Renungan harian alkitab; sabtu “details supervision on tithing in old testament,supervisi details perpuluhan dalam perjanjian lama, leviticus 27.

​Leviticus 27:30-34 (NKJV)  And all the tithe of the land, whether of the seed of the land or of the fruit of the tree, is the Lord’s. It is holy to the Lord.

If a man wants at all to redeem any of his tithes, he shall add one-fifth to it.

And concerning the tithe of the herd or the flock, of whatever passes under the rod, the tenth one shall be holy to the Lord.

He shall not inquire whether it is good or bad, nor shall he exchange it; and if he exchanges it at all, then both it and the one exchanged for it shall be holy; it shall not be redeemed.’ “

These are the commandments which the Lord commanded Moses for the children of Israel on Mount Sinai.

Dalam perjajian lama persepuluhan disupervisi dengan sangat ketat oleh para imam, ada peraturan tertulis details tentang hitungan persepuluhan dengan inspeksi ketat.

Bagaimana dalam perjanjian baru?

Dalam perjanjian baru, persepuluhan tetap berlaku, bahkan Yesus menekankan bahwa tidak setia hal mammon ( mengelola keuangan ),akan mendapat hukuman di bumi dan surga , demikian penjelasan tertulis;

Luke 16:11-13 (NKJV)  Therefore if you have not been faithful in the unrighteous mammon, who will commit to your trust the true riches?

And if you have not been faithful in what is another man’s, who will give you what is your own?

No servant can serve two masters; for either he will hate the one and love the other, or else he will be loyal to the one and despise the other. You cannot serve God and mammon.”

Para pembaca terkasih, dalam perjanjian  lama karena bangsa Israel bermental budak, maka mental budak harus disupervisi ketat dan details, maka imam diberi tugas mensupervisi ketat agar setiap umat memberikan persepuluhan. Tetapi beda hal dengan perjanjian baru, ketika murid – murid Yesus sudah di merdekakan dari roh perbudakan dan mental budak ! Murid-murid Yesus sudah menjadi anak – anak Allah.

Persepuluhan sudah disempurnakan sistemnya menjadi sistem yang diberikan kepercayaan penuh, perpuluhan menjadi self assesment, tidak ada lagi yang mensupervisi ketat dengan details, Roh kudus sudah turun dalam hati manusia, dalam kesadaran dalam diri sendiri , didorong rasa cinta pada Tuhan, menjadi pelaku firman Tuhan, anak anak Tuhan dengan self assesment memberikan perpuluhan secara sukarela dari semua income mereka, Tuhan tidak bisa digantikan mammon.

Dalam perjanjian baru Tuhan Yesus memberikan esensi dalam perpuluhan

1.setia perkara kecil ; uang perkara kecil bagi Tuhan, cuma penambahan dan alat menyelesaikan visi Tuhan.

2. Pilih menyembah Tuhan atau mammon ( roh cinta akan uang dan kekayaan). Pilih salah satu , siapa yang mau disembah tidak,bisa dua duanya.

3. Pilih mammon ujungnya pasti akan menjual Jesus, cinta Tuhan setia pasti mengelola keuangan.

4. Hanya mental budak yang harus disupervisi ketat dengan aturan details dalam memberikan perpuluhan, mental anak – anak Tuhan, sudah merdeka dari perbudakan, self asssesment adalah sistem monitoring ; langsung hati nurani berhadapan dengan Tuhan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s