Renungan harian alkitab, Judgjes 8, rabu; ” cause there is no discipleship, karena tidak ada pemuridan”

​Judges 8:33-35 (NKJV)  So it was, as soon as Gideon was dead, that the children of Israel again played the harlot with the Baals, and made Baal-Berith their god.

Thus the children of Israel did not remember the Lord their God, who had delivered them from the hands of all their enemies on every side;

nor did they show kindness to the house of Jerubbaal (Gideon) in accordance with the good he had done for Israel.

Karena tidak ada pemuridan maka Gideon tidak mempunyai murid-murid rohani, dan juga kehilangan generasi penerus, tak lama setelah Gideon wafat, bangsa Israel kembali lagi murtad , kembali hidup bermental budak menyembah dewa berhala.

Para pembaca , pemuridan sangatlah penting , jika pemimpin rohani tidak memuridkan, dan umat menolak dimuridkam maka kesejahteraan dan kelimpahan rohani tidak akan berlangsung lama, setelah pemimpin tersebut wafat, selesailah sudah semua, umat kembali  berjalan dalam kebinasaan.

Advertisements

Renungan harian alkitab, Judges 7, selasa ” not quantity? Bukan kuantitas?”

​Judges 7:2 (NKJV)  And the Lord said to Gideon, “The people who are with you are too many for Me to give the Midianites into their hands, lest Israel claim glory for itself against Me, saying, ‘My own hand has saved me.’

Dalam pertempuran Gideon dan bangsa musuhnya, Tuhan meminta Gideon mengurangi jumlah pasukannya menjadi sangat sedikit, Gideon terus mengurangi jumlah pasukan dari ribuan menjadi hanya ratusan, tepatnya hanya menjadi 300 orang saja!

Hal ini sangat tidak masuk akal karena musuh berjumlah berjuta juta  orang , bahkan sebanyak pasir di pantai, tercatat di alkitab ;

 Judges 7:12 (NKJV)  Now the Midianites and Amalekites, all the people of the East, were lying in the valley as numerous as locusts; and their camels were without number, as the sand by the seashore in multitude.

Dalam kasus ini,jumlah orang atau kuantitas ( quantity) sangatlah tidak seimbang,  tapi Tuhan dengan tegas meminta Gideon hanya membawa 300 pasukan saja melawan pasukan musuh sebanyak pasir dilautan.

Para pembaca terkasih jelas sudah bagi Tuhan quality ( kualitas) jauh lebih penting dari quantity ( kuantitas), bagi Tuhan  kualitas hati seseorang adalah yang sangat penting, baru kemudian bicara jumlah kuantitas.

Karena itu umat kristen dikatakan harus seperti garam , yang sedikit pun sangat memberi rasa, kualitas hati dan kerohania  adalah awal dari perubahan dan pembaharuan, baik dalam rumah tangga, gereja atau mengubahkan kota dan bangsa.

Para pemimpin , gembala jemaat, dan pemimpin rohani lainnya, penting kita ingat janganlah mengejar jumlah pengikut atau umat secara kuantitas saja, tapi   utamakan kualitas umat , hal ini sangatlah penting. Karena bagi Tuhan  menghasilkan murid dengan  kualitas murid sejati adalah tujuan kepemimpinan di selenggarakan, bukan sekedar mengumpulkan masa.

Renungan harian alkitab, Judges 6, senin;” they choose curse not blessing, mereka memilih kutuk daripada berkat”

​Judges 6:1 (NKJV)  Then the children of Israel did evil in the sight of the Lord. So the Lord delivered them into the hand of Midian for seven years,

Dalam kitab deuteoronomy 28   Tuhan sudah menjelaskan bahwa konsekuensi dari umat yang keluar dari ketetapan hukum Tuhan adalah mereka hidup dalam kutuk, pilihan ada ditangan umat.

Umat Israel telah memilih kutuk dengan menyembah berhala, mereka dengan sengaja meninggalkan Tuhan dan memilih dewa dewa berhala.

Para pembaca terkasih,  umat Israel jatuh pada penyembahan berhala karena mereka melakukan kawin campur  dengan suku-suku yang tidak seiman, sehingga mereka terhanyut dalam penyembahan berhala, mereka tidak secara langsung memilih hidup dalam kutuk, tapi mereka terlena oleh tipu daya dunia, dan tersesat.

Pilihlah berkat, pilihlah taat pada firman Tuhan.

renungan harian alkitab; Judgjes 5,minggu ” spiritual leaders-pemimpin rohani”

​Judges 5:2-3 (NKJV)  “When leaders lead in Israel, When the people willingly offer themselves, Bless the Lord!

“Hear, O kings! Give ear, O princes! I, even I, will sing to the Lord; I will sing praise to the Lord God of Israel

kemenangan umat Israel terjadi ketika Deborah seorang pemimpin rohani dibangkitkan Tuhan dan Barak pemimpin pasukan beserta seluruh rakyat dengan sukarela memberi diri di pimpin

dua hal ini adalah syarat kebangkitan umat; Tuhan membangkitkan seorang pemimpin rohani dan umat memberi diri dengan sukarela dipimpin oleh pemimpin rohani.

