Renungan Harian Alkitab, 1 May, Song of Salomo ; ” song of love, lagu tentang cinta”

Song of Solomon 1:15 (NKJV) The Beloved Behold, you are fair, my love! Behold, you are fair! You have dove’s eyes.

Kidung Agung 1:15 (TB) — Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau, bagaikan merpati matamu.

Kitab song of Solomon (kidung agung) ditulis dalam bentuk LAGU, syair lagu yang bertujuan ketika dinyanyikan dalam bahasa aslinya menghasilkan lagu yang indah.

Para pembaca terkasih, ayat per ayat dalam kitab song of solomon, tidak dapat diartikan harafiah perkata, tetapi per lagu; apa pesan dari lagu tersebut, jadi ingatlah bahwa pesan yang di berikan adalah tersirat dalam kemasan syair lagu yang panjang.

Pasal 1 kitab kidung agung (song of solomon ) menyampaikan tentang “indahnya jatuh cinta”, ditengah kesia sia-an dunia (vanity of the world), cinta memberi warna dan keindahan tersendiri.

Perlakukan cinta pada tempat yang seharusnya dan pada masa yang tepat, maka keindahan cinta akan mewarnai hidup kita.

Renungan Harian Alkitab, 30 April, Ecclesiastes 12, “the esence the book of ecclesiastes, esensi kitab pengkotbah”

Ecclesiastes 12:13 (NKJV) Let us hear the conclusion of the whole matter: Fear God and keep His commandments, For this is man’s all.

Pengkhotbah 12:13 (TB) Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.

Inilah Esensi dari kitab pengkotbah! Inilah inti sari kitac pengkotbah, inilah kandungan inti yang tersembunyi dari kata – kata kiasan pengkotbah; “Takutlah akan Tuhan dan berpeganglah pada perintah”.

Para pembaca, kebenaran kerajaan Allah, sangatlah sederhana” Takut akan Tuhan “, buktinya “kita berpegang pada perintah Tuhan dan melakukan semua ketetapan firman Tuhan”

Mari kita hilangkan semua pernak pernik, pencitraan doktrin agama, dan semua teori tentang Tuhan, dan mulai melakukan SEMUA perintah Tuhan, semua tanpa kecuali.

Renungan Harian Alkitab, 29 April, Ecclesiastes 11; ” do it by faith not observation, lakukan dengan iman bukan pengamatan”

Ecclesiastes 11:4 (NKJV) He who observes the wind will not sow, And he who regards the clouds will not reap.

Pengkhotbah 11:4 (TB) Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai.

Menjadi cermat, melakukan analisa, pengamatan harus dilakukan dan hal yg baik dan bertanggung jawab, tetapi setelah kita melakukan semua bagian manusia pada akhirnya, iman menjadi penentu semua tindakan,!

Iman justru diluar kemampuan indera manusia; karena iman adalah bukti dari segala sesuatu yang tidak terlihat, tapi kita mempercayainya.

Para pembaca terkasih, iman tidak buta, dan mempunyai dasar yakni , perkataan Firman Tuhan, karena itu adalah dasar dan bukti yang kuat , bahwa pasti benar dan pasti terjadi.

Lakukanlah semua observasi indera dan kecermatan indera, dan cek apakah sesuai dengan kebenaran firman Tuhan, jika iya jalankan, jika tidak pilihlah firman Tuhan bertindaklah sesuai firman.

Sudah terlalu sering saya mendoakan orang -orang yang secara kedokteran dan medis terbukti karena terlalu parah sakitnya , umurnya hanya tinggal beberapa hari !

Tapi ternyata setelah didoakan atas nama Yesus, mereka sembuh dan hidup belasan tahun lamanya!

Iman adalah dasar keputusan orang beriman.

Renungan Harian Alkitab, 28 April, Ecclesiastes 10; “a fool multiplies word, orang bodoh banyak bicara”

Ecclesiastes 10:14 (NKJV) A fool also multiplies words. No man knows what is to be; Who can tell him what will be after him?

Pengkhotbah 10:14 (TB) Orang yang bodoh banyak bicaranya, meskipun orang tidak tahu apa yang akan terjadi, dan siapakah yang akan mengatakan kepadanya apa yang akan terjadi sesudah dia?

Memang benar adanya , orang bodoh banyak bicara dan besar mulut, mereka tidak mempunyai hikmat!

Dan sebaliknya orang berhikmat, akan berbicara seperlunya, tetapi dengan kualitas.

Para pembaca terkasih, kita bisa mengenal kualitas seseorang dengan cara mendengarkan cara berbicara dan ocehan seseorang, hikmat akan membuktikan apakah ia ada didalam diri seseorang atau tidak , melalui perkataan yang keluar dari mulut seseorang.

