Renungan harian alkitab, job 25, minggu “against self righteous, melawan pembenaran diri”

Job 25:4 (NKJV)  How then can man be righteous before God? Or how can he be pure who is born of a woman?

Para pembaca terkasih ketika sibuk membenarkan diri dan menyalahkan orang lain dan Tuhan, maka kita sudah jatuh pada pembenaran diri, dan berunjung pada kesombongan diri.

Seandainya kita sungguh tidak tau apa yang terjadi, maka sebaiknya kita intropeksi diri dan berdoa, dan jika belum tau juga maka kita lebih baik mencari nasihat dari orang beriman, dan jika juga belum tau juga maka waktunya kita berdoa berdiam diri dan menyimpannya dalam batin.

Advertisements

Renungan harian Alkitab, Job 24, sabtu” jealous, iri hati “

Job 24:1 (NKJV)  “Since times are not hidden from the Almighty, Why do those who know Him see not His days?

Job menyimpan iri hati , ia terus menerus membandingkan dan membicarakan orang fasik dan tidak mengenal Tuhan.

Nampak jelas Job sungguh tidak beriman, ia hanya seseorang yang sangat Saleh mengikuti nilai agama’

Job seorang pemikir, ia pandai menulis sastra, merangkai kata tetapi pikirannya dipenuhi iri hati, membandingkan dengan orang lain dan dipenuhi rasa kuatir.

Para pembaca terkasih, ciri orang tidak beriman adalah hatinya menghakimi orang lain, dan iri hati. Dimana ada iri hati nampaklah rendahnya kualitas rohani seseorang.

Renungan harian Alkitab, Job 23, jumat; “Job self justified- Ayub membenarkan diri”

Job 23:2-4 (NKJV) “Even today my complaint is bitter; My hand is listless because of my groaning.
Oh, that I knew where I might find Him, That I might come to His seat!I would present my case before Him, And fill my mouth with arguments.

Perdebatan Job dengan sahabatnya mencapai fase Pembelaan diri oleh Job, karena hal inilah penderitaan Job tidak dengan secepat kilat berahkir, bukannya intropeksi Job diri malah membenakan diri sendiri!

Para pembaca jika anda menemukan orang orang Kristen yang dalam pergumulan besar dan sibuk membenarkan diri; menyalahkan Tuhan , menyalahkan orang lain , iri hati terhadap orang fasik, maka pergumulan itu akan menjadi sangat panjang, dan sangat lama sebelum mencapai terobosan.

Agar setiap tantangan dan pergumulan kita cepat selesai, maka datanglah kepada Tuhan dengan rendah hati dan jangan sibuk berdebat dengan orang orang, berdoalah dan bergumulah dengan Tuhan dengan rendah hati dan mintalah pertolongan Tuhan, janganlah berdoa menyalahkan Tuhan.

Renungan harian alkitab, Job 22, kamis; ” against pride, melawan keangkuhan”

Job 22:29 (NKJV) When they cast you down, and you say, ‘Exaltation will come!’ Then He will save the humble person.

Ayub 22:29 (TB) Karena Allah merendahkan orang yang angkuh tetapi menyelamatkan orang yang menundukkan kepala!

Job dalam keadaan terpuruk masih angkuh, dia memandang rendan teman temannya, bahkan mempersalahkan Tuhan, inilah pride.

Para pembaca terkasih keangkuhan manusia, Pride , membawa pada kehancuran, orang hidup dalam kemunafikan karena pride, gengsi, ingin tampil sempurna dihadapan orang lain, orang jatuh pada hutang karena gengsi, menolak pertolongan karena keangkuhan diri,

ingatlah Tuhan merendahkan orang angkuh, dan menyelamatkan orang yang rendah hati!

Renungan harian alkitab, Job 21, rabu;”envy to wicked man, iri hati kepada orang fasik”

Job 21:7-8 (NKJV)  Why do the wicked live and become old, Yes, become mighty in power?

Their descendants are established with them in their sight, And their offspring before their eyes.

Job ternyata menyimpan ini di dalam hatinya:ia iri terhadap orang fasik!, memang apa yang ada di dalam hati manusia tidak terduga.

Selama ini Job yang sangat religious memikirkan dan membandingkan kehidupannya dengan orang fasik, dan ia iri hati, merasa orang fasik lebih beruntung.

Para pembaca terkasih, daripada sibuk membandingkan dengan orang fasik, fokuslah bertumbuh dalam iman, orang orang yang iri hati  pada orang fasik adalah orang yang tidak beriman! 

Orang beriman akan mengetahui bahwa ujung hidup orang fasik adalah kebinasaan, dan iri hati adalah suatu cacad karakter dalam kerohanian.

Renungan harian Alkitab, Job 20, selasa : ” what happend with the wicked man?, apa yang terjadi dengan orang fasik.”

Job 20:29 (NKJV) This is the portion from God for a wicked man, The heritage appointed to him by God.”

Bab ke 20 kitab Job membahas tentang hal apa yang terjadi dengan orang fasik, karena kita Job tergolong kitab yang ditulis dengan gaya penulisan seni sastra, maka penguraiannya diperpanjang, di perlebar dengan penekanan penekanan keadaan, tetapi esensinya adalah apa yang akan terjadi dengan orang fasik.

Seringkali orang orang percaya bertanya, mengapa orang orang yang fasik terlihat sukses dalam kehidupan dan berbahagia? Ada yang aneh, karena mereka tidak hidup dalam terang.

