Renungan Harian Alkitab, 1 Maret, Psalm 133; Unity- Kesatuan hati.

Psalms 133:1, 3 (NKJV) A Song of Ascents. Of David. Behold, how good and how pleasant it is For brethren to dwell together in unity!
It is like the dew of Hermon, Descending upon the mountains of Zion; For there the Lord commanded the blessing– Life forevermore.

Mazmur 133:1, 3 (TB) Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun
Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

Ketika sebuah keluarga , atau gereja atau kumpulan persaudaraan seiman berkumpul dan orang-orang didalamnya sehati dan rukun bersama, maka berkat Tuhan mengalir deras.

Kebenaran ini sangatlah penting terutama bagi sebuah keluarga inti; ayah, ibu dan anak-anak hidup rukun bersama! Suami dan istri penting untuk hidup rukun bersama , satu hati, agar berkat Tuhan mengalir deras.

Para pembaca terkasih, jikalau anda sudah menikah apakah anda rukun dan damai dengan pasangan anda?

Jika anda seorang anak dalam sebuah keluarga , dan belum menikah, bagaimana hubungan anda dengan orang tua anda?

Renungan Harian Alkitab, 28 February; discipleship, pemuridan.

Psalms 132:12 (NKJV) If your sons will keep My covenant And My testimony which I shall teach them, Their sons also shall sit upon your throne forevermore.”

Mazmur 132:12 (TB) jika anak-anakmu berpegang pada perjanjian-Ku, dan pada peraturan-peraturan-Ku yang Kuajarkan kepada mereka, maka anak-anak mereka selama-lamanya akan duduk di atas takhtamu.”

Tuhan memerintahkan David dan keturunannya untuk melakukan pemuridan;mengajarkan ketetapan yang telah diajarkan para pendahulu mereka, dan hal ini penting menjadi jaminan anak anak keturunan David akan tetap duduk ditahta kerajaan.

Para pembaca terkasih tanpa adanya pemuridan kepada generasi berikutnya maka generasi berikutnya terancam bahaya; generasi yang tidak mengenal Tuhan dan menjadi sesat.

Pemuridan sangatlah penting agar manusia dapat mengajarkan kepada manusia lain dalam generasinya , dan juga kepada generasi selanjutnya akan pengalaman dan kenyataan Tuhan yang hidup dan mengenal kebenaran.

Renungan Harian Alkitab, 27 February, Psalm 131; Not Haugthy, tidak tinggi hati.

Psalms 131:1-2 (NKJV) A Song of Ascents. Of David. Lord, my heart is not haughty, Nor my eyes lofty. Neither do I concern myself with great matters, Nor with things too profound for me.
Surely I have calmed and quieted my soul, Like a weaned child with his mother; Like a weaned child is my soul within me.

Mazmur 131:1-2 (TB) Nyanyian ziarah Daud. TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku.
Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.

David adalah seseorang yang punya pangilan dan peran sangat penting dalam kerajaan israel, tapi perhatikan ia sangat rendah hati!

Dengan pangilan begitu besar, ia tetap tidak memandang atau menginginkan perkara perkara lebih tinggi dari yang Tuhan tetapkan, ia juga tidak restless dan menjalani hidupnya dengan hati yang tenang tidak rusuh.

Para pembaca terkasih , janganlah memandang terlalu tinggi akan peran dan pangilan hidup anda, tetaplah sederhana, keep simple, dan jika anda gelisah, restless, berdamailah dengan diri anda, dan berserahlah pada Tuhan.

Renungan Harian Alkitab, 26 February, Psalm 130; forgiveness, pengampunan.

Psalms 130:3-4 (NKJV) If You, Lord, should mark iniquities, O Lord, who could stand?
But there is forgiveness with You, That You may be feared.

Mazmur 130:3-4 (TB) Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan?
Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.

Pengampunan adalah anugerah Tuhan bagi umat, Ia maha pengasih dan penyayang.