Renungan Harian Alkitab, 27 April, Ecclesiastes 9, Gift of Life, anugerah kehidupan”.

Ecclesiastes 9:9 (NKJV) Live joyfully with the wife whom you love all the days of your vain life which He has given you under the sun, all your days of vanity; for that is your portion in life, and in the labor which you perform under the sun.

Pengkhotbah 9:9 (TB) Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, karena itulah bahagianmu dalam hidup dan dalam usaha yang engkau lakukan dengan jerih payah di bawah matahari.

Inilah suatu pewahyuan yang tersembunyi dibalik kitab pengkotbah, sejak awal pengkotbah selalu mengatakan semua pencapaian, ambisi, dan kerja keras adalah sia-sia, karena pada akhirnya semua orang akan meninggal dan tidak membawa apa- apa, dan semakin kaya, semakin banyak dan makmur pekerjaan atau tahta seseroang malah hidup semakin berat, dan semakin kosong!

Para pembaca terkasih, ternyata dibalik semua kesia- sia an itu ada suatu kebahagiaan , anugerah kehidupan yakni ;

1. Tuhan telah mengaruniakan pasangan hidup( suami atau istri), tentunya yang sesuai dengan standard Tuhan, yakni seiman dan sepadan.

2. suami istri yang saling mengasihi adalah karunia Tuhan ( karena seiman sepadan , maka secara alami akan saling mengasihi)

3. Mereka hidup bersama dalam cinta dan menikmati satu dan lainnya, menikmati hidup dan kenikmatan hidup melalui pasangam hidup yang dikaruniakan Tuhan, secara tubuh, jiwa dan roh.

Penting, kita semua menyadari standar Tuhan adalah seiman sepadan , dan jika sudah menikah dengan yang seiman sepadan, nikmatilah waktu bersama suami / isteri anda, jangan biarkan iblis menipu anda sehingga anda tidak bisa menikmati indahnya moment bersama pasangan anda!

Jangan biarkan ambisi pekerjaan , ambisi kekayaan, bahkan anak-anak anda , mertua, orang tua , tanpa mereka sadari mengambil dan mencuri waktu menikmati keindahan ini, prioritaskan bagi pasangan suami isteri yang seiman dan sepadan menikmati satu dan yang lainnya.

Renungan Harian Alkitab, 26 April, Ecclesiastes 8,”his face shine, wajahnya bercahaya”

Ecclesiastes 8:1 (NKJV) Who is like a wise man? And who knows the interpretation of a thing? A man’s wisdom makes his face shine, And the sternness of his face is changed.

Pengkhotbah 8:1 (TB) Siapakah seperti orang berhikmat? Dan siapakah yang mengetahui keterangan setiap perkara? Hikmat manusia menjadikan wajahnya bercahaya dan berubahlah kekerasan wajahnya.

Orang – orang penuh hikmat bercahaya, mereka nampak jauh lebih mudah dari usianya, dan tampil berkharisma.

Mengapa demikian?

orang berhikmat mengetahui hal yang terpenting dalam hidupnya adalah hadirat Tuhan,berjumpa dengan Tuhan, karena itu mereka setiap hari mengejar perjumpaan dengan Tuhan dalam doa.

orang berhikmat melihat segala pergumulan hidup dari sisi yang berbeda yakni; kesempatan untuk mengalami mukjizat, karena itu mereka mengaplikasikan iman, dan hal ini memberikan damai sejahtera.

Karena itu wajah orang penuh hikmat bercahaya.

Para pembaca terkasih , awal dari hikmat adalah takut akan Tuhan, kejarlah dan hiduplah dalam hikmat.

Renungan Harian Alkitab, 25 April, Ecclesiastes 7″ Rebukes of the wise, hardikan orang bijak”

Ecclesiastes 7:5 (NKJV) It is better to hear the rebuke of the wise Than for a man to hear the song of fools.

Pengkhotbah 7:5 (TB) Mendengar hardikan orang berhikmat lebih baik dari pada mendengar nyanyian orang bodoh.

Ternyata hardikan orang berhikmat sangatlah berharga, bahkan jauh lebih berharga daripada nyanyian orang bodoh!

Bergaulah dengan orang berhikmat dan mintalah mereka menegur anda jika mereka menemukan ada hal-hal yang penting diubahkan dalam hidup anda, jadilah rendah hati.

Para pembaca terkasih, persahabatan dengan orang berhikmat akan membawa pada peningkatan kualitas kehidupan, dan akan memberikan dampak positif.