Renungan harian alkitab, deuteronomy 17, kamis ” full time man of God- hamba Tuhan sepenuh waktu”

​Deuteronomy 18:1-5 (NKJV)  “The priests, the Levites–all the tribe of Levi–shall have no part nor inheritance with Israel; they shall eat the offerings of the Lord made by fire, and His portion.

Therefore they shall have no inheritance among their brethren; the Lord is their inheritance, as He said to them.

“And this shall be the priest’s due from the people, from those who offer a sacrifice, whether it is bull or sheep: they shall give to the priest the shoulder, the cheeks, and the stomach.

The firstfruits of your grain and your new wine and your oil, and the first of the fleece of your sheep, you shall give him.

For the Lord your God has chosen him out of all your tribes to stand to minister in the name of the Lord, him and his sons forever.

Mengapa Tuhan  menetapkan para imam perjanjian lama untuk tidak  boleh bekerja menjadi pengusaha, pedagang,petani, tidak mendapakan lahan untuk dikerjakan sebagai pekerjaan mereka?

Jawabannya karena Tuhan meminta ada orang -orang yang sepenuh hati dan waktunya, full time mencurahkan waktunya hidupnya untuk mengurus rumah Tuhan, ibadah dan melayani umat.

Esensi dari larangan para imam bekerja mengolah lahan menjadi petani, pedagang dan pekerjaan lainnya, adalah karena mereka sudah mempunyai pekerjaan melayani Tuhan sepenuh waktu! jika mereka tidak mengerjakan pekerjaan mereka, siapa yang mau mengerjakannya?

Semua umat sibuk dengam pekerjaan, bussiness, usaha. dan kesibukan rumah tangga masing -masing,  jika imam juga ikut ikutan membuka usaha dan bekerja diluar, siapa yang akan melayani Tuhan dan umatNya? Rumah Tuhan akan menjadi tempat ibadah yang paling tidak terurus, umat tidak ada yang melayani, karena semua sibuk dengan pekerjaan dan ruman tangga masing -.masing.

Tuhan memerintahkan para imam dalam perjanjian lama atau jaman sekarang pastor  , gembala jemaat fokus, sepenuh hati dan full time- sepenuh waktu melayani Tuhan dalam doa dan firman dan melayani umat, Tentu saja Tuhan sudah mengatur sistem keuangan agar, para pastor, gembala jemaat mendapatkan kepastian kelimpahan hal penghidupan , keuangan melalui persembahan yg wajib diberikan jemaat kepada hamba Tuhan, jadi mereka tidak perlu memikirkan hal penghidupan dan fokus melayani Tuhan.

Dalam perjanjian baru, seorang pastor dapat menjadikan bussines menjadi sarana misi penjangkauan, mempunyai usaha,  jikalau ia tidak mempunyai anak – anak dan istri, ia hidup selibat, tidak menikah .

Hal ini karena seorang single tanpa istri dan anak, tidak ada tanggung jawab rumah tangga, ia punya punya banyak waktu untuk melayani Tuhan sepenuhnya dan bermisi melalui usahanya menjangkau jiwa jiwa , seperti rasul Paul jelaskan dan lakukan.

Para pembaca terkasih Tuhan sudah membuat ketetapan jelas bagian dari para gembala jemaat, pastor, dan juga bagian dari umat, masing masing punya fungsi dan tanggung jawab yang jelas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s