Renungan harian alkitab, 2 chronicles 2, sabtu; ” master piece for God, karya sempurna buat Tuhan”

2 Chronicles 2:1-2 (NKJV)  Then Solomon determined to build a temple for the name of the Lord, and a royal house for himself.

Solomon selected seventy thousand men to bear burdens, eighty thousand to quarry stone in the mountains, and three thousand six hundred to oversee them.

Salomo adalah pribadi yang mengerti apa itu master piece , dan apa itu excellence, karena itu dia mampu memberi yanb terbaik bagi Tuhan. 

Di sisi lain Tuhan juga adalah pribadi yang selalu membuat master piece dan excellence, Salomo belajar dari Tuhan , dan ia menjadi pribadi yang maximal dan mempersembahlan secara maximal, Tuhan pun mencurahkan berkat kekayaan yang maximal , dimana ada Visi dari Tuhan   selalu ada provision dari Tuhan.

Para pembaca terkasih jika kita punya hati  dan iman untuk mempersembahkan master piece bagi Tuhan, iman untuk dapat memberikan yang terbaik dan luar biasa, maka Tuhan akan mewujudkannya  , Ia akan memberikan supply dan penyediaan yang melimpah agar kita mempunyai modal untuk  menghasilan master piece.

Renungan harian alkitab, 2 Chronicles 1, jumat: ” God Exalted Him, Tuhan meninggikan dia”

2 Chronicles 1:1 (NKJV)  Now Solomon the son of David was strengthened in his kingdom, and the Lord his God was with him and exalted him exceedingly.

Tuhan mengangkat Salomo sangat tinggi, diberikan wibawa ilahi ,kejayaan, hormat dan kekayaan sangat banyak, Salomo menjadi raja konglomerat, negri Israel pun menjadi sangat makmur

Salomo pada saat menjadi raja, ia masih remaja, masih sangat muda, dan sama sekali tidak berpengalaman, bahkan ia bukan anak dari Ratu, bukan anak dari istri pertama Raja David.

Para pembaca terkasih, inilah yang Tuhan perbuat pada orang pilihannya, Tuhan mengangkat mereka sangat tinggi, inilah kasih karunia Tuhan, inilah sifat Allah ,jika Tuhan memberkati, Tuhan melakukan dengan maksimal terbaik.

Renungan harian alkitab, 1 chronicles 29, kamis ; ” full of days, full of rich and honor, sejahtera sampai akhir, kaya raya dan dihormati”

1 Chronicles 29:27-28 (NKJV)  And the period that he reigned over Israel was forty years; seven years he reigned in Hebron, and thirty-three years he reigned in Jerusalem.

So he died in a good old age, full of days and riches and honor; and Solomon his son reigned in his place.

Kisah hidup David, sungguh indah, ia mengahkiri hidupnya dengan kemenangan, David telah menyelesaikam bagiannya, visi hidupnya yang Tuhan taruhkan bagi generasinya.

Ketika David jatuh pada dosa perzinahan, orang-orang bertanya apakah David diampuni, apakah ia masih masuk surga , apakah Tuhan masih menyertainya?

Tuhan melihat hati yang bertobat , hati yang  mau kembali mencintai  Tuhan dengan segenap hati, kata kuncinya adalah pertobatan- kerendahan hati- cinta Tuhan yang maha pengampun. 

Para pembaca terkasih, pada dasarnya manusia memang tidak sempurna , tapi Kasih Tuhan melampaui semua kelemahan manusia , yang dibutuhkan hanya kerendahan hati! Dan selebihnya Tuhan yang akan memampukan manusia sukses dan menang dalam perjalana hidupnya.

1 Renungan harian alkitab, 1 Chronicles 28, rabu: ” Loyal heart & willing mind, hati yang setia dan pikiran yang menginginkan”

1 Chronicles 28:9 (NKJV)  “As for you, my son Solomon, know the God of your father, and serve Him with a loyal heart and with a willing mind; for the Lord searches all hearts and understands all the intent of the thoughts. If you seek Him, He will be found by you; but if you forsake Him, He will cast you off forever.

Raja David, memberikan nasehat penting bagi Salomo anaknya, nasehat ini adalah prinsip kebenaran dalam kerajaan Allah, yakni hati yang setia harus berjalan bersama pikiran yang menginginkan, apa maksudnya ini?

