Renungan harian alkitab; 1 Samuel 11, rabu ” prophet-priest-King, Nabi-imam-Raja”

1 Samuel 11:14-15 (NKJV)  Then Samuel said to the people, “Come, let us go to Gilgal and renew the kingdom there.”

So all the people went to Gilgal, and there they made Saul king before the Lord in Gilgal. There they made sacrifices of peace offerings before the Lord, and there Saul and all the men of Israel rejoiced greatly.

Era masa kerajaan mulai terjadi pada masa Samuel, dan Era ini secara keseluruhan tidak lebih baik dari Era sebelumnya, bahkan menjadi lebih parah, disinilah Era dimana bangsa Israel menjadi budak dan dibuang ke negeri asing. Hanya sangat sedikit raja, dari ratusan raja dari riwayat raja-raja yang benar dan lurus hatinya.

Sebenarnya pola asli kepemimpinan yang Tuhan tetapkan adalah Nabi – dan imam, orang yang tidak rohani sejak awal tidak pernah ditugaskan menjadi pemimpin. 

Seiring waktu tibalah  masa orang- orang kehilangan kekudusan dan tidak bisa mendengar suara Tuhan, tidak ada karunia kenabian, sehingga munculah masa Imam dan Hakim -hakim, dan pada saat Nabi Samuel dibangkitkan maka munculah Nabi kembali, dan terus berkembang karena tuntutan umat menjadi era Nabi- Imam-Raja.

Di era Raja , justru para imam menjadi boneka para Raja karena politik dan uang, dan para Nabi malah menjadi musuh raja-raja Israel,  para Raja memberontak pada otoritas nabi, bahkan menganiaya dan membunuh nabi       ( khususnya jaman nabi Elia dan Elisha), dan berlanjut ketika Raja sudah tidak ada, Raja negri asing memerintah dan menjadikan imam boneka politik, dan kembali memusuhi nabi.

Pola ini terus terjadi, sampai Yesus Lahir, Yesus dianggap nabi dan dimusuhi para Imam, bahkan para Imam memanfaatkam Raja Herodes untuk menyalibkan Yesus.

Para pembaca terkasih, dalam perjanjian baru, Raja kita adalah Tuhan Yesus, dia adalah raja diatas raja, artinya fungsi Raja  seperti jaman perjanjian lama sudah tidak ada lagi! 

Mengenai tatanan pemerintahan negara murid Kristus dijelaskan untuk taat menjadi warga negara yang baik dari pemerintahan negara masing-masing. Ada pemisahan yang jelas antara kerajaan spiritual dan politik, agama tidak bercampur politik!

Sebagai gantinya Tuhan memberikan sistem yang sempurna , yakni fungsi jawatan kepemimpinan; Rasul, Nabi, gembala, pengajar, pengijil untuk memimpin umat-Nya, dan kepemimpinan ini memerintah di gereja lokal, mengutus para murid Kristus membawa nilai dan kabar kerajaan Allah ke tengah dunia. Menjadi terang dan garam bagi negara dan bangsa.


Advertisements

Renungan harian alkitab; 1 Samuel 10, selasa ” why a group of prophet and why so details ? Mengapa rombongan nabi dan details sekali nubuatannya?”

1 Samuel 10:5-7 (NKJV)  After that you shall come to the hill of God where the Philistine garrison is. And it will happen, when you have come there to the city, that you will meet a group of prophets coming down from the high place with a stringed instrument, a tambourine, a flute, and a harp before them; and they will be prophesying.

Then the Spirit of the Lord will come upon you, and you will prophesy with them and be turned into another man.

And let it be, when these signs come to you, that you do as the occasion demands; for God is with you.

Saul tidak dalam kandungan dipilih Tuhan menjadi Raja, karena permintaan mendesak umat, maka Tuhan memilih Saul menjadi Raja, tapi Saul dipilih bukan karena kerohanianya , Tuhan mempercayai Saul dan memberi kesempatan Saul menjadi raja.

Nubuatan dari Samuel terhadap saul sangat details sekali, mengapa sangat details? Karena Saul tidak punya iman! Jika hanya dikatakan Tuhan memilih kamu menjadi Raja, ia tidak akan punya iman yang cukup menerimanya.

