Renungan harian alkitab kamis; “Rebellion Aron & Miriam, pemberontakan Aron & Miriam” Numbers 12.

Numbers 12:9  So The Anger of the Lord was aroused against them, and He departed. And when the Cloud departed from above the tabernacle, suddenly Miriam became leprous as white  as snow. Then Aron turned toward Miriam, and there she was, a leper!”

Miriam dan Aron tidak suka akan keputusan Moses, ia mengambil istri dari suku Ethopia, mereka ingin menurunkan Moses dari kepemimpinan, karena Miriam dan Aron juga merasa cukup rohani , dan juga bisa mengalir dalam karunia nubuatan.

Mereka membicarakan Moses di belakang dan berkomplot memberontak, dan Tuhan mengetahui hal ini, menegur mereka dengan keras, bahkan memberikan hukuman penyakit Kusta turun atas Miriam seketika.

Aron dan Miriam , ketakutan, bertobat dan minta maaf pada Moses, dan alkitab mencatat Moses adalah hamba Tuhan yang sangat rendah hati, maka Moses pun berdoa meminta pengampunan kepada Tuhan, dan Tuhan menyembuhkan Miriam dari Kusta/

Para pembaca terkasih, jikalau pemimpin rohani  anda melakukan sesuatu yang anda tidak setuju atau tidak suka, maka janganlah melakukan pemberontakan, janganlah menjelek jelekan pemimpin di belakang, janganlah mengumpulkan masa dan mengajak pemberontakan kepada Otoritas Rohani yang Tuhan tetapkan berjaga atas anda, bicarakan 4 mata dengan dia, jangan bergossip atau menghakimi.

Dalam kerajaan Allah, Tuhanlah yang mengangkat Otoritas pemimpin, karena itu hanya Tuhan yang berhak menurunkan, kepemimpinan dalam kerajaan Allah bukan dipilih dengan suara terbanyak atau pemilihan umum, tapi ditentukan langsung oleh Tuhan, Jangan anggap bahwa Tuhan diam saja, melihat orang yang ia pilih di bully oleh pengikutnya, atau menganggap Tuhan setuju dengan pemberontakan terhadap Otoritas.

Jaman ini kusta fisik tidak akan turun pada pemberontak otoritas rohani, tapi gantinya kusta rohani akan turun atas para pemberontak otoritas rohani , kusta rohani adalah ; sakit rohani yang menyebabkan mereka menjadi mati rasa, tidak merasakan apa -apa , tidak bertumbuh iman, hanya rasa sakit dalam hidup mereka yang bertumbuh, disaat jemaat lain mengalami banyak mukjizat dan kuasa Tuhan , mereka mati rasa sama sekali tidak mengalami perjumpaan dengan kuasa Tuhan dalam ibadah mereka.

Sakit kusta rohani ini akan semakin parah hingga akhirnya mereka sebagai bagian tubuh Kristus akan  tercopot , terputus dari tubuh Kristus, dan mengalami kematian rohani dengan segera, sama seperti Miriam dan Harun, mereka harus minta ampun kepada pemimpin rohani yang mereka bully dan menjadi sasaran pemberontakan, setelah itu Tuhan akan menyembuhkan kusta rohani dari hidup mereka, syaratnya mereka rendah hati dan bertobat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s