Jika Tuhan menyimpan semua kesalahan kita , maka kita semua binasa karena banyak kesalahan dalam hidup kita, Tapi jika kita bertobat dan mengakui dosa kita maka Tuhan tidak menyimpan kesalahan kita, bahkan Ia menebus dan mengampuni kesalahan kita.

Para pembaca terkasih, sama seperti kita menerima pengampunan dari Tuhan atas kesalahan kita, maka Tuhan juga mengajarkan kita untuk juga mengampuni yang bersalah kepada kita.

Renungan Harian Alkitab, 25 February, Psalm 129,”The Lord is righteous, Tuhan adalah adil “

Psalms 129:4 (NKJV) The Lord is righteous; He has cut in pieces the cords of the wicked.

Mazmur 129:4 (TB) TUHAN itu adil, Ia memotong tali-tali orang fasik.

Pemazmur menuliskan suatu kebenaran tentang Tuhan; Ia adalah kebenaran dan adil, dan Ia pasti akan mengadili orang fasik pada waktu yang Ia tentukan.

Para pembaca terkasih, janganlah iri hati jika anda melihat orang fasik sepertinya sewenang wenang, karena Tuhan yang adalah keadilan dan kebenaran pasti akan bertindak memutuskan tali kuk orang fasik, pada waktu Tuhan mereka akan menuai kebinasaan jika mereka tidak bertobat.

Bagian kita berfokus kepada Tuhan saja, dan hidup dalam kebenaran, maka Tuhan akan menjadikan hidup kita sejahtera dan berkelimpahan.

Renungan Harian Alkitab, 23 February, Psalm 128; Fears the Lord bring blessing, Takut akan Tuhan membawa berkat

Psalms 128:1 (NKJV) A Song of Ascents. Blessed is every one who fears the Lord, Who walks in His ways.

Mazmur 128:1 (TB) Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!

Orang-orang yang telah menerima Yesus sebagai Tuhan, sudah lahir baru, adalah orang-orang yang takut akan Tuhan, mereka tidak akan mempermainkan anugerah, dan hidup dalam dosa, mereka tau Tuhan itu maha tahu, tidak ada yang tersembunyi dalam hidupnya, singkat kata; takut akan Tuhan.

Para pembaca terkasih, umat yang takut akan Tuhan akan hidup dalam kelimpahan berkat, demikianlah hal-hal yang akan terjadi;

1. Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu;menikmati hasil kerja dengan berkelimpahan

2. Berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu; sejahtera , makmur dan bahagia.

3.isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; menikmati keintiman dan keharmonisan rumah tangga, istri akan sangat diberkati, dan hidupnya terus berbuah yang manis.

4.anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu; anak anak baik budi, berhasil hidupnya, sejahtera, menjadi sukacita yang besar.

Renungan Harian Alkitab,23 February, Psalm 127″The blessing of the Lord, Berkat Tuhan”

Psalms 127:1-2 (NKJV) A Song of Ascents. Of Solomon. Unless the Lord builds the house, They labor in vain who build it; Unless the Lord guards the city, The watchman stays awake in vain.
It is vain for you to rise up early, To sit up late, To eat the bread of sorrows; For so He gives His beloved sleep.

Mazmur 127:1-2 (TB) Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.
Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah — sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.

Di Akhir jaman manusia akan di perbudak harta dan uang, mereka bekerja keras, menderita, mengorbankan keluarga mereka, bahkan tidak sempat beribadah, tidak ada waktu doa, sampai suatu titik apa yang mereka bangun runtuh.

Tetapi anak anak Tuhan, akan membangun rumah dengan sukacita karena diberkati Tuhan, mereka akan bekerja dengan sukacita, berhasil dan masih mempunyai waktu dengan anak anak , istri berlimpah, mempunyai tenaga, kesehatan yang melimpah dan cukup beristirahat, bahkan ketika mereka tidur-tidak beraktivitas ;Tuhan masih memberkati mereka berlimpah.

Para pembaca terkasih, inilah arti kata “berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak menambahinya”