Memang pada suatu kurun waktunya , mereka masih nampak sukses dan berbahagia, tetapi ketika waktu menuai tiba, mereka akan menuai dari kejahatan mereka.

Inilah yang akan terjadi, tertulis dalam Job 20,

Ayub 20:20-28 (TB) ;

1.Sesungguhnya, ia tidak mengenal ketenangan dalam batinnya, dan

2.ia tidak akan terluput dengan membawa harta bendanya.

3.Suatu pun tidak luput dari pada lahapnya, itulah sebabnya kemujurannya tidak kekal.

4.Dalam kemewahannya yang berlimpah-limpah ia penuh kuatir; ia ditimpa kesusahan dengan sangat dahsyatnya.

5.Untuk mengisi perutnya, Allah melepaskan ke atasnya murka-Nya yang menyala-nyala, dan menghujankan itu kepadanya sebagai makanannya.

6.Ia dapat meluputkan diri terhadap senjata besi, namun panah tembaga menembus dia.
Anak panah itu tercabut dan keluar dari punggungnya, mata panah yang berkilat itu keluar dari empedunya: ia menjadi ngeri.

7.Kegelapan semata-mata tersedia bagi dia, api yang tidak ditiup memakan dia dan menghabiskan apa yang tersisa dalam kemahnya.
Langit menyingkapkan kesalahannya, dan bumi bangkit melawan dia.

8.Hasil usahanya yang ada di rumahnya diangkut, semuanya habis pada hari murka-Nya.

Para pembaca terkasih, pada ahkirnya orang fasik akan menuai semua perbuatannya, ketika waktunya tiba mereka akan menuai semua perbuatannya, karena itu janganlah iri hati pada orang fasik. Kengerian, menanti mereka. Tetap hidup dalam terang Tuhan dan bercahaya jangan sibuk memikirkan orang fasik.

Renungan harian alkitab, Job 19, senin; “Job still believe, Ayub masih percaya”

Job 19:23-25 (NKJV)  “Oh, that my words were written! Oh, that they were inscribed in a book!

That they were engraved on a rock With an iron pen and lead, forever!

For I know that my Redeemer lives, And He shall stand at last on the earth;

Ternyata Job masih mempunyai iman, ia mempercayai Tuhan adalah penebus dan pembebas. Job masih percaya .

Para pembaca terkasih, ketika pergumulan datang dalam kehidupan maka peganglah firman Tuhan, ucapkanlah firman Tuhan. Bangkitkanlah iman dengan memperkatakan firman Tuhan,

Renungan harian Alkitab, Job 18, Minggu; Job Not Listening, Ayub tidak mendengarkan”

Job 18:1-3 (NKJV) Then Bildad the Shuhite answered and said:
“How long till you put an end to words? Gain understanding, and afterward we will speak.
Why are we counted as beasts, And regarded as stupid in your sight?

Setelah pedebatan panjang lebar antara Job dan sahabat sahabtnya, ternyata Job sama sekali tidak mendengarkan , dia menolak input dan nasehat, sungguh membuang waktu, dan melelahkan.

Para pembaca terkasih, hal yang tidak menyenangkan dan membuang waktu dan energi, adalah berusaha keras untuk memberikan nasihat atau berkomunikasi dengan orang yang tidak mau mendengarkan, dengan sengaja tidak mau mendengar.

Jika kita mengasihi seseorang yang tidak mau mendengar , maka tindakan terbaik dan efektif adalah menerima dia apa adanya, berhenti memberikan nasehat atau bahkan berhenti berbicara agar tidak terjadi debat kusir, dan biarkan orang itu sendirian , doakanlah dia selalu dan jangan ganggu dia , sampai ada tanda tanda orang ini siap berkomunikasi.

Renungan harian alkitab, Job 17, sabtu; “Job lost hope, Ayub kehilangan harapan”

Job 17:15-16 (NKJV)  Where then is my hope? As for my hope, who can see it?Will they go down to the gates of Sheol? Shall we have rest together in the dust?”

Kita bisa mengetahui seseorang kehilangan pengharapan dari perkataan yang keluar dari mulut orang itu.

Job sudah mencapai titik hilang pengharapan, perkataanya sangat negatif dan tidak mengandung kekuatan positif lagi.

Para pembaca terkasih Yesuslah sumber pengharapan yang utama, di dalam Yesus kita mempunyai pengharapan, yakni suatu rencana Tuhan akan hidup kita yang berkemenangan , masa depan yang indah penuh pengharapan, karena itu fokuslah pada Tuhan sumber pengharapan kita.

Renungan harian alkitab, Jumat, Job 16; “angry  Job, Ayub marah”

Job 16:1-3 (NKJV)  Then Job answered and said:”I have heard many such things; Miserable comforters are you all!Shall words of wind have an end? Or what provokes you that you answer?

Pada pasal ke enam belas ini, kita dapat memahami dinamika perasaan Job, ia frustasi, dan kehadiran sahabat sahabatnya pun malah membuat ia semakin frustasi.

Job mengekpresikan kemarahannya pada sahabatnya dan kepada Tuhan. 

Para pembaca terkasih, marah adalah manusiawi, dan boleh saja, baik Tuhan dan manusia masih mempunyai batas toleransi pada ekspresi marah. 

Yang penting diperhatikan adalah 

1.sebelum matahari terbenam selesaikanlah amarah dan jangan biarkan berlanjut menjadi kepahitan, jangan biarkan iblis mencuri kesempatan dan mengambil keuntungan.

2.ketika rasa marah di ekspresikan janganlah berbuat dosa.