Renungan harian alkitab, deuteronomy 17, rabu ” criteria of a succesfull leaders, king- kriteria pemimpin yang sukses atau raja”

​Deuteronomy 17:16-19 (NKJV)  But he shall not multiply horses for himself, nor cause the people to return to Egypt to multiply horses, for the Lord has said to you, ‘You shall not return that way again.’

Neither shall he multiply wives for himself, lest his heart turn away; nor shall he greatly multiply silver and gold for himself.

“Also it shall be, when he sits on the throne of his kingdom, that he shall write for himself a copy of this law in a book, from the one before the priests, the Levites.

And it shall be with him, and he shall read it all the days of his life, that he may learn to fear the Lord his God and be careful to observe all the words of this law and these statutes.

Dalam kepemimpinan Kristen, kriteria seorang menjadi pemimpin yang sukses  : raja atau pemimpin lainnya: pendeta, pemimpin perusahaan, pemimpin organisasi, dan kepemimpinan lainnya, esensi syarat kepemimpinan kristen yang sukses adalah  jelas  tertulis dalam kitab deuteronomy  17, pasal 19 , yakni ” menguasai alkitab sebagai firman Tuhan , dan taat hidup dalam kebenaran fiman Tuhan.”

Jika ia taat dan hidup dalam kebenaran firman Tuhan, maka ia akan sukses, diurapi dan berhasil dalam kepemimpinanya, sukses membawa keadilan dan kesejahteraan kepada orang orang yang dipimpinnya.ini adalah kepastian kesuksesan kepemimpinan jika hidup dalam kebenaran firman Tuhan.

Syarat lainnya , memang bukan hal esensial tapi mencerminkan apakah orang tersebut mengetahui dan taat pada firman Tuhan adalah;

A) pemimpin tidak bergantung pada materi kekayaan ( dalam kasus perjanjian lama banyaknya kuda, emas, dan perak  yang dimilki adalah simbol materi yang diagungkan) , tidak menjadi budak harta, kalau pemimpin budak harta maka ia akan membawa orang orang menjadi mental budak ( kembali ke masa lalu :mental budak di egypt)

Pemimpin dipimpin oleh kebenaran firman Tuhan, bukan dikendalikan materi kekayaan, justru pemimpin mengendalikan kekayaan dan memiliki rasa cukup.

B) Tidak mempunyai banyak  istri ,  dalam konteks kita dalam perjanjian baru adalah satu istri dan rumah tangga bahagia.

Para pembaca terkasih, perjanjian lama mencatat ada satu orang raja besar yang sangat kaya dan makmur, dialah raja Salomo, anak dari raja David. Raja salomo tidak hidup dan taat dalam kebenaran firman Tuhan.

Tercermin dari tingkah lakunya, ia dengan sengaja menimbun emas , perak dan menjadikannya kebanggaan dan dipamerkan kepada bangsa- bangsa kekayaanya, bahkan dalam rangka pamer kekuasaan dan karena tidak bisa menahan nafsu ;ia memiliki 1000 istri, luar biasa melanggar firman Tuhan.

Hasilnya raja Salomo Binasa , ia jatuh dalam dosa penyembahan berhala, dan dosa kesombongan kemakmuran, kerajaan-Nya hancur berking keping, setelah ia wafat kerajaan Israel terus jatuh, terpuruk, hingga menjadi budak lagi .

Peringatan firman Tuhan terjadi, mereka kembali menjadi budak seperti dulu di Egypt, sungguh kebodohan dengan sengaja Raja Salomo melanggar firman Tuhan , peringatan jangan kembali menjadi  budak menjadi kenyataan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s