Karunia  nubuatan berfungsi menarik iman, ketika pesan Tuhan disampaikan iman datang, ketika Saul melihat hal hal sangat detail sungguh terjadi dan tidak mungkin kebetulan maka ia mulai percaya.

Mengapa harus bertemu rombongan nabi? Saul membutuhkan pengurapan secara cepat, agar ia mampu menjalankan fungsi raja dalam urapan Tuhan, hanya dengan berjumpa serombongan nabi, impartansi kuat urapan Tuhan dapat mengalir kepada Saul, dan benar ketika berjumpa serombongan nabi, Saul kepenuhan Roh semalam malaman.

Para pembaca terkasih melalui pengalaman rohani akan penggenapan pesan nubuatan , seseorang menjadi bertumbuh kepercayaanya pada Tuhan, melalui bergaul dengan para hamba Tuhan kenabian , seseorang mengalami impartansi urapan Roh Kudus.

Tuhan sangat baik, dengan segala cara ia mampu berkomunikasi, mengurapi dan menyertai umatNya.

Renungan harian alkitab; 1 Samuel 9 ” prophet is a seer”, nabi adalah pelihat”

1 Samuel 9:8-10 (NKJV)  And the servant answered Saul again and said, “Look, I have here at hand one fourth of a shekel of silver. I will give that to the man of God, to tell us our way.”

(Formerly in Israel, when a man went to inquire of God, he spoke thus: “Come, let us go to the seer”; for he who is now called a prophet was formerly called a seer.)

Then Saul said to his servant, “Well said; come, let us go.” So they went to the city where the man of God was.

Sejak jaman perjanjian lama hingga jaman perjanjian baru, ada hamba – hamba Tuhan berkarunia kenabian, dan mereka adalah seorang pelihat ( seer) , mereka melayani umat yang mencari pimpinan Tuhan , dan mereka membacakan atau memberitahukan apa yang mereka lihat.

Umat datang pada hamba Tuhan membawa persembahan terbaik kepada Tuhan, mereka memberikan kepada nabi tersebut, dan menariknya nabi bisa memberitahukan apa saja yang ia lihat, tidak ada hubungannya dengan persembahan.

Seringkali orang membawa persembahan dan menginginkan nabi memberitahukan hal- hal yang menguntungkan diri orang itu, yang terjadi malah seringkali nabi memberitahu agar orang itu bertobat, atau bahkan membawa tegoran dari Tuhan.

Dalam kasus Saul, ia meminta berkat petunjuk Tuhan atas keledainya yang hilang, dan memberikan persembahan perak, berharap mendapat jawaban perkara ini, tetapi nabi malah memberitahukan hal lainnya, bahwa Saul dipilih jadi raja, dan tidak usah memikirkan keledainya.

Para pembaca terkasih , karunia kenabian adalah karunia pelihat  , ini bukti Tuhah mau memimpin umat-Nya dan masih berbicara kepada umat-Nya.

Untuk isi pesan , tentu saja terserah Tuhan, jadi jika anda tidak siap ditegur atau diperingatkan Tuhan, hanya sekedar ingin diberkati, janganlah menemui hamba Tuhan dengan karunia kenabian, karena  umat tidak bisa mengendalikan pesan Tuhan.

Renungan harian alkitab, 1 Samuel 8,” discipling children, memuridkan anak”

1 Samuel 8:1-3 (NKJV)  Now it came to pass when Samuel was old that he made his sons judges over Israel.

The name of his firstborn was Joel, and the name of his second, Abijah; they were judges in Beersheba.

But his sons did not walk in his ways; they turned aside after dishonest gain, took bribes, and perverted justice.

Samuel begitu sibuk memimpin umat Israel, memuridkan umat Israel, hingga ia lupa memuridkan anaknya sendiri, dan anak-anak Samuel tumbuh sebagai anak durhaka.

Para pembaca terkasih, janganlah kita lupa pemuridan dimulai dirumah, jangan sampai kita terlalu sibuk dengan segala kesibukan diluar, dan lalai memuridkan, lalai mendidik anak- anak kita

Pemuridan dimulai dirumah terlebih dahulu.