Roh manusia yang sudah menerima keselamatan dan kebenaran firman Tuhan  adalah penurut, dan intensitas Roh bicara tentang hati manusia yang sudah dilembutkan Tuhan, hati yang terbuka dan mau setia.

Tapi pikiran manusia di batasi dan dikendalikan oleh kedagingan, hal – hal yang memuaskan dan memenuhui tuntutan daging manusia. Didalam pikiran manusia iblis juga menaruh panah api pikiran pikiran dari setan, maka pertempuran rohani terjadi antara pikiran yang kedagingan dan didorong panah api sijahat, dan hati manusia yang penurut karena Roh Tuhan menguasai!!

Para pembaca terkasih, disinlah titik kejatuhan Salomo, ia jatuh dalam pertemputan rohani, dan kehilangan keinginan untuk sepenuhnya berjalan dalam kuasa Tuhan, dan bahkan Salomi kehilangan keinginan untuk hanya menyembah kepada satu Tuhan, yakni Tuhan Allah yang hidup, Tuhan Abraham, Isaac, Jacob, Joseoh, Moses. 

Raja David tentu saja pernah mengalami godaan pikiran yang ditunggangi si jahat, ia jatuh  tetapi ia bertobat, dan mengerti bahwa ; hati yang taat dan pikiran yang menginginkan Tuhan memerintah  dalam kehidupan.

Renungan harian alkitab, 1 Chronicles, 27 ,selasa ” good management, management yang baik”

1 Chronicles 27:1 (NKJV)  And the children of Israel, according to their number, the heads of fathers’ houses, the captains of thousands and hundreds and their officers, served the king in every matter of the military divisions. These divisions came in and went out month by month throughout all the months of the year, each division having twenty-four thousand.

Raja David adalah seseorang yang kenabian, dia mengalir dalam karunia nubuatan, dan  dalam memutuskan hal besar ,ia melakukan dengan  bertanya dan mendengarkan suara Tuhan, tapi David juga sangat baik dalam hal prosedur , ia memiliki management pemerintahan, dan ketentaraan yang sangat baik.

Ternyata orang – orang yang mengalir dalam karunia roh, juga dapat mengikuti prosedur dan mempunyai skills management yang baik.

Para pembaca terkasih,  keseimbangan antara hal-hal spontan dan terencana –  prosedural adalah suatu hal yang penting dilakukan. Apapun pekerjaan kita, atau pelayanan kita management yang baik penting untuk dilakukan , keseimbangan flexibilitas, perencanaan dan prosedural sangat penting dalam meraih kesuksesan.

Renungan harian alkitab, 1 Chronicles 26, senin;  ” able to work, punya kemampuan untuk bekerja”

1 Chronicles 26:8 (NKJV)  All these were of the sons of Obed-Edom, they and their sons and their brethren, able men with strength for the work: sixty-two of Obed-Edom.

Apakah semua orang punya kemampuan bekerja? 

Pertanyaan menarik, karena kita banyak menjumpai orang -orang yang tidak bisa bekerja, atau tidak becus bekerja, hingga pengangguran, tidak tau mau mengerjakan apa, dan mereka bahkan tidak tau apa yang bisa ia kerjakan.

Suku Levi dalam alkitab digambarkan sebagai orang-orang yang mempunyai kemampuan dan skill untuk bekerja, dan kekuatan fisik untuk melayani. Mereka bukan hanya memegang jabatan pekerjaan  status kosong, tapi mereka sungguh berfungis dan menpunyai kemampuan kerja.

Untuk hal pekerjaan , kata kuncinya skill dan kesehatan yang baik! . Seseorang harus dididik dan dilatih sejak kecil, sejak anak-anak  untuk punya etika mau bekerja , bukan pemalas, dan dilatih skills untuk bekerja pada area kekuatannya.

Para pembaca terkasih siapakah yang bertanggung jawab mendidik anak anak mempunyai etika mau  bekerja, bukan pemalas, dan melatih skills area tertentu? Tentu saja ayah dan ibunya! Orang tua bertanggung jawab mempersiapkan anak – anak mereka untuk masa depan.

