted.

Yehezkiel 21:25-26 (TB) Dan hai engkau, raja Israel, orang fasik yang durhaka, yang saatmu sudah tiba untuk penghakiman terakhir,
beginilah firman Tuhan ALLAH: Jauhkanlah serbanmu dan buangkanlah mahkotamu! Tiada yang tetap seperti keadaannya sekarang. Yang rendah harus ditinggikan, yang tinggi harus direndahkan.

Raja Israel yang angkuh dan sombong, hidup dan memerintah dengan kesombongan dan pemberontakan terhadap hukum hukum Tuhan, mereka bahkan mengarahkan umat menjadi penyembah berhala!

Sungguh mereka tidak takut Tuhan, bahkan memberontak terang- terangan, mereka menolak pesan Tuhan bahkan menganiaya nabi-nabi pembawa pesan Tuhan.

Para pembaca terkasih barangsiapa meninggikan diri, dan angkuh di hadapan Tuhan, mereka akan jatuh, karena itu janganlah merasa hebat, tanpa Tuhan kita bukanlah siapa siapa.

Advertisements

Renungan Harian Alkitab, 29 September, Ezekiel 20;”God Compassion, belas kasihan Tuhan “

Ezekiel 20:44 (NKJV) Then you shall know that I am the Lord, when I have dealt with you for My name’s sake, not according to your wicked ways nor according to your corrupt doings, O house of Israel,” says the Lord God.’ “

Yehezkiel 20:44 (TB) Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada masa Aku, oleh karena nama-Ku, tidak memperlakukan kamu selaras dengan tingkah lakumu yang jahat dan busuk, hai kaum Israel, demikianlah firman Tuhan ALLAH.”

Inilah belas kasihan Tuhan, karena sudah sangat banyak tingkah laku umat Israel yang jahat dan busuk, maka jika umat Israel menerima semua konsekuensi dosa mereka, pastinya mereka binasa seketika!

Oleh karena itu Tuhan berbelas kasihan dan ia memberikan masa pemulihan dan memulai yang baru bagi umat Israel.

Para pembaca terkasih, sungguh besar belas kasihan Tuhan, karena nama dan pribadinya yang penuh belas kasihan, maka ia berbelas kasih pada umat Israel jaman Nabi Ezekiel, dan juga kepada kita pada jaman ini.

Ya Tuhan, terpujilah namamu, besar kasihmu, sepanjang segala masa.

Renungan Harian Alkitab, 28 September, Ezekiel 19; “lamentation for siner, ratapan bagi para pendosa”

Ezekiel 19:14 (NKJV) Fire has come out from a rod of her branches And devoured her fruit, So that she has no strong branch–a scepter for ruling.’ ” This is a lamentation, and has become a lamentation.

Yehezkiel 19:14 (TB) Maka keluarlah api dari cabangnya yang memakan habis ranting dan buahnya, sehingga tiada lagi padanya cabang yang kuat dan tiada tongkat kerajaan.” Ini adalah ratapan dan sudah menjadi ratapan.

Nabi Ezekiel meratapi raja -raja Israel, mereka jatuh dalam dosa , dan upah dosa adalah maut.

Nabi Ezekiel juga meratapi kerajaan Israel, tadinya mereka adalah umat yang hidup dalam anugerah Tuhan , mereka diangkat menjadi umat kesayangan Tuhan , dijadikan sangat makmur dan berjaya, tetapi setelah itu mereka berubah tidak lagi setia, memberontak, hidup dalam dosa, dan mereka binasa.

Para pembaca terkasih, sungguh malang dan penuh petaka orang -orang yang jatuh dalam dosa , upah dosa adalah maut, hanya tersisa ratapan bagi mereka.

Renungan Harian Alkitab, 27 September, Ezekiel 18;”own responsibility, bertanggung jawab masing- masing “

Ezekiel 18:20-21 (NKJV) The soul who sins shall die. The son shall not bear the guilt of the father, nor the father bear the guilt of the son. The righteousness of the righteous shall be upon himself, and the wickedness of the wicked shall be upon himself.
“But if a wicked man turns from all his sins which he has committed, keeps all My statutes, and does what is lawful and right, he shall surely live; he shall not die.

Yehezkiel 18:20-21 (TB) Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.
Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati.

Seorang Ayah tidak menanggung dosa anaknya, seorang anak tidak menanggung dosa ayahnya, setiap orang menanggung dosa masing masing, dan bertanggung jawab atas dosa masing masing.

Tetapi, jika orang itu benar bertobat, sungguh-sungguh meninggalkan cara hidup dosa, maka Tuhan akan mengampuninya.

Para pembaca terkasih, ingatlah setiap orang bertanggung jawab atas dosa masing- masing, dan upah dosa ujungnya maut.