Para pembaca terkasih, ketika Tuhan membangkitkan pemimpin rohani maka artinya  Tuhan ingin memimpin kita hidup berkemenangan, jika kita mau dipimpin Tuhan maka bagian kita adalah dengan sukarela dipimpin.

Dimana ada kepemimpinan rohani maka ada kemenangan dari Tuhan yg memerdekakan umat.

Renungan harian alkitab, Judges 4, sabtu: ” God choose woman also, Tuhan juga pilih kaum wanita”

​Judges 4:6-9 (NKJV)  Then she sent and called for Barak the son of Abinoam from Kedesh in Naphtali, and said to him, “Has not the Lord God of Israel commanded, ‘Go and deploy troops at Mount Tabor; take with you ten thousand men of the sons of Naphtali and of the sons of Zebulun;

and against you I will deploy Sisera, the commander of Jabin’s army, with his chariots and his multitude at the River Kishon; and I will deliver him into your hand’?”

And Barak said to her, “If you will go with me, then I will go; but if you will not go with me, I will not go!”

So she said, “I will surely go with you; nevertheless there will be no glory for you in the journey you are taking, for the Lord will sell Sisera into the hand of a woman.” Then Deborah arose and went with Barak to Kedesh.

Debora adalah seorang hakim wanita, dan para pemimpin Israel, taat dibawah kepemimpinan Debora, bahkan Barak sang pemimpin pasukan, tidak berani maju berperang jika Deborah tidak ikut maju memimpin mereka.

Para pembaca terkasih, Tuhan juga memilih kaum wanita sebagai pemimpin , Tuhan tidak membedakan Gender, baik laki -laki atau perempuan semua dipakai Tuhan secara luar biasa, Tuhan mengasihi dan menciptakan pria dan wanita sederajad, dengan fungsi masing masing sesuai dengan rencana Tuhan.

Renungan harian alkitab; Judgjes 3, jumat;” train to be warrior- dilatih menjadi pejuang”

​Judges 3:1-2 (NKJV)  Now these are the nations which the Lord left, that He might test Israel by them, that is, all who had not known any of the wars in Canaan

(this was only so that the generations of the children of Israel might be taught to know war, at least those who had not formerly known it),

Para pembaca terkasih, ternyata Tuhan dengan sengaja menempatkan raja – raja asing untuk berada disekeliling umat Israel, agar mereka menjadi umat yang pejuang, menghargai kemerdekaan, menjadi umat yang kuat dengan jiwa pejuang.

Tuhan telah menyiapkan kemenangan, hidup berkelimpahan, tetapi sebagai Bapa , Ia tidak mau kita anak-anaknya menjadi anak yang lemah, pemalas, tidak menghargai kemerdekaan, Tuhan mau kita sebagai anak yang bukan gampangan, karena itu semua kemenangan itu harus ada bagian tindakan iman , iman adalah bertindak.

Kemenangan, keberhasilan tidak jatuh dari langit tanpa usaha perjuangan manusia, Tuhan mau kita bertindak dengan iman, menjadi pribadi yang aktif, kuat, dan perkasa, bukan hanya nepotisme karena status anak Allah semata yang kita punyai, tapi sungguh kompeten menerimanya.

Renungan harian alkitab, Judges 2, kamis:” the importance of discipleship- pentingnya pemuridan”.

​Judges 2:10-12 (NKJV)  When all that generation had been gathered to their fathers, another generation arose after them who did not know the Lord nor the work which He had done for Israel.

Then the children of Israel did evil in the sight of the Lord, and served the Baals;

and they forsook the Lord God of their fathers, who had brought them out of the land of Egypt; and they followed other gods from among the gods of the people who were all around them, and they bowed down to them; and they provoked the Lord to anger.

Setelah generasi angkatan Joshua sudah meninggal,generasi berikutnya adalah generasi yang hanya mendengar kisah tentang Tuhan pada jaman dahulu, tetapi mereka tidak mengenal Tuhan.

Generasi ini kembali lagi bermental budak, mereka diperbudak nilai nilai suku asing karena kawin campur dan juga diperbudak oleh dewa baal dan ashtoret, menjadi penyembah berhala.

Para pembaca renungan terkasih,  kisah ini membuat kita memahami pentingnya pemuridan pada generasi selanjutnya, tanpa adanya pemuridan maka generasi berikutnya akan tersesat dan diperbudak oleh ilah ilah dunia. 

Pemuridan akan  iman  kepada Tuhan Allah yan hidup, Yesus Kristus sangatlah penting dilakukan dari satu generasi kepada generasi lainnya.

Sudahkah anda dimuridkan atau memuridkan?