Renungan harian alkitab, 1 Chronicles 25,minggu ;” prophetic worship, penyembahan profetik”

1 Chronicles 25:1 (NKJV)  Moreover David and the captains of the army separated for the service some of the sons of Asaph, of Heman, and of Jeduthun, who should prophesy with harps, stringed instruments, and cymbals. And the number of the skilled men performing their service was:

sejak jaman perjanjian lama, penyembahan profetik sudah dilaksanakan; para pemusik bernubuat melalui lirik lagu dan alat musik mereka

perhatikan kisah ini; ternyata nubuatan, yang merupakan salah satu karunia Roh Kudus , sudah bekerja sejak jaman kerajaan David.

Yang menjadi perbedaan adalah; pada jaman perjanjian lama hanya para imam saja yang bisa menerima karunia bernubuat. Sedangkan jaman ini semua murid Yesus dapat dipenuhi Roh Kudus dan mengalir dalam karunia Roh Kudus.

Renungan harian alkitab,1 Chronicles 24 sabtu: ”  standard quality of a  priest, standar kualitas seorang imam”

1 Chronicles 24:1-2 (NKJV)  Now these are the divisions of the sons of Aaron. The sons of Aaron were Nadab, Abihu, Eleazar, and Ithamar.

And Nadab and Abihu died before their father, and had no children; therefore Eleazar and Ithamar ministered as priests.

Kasus Nadab and Abihu, terus menerus di catat, dan dijadikan peringatan, bahwa ada standard kualitas seorang imam.

Bahkan status anak iman Aron saja tidaklah cukup! jika tidak kudus hukumannya fatal! Tuhan tidak nepotisme,semua imam harus memenuhi standard

Para pembaca dalam era perjanjian baru, Tuhan masih memegang prinsip, Ia akan berurusan, menghajar dan mengajar para Pastor yang tidak memenuhi standard yang Ia tetapkan.

Umat memang tidak bisa begitu saja menghakimi pastor yang tidak memenuhi standard . Tapi Tuhan sendiri akan mengajar dan menghajar para hamba Tuhan.

Sebagai umat doakanlah pastor anda, menjadi pastor standardnya, sangatlah tinggi dan tantangan sangat besar, doa -doa anda  dan dorongan semangat uma sangatlah penting guna mensupport mereka para pastor.

Renungan  harian alkitab , 1 Chronicles 23, jumat; ” 38.000 pastor serve the nations, 38.000 pendeta melayani umat”

1 Chronicles 23:3-5 (NKJV)  Now the Levites were numbered from the age of thirty years and above; and the number of individual males was thirty-eight thousand.

Of these, twenty-four thousand were to look after the work of the house of the Lord, six thousand were officers and judges,

four thousand were gatekeepers, and four thousand praised the Lord with musical instruments, “which I made,” said David, “for giving praise.”

Salah satu kunci dari kejayaan umat Israel pada jaman kerajaan David, adalah karena keseriusan David sebagai raja dalam hal iman dan ibadah kepada Tuhan, umat menjadi rayat yang beriman dan taat kepada hukum Tuhan, sehingga damai sejahtera dan kesejahteraan terjadi.

Sebanyak 38.000 pendeta melayani kebaktian ibadah seluruh umat kerajaan Israel, sungguh ini bukti keseriusan David dalam mengelola peribadatan kepada Tuhan.

Para pembaca terkasih , dimana umat suatu negara iman dan ketaatan kepada Tuhan sangat baik, teroganisir dan dikelola dengan sangat baik, maka negri itu menjadu negri penuh kelimpahan dan damai sejahtera, dan semua itu dapat terjadi ketika para pemimpinnya bersungguh hati mengatur akan hal kerohanian umatnya.

Renungan harian alkitab, 1 Chronicles 22, kamis; ” savings principles,prinsip menabung”

1 Chronicles 22:5 (NKJV)  Now David said, “Solomon my son is young and inexperienced, and the house to be built for the Lord must be exceedingly magnificent, famous and glorious throughout all countries. I will now make preparation for it.” So David made abundant preparations before his death.

David menghidupi prinsip kerajaan Allah, menabung untuk masa depan!

David menabung untuk generasi berikutnya, ia menabung semua kebutuhan biaya pembangunan bait Allah yang akan dilakukan di masa depan agar anaknya Salomo dapat melakukannya

Para pembaca prinsip kerajaan Allah adalah menabung , menyimpan untuk kebutuhan masa datang, dan bukan berhutang !