Renungan Harian Alkitab, 26 September, Ezekiel 17;”unfaithfull king Zedekia, Raja Zedekia yang tidak setia “

Ezekiel 17:19 (NKJV) Therefore thus says the Lord God: “As I live, surely My oath which he despised, and My covenant which he broke, I will recompense on his own head.

Yehezkiel 17:19 (TB) Oleh sebab itu, beginilah firman Tuhan ALLAH: Demi Aku yang hidup, Aku pasti menimpakan atas kepalanya sumpahnya kepada-Ku, yang dipandangnya ringan dan perjanjiannya di hadapan-Ku, yang diingkarinya.

Tindakan memandang rendah firman Tuhan, dan melanggar perjanjian dengan Tuhan adalah tindakan kejahatan, dan benih kejahatan ini akan menuai petaka.

Raja Zedekia, memandang rendah firman Tuhan, dia dengan sengaja memberontak kepada Tuhan, ia juga melanggar sumpahnya kepada Tuhan untuk hidup dalam kebenaran, ia sungguh menabur banyak hal yang jahat kepada Tuhan, dan memimpin umat dengan kelaliman.

Nabi Ezekiel diutus Tuhan, menegur keras raja Zedekia, dan bukannya bertobat , ia malah memandang rendah teguran nabi.

Para pembaca terkasih, ketidaksetiaan; pemberontakan, pengkhianatan, meninggalkan Tuhan, adalah suatu tindakan menabur benih kejahatan, dan jika tiba masa menuai, orang -orang yang tidak setia akan menabur petaka.

belajarlah dari kisah kejahatan raja zedekia dan tuaian petaka yang ia alami, jangan sampai kita memiliki karakter tidak setia, seperti Zedekia.

Renungan Harian Alkitab, 25 September, Ezekiel 16 ;” plan of forgiveness, rencana pengampunan”

Ezekiel 16:62-63 (NKJV) And I will establish My covenant with you. Then you shall know that I am the Lord,
that you may remember and be ashamed, and never open your mouth anymore because of your shame, when I provide you an atonement for all you have done,” says the Lord God.’ “

Yehezkiel 16:62-63 (TB) Aku akan meneguhkan perjanjian-Ku dengan engkau, dan engkau akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN,
dan dengan itu engkau akan teringat-ingat yang dulu dan merasa malu, sehingga mulutmu terkatup sama sekali karena nodamu, waktu Aku mengadakan pendamaian bagimu karena segala perbuatanmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH.”

Nabi Ezekiel menyampaikan pesan firman Tuhan dengan sangat jelas, dalam pasal 16;

Umat Israel adalah orang buangan pada awalnya, tetapi Tuhan telah mengangkat hidup mereka, mengasihi, memberkati , dan menjadikan mereka bangsa yang sangat makmur dan berjaya.

Sayangnya setelah makmur , umat Israel melupakan Tuhan, mereka memberontak, menjadi penyembah berhala dan hidup dalam kejahatan.

Setelah perbuatan mereka maka tibalah menuai apa yang mereka tabur, tetapi Tuhan sungguh baik Dia merencanakan musim rohani akan dimulai, dan mereka akan diampuni, dan dipulihkan Tuhan kembali, semua kejahatan mereka di ampuni Tuhan.

Para pembaca umat Israel seperti yang kita baca dalam pasal 16 begitu panjang daftar dosa dan kejahatannya, tetapi Tuhan malah merencanakan akan tiba musim yang baru dan Tuhan telah menyiapkan pengampunan dan pemulihan bagi mereka, sungguh Tuhan sungguh maha pengasih dan penyanyang.

Renungan Harian Alkitab, 24 September, Ezekiel 15; “because of unfaithfullnes, karena tidak setia”

Ezekiel 15:8 (NKJV) Thus I will make the land desolate, because they have persisted in unfaithfulness,’ says the Lord God.”

Yehezkiel 15:8 (TB) dan Aku menjadikan negeri itu sunyi sepi, oleh karena mereka berobah setia, demikianlah firman Tuhan ALLAH.”

Ketidaksetiaan adalah suatu karakter yang buruk, Salah satu bentuk ketidaksetiaan adalah pengkhianatan!

Jika seseorang menabur Ketidaksetiaan akan menuai petaka dikemudian hari, bahkan dapat berahkir pada kebinasaan.

Salah satu buah roh, karakter anak-anak Allah adalah kesetiaan, didalam kesetiaan ada kasih dan kemurnian.

Umat Israel bukan hanya berjiwa pemberontak, tetapi juga mereka berkhianat kepada Tuhan, dengan semena – mena mereka meninggalkan Tuhan dan mereka menuai petaka.

Para pembaca terkasih, kesetiaan adalah karakter seseorang, dan dibutuhkan waktu untuk bertumbuh dalam kesetiaan, belajarlah setia dari hal hal kecil, dan yang terutama setialah dalam membangun hubungan pribadi dengan Tuhan, berdoa setiap pagi.