Renungan harian alkitab hari jumat ” unfaithfull nations, bangsa yang tidak setia” exodus 24

​Exodus 24:3 (NKJV)  So Moses came and told the people all the words of the Lord and all the judgments. And all the people answered with one voice and said, “All the words which the Lord has said we will do.”

Ketika perintah Tuhan dibacakan, para tetua (elders) bangsa Israel setuju, mereka nampaknya sehati, taat kepada Tuhan, termasuk perintah untuk tidak menyembah berhala, para elders Israel setuju, dan nampak taat.

Beberapa hari sebelumnya para elders Israel dan seluruh bangsa Israel, sudah mendengar dengan jelas 10 perintah Tuhan, hal ini tercatat dalam kitab exodus pasal 20Exodus, demikian kutipannya ;

 20:1-5 (NKJV)  And God spoke all these words, saying:

“I am the Lord your God, who brought you out of the land of Egypt, out of the house of bondage.

You shall have no other gods before Me.

“You shall not make for yourself a carved image, or any likeness of anything that is in heaven above, or that is in the earth beneath, or that is in the water under the earth;

you shall not bow down to them nor serve them. For I, the Lord your God, am a jealous God, visiting the iniquity of the fathers on the children to the third and fourth generations of those who hate Me.

Mereka sudah medengar 10 perintah Tuhan, mereka setuju, nampaknya taat, bahkan mereka memateraikan perjanjian dengan Tuhan akan ketetapan Tuhan dengan penumpahan darah domba, artinya sudah ada ikat janji darah ( blood covanant), tidak ada Tuhan lain, atau berhala lain, tidak akan menyembah patung atau dewa lainnya.


Tak lama kemudian mereka dengan mudah berpaling membuat patung lembu emas, dan menyembah dewa kenikmatan kemakmuran ,dan mereka berpesta pora dan melanggar perjanjian darah mereka dengan Tuhan, dengan sengaja berpaling pada patung dan dewa dewa.

Para pembaca terkasih, memang bangsa bermental budak ini, adalah bangsa yang tidak setia, unfaithfull, dan tentunya tidak beriman ( have no faith ) , dengan mudah mereka ingkar perjanjian, dengan mudah mereka berpaling pada menyembah patung, selama bermental budak dan belum menjadi mentalitas anak Tuhan, maka sulit seseorang mengalami Tuhan.

Diperlukan pertobatan dari karakter pemberontakan, budak tidak punya kemerdekaan, jadi ia terus hidup dalam pemberontakan, tetapi anak anak Tuhan hidup dalam kemerdekaan, cinta kepada bapa-Nya , dan melakukan ibadah, melayani di gereja, hidup dalam kekudusan karena cinta ,  jika tidak ada  cinta, tidak ada ketaatan, yang ada hanya pemberontakan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s