Renungan harian alkitab, 1 Samuel 7, sabtu  ” choose 1 God, pilih 1 Tuhan”

1 Samuel 7:3-4 (NKJV)  Then Samuel spoke to all the house of Israel, saying, “If you return to the Lord with all your hearts, then put away the foreign gods and the Ashtoreths from among you, and prepare your hearts for the Lord, and serve Him only; and He will deliver you from the hand of the Philistines.”

So the children of Israel put away the Baals and the Ashtoreths, and served the Lord only.

Kasus kutuk Yang menimpa umat Israel sangatlah mudah dipecahkan, jelas saja mereka hidup dalam  kutuk dan kekalahan , mereka menyembah banyak Tuhan.

10 perintah Tuhan sudah jelas, jangan menyembah Allah lain selain Tuhan Allah yang hidup, ini memang suatu kedegilan, tegar tengkuk, dan karakter pemberontakan sudah mengakar pada umat Israel.

Para pembaca terkasih, Tuhan itu baik ,setelah umat bertobat maka , Tuhan mengampuni dan kembali memberikan damai dan kemenangan , serta  berkat pada umat Israel.

Tuhan tidak menginginkan umat-Nya menderita yang Ia mau umat-Nya bertobat, berbalik kepada jalan yang benar.

Renungan harian alkitab, 1 samuel 6, jumat ” holy God- Tuhan yang kudus”

1 Samuel 6:19-21 (NKJV)  Then He struck the men of Beth Shemesh, because they had looked into the ark of the Lord. He struck fifty thousand and seventy men of the people, and the people lamented because the Lord had struck the people with a great slaughter.

And the men of Beth Shemesh said, “Who is able to stand before this holy Lord God? And to whom shall it go up from us?”

So they sent messengers to the inhabitants of Kirjath Jearim, saying, “The Philistines have brought back the ark of the Lord; come down and take it up with you.”

Umat Philistine berseru dan menjerit ” siapa yang bisa bertahan menghadapi kekudusan Tuhan”. Mereka binasa karena dalam ketidak kudusan , mereka melihat isi tabut perjanjian Tuhan, dan api kekudusan Tuhan menghanguskan mereka sehingga sebagian dari mereka binasa.

Dalam perjanjian baru, Tuhan menebus dosa dan ketidak kudusan manusia dengan penebusan darah Yesus, sehingga kita bisa mendekat pada Tuhan , merasakan hadiratnya dan tidak binasa, yesuslah juruselamat, yang memulihkan hubungan kita dengan Tuhan.

Para pembaca terkasih , apa yang kita milki sekarang dalam perjanjian baru adalah pengalaman yang luar biasa, kita bisa mengalami hadirat Tuhan, melalui penebusan darah Yesus, yang menguduskan kita dan menyucikan kita.

Renungan harian alkitab, 1 Samuel 5, kamis, ” curse in philistine-kutuk di philistine”

1 Samuel 5:11-12 (NKJV)  So they sent and gathered together all the lords of the Philistines, and said, “Send away the ark of the God of Israel, and let it go back to its own place, so that it does not kill us and our people.” For there was a deadly destruction throughout all the city; the hand of God was very heavy there.

And the men who did not die were stricken with the tumors, and the cry of the city went up to heaven.

Ketika tabut perjanjian Allah, Di salah gunakan, di lecehkan, maka jalan berkat tertutup sepenuhnya, bahkan berkat alam semesta juga tertutup, sehingga kutuk, kematian teror merajalela.

Tindakan umat Philistine merendahkan dan melecehkan Tuhan, dengan menaruh tabut  perjanjian disebelah patung dewa dewa, dan menggangap Tuhan adalah benda mati, patung bisu, menutup berkat alam semesta turun atas umat.

Pembaca terkasih, jika kita ingin memilih jalan berkat, kita harus belajar menghormati Tuhan, dan tidak melecehkan nama Tuhan baik dengan perbuatan , perkataan, dan pikiran.

Tuhan itu baik, berkatnya melimpah, tinggal memilih yang benar, takutlah akan Tuhan dan hiduplah dalam kebenaran.