Renungan harian alkitab, senin, numbers 30 ” authority of husband, otoritas suami”.

​Numbers 30:12 (NKJV)  But if her husband truly made them void on the day he heard them, then whatever proceeded from her lips concerning her vows or concerning the agreement binding her, it shall not stand; her husband has made them void, and the Lord will release her.

Dalam perjanjian baru,  Tuhan Yesus sudah menyempurnakan hal sumpah   dikatakan dengan jelas jangan bersumpah, cukup katakan ya atau tidak, integritas perkataan adalah ya atau tidak, tidak perlu sumpah.

Jika ada sumpah berarti ada kata kata atau janji manusia yang kualitas integritasnya rendah, karena sumpah adalah penguatan kata kata dengan jaminan integritas , yang artinya ada kata kata atau janji yang levelnya rendah integritas.

Para pembaca kitab Numbers pasal 30 , ayat 12 mengajarkan kepada kita bahwa dalam rumah tangga , ada kuasa otoritas dari seorang suami  yang bahkan bisa membatalkan janji atau sumpah dari seorang istri, jadi meskipun seorang istri punya kebebasan berkata dan berjanji, dan ada kehendak bebas , tetap semua hal ini ada di bawah pertanggung jawaban dari suami sebagai imam.

Karena itu seorang imam, suami diberikan otoritas membuat keputusan final atas keluarganya  dan apa yang dikatakan atau dijanjikan anggota keluarganya, karena ia bertanggung jawab atas semua yang terjadi dalam rumah tangga, hal ini adalah esensi dari kitab number 30 , yang tentunya prinsipinya masih berlaku dan tetap relevant dengan jaman ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s