Renungan harian Alkitab; 2 Chronicles 26, selasa; ” keep humble , tetap rendah hati”

2 Chronicles 26:16-21 (NKJV)  But when he was strong his heart was lifted up, to his destruction, for he transgressed against the Lord his God by entering the temple of the Lord to burn incense on the altar of incense.

So Azariah the priest went in after him, and with him were eighty priests of the Lord–valiant men.

And they withstood King Uzziah, and said to him, “It is not for you, Uzziah, to burn incense to the Lord, but for the priests, the sons of Aaron, who are consecrated to burn incense. Get out of the sanctuary, for you have trespassed! You shall have no honor from the Lord God.”

Then Uzziah became furious; and he had a censer in his hand to burn incense. And while he was angry with the priests, leprosy broke out on his forehead, before the priests in the house of the Lord, beside the incense altar.

And Azariah the chief priest and all the priests looked at him, and there, on his forehead, he was leprous; so they thrust him out of that place. Indeed he also hurried to get out, because the Lord had struck him.

King Uzziah was a leper until the day of his death. He dwelt in an isolated house, because he was a leper; for he was cut off from the house of the Lord. Then Jotham his son was over the king’s house, judging the people of the land.

Rendah hati adalah karakter yang penting, ini adalah buah Roh, jika seseorang dekat dengan Tuhan, dan hatinya melekat pada Tuhan, maka ia akan tau diri karena ia tau diluar Yesus ia tidak dapat berbuat apa apa.

Raja Uzziah , orang yang cepat sombong, setelah Tuhan mengangkat dirinya , ia merasa hebat dan tidak mau tunduk pada ketetapan Tuhan dan kepemimpinan imam, ia bahkan mengambil alih peran imam, dan membuat ibadah sendiri, menjadi imam bagi diri sendiri. Ini suatu bentuk kesombongan  raja yang tidak mau tunduk pada hamba Tuhan.

Para pembaca terkasih, di jaman ini raja melambangkan para pengusaha atau bussinesman, sedangkan imam dan nabi melambangkan para hamba Tuhan, pendeta. Para pengusaha diurapi dan diutus oleh pendeta untuk memuridkan di dunia bussiness.

Kejadian serupa masih sering terjadi, karena merasa kaya dan banyak uang, terjadilah kasus para pebussines mengangkat diri sendiri menjadi pendeta , membuka gereja, atau bahkan mengambil alih gereja, hingga memecat pendeta dengan kekuasaan kekayaan dan politik uang, ahkirnya gereja menjadi organisasi sosial belaka, tidak ada kuasa Allah sama sekali, sungguh menyedihkan.

Kita perlu menyadari tidak semua orang dipanggil dan dipilih menjadi pendeta, dan tidak semua orang dipanggil menjadi pebussines, tetaplah rendah hati dan fokus mengerjakan panggilan masing masing, dan tetap bergantung kepada Tuhan , sehebat apapun kita, tanpa Tuhan kita tidak bisa berbuat apa-apa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s